Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Wa qa«ain± il± ban³ isr±'³la fil-kit±bi latufsidunna fil-ar«i marrataini wa lata‘lunna ‘uluwwan kab³r±(n).
Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”
Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana.
¤umma radadn± lakumul-karrata ‘alaihim wa amdadn±kum bi'amw±liw wa ban³na wa ja‘aln±kum ak£ara naf³r±(n).
Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar.
Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
‘As± rabbukum ay yar¥amakum, wa in ‘uttum ‘udn±, wa ja‘aln± jahannama lil-k±fir³na ¥a¡³r±(n).
Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu. Akan tetapi, jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Kami jadikan (neraka) Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir.
Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar
Wa yad‘ul-ins±nu bisy-syarri du‘±'ahµ bil-khair(i), wa k±nal-ins±nu ‘ajµl±(n).
Manusia (seringkali) berdoa untuk (mendapatkan) keburukan sebagaimana (biasanya) berdoa untuk (mendapatkan) kebaikan. Manusia itu (sifatnya) tergesa-gesa.
Wa ja‘alnal-laila wan-nah±ra ±yataini fa ma¥aun± ±yatal-laili wa ja‘aln± ±yatan-nah±ri mub¡iratal litabtagµ fa«lam mir rabbikum wa lita‘lamµ ‘adadas-sin³na wal-¥is±b(a), wa kulla syai'in fa¡¡aln±hu taf¡³l±(n).
Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami). Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu dan mengetahui bilangan tahun serta perhitungan (waktu). Segala sesuatu telah Kami terangkan secara terperinci.
Wa kulla ins±nin alzamn±hu ¯±'irahµ f³ ‘unuqih(³), wa nukhriju lahµ yaumal-qiy±mati kit±bay yalq±hu mansyµr±(n).
Setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang dia terima dalam keadaan terbuka.
Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.
Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah). Lalu, mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu sehingga pantaslah berlaku padanya perkataan (azab Kami). Maka, Kami hancurkan (negeri itu) sehancur-hancurnya.
Siapa yang menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki. Kemudian, Kami sediakan baginya (neraka) Jahanam. Dia akan memasukinya dalam keadaan tercela lagi terusir (dari rahmat Allah).
Wa man ar±dal-±khirata wa sa‘± lah± sa‘yah± wa huwa mu'minun fa ul±'ika k±na sa‘yuhum masykµr±(n).
Siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, dan dia adalah mukmin, mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.
Kullan numiddu h±'ul±'i wa h±'ul±'i min ‘a¯±'i rabbik(a), wa m± k±na ‘a¯±'u rabbika ma¥§µr±(n).
Tiap-tiap (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat) Kami berikan anugerah dari kemurahan Tuhanmu dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
Un§ur kaifa fa««aln± ba‘«ahum ‘al± ba‘«(in), wa lal-±khiratu akbaru daraj±tiw wa akbaru taf«³l±(n).
Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Sungguh kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya.
Wa qa«± rabbuka all± ta‘budµ ill± iyy±hu wa bil-w±lidaini i¥s±n±(n), imm± yabluganna ‘indakal-kibara a¥aduhum± au kil±hum± fal± taqul lahum± uffiw wa l± tanhar hum± wa qul lahum± qaulan kar³m±(n).
Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”
Rabbukum a‘lamu bim± f³ nufµsikum, in takµnµ ¡±li¥³na fa innahµ k±na lil-aww±b³na gafµr±(n).
Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Jika kamu adalah orang-orang yang saleh, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.
Berikanlah kepada kerabat dekat haknya, (juga kepada) orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Wa imm± tu‘ri«anna ‘anhumubtig±'a ra¥matim mir rabbika tarjµh± faqul lahum qaulam maisµr±(n).
Jika (tidak mampu membantu sehingga) engkau (terpaksa) berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang lemah lembut.
Wa l± taj‘al yadaka maglµlatan il± ‘unuqika wa l± tabsu¯h± kullal-bas¯i fa taq‘uda malµmam ma¥sµr±(n).
Janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan jangan (pula) engkau mengulurkannya secara berlebihan sebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal.
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (-nya bagi siapa yang Dia kehendaki). Sesungguhnya Dia Mahateliti lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
Wa l± taqtulµ aul±dakum khasy-yata iml±q(in), na¥nu narzuquhum wa iyy±kum, inna qatlahum k±na khi¯'an kab³r±(n).
Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar.
Wa l± taqtulun-nafsal-lat³ ¥arramall±hu ill± bil-¥aqq(i), wa man qutila ma§lµman faqad ja‘aln± liwaliyyih³ sul¯±nan fal± yusrif fil-qatl(i), innahµ k±na man¡µr±(n).
Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Siapa yang dibunuh secara teraniaya, sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya. Akan tetapi, janganlah dia (walinya itu) melampaui batas dalam pembunuhan (kisas). Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.
Wa l± taqrabµ m±lal-yat³mi ill± bil-lat³ hiya a¥sanu ¥att± yabluga asyuddah(µ), wa aufµ bil-‘ahd(i), innal-‘ahda k±na mas'µl±(n).
Janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan (cara) yang terbaik (dengan mengembangkannya) sampai dia dewasa dan penuhilah janji (karena) sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.
Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
Wa l± tamsyi fil-ar«i marah±(n), innaka lan takhriqal-ar«a wa lan tablugal-jib±la ¯µl±(n).
Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.
ª±lika mimm± au¥± ilaika rabbuka minal-¥ikmah(ti), wa l± taj‘al ma‘all±hi il±han ±khara fa tulq± f³ jahannama malµmam mad¥µr±(n).
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepada engkau (Nabi Muhammad). Janganlah engkau menjadikan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi terusir (dari rahmat Allah).
Apakah (pantas) Tuhanmu memilihkan anak laki-laki untukmu, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan? Sesungguhnya kamu (kaum musyrik) benar-benar mengucapkan perkataan yang (dosanya) sangat besar.
Sungguh telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan) dalam Al-Qur’an ini agar mereka selalu ingat. Akan tetapi, (peringatan) itu tidak menambah (apa pun) kepada mereka, kecuali makin lari (dari kebenaran).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya ada tuhan-tuhan (lain) di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada (Tuhan) Pemilik ʻArasy (untuk mengalahkan atau menyaingi-Nya).”
Tusabbi¥u lahus-sam±w±tus-sab‘u wal-ar«u wa man f³hinn(a), wa im min syai'in ill± yusabbi¥u bi¥amdih³ wa l±kil l± tafqahµna tasb³¥ahum, innahµ k±na ¥al³man gafµr±(n).
Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya senantiasa bertasbih kepada Allah. Tidak ada sesuatu pun, kecuali senantiasa bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
Apabila engkau (Nabi Muhammad) membaca Al-Qur’an, Kami adakan suatu tabir yang tertutup antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat.
Kami jadikan di atas hati mereka penutup-penutup (sesuai dengan kehendak dan sikap mereka) sehingga mereka tidak memahaminya dan di telinga mereka ada penyumbat (sehingga tidak mendengarnya). Apabila engkau menyebut (nama) Tuhanmu saja dalam Al-Qur’an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci).
Kami lebih tahu bagaimana (sikap) mereka mendengarkan (Al-Qur’an) saat mereka mendengarkan engkau (Nabi Muhammad) dan berbisik-bisik (sesama mereka) ketika orang-orang zalim itu berkata, “Kamu tidak mengikuti (siapa pun), kecuali seorang laki-laki yang kena sihir.”
Un§ur kaifa «arabµ lakal-am£±la fa «allµ fal± yasta¯³‘µna sab³l±(n).
Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan (yang buruk) tentang engkau! Maka, sesatlah mereka sehingga tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
Mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan-kepingan (yang berserakan), apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
atau (jadilah) makhluk lain yang tidak mungkin hidup kembali menurut pikiranmu (maka Allah akan tetap menghidupkannya kembali).” Kemudian, mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu (karena takjub) dan berkata, “Kapan (kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barangkali waktunya sudah dekat,”
Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia merahmatimu dan jika Dia menghendaki, niscaya Dia mengazabmu. Kami tidaklah mengutusmu (Nabi Muhammad) sebagai penjaga bagi mereka.
Wa rabbuka a‘lamu biman fis-sam±w±ti wal-ar«(i), wa laqad fa««aln± ba‘«an nabiyy³na ‘al± ba‘«iw wa ±tain± d±wµda zabµr±(n).
Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami anugerahkan Zabur kepada Daud.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Dia. Mereka tidak akan mampu menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengalihkannya.”
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka (sendiri) mencari jalan kepada Tuhan (masing-masing berharap) siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka juga mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya, azab Tuhanmu itu adalah yang (harus) ditakuti.
Tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), kecuali Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduk)-nya dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz).
Tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu. Kami telah berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang jelas, tetapi mereka menganiayanya (dengan menyembelihnya). Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti.
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepadamu, “Sesungguhnya Tuhanmu (dengan ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi seluruh manusia.” Kami tidak menjadikan ru’yā yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk dalam Al-Qur’an. Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam.” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”
Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku tentang orang ini yang lebih Engkau muliakan daripada aku. Sungguh, jika Engkau memberi tenggang waktu kepadaku sampai hari Kiamat, niscaya aku benar-benar akan menyesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”
Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, siapa saja di antara mereka yang mengikuti kamu, sesungguhnya (neraka) Jahanamlah balasanmu semua sebagai balasan yang sempurna.
Wastafziz manista¯a‘ta minhum bi¡autika wa ajlib ‘alaihim bikhailika wa rajilika wa sy±rikhum fil-amw±li wal-aul±di wa ‘idhum, wa m± ya‘iduhumusy-syai¯±nu ill± gurµr±(n).
Perdayakanlah (wahai Iblis) siapa saja di antara mereka yang engkau sanggup dengan ajakanmu. Kerahkanlah pasukanmu yang berkuda dan yang berjalan kaki terhadap mereka. Bersekutulah dengan mereka dalam harta dan anak-anak, lalu berilah janji kepada mereka.” Setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.
Inna ‘ib±d³ laisa laka ‘alaihim sul¯±n(un), wa kaf± birabbika wak³l±(n).
(Allah berfirman lagi,) “Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Iblis) atas hamba-hamba-Ku (yang mukmin). Cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga (mereka darimu).”
Apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang kamu seru, kecuali Dia. Akan tetapi, ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Manusia memang selalu ingkar.
Afa amintum ay yakhsifa bikum j±nibal-barri au yursila ‘alaikum ¥a¡iban £umma l± tajidµ lakum wak³l±(n).
Apakah kamu merasa aman dari kemungkinan Dia akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau mengirimkan kerikil, lalu kamu tidak akan mendapati seorang pun sebagai pelindung?
Am amintum ay yu‘³dakum f³hi t±ratan ukhr± fa yursila ‘alaikum q±¡ifam minar-r³¥i fa yugriqakum bim± kafartum, £umma l± tajidµ lakum ‘alain± bih³ tab³‘±(n).
Ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikanmu ke laut sekali lagi, lalu mengirimkan angin topan kepadamu dan menenggelamkanmu disebabkan kekufuranmu, kemudian kamu tidak akan mendapati seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami?
Wa laqad karramn± ban³ ±dama wa ¥amaln±hum fil-barri wal-ba¥ri wa razaqn±hum mina¯-¯ayyib±ti wa fa««aln±hum ‘al± ka£³rim mimman khalaqn± taf«³l±(n).
Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
Yauma nad‘µ kulla un±sim bi'im±mihim, faman µtiya kat±bahµ biyam³nih³ fa ul±'ika yaqra'µna kit±bahum wa l± yu§lamµna fat³l±(n).
(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya. Maka, siapa yang diberi catatan amalnya di tangan kanannya, mereka akan membaca catatannya (dengan bahagia) dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.
Sesungguhnya mereka hampir memalingkan engkau (Nabi Muhammad) dari (apa) yang telah Kami wahyukan kepadamu agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami. Jika demikian, tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia.
Jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) dua kali lipat di dunia dan dua kali lipat setelah mati. Kemudian, engkau (Nabi Muhammad) tidak akan mendapati seorang penolong pun terhadap Kami.
Sesungguhnya mereka hampir membuatmu (Nabi Muhammad) gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu dari negeri itu. Kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (bertahan), kecuali sebentar saja.
Sunnata man qad arsaln± qablaka mir rusulin± wa l± tajidu lisunnatin± ta¥w³l±(n).
(Yang demikian itu) merupakan ketetapan (bagi) para rasul Kami yang benar-benar Kami utus sebelum engkau dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.
Aqimi¡-¡al±ta lidulµkisy-syamsi il± gasaqil-laili wa qur'±nal-fajr(i), inna qur'±nal-fajri k±na masyhµd±(n).
Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Wa qur rabbi adkhiln³ mudkhala ¡idqiw wa akhrijn³ mukhraja ¡idqiw waj‘al l³ mil ladunka sul¯±nan na¡³r±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku).
Wa nunazzilu minal-qur'±ni m± huwa syif±'uw wa ra¥matul lil-mu'min³n(a), wa l± yaz³du§-§±lim³na ill± khas±r±(n).
Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.
Apabila Kami menganugerahkan kenikmatan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri (dari Allah dengan sombong). Namun, apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.
Qul kulluy ya‘malu ‘al± sy±kilatih(³), fa rabbukum a‘lamu biman huwa ahd± sab³l±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
Wa yas'alµnaka ‘anir-rµ¥(i), qulir-rµ¥u min amri rabb³ wa m± µt³tum minal-‘ilmi ill± qal³l±(n).
Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.”
Sungguh, jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan (apa) yang telah Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) dan engkau tidak akan mendapatkan untuk dirimu seorang pembela pun terhadap Kami.
Katakanlah, “Sungguh, jika manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang serupa dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat mendatangkan yang serupa dengannya, sekalipun mereka membantu satu sama lainnya.”
Sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang segala perumpamaan dengan berbagai macam cara kepada manusia dalam Al-Qur’an ini, tetapi kebanyakan manusia tidak menginginkan kecuali kekufuran.
Au tusqi¯as-sam±'a kam± za‘amta ‘alain± kisafan au ta'tiya bill±hi wal-mal±'ikati qab³l±(n).
atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping kepada kami, sebagaimana engkau telah katakan, atau engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,
Au yakµna laka baitum min zukhrufin au tarq± fis-sam±'(i), wa lan nu'mina liruqiyyika ¥att± tunazzila ‘alain± kit±ban naqra'uh(µ), qul sub¥±na rabb³ hal kuntu ill± basyarar rasµl±(n).
atau engkau mempunyai sebuah rumah yang (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mahasuci Tuhanku. Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”
Tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat yang berjalan (menetap) dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”
Wa may yahdill±hu fa huwal-muhtad(i), wa may yu«lil falan tajida lahum auliy±'a min dµnih(³), wa na¥syuruhum yaumal-qiy±mati ‘al± wujµhihim ‘umyaw wa bukmaw wa ¡umm±(n), ma'w±hum jahannam(u), kullam± khabat zidn±hum sa‘³r±(n).
Siapa yang dianugerahi petunjuk oleh Allah (karena kecenderungan dan pilihannya terhadap kebaikan) dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah (neraka) Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.
Itulah balasan bagi mereka karena sesungguhnya mereka kufur kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”
Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa menciptakan yang serupa dengan mereka dan Mahakuasa menetapkan ajal (kematian dan kebangkitan) bagi mereka yang tidak diragukan lagi? Maka, orang-orang zalim itu tidak menginginkan kecuali kekufuran.
Sungguh, Kami telah menganugerahkan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata. Maka, tanyakanlah kepada Bani Israil ketika dia datang kepada mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa engkau, wahai Musa, terkena sihir.”
Dia (Musa) menjawab, “Sungguh, engkau benar-benar telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa engkau, wahai Fir‘aun, terlaknat.”
Fa ar±da ay yastafizzahum minal ar«i fa agraqn±hu wa mam ma‘ahµ jam³‘±(n).
Kemudian, dia (Fir‘aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir), maka Kami tenggelamkan dia (Fir‘aun) beserta seluruh orang yang bersamanya.
Setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil, “Tinggallah di negeri ini! Apabila janji kebangkitan datang, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur.”
Kami menurunkannya (Al-Qur’an) dengan sebenarnya dan ia (Al-Qur’an) turun dengan (membawa) kebenaran. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
Wa qur'±nan faraqn±hu litaqra'ahµ ‘alan-n±si ‘al± muk£iw wa nazzaln±hu tanz³l±(n).
Al-Qur’an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur’an) atau tidak usah beriman (itu sama saja bagi Allah)! Sesungguhnya orang-orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah (dengan) bersujud.”
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah ‘Allah’ atau serulah ‘Ar-Raḥmān’! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaulhusna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) salatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!”
Katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengangkat seorang anak, tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan tidak memerlukan penolong dari kehinaan! Agungkanlah Dia setinggi-tingginya!”
Selaku umat Muslim, mendalami isi Quran bukan hanya sekadar membacanya saja, melainkan memahami isinya. Untuk itu agar bisa mempelajarinya dengan baik, Anda bisa menikmati kemudahan membaca Quran secara online lengkap dengan tafsirnya.
Tentu saja fasilitas ini dapat memudahkan, apalagi jika Anda memiliki mobilitas yang cukup tinggi di luar rumah. Hanya menggunakan smartphone yang Anda genggam setiap hari, membaca sekaligus belajar Quran bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.
Salah satu fasilitas Quran digital terbaik yang bisa Anda gunakan ialah Al-Quran online dari detikHikmah. Di dalamnya, Anda bisa membaca isi Quran sebanyak 30 juz lengkap beserta dengan tafsir yang dijabarkan per ayat, sehingga lebih mudah dalam memahami sekaligus mempelajarinya.
Keutamaan Membaca Al-Quran
Al-Quran adalah wahyu yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Selaku umat Muslim, sudah barang tentu membaca Al-Quran sangat penting bahkan diwajibkan.
Tak hanya itu, selaku kitab suci yang Allah SWT turunkan langsung dan masih terjaga hingga saat ini, terdapat banyak sekali keutamaan-keutamaan yang akan kita dapatkan dengan membacanya.
Berdasarkan Hadits setidaknya ada 5 keutamaan dari membaca Quran, antara lain:
1. Sebaik-baiknya ibadah
Dalam hadits riwayat an-Nu'man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda,
Artinya: "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi).
2. Memperoleh kebaikan berlipat ganda
Rasulullah SAW juga menjamin bahwasannya setiap umat Muslim yang membaca Al-Qur’an maka akan memperoleh ganjaran pahala serta kebaikan yang berlipat-lipat ganda.
Artinya: "Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf." (HR At-Tirmidzi).
3. Memberikan Syafaat di Akhirat
Dengan membaca Al-Qur’an, setiap muslim nantinya akan memperoleh Syafaat di akhirat kelak. Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Umamah al-Bahili
Artinya: "Bacalah Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya".
4. Memperoleh Balasan Terbaik dari Allah SWT
Salah satu keutamaan terbaik dari membaca Al-Qur’an ialah kita akan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT, sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Sa'id,
Artinya: Allah berfirman, "Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur'an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur'an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya," (HR. Al-Baihaqi).
5. Dikelilingi Malaikat
Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur'an akan memiliki kelebihan yakni dikelilingi para malaikat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
عن عائشة رضي الله عنها قالتْ: قالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : «الذي يقرَأُ القرآنَ وهو مَاهِرٌ به مع السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، والذي يقرَأُ القرآنَ ويَتَتَعْتَعُ فيه وهو عليه شَاقٌ لَهُ أجْرَانِ».
Artinya: Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala."
Sejarah Turunnya Al-Quran
Allah SWT telah memberikan panduan bagi umat manusia melalui penurunan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini merupakan momen yang sangat penting dan menunjukkan posisinya yang tinggi bagi penghuni langit dan bumi.
Menurut buku Pengantar Studi Ilmu Al-Quran oleh Syaikh Manna Al-Qaththan, turunnya Al-Quran adalah pemberitahuan bagi alam samawi yang dihuni oleh para malaikat tentang kemuliaan umat Nabi Muhammad. Allah telah memuliakan umat ini dengan memberikan risalah baru agar mereka menjadi umat yang terbaik di antara manusia.
Peristiwa penurunan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW kita kenal dengan istilah Nuzulul Quran. Ini adalah momen bersejarah ketika Al-Quran pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuz pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Secara harfiah, Nuzulul berarti menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah dan Al-Quran adalah kitab suci bagi umat Islam. Oleh karena itu, Nuzulul Quran dapat diartikan sebagai peristiwa penurunan Al-Quran dari tempat yang tinggi ke bumi.
Surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah ayat pertama yang turun dari Al-Quran. Hal ini terjadi di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 dan tanggal ini kemudian dijadikan peringatan Nuzulul Quran hingga saat ini.
Penurunan ayat ini menjadi awal dari kenabian Muhammad SAW dan memulai perjuangan untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita perlu memahami makna Nuzulul Quran dan meneladani ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Hukum Membaca Quran Digital
Lantas bagaimanakah hukum membaca Al-Qur’an digital melalui perangkat hp, apakah diperbolehkan atau justru sebaliknya?
Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an online melalui hp adalah mubah (boleh).
Berdasarkan keterangan Profesor Quraish Shihab, Al-Qur'an turun sebagai wahyu dalam bentuk suara yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW. Kemudian, Nabilah meminta para sahabat untuk menuliskan wahyu tersebut agar mudah dipelajari oleh umat.
Profesor Quraish Shihab menyatakan bahwa selama bacaan Al-Qur'an benar, tidak masalah apakah umat membacanya atau mendengarkannya melalui media apa pun. Selain itu, pahala membaca Al-Qur'an di HP sama dengan membacanya dalam bentuk mushaf fisik. Hal ini dinyatakan dalam hadits Ibnu Mas'ud yang mengatakan:
"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dibalas sepuluh kebaikan yang semisal. Saya tidak mengatakan alif lâm mîm (ألـم)itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lâm satu huruf dan mim satu huruf."