الإِسۡرَاءِ
Surat Al-Isra'
Memperjalankan Malam Hari • 111 Ayat
SHARE
Surat Al-Isra' adalah surat urutan ke 17 dalam Al Quran. Berisikan 111 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ١
Sub¥±nal-la©³ asr± bi‘abdih³ lailam minal-masjidil ¥ar±mi ilal-masjidil-aq¡al-la©³ b±rakn± ¥aulahµ linuriyahµ min ±y±tin±, innahµ huwas-sam³‘ul-ba¡³r(u).
Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
17:1
Tafsir Ayat 1
وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ ٢
Wa ±tain± mµsal-kit±ba wa ja‘aln±hu hudal liban³ isr±'³la all± tattakhi©µ min dµn³ wak³l±(n).
Kami memberi Musa Kitab (Taurat) dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku.
17:2
Tafsir Ayat 2
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍۗ اِنَّهٗ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا ٣
ªurriyyata man ¥amaln± ma‘a nµ¥(in), innahµ k±na ‘abdan syakµr±(n).
(Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh, sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.”
17:3
Tafsir Ayat 3
وَقَضَيْنَآ اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ فِى الْكِتٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى الْاَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيْرًا ٤
Wa qa«ain± il± ban³ isr±'³la fil-kit±bi latufsidunna fil-ar«i marrataini wa lata‘lunna ‘uluwwan kab³r±(n).
Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”
17:4
Tafsir Ayat 4
فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ اُوْلٰىهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِۗ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا ٥
Fa i©± j±'a wa‘du µl±hum± ba‘a£n± ‘alaikum ‘ib±dal lan± ul³ ba'sin syad³din fa j±sµ khil±lad-diy±r(i), wa k±na wa‘dam maf‘µl±(n).
Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana.
17:5
Tafsir Ayat 5
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَاَمْدَدْنٰكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَجَعَلْنٰكُمْ اَكْثَرَ نَفِيْرًا ٦
¤umma radadn± lakumul-karrata ‘alaihim wa amdadn±kum bi'amw±liw wa ban³na wa ja‘aln±kum ak£ara naf³r±(n).
Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar.
17:6
Tafsir Ayat 6
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا ٧
In a¥santum a¥santum li'anfusikum, wa in asa'tum fa lah±, fa i©± j±'a wa‘dul-±khirati liyasµ'µ wujµhakum wa liyadkhulal-masjida kam± dakhalµhu awwala marratiw wa liyutabbirµ m± ‘alau tatb³r±(n).
Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
17:7
Tafsir Ayat 7
عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْۚ وَاِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَاۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا ٨
‘As± rabbukum ay yar¥amakum, wa in ‘uttum ‘udn±, wa ja‘aln± jahannama lil-k±fir³na ¥a¡³r±(n).
Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu. Akan tetapi, jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Kami jadikan (neraka) Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir.
17:8
Tafsir Ayat 8
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ ٩
Inna h±©al-qur'±na yahd³ lil-lat³ hiya aqwamu wa yubasysyirul-mu'min³nal-la©³na ya‘malµna¡-¡±li¥±ti anna lahum ajran kab³r±(n).
Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar
17:9
Tafsir Ayat 9
وَّاَنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا ࣖ ١٠
Wa annal-la©³na l± yu'minµna bil-±khirati a‘tadn± lahum ‘a©±ban al³m±(n).
dan sesungguhnya bagi orang-orang yang tidak beriman pada akhirat telah Kami sediakan bagi mereka azab yang sangat pedih.
17:10
Tafsir Ayat 10
وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاۤءَهٗ بِالْخَيْرِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا ١١
Wa yad‘ul-ins±nu bisy-syarri du‘±'ahµ bil-khair(i), wa k±nal-ins±nu ‘ajµl±(n).
Manusia (seringkali) berdoa untuk (mendapatkan) keburukan sebagaimana (biasanya) berdoa untuk (mendapatkan) kebaikan. Manusia itu (sifatnya) tergesa-gesa.
17:11
Tafsir Ayat 11
وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا ١٢
Wa ja‘alnal-laila wan-nah±ra ±yataini fa ma¥aun± ±yatal-laili wa ja‘aln± ±yatan-nah±ri mub¡iratal litabtagµ fa«lam mir rabbikum wa lita‘lamµ ‘adadas-sin³na wal-¥is±b(a), wa kulla syai'in fa¡¡aln±hu taf¡³l±(n).
Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami). Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu dan mengetahui bilangan tahun serta perhitungan (waktu). Segala sesuatu telah Kami terangkan secara terperinci.
17:12
Tafsir Ayat 12
وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰۤىِٕرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰىهُ مَنْشُوْرًا ١٣
Wa kulla ins±nin alzamn±hu ¯±'irahµ f³ ‘unuqih(³), wa nukhriju lahµ yaumal-qiy±mati kit±bay yalq±hu mansyµr±(n).
Setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang dia terima dalam keadaan terbuka.
17:13
Tafsir Ayat 13
اِقْرَأْ كِتٰبَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ ١٤
Iqra' kit±bak(a), kaf± binafsikal-yauma ‘alaika ¥as³b±(n).
(Dikatakan,) “Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu pada hari ini sebagai penghitung atas (amal) dirimu.”
17:14
Tafsir Ayat 14
مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا ١٥
Manihtad± fa innam± yahtad³ linafsih(³), wa man «alla fa innam± ya«illu ‘alaih±, wa l± taziru w±ziratuw wizra ukhr±, wa m± kunn± mu‘a©©ib³na ¥att± nab‘a£a rasµl±(n).
Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.
17:15
Tafsir Ayat 15
وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا ١٦
Wa i©± aradn± an nuhlika qaryatan amarn± mutraf³h± fa fasaqµ f³h± fa ¥aqqa ‘alaihal-qaulu fa dammarn±h± tadm³r±(n).
Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah). Lalu, mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu sehingga pantaslah berlaku padanya perkataan (azab Kami). Maka, Kami hancurkan (negeri itu) sehancur-hancurnya.
17:16
Tafsir Ayat 16
وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْۢ بَعْدِ نُوْحٍۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا ١٧
Wa kam ahlakn± minal-qurµni mim ba‘di nµ¥(in), wa kaf± birabbika bi©unµbi ‘ib±dih³ khab³ram ba¡³r±(n).
Banyak generasi setelah Nuh yang telah Kami binasakan. Cukuplah Tuhanmu sebagai Zat Yang Mahateliti lagi Maha Melihat dosa-dosa hamba-Nya.
17:17
Tafsir Ayat 17
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَاۤءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهٗ جَهَنَّمَۚ يَصْلٰىهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا ١٨
Man k±na yur³dul-‘±jilata ‘ajjaln± lahµ f³h± m± nasy±'u liman nur³du £umma ja‘aln± lahµ jahannam(a), ya¡l±h± ma©mµmam mad¥µr±(n).
Siapa yang menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki. Kemudian, Kami sediakan baginya (neraka) Jahanam. Dia akan memasukinya dalam keadaan tercela lagi terusir (dari rahmat Allah).
17:18
Tafsir Ayat 18
وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا ١٩
Wa man ar±dal-±khirata wa sa‘± lah± sa‘yah± wa huwa mu'minun fa ul±'ika k±na sa‘yuhum masykµr±(n).
Siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, dan dia adalah mukmin, mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.
17:19
Tafsir Ayat 19
كُلًّا نُّمِدُّ هٰٓؤُلَاۤءِ وَهٰٓؤُلَاۤءِ مِنْ عَطَاۤءِ رَبِّكَ ۗوَمَا كَانَ عَطَاۤءُ رَبِّكَ مَحْظُوْرًا ٢٠
Kullan numiddu h±'ul±'i wa h±'ul±'i min ‘a¯±'i rabbik(a), wa m± k±na ‘a¯±'u rabbika ma¥§µr±(n).
Tiap-tiap (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat) Kami berikan anugerah dari kemurahan Tuhanmu dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
17:20
Tafsir Ayat 20
Source by Logo Quranbest

Kemudahan Baca Quran Online dan Tafsirnya

Selaku umat Muslim, mendalami isi Quran bukan hanya sekadar membacanya saja, melainkan memahami isinya. Untuk itu agar bisa mempelajarinya dengan baik, Anda bisa menikmati kemudahan membaca Quran secara online lengkap dengan tafsirnya.
Tentu saja fasilitas ini dapat memudahkan, apalagi jika Anda memiliki mobilitas yang cukup tinggi di luar rumah. Hanya menggunakan smartphone yang Anda genggam setiap hari, membaca sekaligus belajar Quran bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.

Salah satu fasilitas Quran digital terbaik yang bisa Anda gunakan ialah Al-Quran online dari detikHikmah. Di dalamnya, Anda bisa membaca isi Quran sebanyak 30 juz lengkap beserta dengan tafsir yang dijabarkan per ayat, sehingga lebih mudah dalam memahami sekaligus mempelajarinya. 

Keutamaan Membaca Al-Quran

Al-Quran adalah wahyu yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Selaku umat Muslim, sudah barang tentu membaca Al-Quran sangat penting bahkan diwajibkan.

Tak hanya itu, selaku kitab suci yang Allah SWT turunkan langsung dan masih terjaga hingga saat ini, terdapat banyak sekali keutamaan-keutamaan yang akan kita dapatkan dengan membacanya.

Berdasarkan Hadits setidaknya ada 5 keutamaan dari membaca Quran, antara lain:

1. Sebaik-baiknya ibadah

Dalam hadits riwayat an-Nu'man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Artinya: "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi). 

2. Memperoleh kebaikan berlipat ganda

Rasulullah SAW juga menjamin bahwasannya setiap umat Muslim yang membaca Al-Qur’an maka akan memperoleh ganjaran pahala serta kebaikan yang berlipat-lipat ganda.

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ  

Artinya: "Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf." (HR At-Tirmidzi). 

3. Memberikan Syafaat di Akhirat

Dengan membaca Al-Qur’an, setiap muslim nantinya akan memperoleh Syafaat di akhirat kelak. Seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Umamah al-Bahili

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ  

Artinya: "Bacalah Alquran, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya".  

4. Memperoleh Balasan Terbaik dari Allah SWT

Salah satu keutamaan terbaik dari membaca Al-Qur’an ialah kita akan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT, sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Sa'id,

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى مَنْ شَغَلَهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ ثَوَابِ السَّائِلِينَ وَفَضَلُ الْقُرْآنِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ  

Artinya: Allah berfirman, "Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur'an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur'an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya," (HR. Al-Baihaqi). 

5. Dikelilingi Malaikat

Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur'an akan memiliki kelebihan yakni dikelilingi para malaikat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: 

 عن عائشة رضي الله عنها قالتْ: قالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : «الذي يقرَأُ القرآنَ وهو مَاهِرٌ به مع السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، والذي يقرَأُ القرآنَ ويَتَتَعْتَعُ فيه وهو عليه شَاقٌ لَهُ أجْرَانِ».  

Artinya: Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala."   

Sejarah Turunnya Al-Quran

Allah SWT telah memberikan panduan bagi umat manusia melalui penurunan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini merupakan momen yang sangat penting dan menunjukkan posisinya yang tinggi bagi penghuni langit dan bumi.

Menurut buku Pengantar Studi Ilmu Al-Quran oleh Syaikh Manna Al-Qaththan, turunnya Al-Quran adalah pemberitahuan bagi alam samawi yang dihuni oleh para malaikat tentang kemuliaan umat Nabi Muhammad. Allah telah memuliakan umat ini dengan memberikan risalah baru agar mereka menjadi umat yang terbaik di antara manusia.

Peristiwa penurunan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW kita kenal dengan istilah Nuzulul Quran. Ini adalah momen bersejarah ketika Al-Quran pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuz pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Secara harfiah, Nuzulul berarti menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah dan Al-Quran adalah kitab suci bagi umat Islam. Oleh karena itu, Nuzulul Quran dapat diartikan sebagai peristiwa penurunan Al-Quran dari tempat yang tinggi ke bumi.

Surat Al-Alaq ayat 1-5 adalah ayat pertama yang turun dari Al-Quran. Hal ini terjadi di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 dan tanggal ini kemudian dijadikan peringatan Nuzulul Quran hingga saat ini.

Penurunan ayat ini menjadi awal dari kenabian Muhammad SAW dan memulai perjuangan untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita perlu memahami makna Nuzulul Quran dan meneladani ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Hukum Membaca Quran Digital

Lantas bagaimanakah hukum membaca Al-Qur’an digital melalui perangkat hp, apakah diperbolehkan atau justru sebaliknya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an online melalui hp adalah mubah (boleh).

Berdasarkan keterangan Profesor Quraish Shihab, Al-Qur'an turun sebagai wahyu dalam bentuk suara yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW. Kemudian, Nabilah meminta para sahabat untuk menuliskan wahyu tersebut agar mudah dipelajari oleh umat.

Profesor Quraish Shihab menyatakan bahwa selama bacaan Al-Qur'an benar, tidak masalah apakah umat membacanya atau mendengarkannya melalui media apa pun. Selain itu, pahala membaca Al-Qur'an di HP sama dengan membacanya dalam bentuk mushaf fisik. Hal ini dinyatakan dalam hadits Ibnu Mas'ud yang mengatakan:

"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dibalas sepuluh kebaikan yang semisal. Saya tidak mengatakan alif lâm mîm (ألـم)itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lâm satu huruf dan mim satu huruf."