Ayat Sesuai Topik
Muhammad SAW

1. 'Abasa Ayat 1
عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ
‘Abasa wa tawall±.
Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling
Tafsir
2. 'Abasa Ayat 2
اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ
An j±'ahul-a‘m±.
karena seorang tunanetra (Abdullah bin Ummi Maktum) telah datang kepadanya.
Tafsir
3. 'Abasa Ayat 3
وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ
Wa m± yudr³ka la‘allahµ yazzakk±.
Tahukah engkau (Nabi Muhammad) boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)
Tafsir
4. 'Abasa Ayat 4
اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ
Au ya©©akkaru fatanfa‘ahu©-©ikr±.
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran sehingga pengajaran itu bermanfaat baginya?
Tafsir
5. 'Abasa Ayat 5
اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ
Amm± manistagn±.
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (para pembesar Quraisy),
Tafsir
6. 'Abasa Ayat 6
فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ
Fa anta lahµ ta¡add±.
engkau (Nabi Muhammad) memberi perhatian kepadanya.
Tafsir
7. 'Abasa Ayat 7
وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ
Wa m± ‘alaika all± yazzakk±.
Padahal, tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
Tafsir
8. 'Abasa Ayat 8
وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ
Wa amm± man j±'aka yas‘±.
Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
Tafsir
9. 'Abasa Ayat 9
وَهُوَ يَخْشٰىۙ
Wa huwa yakhsy±.
sedangkan dia takut (kepada Allah),
Tafsir
10. 'Abasa Ayat 10
فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ
Fa anta ‘anhu talahh±.
malah engkau (Nabi Muhammad) abaikan.
Tafsir
11. 'Abasa Ayat 11
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
Kall± innah± ta©kirah(tun).
Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.
Tafsir
12. 'Abasa Ayat 12
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
Faman sy±'a ©akarah(µ).
Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya
Tafsir
13. 'Abasa Ayat 13
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ
F³ ¡u¥ufim mukarramah(tin).
di dalam suhuf yang dimuliakan (di sisi Allah),
Tafsir
14. Ad-Dhuha Ayat 1
وَالضُّحٰىۙ
Wa«-«u¥±.
Demi waktu duha
Tafsir
15. Ad-Dhuha Ayat 2
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
Wal-laili i©± saj±.
dan demi waktu malam apabila telah sunyi,
Tafsir
16. Ad-Dhuha Ayat 3
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ
M± wadda‘aka rabbuka wa m± qal±.
Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.
Tafsir
17. Ad-Dhuha Ayat 4
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ
Wa lal-±khiratu khairul laka minal-µl±.
Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).
Tafsir
18. Ad-Dhuha Ayat 5
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ
Wa lasaufa yu‘¯³ka rabbuka fa tar«±.
Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.
Tafsir
19. Ad-Dhuha Ayat 6
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ
Alam yajidka yat³man fa ±w±.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);
Tafsir
20. Ad-Dhuha Ayat 7
وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ
Wa wajadaka «±llan fa had±.
mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);
Tafsir
21. Ad-Dhuha Ayat 8
وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ
Wa wajadaka ‘±'ilan fa agn±.
dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?
Tafsir
22. Ad-Dhuha Ayat 9
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ
Fa ammal-yat³ma fal± taqhar.
Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
Tafsir
23. Ad-Dhuha Ayat 10
وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ
Wa ammas-s±'ila fal± tanhar.
Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.
Tafsir
24. Ad-Dhuha Ayat 11
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ
Wa amm± bini‘mati rabbika fa ¥addi£.
Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).
Tafsir
25. Al-A'raf Ayat 156
۞ وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ قَالَ عَذَابِيْٓ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَاۤءُۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَۚ
Waktub lan± f³ h±©ihid-dun-y± ¥asanataw wa fil-±khirati inn± hudn± ilaik(a), q±la ‘a©±b³ u¡³bu bih³ man asy±'(u), wa ra¥mat³ wasi‘at kulla syai'(in), fa sa'aktubuh± lil-la©³na yattaqµna wa yu'tµnaz-zak±ta wal-la©³na hum bi'±y±tin± yu'minµn(a).
Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat serta bagi orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami.”
Tafsir
26. Al-A'raf Ayat 157
اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓ ۙاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ࣖ
Al-la©³na yattabi‘µnar-rasµlan nabiyyal-ummiyyal-la©³ yajidµnahµ maktµban ‘indahum fit-taur±ti wal-inj³li ya'muruhum bil-ma‘rµfi wa yanh±hum ‘anil-munkari wa yu¥illu lahumu¯-¯ayyib±ti wa yu¥arrimu ‘alaihimul-khab±'i£a wa ya«a‘u ‘anhum i¡rahum wal-agl±lal-lat³ k±nat ‘alaihim, fal-la©³na ±manµ bih³ wa ‘azzarµhu wa na¡arµhu wattaba‘un nµral-la©³ unzila ma‘ah(µ), ul±'ika humul-mufli¥µn(a).
(Yaitu,) orang-orang yang mengikuti Rasul (Muhammad), Nabi yang ummi (tidak pandai baca tulis) yang (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Dia menyuruh mereka pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.
Tafsir
27. Al-A'raf Ayat 158
قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ۨالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Qul y± ayyuhan-n±su inn³ rasµlull±hi ilaikum jam³‘anil-la©³ lahµ mulkus-sam±w±ti wal-ar«(i), l± il±ha ill± huwa yu¥y³ wa yum³t(u), fa ±minµ bill±hi wa rasµlihin-nabiyyil-ummiyyil-la©³ yu'minu bill±hi wa kalim±tih³ wattabi‘µhu la‘allakum tahtadµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan. Maka, berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) nabi ummi (tidak pandai baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.”
Tafsir
28. Al-A'raf Ayat 184
اَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوْا مَا بِصَاحِبِهِمْ مِّنْ جِنَّةٍۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Awalam yatafakkarµ m± bi¡±¥ibihim min jinnah(tin), in huwa ill± na©³rum mub³n(un).
Apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Nabi Muhammad) tidak gila sedikit pun? Dia hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.
Tafsir
29. Al-A'raf Ayat 188
قُلْ لَّآ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗوَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِۛ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْۤءُ ۛاِنْ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ࣖ
Qul l± amliku linafs³ naf‘aw wa l± «arran ill± m± sy±'all±h(u), wa lau kuntu a‘lamul-gaiba lastak£artu minal-khair(i) - wa m± massaniyas-sµ'(u) - in ana ill± na©³ruw wa basy³rul liqaumiy yu'minµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki. Seandainya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku akan berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan bahaya tidak akan menimpaku. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.”
Tafsir
30. Al-A'raf Ayat 195
اَلَهُمْ اَرْجُلٌ يَّمْشُوْنَ بِهَآ ۖ اَمْ لَهُمْ اَيْدٍ يَّبْطِشُوْنَ بِهَآ ۖ اَمْ لَهُمْ اَعْيُنٌ يُّبْصِرُوْنَ بِهَآ ۖ اَمْ لَهُمْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۗ قُلِ ادْعُوْا شُرَكَاۤءَكُمْ ثُمَّ كِيْدُوْنِ فَلَا تُنْظِرُوْنِ
Alahum arjuluy yamsyµna bih± am lahum aidiy yab¯isyµna bih± am lahum a‘yunuy yub¡irµna bih± am lahum ±©±nuy yasma‘µna bih±, qulid‘µ syurak±'akum £umma k³dµni fal± tun§irµn(i).
Apakah mereka (berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku dan jangan kamu tunda lagi.
Tafsir
31. Al-A'raf Ayat 196
اِنَّ وَلِيِّ َۧ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتٰبَۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ
Inna waliyyiyall±hul-la©³ nazzalal-kit±b(a), wa huwa yatawalla¡-¡±li¥³n(a).
Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an). Dia melindungi orang-orang saleh.
Tafsir
32. Al-A'raf Ayat 197
وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَكُمْ وَلَآ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
Wal-la©³na tad‘µna min dµnih³ l± yasta¯³‘µna na¡rakum wa l± anfusahum yan¡urµn(a).
Berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.
Tafsir
33. Al-A'raf Ayat 198
وَاِنْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَسْمَعُوْاۗ وَتَرٰىهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
Wa in tad‘µhum ilal-hud± l± yasma‘µ, wa tar±hum yan§urµna ilaika wa hum l± yub¡irµn(a).
Jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Kamu mengira mereka memperhatikanmu, padahal mereka tidak melihat.”
Tafsir
34. Al-A'raf Ayat 199
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
Khu©il-‘afwa wa'mur bil-‘urfi wa a‘ri« ‘anil-j±hil³n(a).
Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.
Tafsir
35. Al-A'raf Ayat 200
وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Wa imm± yanzagannaka minasy-syai¯±ni nazgun fasta‘i© bill±h(i), innahµ sam³‘un ‘al³m(un).
Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir
36. Al-A'raf Ayat 201
اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ
Innal-la©³nattaqau i©± massahum ¯±'ifum minasy-syai¯±ni ta©akkarµ fa i©± hum mub¡irµn(a).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).
Tafsir
37. Al-A'raf Ayat 202
وَاِخْوَانُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ
Wa ikhw±nuhum yamuddµnahum fil-gayyi £umma l± yuq¡irµn(a).
Teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
Tafsir
38. Al-Ahqaf Ayat 9
قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِّنَ الرُّسُلِ وَمَآ اَدْرِيْ مَا يُفْعَلُ بِيْ وَلَا بِكُمْۗ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ وَمَآ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Qul m± kuntu bid‘am minar-rusuli wa m± adr³ m± yuf‘alu b³ wa l± bikum, in attabi‘u ill± m± yµ¥± ilayya wa m± ana ill± na©³rum mub³n(un).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara para rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat (Allah) kepadaku dan kepadamu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
Tafsir
39. Al-Ahqaf Ayat 35
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَّهُمْ ۗ كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوْعَدُوْنَۙ لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنْ نَّهَارٍ ۗ بَلٰغٌ ۚفَهَلْ يُهْلَكُ اِلَّا الْقَوْمُ الْفٰسِقُوْنَ ࣖ
Fa¡bir kam± ¡abara ulul-‘azmi minar-rusuli wa l± tasta‘jil lahum, ka'annahum yauma yarauna m± yµ‘adµn(a), lam yalba£µ ill± s±‘atam min nah±r(in), bal±g(un), fahal yuhlaku illal-qaumul-f±siqµn(a).
Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) sebagaimana ululazmi (orang-orang yang memiliki keteguhan hati) dari kalangan para rasul telah bersabar dan janganlah meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari ketika melihat azab yang dijanjikan, seolah-olah mereka hanya tinggal (di dunia) sesaat saja pada siang hari. (Nasihatmu itu) merupakan peringatan (dari Allah). Maka, tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik.
Tafsir
40. Al-Ahzab Ayat 1
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
Y± ayyuhan-nabiyyuttaqill±ha wa l± tu¯i‘il-k±fir³na wal-mun±fiq³n(a), innall±ha k±na ‘al³man ¥ak³m±(n).
Wahai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Tafsir
41. Al-Ahzab Ayat 2
وَّاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًاۙ
Wattabi‘ m± yµ¥± ilaika mir rabbik(a), innall±ha k±na bim± ta‘malµna khab³r±(n).
Ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir
42. Al-Ahzab Ayat 3
وَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
Wa tawakkal ‘alall±h(i), wa kaf± bill±hi wak³l±(n).
Bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.
Tafsir
43. Al-Ahzab Ayat 4
مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖ ۚوَمَا جَعَلَ اَزْوَاجَكُمُ الّٰـِٕۤيْ تُظٰهِرُوْنَ مِنْهُنَّ اُمَّهٰتِكُمْ ۚوَمَا جَعَلَ اَدْعِيَاۤءَكُمْ اَبْنَاۤءَكُمْۗ ذٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِاَفْوَاهِكُمْ ۗوَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى السَّبِيْلَ
M± ja‘alall±hu lirajulim min qalbaini f³ jaufih(³), wa m± ja‘ala azw±jakumul-l±'³ tu§±hirµna minhunna ummah±tikum, wa m± ja‘ala ad‘iy±'akum abn±'akum, ©±likum qaulukum bi'afw±hikum, wall±hu yaqµlul-¥aqqa wa huwa yahdis-sab³l(a).
Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya, Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia pun tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan sesuatu yang hak dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
Tafsir
44. Al-Ahzab Ayat 6
اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗٓ اُمَّهٰتُهُمْ ۗوَاُولُوا الْاَرْحَامِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ اِلَّآ اَنْ تَفْعَلُوْٓا اِلٰٓى اَوْلِيَاۤىِٕكُمْ مَّعْرُوْفًا ۗ كَانَ ذٰلِكَ فِى الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا
An-nabiyyu aul± bil-mu'min³na min anfusihim wa azw±juhµ ummah±tuhum, wa ulul-ar¥±mi ba‘«uhum aul± biba‘«in f³ kit±bill±hi minal-mu'min³na wal-muh±jir³na ill± an taf‘alµ il± auliy±'ikum ma‘rµf±(n), k±na ©±lika fil-kit±bi mas¯µr±(n).
Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (saling mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikian itu telah tertulis dalam Kitab (Allah).
Tafsir
45. Al-Ahzab Ayat 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Laqad k±na lakum f³ rasµlill±hi uswatun ¥asanatul liman k±na yarjull±ha wal yaumal ±khira wa ©akarall±ha ka£³r±(n).
Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.
Tafsir
46. Al-Ahzab Ayat 36
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ
Wa m± k±na limu'miniw wa l± mu'minatin i©± qa«all±hu wa rasµluhµ amran ay yakµna lahumul-khiyaratu min amrihim, wa may ya‘¡ill±ha wa rasµlahµ faqad «alla «al±lam mub³n±(n).
Tidaklah pantas bagi mukmin dan mukminat, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketentuan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.
Tafsir
47. Al-Ahzab Ayat 37
وَاِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِيْٓ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاَنْعَمْتَ عَلَيْهِ اَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللّٰهَ وَتُخْفِيْ فِيْ نَفْسِكَ مَا اللّٰهُ مُبْدِيْهِ وَتَخْشَى النَّاسَۚ وَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشٰىهُ ۗ فَلَمَّا قَضٰى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًاۗ زَوَّجْنٰكَهَا لِكَيْ لَا يَكُوْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ حَرَجٌ فِيْٓ اَزْوَاجِ اَدْعِيَاۤىِٕهِمْ اِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًاۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا
Wa i© taqµlu lil-la©³ an‘amall±hu ‘alaihi wa an‘amta ‘alaihi amsik ‘alaika zaujaka wattaqill±ha wa tukhf³ f³ nafsika mall±hu mubd³hi wa takhsyan-n±s(a), wall±hu a¥aqqu an takhsy±h(u), falamm± qa«± zaidum minh± wa¯ara(n) zawwajn±kah± likai l± yakµna ‘alal-mu'min³na ¥arajun f³ azw±ji ad‘iy±'ihim i©± qa«au minhunna wa¯ar±(n), wa k±na amrull±hi maf‘µl±(n).
(Ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, “Pertahankan istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti. Maka, ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila mereka telah menyelesaikan keperluan terhadap istri-istrinya. Ketetapan Allah itu pasti terjadi.
Tafsir
48. Al-Ahzab Ayat 38
مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيْمَا فَرَضَ اللّٰهُ لَهٗ ۗسُنَّةَ اللّٰهِ فِى الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۗوَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ قَدَرًا مَّقْدُوْرًاۙ
M± k±na ‘alan-nabiyyi min ¥arajin f³m± fara«all±hu lah(µ), sunnatall±hi fil-la©³na khalau min qabl(u), wa k±na amrull±hi qadaram maqdµr±(n).
Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada (nabi-nabi) yang telah terdahulu. Ketetapan Allah itu merupakan ketetapan yang pasti berlaku,
Tafsir
49. Al-Ahzab Ayat 39
ۨالَّذِيْنَ يُبَلِّغُوْنَ رِسٰلٰتِ اللّٰهِ وَيَخْشَوْنَهٗ وَلَا يَخْشَوْنَ اَحَدًا اِلَّا اللّٰهَ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ حَسِيْبًا
Alla©³na yuballigµna ris±l±till±hi wa yakhsyaunahµ wa l± yakhsyauna a¥adan illall±h(a), wa kaf± bill±hi ¥as³b±(n).
(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, dan takut kepada-Nya serta tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
Tafsir
50. Al-Ahzab Ayat 40
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ࣖ
M± k±na mu¥ammadun ab± a¥adim mir rij±likum wa l±kir rasµlall±hi wa kh±taman-nabiyy³n(a), wa k±nall±hu bikulli syai'in ‘al³m±(n).
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, melainkan dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafsir
51. Al-Ahzab Ayat 45
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ
Y± ayyuhan-nabiyyu inn± arsaln±ka sy±hidaw wa mubasysyiraw wa na©³r±(n).
Wahai Nabi (Muhammad), sesungguhnya Kami mengutus engkau untuk menjadi saksi, pemberi kabar gembira, dan pemberi peringatan
Tafsir
52. Al-Ahzab Ayat 46
وَّدَاعِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِذْنِهٖ وَسِرَاجًا مُّنِيْرًا
Wa d±‘iyan ilall±hi bi'i©nih³ wa sir±jam mun³r±(n).
dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya serta sebagai pelita yang menerangi.
Tafsir
53. Al-Ahzab Ayat 47
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَضْلًا كَبِيْرًا
Wa basysyiril-mu'min³na bi'anna lahum minall±hi fa«lan kab³r±(n).
Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
Tafsir
54. Al-Ahzab Ayat 48
وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَالْمُنٰفِقِيْنَ وَدَعْ اَذٰىهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
Wa l± tu¯i‘il-k±fir³na wal-mun±fiq³na wa da‘ a©±hum wa tawakkal ‘alall±h(i), wa kaf± bill±hi wak³l±(n).
Janganlah engkau (Nabi Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, biarkan (saja) gangguan mereka, dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung.
Tafsir
55. Al-Ahzab Ayat 53
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ اِلَّآ اَنْ يُّؤْذَنَ لَكُمْ اِلٰى طَعَامٍ غَيْرَ نٰظِرِيْنَ اِنٰىهُ وَلٰكِنْ اِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَاِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوْا وَلَا مُسْتَأْنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍۗ اِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيٖ مِنْكُمْ ۖوَاللّٰهُ لَا يَسْتَحْيٖ مِنَ الْحَقِّۗ وَاِذَا سَاَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَسْـَٔلُوْهُنَّ مِنْ وَّرَاۤءِ حِجَابٍۗ ذٰلِكُمْ اَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّۗ وَمَا كَانَ لَكُمْ اَنْ تُؤْذُوْا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَلَآ اَنْ تَنْكِحُوْٓا اَزْوَاجَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖٓ اَبَدًاۗ اِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللّٰهِ عَظِيْمًا
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ l± tadkhulµ buyµtan-nabiyyi ill± ay yu'©ana lakum il± ¯a‘±min gaira n±§ir³na in±hu wa l±kin i©± du‘³tum fadkhulµ fa i©± ¯a‘imtum fantasyirµ wa l± musta'nis³na li¥ad³£(in), inna ©±likum k±na yu'©in-nabiyya fayasta¥y³ minkum, wall±hu l± yasta¥y³ minal-¥aqq(i), wa i©± sa'altumµhunna mat±‘an fas'alµhunna miw war±'i ¥ij±b(in), ©±likum a¯haru liqulµbikum wa qulµbihinn(a), wa m± k±na lakum an tu'©µ rasµlall±hi wa l± an tanki¥µ azw±jahµ mim ba‘dih³ abad±(n), inna ©±likum k±na ‘indall±hi ‘a§³m±(n).
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi, kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang, masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar). Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Kamu tidak boleh menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah Nabi (wafat). Sesungguhnya yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.
Tafsir
56. Al-Ahzab Ayat 56
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Innall±ha wa mal±'ikatahµ yu¡allµna ‘alan-nabiyy(i), y± ayyuhal-la©³na ±manµ ¡allµ ‘alaihi wa sallimµ tasl³m±(n).
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
Tafsir
57. Al-A'la Ayat 6
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ
Sanuqri'uka fal± tans±.
Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,
Tafsir
58. Al-A'la Ayat 7
اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ
Ill± m± sy±'all±h(u), innahµ ya‘lamul-jahra wa m± yakhf±.
kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
Tafsir
59. Al-A'la Ayat 8
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ
Wa nuyassiruka lil-yusr±.
Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan).
Tafsir
60. Al-A'la Ayat 9
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ
Fa ©akkir in nafa‘ati©-©ikr±.
Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat.
Tafsir
61. Al-An'am Ayat 8
وَقَالُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۗوَلَوْ اَنْزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِيَ الْاَمْرُ ثُمَّ لَا يُنْظَرُوْنَ
Wa q±lµ lau l± unzila ‘alaihi malak(un), wa lau anzaln± malakal laqu«iyal-amru £umma l± yun§arµn(a).
Mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Nabi Muhammad)?” Andaikata Kami turunkan malaikat, niscaya selesailah urusan (mereka dibinasakan karena pengingkaran) kemudian mereka tidak lagi ditangguhkan (sedikit pun untuk bertobat).
Tafsir
62. Al-An'am Ayat 9
وَلَوْ جَعَلْنٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنٰهُ رَجُلًا وَّلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَّا يَلْبِسُوْنَ
Wa lau ja‘aln±hu malakal laja‘aln±hu rajulaw wa lalabasn± ‘alaihim m± yalbisµn(a).
Seandainya Kami jadikan dia (rasul) itu (dari) malaikat, tentu Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan pasti Kami buat mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
Tafsir
63. Al-An'am Ayat 19
قُلْ اَيُّ شَيْءٍ اَكْبَرُ شَهَادَةً ۗ قُلِ اللّٰهُ ۗشَهِيْدٌۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ ۗوَاُوْحِيَ اِلَيَّ هٰذَا الْقُرْاٰنُ لِاُنْذِرَكُمْ بِهٖ وَمَنْۢ بَلَغَ ۗ اَىِٕنَّكُمْ لَتَشْهَدُوْنَ اَنَّ مَعَ اللّٰهِ اٰلِهَةً اُخْرٰىۗ قُلْ لَّآ اَشْهَدُ ۚ قُلْ اِنَّمَا هُوَ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ وَّاِنَّنِيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ
Qul ayyu syai'in akbaru syah±dah(tan), qulill±h(u), syah³dum bain³ wa bainakum, wa µ¥iya ilayya h±©al-qur'±nu li'un©irakum bih³ wa man balag(a), a'innakum latasyhadµna anna ma‘all±hi ±lihatan ukhr±, qul l± asyhad(u), qul innam± huwa il±huw w±¥iduw wa innan³ bar³'um mimm± tusyrikµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan itu aku mengingatkan kamu dan orang yang sampai (Al-Qur’an kepadanya). Apakah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain selain Allah?” Katakanlah, “Aku tidak bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku lepas tangan dari apa yang kamu persekutukan.”
Tafsir
64. Al-An'am Ayat 33
قَدْ نَعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
Qad na‘lamu innahµ laya¥zunukal-la©³ yaqµlµna fa innahum l± yuka©©ibµnaka wa l±kinna§-§±lim³na bi'±y±till±hi yajhadµn(a).
Sungguh, Kami mengetahui bahwa sesungguhnya apa yang mereka katakan itu betul-betul membuatmu (Nabi Muhammad) bersedih. (Bersabarlah) karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu, tetapi orang-orang zalim itu selalu mengingkari ayat-ayat Allah.
Tafsir
65. Al-An'am Ayat 34
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُوْذُوْا حَتّٰٓى اَتٰىهُمْ نَصْرُنَا ۚوَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚوَلَقَدْ جَاۤءَكَ مِنْ نَّبَإِ۟ى الْمُرْسَلِيْنَ
Wa laqad ku©©ibat rusulum min qablika fa ¡abarµ ‘al± m± ku©©ibµ wa µ©µ ¥att± at±hum na¡run±, wa l± mubaddila likalim±till±h(i), wa laqad j±'aka min naba'il-mursal³n(a).
Sungguh rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, lalu mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada yang dapat mengubah kalimāt Allah. Sungguh, telah datang kepadamu sebagian berita rasul-rasul itu.
Tafsir
66. Al-An'am Ayat 35
وَاِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَاضُهُمْ فَاِنِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَرْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَاۤءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰيَةٍ ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
Wa in k±na kabura ‘alaika i‘r±«uhum fa inista¯a‘ta an tabtagiya nafaqan fil-ar«i au sullaman fis-sam±'i fa ta'tiyahum bi'±yah(tin), wa lau sy±'all±hu lajama‘ahum ‘alal-hud± fal± takµnanna minal-j±hil³n(a).
Jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Nabi Muhammad), andaikan engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan bukti (mukjizat) kepada mereka, (maka buatlah). Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia akan menjadikan mereka semua mengikuti petunjuk. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.
Tafsir
67. Al-An'am Ayat 36
۞ اِنَّمَا يَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ يَسْمَعُوْنَ ۗوَالْمَوْتٰى يَبْعَثُهُمُ اللّٰهُ ثُمَّ اِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ
Innam± yastaj³bul-la©³na yasma‘µn(a), wal-maut± yab‘a£uhumull±hu £umma ilaihi yurja‘µn(a).
Hanya orang-orang yang menyimak (ayat-ayat Allah) sajalah yang mematuhi (seruan-Nya). Adapun orang-orang yang mati kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
Tafsir
68. Al-An'am Ayat 37
وَقَالُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ اٰيَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖۗ قُلْ اِنَّ اللّٰهَ قَادِرٌ عَلٰٓى اَنْ يُّنَزِّلَ اٰيَةً وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Wa q±lµ lau l± nuzzila ‘alaihi ±yatum mir rabbih(³), qul innall±ha q±dirun ‘al± ay yunazzila ±yataw wa l±kinna ak£arahum l± ya‘lamµn(a).
Mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Nabi Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah Mahakuasa menurunkan suatu bukti (mukjizat), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
Tafsir
69. Al-An'am Ayat 50
قُلْ لَّآ اَقُوْلُ لَكُمْ عِنْدِيْ خَزَاۤىِٕنُ اللّٰهِ وَلَآ اَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَآ اَقُوْلُ لَكُمْ اِنِّيْ مَلَكٌۚ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُۗ اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ ࣖ
Qul l± aqµlu lakum ‘ind³ khaz±'inull±hi wa l± a‘lamul-gaiba wa l± aqµlu lakum inn³ malak(un), in attabi‘u ill± m± yµ¥± ilayy(a), qul hal yastawil-a‘m± wal-ba¡³r(u), afal± tatafakkarµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan (rezeki) Allah ada padaku, aku (sendiri) tidak mengetahui yang gaib, dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(-nya)?”
Tafsir
70. Al-An'am Ayat 51
وَاَنْذِرْ بِهِ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْ يُّحْشَرُوْٓا اِلٰى رَبِّهِمْ لَيْسَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Wa an©ir bihil-la©³na yakh±fµna ay yu¥syarµ il± rabbihim laisa lahum min dµnih³ waliyyuw wa l± syaf³‘ul la‘allahum yattaqµn(a).
Peringatkanlah dengannya (Al-Qur’an) orang-orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat). Tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.
Tafsir
71. Al-An'am Ayat 52
وَلَا تَطْرُدِ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ ۗمَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِّنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُوْنَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Wa l± ta¯rudil-la©³na yad‘µna rabbahum bil-gad±ti wal-‘asyiyyi yur³dµna wajhah(µ), m± ‘alaika min ¥is±bihim min syai'iw wa m± min ¥is±bika ‘alaihim min syai'in fa ta¯rudahum fa takµna mina§-§±lim³n(a).
Janganlah engkau (Nabi Muhammad) mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, sedangkan mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka (pun) tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, sehingga engkau (tidak berhak) mengusir mereka. (Jika dilakukan,) engkau termasuk orang-orang yang zalim
Tafsir
72. Al-An'am Ayat 56
قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّآ اَتَّبِعُ اَهْوَاۤءَكُمْۙ قَدْ ضَلَلْتُ اِذًا وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ
Qul inn³ nuh³tu an a‘budal-la©³na tad‘µna min dµnill±h(i), qul l± attabi‘u ahw±'akum, qad «alaltu i©aw wa m± ana minal-muhtad³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah, “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku, dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.”
Tafsir
73. Al-An'am Ayat 57
قُلْ اِنِّيْ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَكَذَّبْتُمْ بِهٖۗ مَا عِنْدِيْ مَا تَسْتَعْجِلُوْنَ بِهٖۗ اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ ۗيَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفٰصِلِيْنَ
Qul inn³ ‘al± bayyinatim mir rabb³ wa ka©©abtum bih(³), m± ‘ind³ m± tasta‘jilµna bih(³), inil-¥ukmu ill± lill±h(i), yaqu¡¡ul-¥aqqa wa huwa khairul-f±¡il³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (kebenarannya, yaitu Al-Qur’an) dari Tuhanku, sedangkan kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.”
Tafsir
74. Al-An'am Ayat 58
قُلْ لَّوْ اَنَّ عِنْدِيْ مَا تَسْتَعْجِلُوْنَ بِهٖ لَقُضِيَ الْاَمْرُ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ ۗوَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِالظّٰلِمِيْنَ
Qul lau anna ‘ind³ m± tasta‘jilµna bih³ laqu«iyal-amru bain³ wa bainakum, wall±hu a‘lamu bi§-§±lim³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Seandainya ada padaku (kewenangan untuk menurunkan) apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
Tafsir
75. Al-An'am Ayat 68
وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۗ وَاِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Wa i©± ra'aital-la©³na yakhµ«µna f³ ±y±tin± fa a‘ri« ‘anhum ¥att± yakhµ«µ f³ ¥ad³£in gairih(³), wa imm± yunsiyannakasy-syai¯±nu fal± taq‘ud ba‘da©-©ikr± ma‘al-qaumi§-§±lim³n(a).
Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim.
Tafsir
76. Al-An'am Ayat 69
وَمَا عَلَى الَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّلٰكِنْ ذِكْرٰى لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
Wa m± ‘alal-la©³na yattaqµna min ¥is±bihim min syai'iw wa l±kin ©ikr± la‘allahum yattaqµn(a).
Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka, tetapi (berkewajiban memberi) peringatan agar mereka (juga) bertakwa.
Tafsir
77. Al-An'am Ayat 90
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ فَبِهُدٰىهُمُ اقْتَدِهْۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًاۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Ul±'ikal-la©³na hadall±hu fa bihud±humuqtadih, qul l± as'alukum ‘alaihi ajr±(n), in huwa ill± ©ikr± lil-‘±lam³n(a).
Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka, ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan kepadamu atasnya (menyampaikan Al-Qur’an).” (Al-Qur’an) itu hanyalah peringatan untuk (umat) seluruh alam.
Tafsir
78. Al-Anbiya' Ayat 3
لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْۗ وَاَسَرُّوا النَّجْوَىۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۖ هَلْ هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ
L±hiyatan qulµbuhum, wa asarrun-najwal-la©³na §alamµ, hal h±©± ill± basyarum mi£lukum, afa ta'tµnas-si¥ra wa antum tub¡irµn(a).
(dan) hati mereka dalam keadaan lalai. Mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan (dengan saling berbisik), “Bukankah (orang) ini (Nabi Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kamu? Apakah kamu mengikuti sihir itu padahal kamu menyaksikannya?”
Tafsir
79. Al-Anbiya' Ayat 4
قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Q±la rabb³ ya‘lamul-qaula fis-sam±'i wal-ar«(i), wa huwas-sam³‘ul-‘al³m(u).
Dia (Nabi Muhammad) berkata, “Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit serta di bumi dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Tafsir
80. Al-Anbiya' Ayat 5
بَلْ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَرٰىهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَآ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ
Bal q±lµ a«g±£u a¥l±mim baliftar±hu bal huwa sy±‘ir(un), falya'tin± bi'±yatin kam± ursilal-awwalµn(a).
Bahkan, mereka berkata, “(Al-Qur’an itu buah) mimpi-mimpi kosong. Malah, dia (Nabi Muhammad) merekayasanya. Lebih dari itu, dia seorang penyair. Maka, hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda (mukjizat) sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu.”
Tafsir
81. Al-Anbiya' Ayat 6
مَآ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ
M± ±manat qablahum min qaryatin ahlakn±h±, afahum yu'minµn(a).
Tidak ada satu pun (penduduk) negeri sebelum mereka yang telah Kami binasakan itu beriman, (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka (penduduk Makkah) akan beriman (jika Kami kirimkan bukti)?
Tafsir
82. Al-Anbiya' Ayat 7
وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Wa m± arsaln± qablaka ill± rij±lan nµ¥³ ilaihim fas'alµ ahla©-©ikri in kuntum l± ta‘lamµn(a).
Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.
Tafsir
83. Al-Anbiya' Ayat 8
وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوْا خٰلِدِيْنَ
Wa m± ja‘aln±hum jasadal l± ya'kulµna¯-¯a‘±ma wa m± k±nµ kh±lid³n(a).
Kami tidak menjadikan mereka (para utusan) sebagai jasad yang tidak membutuhkan makanan. Mereka tidak (pula) hidup kekal.
Tafsir
84. Al-Anbiya' Ayat 9
ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَاَنْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَاۤءُ وَاَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ
¤umma ¡adaqn±humul-wa‘da fa anjain±hum wa man nasy±'u wa ahlaknal-musrif³n(a).
Kemudian Kami tepati janji kepada mereka (para utusan). Maka, Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir
85. Al-Anbiya' Ayat 34
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَۗ اَفَا۟ىِٕنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخٰلِدُوْنَ
Wa m± ja‘aln± libasyarim min qablikal-khuld(a), afa'im mitta fahumul-kh±lidµn(a).
Kami tidak menjadikan keabadian bagi seorang manusia pun sebelum engkau (Nabi Muhammad). Maka, jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?
Tafsir
86. Al-Anbiya' Ayat 35
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Kullu nafsin ©±'iqatul-maut(i), wa nablµkum bisy-syarri wal-khairi fitnah(tan), wa ilain± turja‘µn(a).
Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.
Tafsir
87. Al-Anbiya' Ayat 36
وَاِذَا رَاٰكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَتَكُمْۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
Wa i©± ra'±kal-la©³na kafarµ iy yattakhi©µnaka ill± huzuw±(n), ah±©al-la©³ ya©kuru ±lihatakum, wa hum bi©ikrir-ra¥m±ni hum k±firµn(a).
Apabila orang-orang yang kufur itu melihat engkau (Nabi Muhammad), mereka hanya menjadikan engkau bahan ejekan. (Mereka mengatakan,) “Inikah orang yang mencela tuhan-tuhanmu?” Padahal, mereka orang yang ingkar mengingat (Allah) Yang Maha Pengasih.
Tafsir
88. Al-Anbiya' Ayat 107
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Wa m± arsaln±ka ill± ra¥matal lil-‘±lam³n(a).
Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Tafsir
89. Al-Anbiya' Ayat 108
قُلْ اِنَّمَا يُوْحٰىٓ اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Qul innam± yµ¥± ilayya annam± il±hukum il±huw w±¥id(un), fahal antum muslimµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku hanyalah (ketetapan) bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?”
Tafsir
90. Al-Anbiya' Ayat 109
فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ اٰذَنْتُكُمْ عَلٰى سَوَاۤءٍۗ وَاِنْ اَدْرِيْٓ اَقَرِيْبٌ اَمْ بَعِيْدٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ
Fa in tawallau fa qul ±©antukum ‘al± saw±'(in), wa in adr³ aqar³bun am ba‘³dum m± tµ‘adµn(a).
Maka, jika mereka berpaling, katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku telah menyampaikan kepadamu (seluruh ajaran sehingga kita mempunyai pengetahuan) yang sama. Aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh.”
Tafsir
91. Al-Anbiya' Ayat 110
اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ مِنَ الْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُوْنَ
Innahµ ya‘lamul-jahra minal-qauli wa ya‘lamu m± taktumµn(a).
Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan.
Tafsir
92. Al-Anbiya' Ayat 111
وَاِنْ اَدْرِيْ لَعَلَّهٗ فِتْنَةٌ لَّكُمْ وَمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ
Wa in adr³ la‘allahµ fitnatul lakum wa mat±‘un il± ¥³n(in).
Aku tidak mengetahui (bahwa) boleh jadi hal itu (penundaan azab) merupakan cobaan dan kesenangan bagimu sampai waktu yang ditentukan.
Tafsir
93. Al-Anbiya' Ayat 112
قٰلَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ ࣖ
Q±la rabbi¥kum bil-¥aqq(i), wa rabbunar-ra¥m±nul-musta‘±nu ‘al± m± ta¡ifµn(a).
Dia (Nabi Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (dan) yang dimintai segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”
Tafsir
94. Al-Anfal Ayat 24
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Y± ayyuhal-la©³na ±manustaj³bµ lill±hi wa lir-rasµli i©± da‘±kum lim± yu¥y³kum, wa‘lamµ annall±ha ya¥µlu bainal-mar'i wa qalbih³ wa annahµ ilaihi tu¥syarµn(a).
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) apabila dia menyerumu pada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu! Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
Tafsir
95. Al-Anfal Ayat 26
وَاذْكُرُوْٓا اِذْ اَنْتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَرْضِ تَخَافُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَاٰوٰىكُمْ وَاَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wa©kurµ i© antum qal³lum musta«‘afµna fil-ar«i takh±fµna ay yatakha¯¯afakumun-n±su fa ±w±kum wa ayyadakum bina¡rih³ wa razaqakum mina¯-¯ayyib±ti la‘allakum tasykurµn(a).
Ingatlah ketika kamu (umat Islam) masih (berjumlah) sedikit lagi tertindas di bumi (Makkah). (Saat itu) kamu takut bahwa orang-orang akan menculikmu, lalu Dia memberimu tempat menetap (Madinah), menjadikanmu kuat dengan pertolongan-Nya, dan memberimu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.
Tafsir
96. Al-'Ankabut Ayat 45
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Utlu m± µ¥iya ilaika minal-kit±bi wa aqimi¡-¡al±h(ta), inna¡-¡al±ta tanh± ‘anil-fa¥sy±'i wal-munkar(i), wa la©ikrull±hi akbar(u), wall±hu ya‘lamu m± ta¡na‘µn(a).
Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tafsir
97. Al-'Ankabut Ayat 50
وَقَالُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيٰتٌ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ قُلْ اِنَّمَا الْاٰيٰتُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Wa q±lµ lau l± unzila ‘alaihi ±y±tum mir rabbih(³), qul innamal-±y±tu ‘indall±h(i), wa innam± ana na©³rum mub³n(un).
Mereka (orang-orang kafir) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya bukti-bukti (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bukti-bukti (mukjizat) itu hanya ada di sisi Allah, sedangkan aku hanyalah pemberi peringatan yang jelas.”
Tafsir
98. Al-'Ankabut Ayat 51
اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ࣖ
Awalam yakfihim ann± anzaln± ‘alaikal-kit±ba yutl± ‘alaihim, inna f³ ©±lika lara¥mataw wa ©ikr± liqaumiy yu'minµn(a).
Tidak cukupkah bagi mereka bahwa Kami menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu yang dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya di dalam (Al-Qur’an) itu benar-benar terdapat rahmat dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
Tafsir
99. Al-'Ankabut Ayat 52
قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ شَهِيْدًاۚ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوْا بِاللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Qul kaf± bill±hi bain³ wa bainakum syah³d±(n), ya‘lamu m± fis-sam±w±ti wal-ar«(i), wal-la©³na ±manµ bil-b±¯ili wa kafarµ bill±hi ul±'ika humul-kh±sirµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Orang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi.”
Tafsir
100. Al-Balad Ayat 1
لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
L± uqsimu bih±©al-balad(i).
Aku bersumpah demi negeri ini (Makkah),
Tafsir
101. Al-Balad Ayat 2
وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
Wa anta ¥illum bih±©al-balad(i).
sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bertempat tinggal di negeri (Makkah) ini.
Tafsir
102. Al-Baqarah Ayat 119
اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۙ وَّلَا تُسْـَٔلُ عَنْ اَصْحٰبِ الْجَحِيْمِ
Inn± arsaln±ka bil-¥aqqi basy³raw wa na©³r±(n), wa l± tus'alu ‘an a¡¥±bil-ja¥³m(i).
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Nabi Muhammad) dengan hak sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Engkau tidak akan dimintai (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
Tafsir
103. Al-Baqarah Ayat 120
وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
Wa lan tar«± ‘ankal-yahµdu wa lan-na¡±r± ¥att± tattabi‘a millatahum, qul inna hudall±hi huwal-hud±, wa la'inittaba‘ta ahw±'ahum ba‘dal-la©³ j±'aka minal-‘ilm(i), m± laka minall±hi miw waliyyiw wa l± na¡³r(in).
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Sungguh, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak ada bagimu pelindung dan penolong dari (azab) Allah.
Tafsir
104. Al-Baqarah Ayat 127
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Wa i© yarfa‘u ibr±h³mul-qaw±‘ida minal-baiti wa ism±‘³l(u), rabban± taqabbal minn±, innaka antas-sam³‘ul-‘al³m(u).
(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir
105. Al-Baqarah Ayat 128
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Rabban± waj‘aln± muslimaini laka wa min ©urriyyatin± ummatam muslimatal lak(a), wa arin± man±sikan± wa tub ‘alain±, innaka antat-taww±bur-ra¥³m(u).
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
Tafsir
106. Al-Baqarah Ayat 129
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ࣖ
Rabban± wab‘a£ f³him rasµlam minhum yatlµ ‘alaihim ±y±tika wa yu‘allimuhumul-kit±ba wal-¥ikmata wa yuzakk³him, innaka antal-‘az³zul-¥ak³m(u).
Ya Tuhan kami, utuslah di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan kitab suci dan hikmah (sunah) kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Tafsir
107. Al-Baqarah Ayat 143
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Wa ka©±lika ja‘aln±kum ummataw wasa¯al litakµnµ syuhad±'a ‘alan-n±si wa yakµnar-rasµlu ‘alaikum syah³d±(n), wa m± ja‘alnal-qiblatal-lat³ kunta ‘alaih± ill± lina‘lama may yattabi‘ur-rasµla mimmay yanqalibu ‘al± ‘aqibaih(i), wa in k±nat lakab³ratan ill± ‘alal-la©³na hadall±h(u), wa m± k±nall±hu liyu«³‘a ³m±nakum, innall±ha bin-n±si lara'µfur ra¥³m(un).
Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
Tafsir
108. Al-Baqarah Ayat 144
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Qad nar± taqalluba wajhika fis-sam±'(i), fa lanuwalliyannaka qiblatan tar«±h±, fawalli wajhaka sya¯ral-masjidil-¥ar±m(i), wa ¥ai£um± kuntum fawallµ wujµhakum sya¯rah(µ), wa innal-la©³na µtul-kit±ba laya‘lamµna annahul-¥aqqu mir rabbihim, wa mall±hu big±filin ‘amm± ya‘malµn(a).
Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
Tafsir
109. Al-Baqarah Ayat 145
وَلَىِٕنْ اَتَيْتَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ بِكُلِّ اٰيَةٍ مَّا تَبِعُوْا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَآ اَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَاجَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ اِنَّكَ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۘ
Wa la'in ataital-la©³na µtul-kit±ba bikulli ±yatim m± tabi‘µ qiblatak(a), wa m± anta bit±bi‘in qiblatahum, wa m± ba‘«uhum bit±bi‘in qiblata ba‘«(in), wa la'inittaba‘ta ahw±'ahum mim ba‘di m± j±'aka minal-‘ilm(i), innaka i©al lamina§-§±lim³n(a).
Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) mendatangkan ayat-ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.
Tafsir
110. Al-Baqarah Ayat 146
اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ ۗ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Alla©³na ±tain±humul-kit±ba ya‘rifµnahµ kam± ya‘rifµna abn±'ahum, wa inna far³qam minhum layaktumµnal-¥aqqa wa hum ya‘lamµn(a).
Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Nabi Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sekelompok dari mereka pasti menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka mengetahui(-nya).
Tafsir
111. Al-Baqarah Ayat 147
اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ ࣖ
Al-¥aqqu mir rabbika fal± takµnanna minal-mumtar³n(a).
Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka, janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
Tafsir
112. Al-Baqarah Ayat 151
كَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلًا مِّنْكُمْ يَتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِنَا وَيُزَكِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَۗ
Kam± arsaln± f³kum rasµlam minkum yatlµ ‘alaikum ±y±tin± wa yuzakk³kum wa yu‘allimukumul-kit±ba wal-¥ikmata wa yu‘allimukum m± lam takµnµ ta‘lamµn(a).
Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat kepadamu), Kami pun mengutus kepadamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.
Tafsir
113. Al-Baqarah Ayat 152
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Fa©kurµn³ a©kurkum wasykurµ l³ wa l± takfurµn(i).
Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
Tafsir
114. Al-Fath Ayat 1
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
Inn± fata¥n± laka fat¥am mub³n±(n).
Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata
Tafsir
115. Al-Fath Ayat 2
لِّيَغْفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ
Liyagfira lakall±hu m± taqaddama min ©ambika wa m± ta'akhkhara wa yutimma ni‘matahµ ‘alaika wa yahdiyaka ¡ir±¯am mustaq³m±(n).
agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Nabi Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus,
Tafsir
116. Al-Fath Ayat 3
وَّيَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا
Wa yan¡urakall±hu na¡ran ‘az³z±(n).
dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang besar.
Tafsir
117. Al-Fath Ayat 8
اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ
Inn± arsaln±ka sy±hidaw wa mubasysyiraw wa na©³r±(n).
Sesungguhnya Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan
Tafsir
118. Al-Fath Ayat 9
لِّتُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُعَزِّرُوْهُ وَتُوَقِّرُوْهُۗ وَتُسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Litu'minµ bill±hi wa rasµlih³ wa tu‘azzirµhu wa tuwaqqirµh(u), wa tusabbi¥µhu bukrataw wa a¡³l±(n).
agar kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya, baik pagi maupun petang.
Tafsir
119. Al-Fath Ayat 10
اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَ ۗيَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ ۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ
Innal-la©³na yub±yi‘µnaka innam± yub±yi‘µnall±h(a), yadull±hi fauqa aid³him, faman naka£a fa'innam± yanku£u ‘al± nafsih(³), wa man auf± bim± ‘±hada ‘alaihull±ha fa sayu't³hi ajran ‘a§³m±(n).
Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad), (pada hakikatnya) mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Oleh sebab itu, siapa yang melanggar janji (setia itu), maka sesungguhnya (akibat buruk dari) pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang besar.
Tafsir
120. Al-Fath Ayat 27
لَقَدْ صَدَقَ اللّٰهُ رَسُوْلَهُ الرُّءْيَا بِالْحَقِّ ۚ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ اٰمِنِيْنَۙ مُحَلِّقِيْنَ رُءُوْسَكُمْ وَمُقَصِّرِيْنَۙ لَا تَخَافُوْنَ ۗفَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوْا فَجَعَلَ مِنْ دُوْنِ ذٰلِكَ فَتْحًا قَرِيْبًا
Laqad ¡adaqall±hu rasµlahur-ru'y± bil-¥aqq(i), latadkhulunnal-masjidal-¥ar±ma in sy±'all±hu ±min³n(a), mu¥alliq³na ru'µsakum wa muqa¡¡ir³n(a), l± takh±fµn(a), fa‘alima m± lam ta‘lamµ faja‘ala min dµni ©±lika fat¥an qar³b±(n).
Sungguh, Allah benar-benar akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenar-benarnya, (yaitu) bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala, dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan sebelum itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.
Tafsir
121. Al-Fath Ayat 28
هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
Huwal-la©³ arsala rasµlahµ bil-hud± wa d³nil-¥aqqi liyu§hirahµ ‘alad-d³ni kullih(³), wa kaf± bill±hi syah³d±(n).
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkan (agama tersebut) atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi.
Tafsir
122. Al-Furqan Ayat 7
وَقَالُوْا مَالِ هٰذَا الرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِيْ فِى الْاَسْوَاقِۗ لَوْلَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهٗ نَذِيْرًا ۙ
Wa q±lµ m± lih±©ar-rasµli ya'kulu¯-¯a‘±ma wa yamsy³ fil-asw±q(i), lau l± unzila ‘ilaihi malakun fa yakµna ma‘ahµ na©³r±(n).
Mereka berkata, “Mengapa Rasul (Nabi Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia,
Tafsir
123. Al-Furqan Ayat 8
اَوْ يُلْقٰىٓ اِلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ تَكُوْنُ لَهٗ جَنَّةٌ يَّأْكُلُ مِنْهَاۗ وَقَالَ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا
Au yulq± ilaihi kanzun au takµnu lahµ jannatuy ya'kulu minh±, wa q±la§-§±limµna in tattabi‘µna ill± rajulam mas¥µr±(n).
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)-nya?” Orang-orang zalim itu berkata, “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”
Tafsir
124. Al-Furqan Ayat 9
اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا ࣖ
Un§ur kaifa «arabµ lakal-am£±la fa «allµ fal± yasta¯³‘µna sab³l±(n).
Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan (yang buruk) tentang engkau! Maka, sesatlah mereka. Mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
Tafsir
125. Al-Furqan Ayat 10
تَبٰرَكَ الَّذِيْٓ اِنْ شَاۤءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِّنْ ذٰلِكَ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ وَيَجْعَلْ لَّكَ قُصُوْرًا
Tab±rakal-la©³ in sy±'a ja‘ala laka khairam min ©±lika jann±tin tajr³ min ta¥tihal-anh±r(u), wa yaj‘al laka qu¡µr±(n).
Maha melimpah anugerah (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan bagimu (sesuatu) yang lebih baik daripada (yang mereka katakan) itu, (yaitu) kebun-kebun yang mengalir di bawah (di sekitar)-nya sungai-sungai. Dia menjadikan (pula) istana-istana untukmu.
Tafsir
126. Al-Furqan Ayat 20
وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّآ اِنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَيَمْشُوْنَ فِى الْاَسْوَاقِۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً ۗ اَتَصْبِرُوْنَۚ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًا ࣖ ۔
Wa m± arsaln± qablaka minal-mursal³na ill± innahum laya'kulµna¯-¯a‘±ma wa yamsyµna fil asw±q(i), wa ja‘aln± ba‘«akum liba‘«in fitnah(tan), ata¡birµn(a), wa k±na rabbuka ba¡³r±(n).
Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Nabi Muhammad), melainkan mereka pasti menyantap makanan dan berjalan di pasar. Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Tuhanmu Maha Melihat.
Tafsir
127. Al-Furqan Ayat 31
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِيْنَۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَّنَصِيْرًا
Wa ka©±lika ja‘aln± likulli nabiyyin ‘aduwwam minal-mujrim³n(a), wa kaf± birabbika h±diyaw wa na¡³r±(n).
Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari para pendosa. Cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.
Tafsir
128. Al-Furqan Ayat 41
وَاِذَا رَاَوْكَ اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ بَعَثَ اللّٰهُ رَسُوْلًا
Wa i©± ra'auka iy yattakhi©µnaka ill± huzuw±(n), ah±©al-la©³ ba‘a£all±hu rasµl±(n).
Apabila melihat engkau (Nabi Muhammad), mereka tidak menjadikan engkau selain sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?
Tafsir
129. Al-Furqan Ayat 42
اِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ اٰلِهَتِنَا لَوْلَآ اَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَاۗ وَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ حِيْنَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ اَضَلُّ سَبِيْلًا
In k±da layu«illun± ‘an ±lihatin± lau l± an ¡abarn± ‘alaih±, wa saufa ya‘lamµna ¥³na yaraunal-‘a©±ba man a«allu sab³l±(n).
Sesungguhnya hampir saja dia (Nabi Muhammad) menyesatkan kita dari sesembahan kita seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)-nya.” Kelak mereka akan mengetahui pada saat melihat azab, siapa gerangan yang paling sesat jalannya.
Tafsir
130. Al-Furqan Ayat 43
اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًا ۙ
Ara'aita manittakha©a il±hahµ haw±h(u), afa anta takµnu ‘alaihi wak³l±(n).
Sudahkah engkau (Nabi Muhammad) melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?
Tafsir
131. Al-Furqan Ayat 44
اَمْ تَحْسَبُ اَنَّ اَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُوْنَ اَوْ يَعْقِلُوْنَۗ اِنْ هُمْ اِلَّا كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ سَبِيْلًا ࣖ
Am ta¥sabu anna ak£arahum yasma‘µna au ya‘qilµn(a), in hum ill± kal-an‘±mi bal hum a«allu sab³l±(n).
Atau, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka tidak lain hanyalah seperti hewan ternak. Bahkan, mereka lebih sesat jalannya.
Tafsir
132. Al-Furqan Ayat 57
قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اَنْ يَّتَّخِذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا
Qul m± as'alukum ‘alaihi min ajrin ill± man sy±'a ay yattakhi©a il± rabbih³ sab³l±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu (dalam menyampaikan risalah itu), kecuali (mengharapkan agar) orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.”
Tafsir
133. Al-Furqan Ayat 58
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًا ۚ
Wa tawakkal ‘alal-¥ayyil-la©³ l± yamµtu wa sabbi¥ bi¥amdih(³), wa kaf± bih³ bi©unµbi ‘ib±dih³ khab³r±(n).
Bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahahidup yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.
Tafsir
134. Al-Gasyiyah Ayat 21
فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ
Fa ©akkir, innam± anta mu©akkir(un).
Maka, berilah peringatan karena sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.
Tafsir
135. Al-Gasyiyah Ayat 22
لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ
Lasta ‘alaihim bimusai¯ir(in).
Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
Tafsir
136. Al-Gasyiyah Ayat 23
اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ
Ill± man tawall± wa kafar(a).
Akan tetapi, orang yang berpaling dan kufur,
Tafsir
137. Al-Gasyiyah Ayat 24
فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ
Fa yu‘a©©ibuhull±hul-‘a©±bal-akbar(a).
Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar.
Tafsir
138. Al-Hadid Ayat 28
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰمِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۙ
Y± ayyuhal-la©³na ±manuttaqull±ha wa ±minµ birasµlih³ yu'tikum kiflaini mir ra¥matih³ wa yaj‘al lakum nµran tamsyµna bih³ wa yagfir lakum, wall±hu gafµrur ra¥³m(un).
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Nabi Muhammad), niscaya Allah menganugerahkan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu berjalan serta Dia mengampunimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir
139. Al-Hadid Ayat 29
لِّئَلَّا يَعْلَمَ اَهْلُ الْكِتٰبِ اَلَّا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاَنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ ࣖ ۔
Li'all± ya‘lama ahlul-kit±bi all± yaqdirµna ‘al± syai'im min fa«lill±hi wa annal-fa«la biyadill±hi yu't³hi may yasy±'(u), wall±hu ©ul-fa«lil-‘a§³m(i).
(Allah menganugerahkan itu) agar Ahlulkitab (yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad) mengetahui bahwa mereka sedikit pun tidak akan mendapat karunia Allah dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah. Dia menganugerahkannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Pemilik karunia yang agung.
Tafsir
140. Al-Hajj Ayat 52
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ وَّلَا نَبِيٍّ اِلَّآ اِذَا تَمَنّٰىٓ اَلْقَى الشَّيْطٰنُ فِيْٓ اُمْنِيَّتِهٖۚ فَيَنْسَخُ اللّٰهُ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ۙ
Wa m± arsaln± min qablika mir rasµliw wa l± nabiyyin ill± i©± tamann± alqasy-syai¯±nu f³ umniyyatih(³), fa yansakhull±hu m± yulqisy-syai¯±nu £umma yu¥kimull±hu ±y±tih(³), wall±hu ‘al³mun ¥ak³m(un).
Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Nabi Muhammad), kecuali apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan (godaan-godaan) ke dalam keinginannya itu. Lalu, Allah menghapus apa yang dimasukkan setan itu, kemudian Allah memantapkan ayat-ayat-Nya (dalam hati orang-orang beriman). Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana,
Tafsir
141. Al-Hajj Ayat 54
وَّلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوْا بِهٖ فَتُخْبِتَ لَهٗ قُلُوْبُهُمْۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَهَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Wa liya‘lamal-la©³na µtul-‘ilma annahul-¥aqqu mir rabbika fa yu'minµ bih³ fa tukhbita lahµ qulµbuhum, wa innall±ha lah±dil-la©³na ±manµ il± ¡ir±¯im mustaq³m(in).
Agar orang-orang yang telah diberi ilmu itu mengetahui bahwa ia (Al-Qur’an) adalah kebenaran dari Tuhanmu sehingga mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus.
Tafsir
142. Al-Haqqah Ayat 38
فَلَآ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَۙ
Fal± uqsimu bim± tub¡irµn(a).
Maka, Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat
Tafsir
143. Al-Haqqah Ayat 39
وَمَا لَا تُبْصِرُوْنَۙ
Wa m± l± tub¡irµn(a).
dan demi apa yang tidak kamu lihat,
Tafsir
144. Al-Haqqah Ayat 40
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
Innahµ laqaulu rasµlin kar³m(in).
sesungguhnya ia (Al-Qur’an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.
Tafsir
145. Al-Haqqah Ayat 41
وَّمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍۗ قَلِيْلًا مَّا تُؤْمِنُوْنَۙ
Wa m± huwa biqauli sy±‘ir(in), qal³lam m± tu'minµn(a).
Ia (Al-Qur’an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman (kepadanya).
Tafsir
146. Al-Haqqah Ayat 42
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ
Wa l± biqauli k±hin(in), qal³lam m± ta©akkarµn(a).
(Al-Qur’an) bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran (darinya).
Tafsir
147. Al-Haqqah Ayat 43
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Tanz³lum mir rabbil-‘±lam³n(a).
(Al-Qur’an itu) diturunkan dari Tuhan semesta alam.
Tafsir
148. Al-Haqqah Ayat 44
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْاَقَاوِيْلِۙ
Wa lau taqawwala ‘alain± ba‘«al-aq±w³l(i).
Sekiranya dia (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian saja perkataan atas (nama) Kami,
Tafsir
149. Al-Haqqah Ayat 45
لَاَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِيْنِۙ
La'akha©n± minhu bil-yam³n(i).
niscaya Kami benar-benar menyiksanya dengan penuh kekuatan.
Tafsir
150. Al-Haqqah Ayat 46
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنَۖ
¤umma laqa¯a‘n± minhul-wat³n(a).
Kemudian, Kami benar-benar memotong urat nadinya.
Tafsir
151. Al-Haqqah Ayat 47
فَمَا مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ عَنْهُ حٰجِزِيْنَۙ
Fam± minkum min a¥adin ‘anhu ¥±jiz³n(a).
Maka, tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) darinya (pemotongan urat nadi itu).
Tafsir
152. Al-Haqqah Ayat 48
وَاِنَّهٗ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
Wa innahµ lata©kiratul lil-muttaq³n(a).
Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Tafsir
153. Al-Haqqah Ayat 49
وَاِنَّا لَنَعْلَمُ اَنَّ مِنْكُمْ مُّكَذِّبِيْنَۗ
Wa inn± lana‘lamu anna minkum muka©©ib³n(a).
Sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada para pendusta.
Tafsir
154. Al-Haqqah Ayat 50
وَاِنَّهٗ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۚ
Wa innahµ la¥asratun ‘alal-k±fir³n(a).
Sesungguhnya ia (pendustaan terhadap Al-Qur’an) benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
Tafsir
155. Al-Haqqah Ayat 51
وَاِنَّهٗ لَحَقُّ الْيَقِيْنِ
Wa innahµ la¥aqqul-yaq³n(i).
Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) adalah kebenaran yang meyakinkan.
Tafsir
156. Al-Haqqah Ayat 52
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Fa sabbi¥ bismi rabbikal-‘a§³m(i).
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.
Tafsir
157. Al-Hasyr Ayat 7
مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ
M± af±'all±hu ‘al± rasµlih³ min ahlil-qur± fa lill±hi wa lir-rasµli wa li©il-qurb± wal-yat±m± wal-mas±k³ni wabnis-sab³l(i), kail± yakµna dµlatam bainal-agniy±'i minkum, wa m± ±t±kumur-rasµlu fa khu©µhu wa m± nah±kum ‘anhu fantahµ, wattaqull±h(a), innall±ha syad³dul-‘iq±b(i).
Apa saja (harta yang diperoleh tanpa peperangan) yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
Tafsir
158. Al-Hijr Ayat 6
وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ ۗ
Wa q±lµ y± ayyuhal-la©³ nuzzila ‘alaihi©-©ikru innaka lamajnµn(un).
Mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.
Tafsir
159. Al-Hijr Ayat 7
لَوْمَا تَأْتِيْنَا بِالْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Lau m± ta't³n± bil-mal±'ikati in kunta mina¡-¡±diq³n(a).
Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang-orang yang benar?”
Tafsir
160. Al-Hijr Ayat 8
مَا نُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوْٓا اِذًا مُّنْظَرِيْنَ
M± nunazzilul-mal±'ikata ill± bil-¥aqqi wa m± k±nµ i©am mun§ar³n(a).
Kami tidak menurunkan malaikat, kecuali dengan kebenaran. (Jika orang-orang kafir itu mengingkarinya,) mereka tidak diberi penangguhan (dari azab Allah).
Tafsir
161. Al-Hijr Ayat 9
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Inn± na¥nu nazzalna©-©ikra wa inn± lahµ la¥±fi§µn(a).
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
Tafsir
162. Al-Hijr Ayat 10
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِيْ شِيَعِ الْاَوَّلِيْنَ
Wa laqad arsaln± min qablika f³ syiya‘il-awwal³n(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus (beberapa rasul) sebelum engkau (Nabi Muhammad) kepada umat-umat terdahulu.
Tafsir
163. Al-Hijr Ayat 11
وَمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Wa m± ya't³him mir rasµlin ill± k±nµ bih³ yastahzi'µn(a).
Tidaklah datang seorang rasul kepada mereka, kecuali selalu memperolok-olokkannya.
Tafsir
164. Al-Hijr Ayat 12
كَذٰلِكَ نَسْلُكُهٗ فِيْ قُلُوْبِ الْمُجْرِمِيْنَۙ
Ka©±lika naslukuhµ f³ qulµbil-mujrim³n(a).
Demikianlah, Kami memasukkannya (olok-olok itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa.
Tafsir
165. Al-Hijr Ayat 13
لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْاَوَّلِيْنَ
L± yu'minµna bih³ wa qad khalat sunnatul-awwal³n(a).
Mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), padahal telah berlalu sunatullah terhadap orang-orang terdahulu.
Tafsir
166. Al-Hijr Ayat 94
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
Fa¡da‘ bim± tu'maru wa a‘ri« ‘anil-musyrik³n(a).
Maka, sampaikanlah (Nabi Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Tafsir
167. Al-Hijr Ayat 95
اِنَّا كَفَيْنٰكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَۙ
Inn± kafain±kal-mustahzi'³n(a).
Sesungguhnya cukuplah Kami yang memeliharamu (Nabi Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan(-mu),
Tafsir
168. Al-Hijr Ayat 96
الَّذِيْنَ يَجْعَلُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
Alla©³na yaj‘alµna ma‘all±hi il±han ±khar(a), fa saufa ya‘lamµn(a).
(yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah. Mereka kelak akan mengetahui (akibatnya).
Tafsir
169. Al-Hijr Ayat 97
وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙ
Wa laqad na‘lamu annaka ya«³qu ¡adruka bim± yaqµlµn(a).
Sungguh, Kami benar-benar mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit (gundah dan sedih) disebabkan apa yang mereka ucapkan.
Tafsir
170. Al-Hijr Ayat 98
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَۙ
Fa sabbi¥ bi¥amdi rabbika wa kum minas-s±jid³n(a).
Maka, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang sujud (salat),
Tafsir
171. Al-Hijr Ayat 99
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ ࣖࣖ
Wa‘bud rabbaka ¥att± ya'tiyakal-yaq³n(u).
dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian).
Tafsir
172. Al-Hujurat Ayat 1
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ l± tuqaddimµ baina yadayill±hi wa rasµlih³ wattaqull±h(a), innall±ha sam³‘un ‘al³m(un).
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir
173. Al-Hujurat Ayat 2
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ l± tarfa‘µ a¡w±takum fauqa ¡autin-nabiyyi wa l± tajharµ lahµ bil-qauli kajahri ba‘«ikum liba‘«in an ta¥ba¯a a‘m±lukum wa antum l± tasy‘urµn(a).
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain. Hal itu dikhawatirkan akan membuat (pahala) segala amalmu terhapus, sedangkan kamu tidak menyadarinya.
Tafsir
174. Al-Hujurat Ayat 3
اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ امْتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوٰىۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ
Innal-la©³na yagu««µna a¡w±tahum ‘inda rasµlill±hi ul±'ikal-la©³namta¥anall±hu qulµbahum lit-taqw±, lahum magfiratuw wa ajrun ‘a§³m(un).
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Tafsir
175. Al-Hujurat Ayat 4
اِنَّ الَّذِيْنَ يُنَادُوْنَكَ مِنْ وَّرَاۤءِ الْحُجُرٰتِ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
Innal-la©³na yun±dµnaka miw war±'il-¥ujur±ti ak£aruhum l± ya‘qilµn(a).
Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Nabi Muhammad) dari luar kamar(-mu), kebanyakan mereka tidak mengerti.
Tafsir
176. Al-Hujurat Ayat 5
وَلَوْ اَنَّهُمْ صَبَرُوْا حَتّٰى تَخْرُجَ اِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Wa lau annahum ¡abarµ ¥att± takhruja ilaihim lak±na khairal lahum, wall±hu gafµrur ra¥³m(un).
Seandainya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir
177. Ali 'Imran Ayat 81
وَاِذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ النَّبِيّٖنَ لَمَآ اٰتَيْتُكُمْ مِّنْ كِتٰبٍ وَّحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهٖ وَلَتَنْصُرُنَّهٗ ۗ قَالَ ءَاَقْرَرْتُمْ وَاَخَذْتُمْ عَلٰى ذٰلِكُمْ اِصْرِيْ ۗ قَالُوْٓا اَقْرَرْنَا ۗ قَالَ فَاشْهَدُوْا وَاَنَا۠ مَعَكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
Wa i© akha©all±hu m³£±qan-nabiyy³na lam± ±taitukum min kit±biw wa ¥ikmatin £umma j±'akum rasµlum mu¡addiqul lim± ma‘akum latu'minunna bih³ wa latan¡urunnah(µ), q±la a'aqrartum wa akha©tum ‘al± ©±likum i¡r³, q±lµ aqrarn±, q±la fasyhadµ wa ana ma‘akum minasy-sy±hid³n(a).
(Ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Allah berfirman, “Kalau begitu, bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.”
Tafsir
178. Ali 'Imran Ayat 82
فَمَنْ تَوَلّٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Faman tawall± ba‘da ©±lika fa ul±'ika humul-f±siqµn(a).
Siapa yang berpaling setelah itu, mereka itulah orang-orang fasik.
Tafsir
179. Ali 'Imran Ayat 144
وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗوَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ
Wa m± mu¥ammadun ill± rasµl(un), qad khalat min qablihir-rusul(u), afa'im m±ta au qutilanqalabtum ‘al± a‘q±bikum, wa may yanqalib ‘al± ‘aqibaihi falay ya«urrall±ha syai'±(n), wa sayajzill±husy-sy±kir³n(a).
(Nabi) Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Tafsir
180. Ali 'Imran Ayat 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
Fabim± ra¥matim minall±hi linta lahum, wa lau kunta fa§§an gal³§al-qalbi lanfa««µ min ¥aulik(a), fa‘fu ‘anhum wastagfir lahum wa sy±wirhum fil-amr(i), fa i©± ‘azamta fa tawakkal ‘alall±h(i), innall±ha yu¥ibbul-mutawakkil³n(a).
Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.
Tafsir
181. Ali 'Imran Ayat 164
لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Laqad mannall±hu ‘alal-mu'min³na i© ba‘a£a f³him rasµlam min anfusihim yatlµ ‘alaihim ±y±tih³ wa yuzakk³him wa yu‘allimuhumul-kit±ba wal-¥ikmah(ta), wa in k±nµ min qablu laf³ «al±lim mub³n(in).
Sungguh, Allah benar-benar telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin ketika (Dia) mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul (Muhammad) dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab Suci (Al-Qur’an) dan hikmah. Sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Tafsir
182. Ali 'Imran Ayat 182
ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِۚ
¨±lika bim± qaddamat aid³kum wa annall±ha laisa bi§all±mil lil-‘ab³d(i).
Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu (sendiri) dan sesungguhnya Allah (sama sekali) tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.
Tafsir
183. Ali 'Imran Ayat 183
اَلَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ عَهِدَ اِلَيْنَآ اَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُوْلٍ حَتّٰى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَاۤءَكُمْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِيْ بِالْبَيِّنٰتِ وَبِالَّذِيْ قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوْهُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Al-la©³na q±lµ innall±ha ‘ahida ilain± all± nu'mina lirasµlin ¥att± ya'tiyan± biqurb±nin ta'kuluhun-n±r(u), qul qad j±'akum rusulum min qabl³ bil-bayyin±ti wa bil-la©³ qultum falima qataltumµhum in kuntum ¡±diq³n(a).
(Mereka adalah) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami agar kami tidak beriman kepada seorang rasul sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api (yang datang dari langit).” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sungguh, beberapa rasul sebelumku telah datang kepadamu dengan (membawa) bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan. Akan tetapi, mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar?”
Tafsir
184. Ali 'Imran Ayat 184
فَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ جَاۤءُوْ بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ
Fa in ka©©abµka faqad ku©©iba rusulum min qablika j±'µ bil-bayyin±ti waz-zuburi wal-kit±bil-mun³r(i).
Maka, jika mereka mendustakanmu (Nabi Muhammad), sungguh rasul-rasul sebelummu pun telah didustakan. Mereka datang dengan (membawa) mukjizat-mukjizat yang nyata, zubur, dan Alkitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
Tafsir
185. Ali 'Imran Ayat 187
وَاِذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهٗ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُوْنَهٗۖ فَنَبَذُوْهُ وَرَاۤءَ ظُهُوْرِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُوْنَ
Wa i© akha©all±hu m³£±qal-la©³na µtul-kit±ba latubayyinunnahµ lin-n±si wa l± taktumµnah(µ), fa naba©µhu war±'a §uhµrihim wasytarau bih³ £amanan qal³l±(n), fa bi'sa m± yasytarµn(a).
(Ingatlah) ketika Allah membuat perjanjian dengan orang-orang yang telah diberi Alkitab (dengan berfirman), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkan (isi Alkitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya.” Lalu, mereka melemparkannya (janji itu) ke belakang punggung mereka (mengabaikannya) dan menukarnya dengan harga yang murah. Maka, itulah seburuk-buruk jual beli yang mereka lakukan.
Tafsir
186. Ali 'Imran Ayat 188
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
L± ta¥sabannal-la©³na yafra¥µna bim± atau wa yu¥ibbµna ay yu¥madµ bim± lam yaf‘alµ fal± ta¥sabannahum bimaf±zatim minal-‘a©±b(i), wa lahum ‘a©±bun al³m(un).
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa (perbuatan buruk) yang telah mereka kerjakan dan suka dipuji atas perbuatan (yang mereka anggap baik) yang tidak mereka lakukan, kamu jangan sekali-kali mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
Tafsir
187. Al-Insan Ayat 23
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ تَنْزِيْلًاۚ
Inn± na¥nu nazzaln± ‘alaikal-qur'±na tanz³l±(n).
Sesungguhnya Kamilah yang benar-benar menurunkan Al-Qur’an kepadamu (Nabi Muhammad) secara berangsur-angsur.
Tafsir
188. Al-Insan Ayat 24
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Fa¡bir li¥ukmi rabbika wa l± tu¯i‘ minhum ±£iman au kafµr±(n).
Maka, bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu dan jangan ikuti pendosa dan orang yang sangat kufur di antara mereka.
Tafsir
189. Al-Isra' Ayat 74
وَلَوْلَآ اَنْ ثَبَّتْنٰكَ لَقَدْ كِدْتَّ تَرْكَنُ اِلَيْهِمْ شَيْـًٔا قَلِيْلًا ۙ
Wa lau l± an £abbatn±ka laqad kitta tarkanu ilaihim syai'an qal³l±(n).
Seandainya Kami tidak memperteguh (hati)-mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka.
Tafsir
190. Al-Isra' Ayat 75
اِذًا لَّاَذَقْنٰكَ ضِعْفَ الْحَيٰوةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيْرًا
I©al-la'a©aqn±ka «i‘fal-¥ay±ti wa «i‘fal-mam±ti £umma l± tajidu laka ‘alain± na¡³r±(n).
Jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) dua kali lipat di dunia dan dua kali lipat setelah mati. Kemudian, engkau (Nabi Muhammad) tidak akan mendapati seorang penolong pun terhadap Kami.
Tafsir
191. Al-Isra' Ayat 76
وَاِنْ كَادُوْا لَيَسْتَفِزُّوْنَكَ مِنَ الْاَرْضِ لِيُخْرِجُوْكَ مِنْهَا وَاِذًا لَّا يَلْبَثُوْنَ خِلٰفَكَ اِلَّا قَلِيْلًا
Wa in k±dµ layastafizzµnaka minal-ar«i liyukhrijµka minh± wa i©al l± yalba£µna khil±faka ill± qal³l±(n).
Sesungguhnya mereka hampir membuatmu (Nabi Muhammad) gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu dari negeri itu. Kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (bertahan), kecuali sebentar saja.
Tafsir
192. Al-Isra' Ayat 77
سُنَّةَ مَنْ قَدْ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُّسُلِنَا وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيْلًا ࣖ
Sunnata man qad arsaln± qablaka mir rusulin± wa l± tajidu lisunnatin± ta¥w³l±(n).
(Yang demikian itu) merupakan ketetapan (bagi) para rasul Kami yang benar-benar Kami utus sebelum engkau dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.
Tafsir
193. Al-Isra' Ayat 78
اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
Aqimi¡-¡al±ta lidulµkisy-syamsi il± gasaqil-laili wa qur'±nal-fajr(i), inna qur'±nal-fajri k±na masyhµd±(n).
Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Tafsir
194. Al-Isra' Ayat 79
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Wa minal-laili fa tahajjad bih³ n±filatal lak(a), ‘as± ay yab‘a£aka rabbuka maq±mam ma¥mµd±(n).
Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
Tafsir
195. Al-Isra' Ayat 80
وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا
Wa qur rabbi adkhiln³ mudkhala ¡idqiw wa akhrijn³ mukhraja ¡idqiw waj‘al l³ mil ladunka sul¯±nan na¡³r±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku).
Tafsir
196. Al-Isra' Ayat 81
وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
Wa qul j±'al-¥aqqu wa zahaqal-b±¯il(u), innal-b±¯ila k±na zahµq±(n).
Katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.
Tafsir
197. Al-Isra' Ayat 86
وَلَىِٕنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًاۙ؉؉
Wa la'in syi'n± lana©habanna bil-la©³ au¥ain± ilaika £umma l± tajidu laka bih³ ‘alain± wak³l±(n).
Sungguh, jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan (apa) yang telah Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) dan engkau tidak akan mendapatkan untuk dirimu seorang pembela pun terhadap Kami.
Tafsir
198. Al-Isra' Ayat 87
اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَۗ اِنَّ فَضْلَهٗ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيْرًا
Ill± ra¥matam mir rabbik(a), inna fa«alahµ k±na ‘alaika kab³r±(n).
Akan tetapi, (Kami tetap mengabadikan Al-Qur’an) karena rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya karunia-Nya atasmu (Nabi Muhammad) sangat besar.
Tafsir
199. Al-Isra' Ayat 90
وَقَالُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ لَكَ حَتّٰى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْاَرْضِ يَنْۢبُوْعًاۙ
Wa q±lµ lan nu'mina laka ¥att± tafjura lan± minal-ar«i yambµ‘±(n).
Mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu (Nabi Muhammad) sebelum engkau membuat mata air yang memancar dari bumi untuk kami,
Tafsir
200. Al-Isra' Ayat 91
اَوْ تَكُوْنَ لَكَ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْاَنْهٰرَ خِلٰلَهَا تَفْجِيْرًاۙ
Au takµna laka jannatum min nakh³liw wa ‘inabin fa tufajjiral-anh±ra khil±lah± tafj³r±(n).
atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,
Tafsir
201. Al-Isra' Ayat 92
اَوْ تُسْقِطَ السَّمَاۤءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا اَوْ تَأْتِيَ بِاللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ قَبِيْلًاۙ
Au tusqi¯as-sam±'a kam± za‘amta ‘alain± kisafan au ta'tiya bill±hi wal-mal±'ikati qab³l±(n).
atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping kepada kami, sebagaimana engkau telah katakan, atau engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,
Tafsir
202. Al-Isra' Ayat 93
اَوْ يَكُوْنَ لَكَ بَيْتٌ مِّنْ زُخْرُفٍ اَوْ تَرْقٰى فِى السَّمَاۤءِ ۗوَلَنْ نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتّٰى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتٰبًا نَّقْرَؤُهٗۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّيْ هَلْ كُنْتُ اِلَّا بَشَرًا رَّسُوْلًا ࣖ
Au yakµna laka baitum min zukhrufin au tarq± fis-sam±'(i), wa lan nu'mina liruqiyyika ¥att± tunazzila ‘alain± kit±ban naqra'uh(µ), qul sub¥±na rabb³ hal kuntu ill± basyarar rasµl±(n).
atau engkau mempunyai sebuah rumah yang (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mahasuci Tuhanku. Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”
Tafsir
203. Al-Isra' Ayat 94
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰٓى اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَبَعَثَ اللّٰهُ بَشَرًا رَّسُوْلًا
Wa m± mana‘an-n±sa ay yu'minµ i© j±'ahumul-hud± ill± an q±lµ aba‘a£all±hu basyarar rasµl±(n).
Tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”
Tafsir
204. Al-Isra' Ayat 95
قُلْ لَّوْ كَانَ فِى الْاَرْضِ مَلٰۤىِٕكَةٌ يَّمْشُوْنَ مُطْمَىِٕنِّيْنَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَلَكًا رَّسُوْلًا
Qul lau k±na fil-ar«i mal±'ikatuy yamsyµna mu¯ma'inn³na lanazzaln± ‘alaihim minas-sam±'i malakar rasµl±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat yang berjalan (menetap) dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”
Tafsir
205. Al-Isra' Ayat 96
قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا
Qul kaf± bill±hi syah³dam bain³ wa bainakum, innahµ k±na bi‘ib±dih³ khab³ram ba¡³r±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”
Tafsir
206. Al-Isra' Ayat 105
وَبِالْحَقِّ اَنْزَلْنٰهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَۗ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۘ
Wa bil-¥aqqi anzaln±hu wa bil-¥aqqi nazal(a), wa m± arsaln±ka ill± mubasysyiraw wa na©³r±(n).
Kami menurunkannya (Al-Qur’an) dengan sebenarnya dan ia (Al-Qur’an) turun dengan (membawa) kebenaran. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
Tafsir
207. Al-Jasiyah Ayat 18
ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
¤umma ja‘aln±ka ‘al± syar³‘atim minal-amri fattabi‘h± wa l± tattabi‘ ahw±'al-la©³na l± ya‘lamµn(a).
Kemudian, Kami jadikan engkau (Nabi Muhammad) mengikuti syariat dari urusan (agama) itu. Maka, ikutilah ia (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Tafsir
208. Al-Jasiyah Ayat 19
اِنَّهُمْ لَنْ يُّغْنُوْا عَنْكَ مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗوَاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۚ وَاللّٰهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ
Innahum lay yugnµ ‘anka minall±hi syai'±(n), wa inna§-§±lim³na ba‘«uhum auliy±'u ba‘«(in), wall±hu waliyyul-muttaq³n(a).
Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menghindarkan engkau sedikit pun dari (azab) Allah. Sesungguhnya orang-orang zalim itu sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Adapun Allah adalah pelindung orang-orang bertakwa.
Tafsir
209. Al-Jumu'ah Ayat 2
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ
Huwal-la©³ ba‘a£a fil-ummiyy³na rasµlam minhum yatlµ ‘alaihim ±y±tih³ wa yuzakk³him wa yu‘allimuhumul-kit±ba wal-¥ikmata wa in k±nµ min qablu laf³ «al±lim mub³n(in).
Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Tafsir
210. Al-Jumu'ah Ayat 3
وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ
Wa ±khar³na minhum lamm± yal¥aqµ bihim, wa huwal-‘az³zul-¥ak³m(u).
(Allah juga mengutus Nabi Muhammad) kepada (kaum) selain mereka yang belum (datang) menyusul mereka. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Tafsir
211. Al-Jumu'ah Ayat 4
ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
ª±lika fa«lull±hi yu't³hi may yasy±'(u), wall±hu ©ul-fa«lil-‘a§³m(i).
Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah memiliki karunia yang besar.
Tafsir
212. Al-Kafirun Ayat 1
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ
Qul y± ayyuhal-k±firµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,
Tafsir
213. Al-Kafirun Ayat 2
لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ
L± a‘budu m± ta‘budµn(a).
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Tafsir
214. Al-Kafirun Ayat 3
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ
Wa l± antum ‘±bidµna m± a‘bud(u).
Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.
Tafsir
215. Al-Kafirun Ayat 4
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ
Wa l± ana ‘±bidum m± ‘abattum.
Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
Tafsir
216. Al-Kafirun Ayat 5
وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ
Wa l± antum ‘±bidµna m± a‘bud(u).
Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
Tafsir
217. Al-Kafirun Ayat 6
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ
Lakum d³nukum wa liya d³n(i).
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
Tafsir
218. Al-Kahfi Ayat 23
وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ
Wa l± taqµlanna lisyai'in inn³ f±‘ilun ©±lika gad±(n).
Jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan hal itu besok,”
Tafsir
219. Al-Kahfi Ayat 24
اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۖوَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا
Ill± ay yasy±'all±h(u), wa©kur rabbaka i©± nas³ta wa qul ‘as± ay yahdiyani rabb³ li'aqraba min h±©± rasyad±(n).
kecuali (dengan mengatakan), “Insyaallah.” Ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”
Tafsir
220. Al-Kahfi Ayat 110
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ
Qul innam± ana basyarum mi£lukum yµ¥± ilayya annam± il±hukum il±huw w±¥id(un), faman k±na yarjµ liq±'a rabbih³ falya‘mal ‘amalan ¡±li¥aw wa l± yusyrik bi‘ib±dati rabbih³ a¥ad±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.
Tafsir
221. Al-Kautsar Ayat 1
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ
Inn± a‘¯ain±kal-kau£ar(a).
Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.
Tafsir
222. Al-Kautsar Ayat 2
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Fa¡alli lirabbika wan¥ar.
Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!
Tafsir
223. Al-Kautsar Ayat 3
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ
Inna sy±ni'aka huwal-abtar(u).
Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
Tafsir
224. Al-Ma'idah Ayat 13
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً ۚ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَاۤىِٕنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Fabim± naq«ihim m³£±qahum la‘ann±hum wa ja‘aln± qulµbahum q±siyah(tan), yu¥arrifµnal-kalima ‘am maw±«i‘ih(³), wa nasµ ¥a§§am mimm± ©ukkirµ bih(³), wa l± taz±lu ta¯¯ali‘u ‘al± kh±'inatim minhum ill± qal³lam minhum fa‘fu ‘anhum wa¡fa¥, innall±ha yu¥ibbul-mu¥sin³n(a).
(Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin.
Tafsir
225. Al-Ma'idah Ayat 14
وَمِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰٓى اَخَذْنَا مِيْثَاقَهُمْ فَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۖ فَاَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۗ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّٰهُ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
Wa minal-la©³na q±lµ inn± na¡±r± akha©n± m³£±qahum fa nasµ ¥a§§am mimm± ©ukkirµ bih(³), fa agrain± bainahumul-‘ad±wata wal-bag«±'a il± yaumil-qiy±mah(ti), wa saufa yunabbi'uhumull±hu bim± k±nµ ya¡na‘µn(a).
Dari orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani,” Kami telah mengambil perjanjian. Kemudian, mereka melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Maka, Kami menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selama ini mereka perbuat.
Tafsir
226. Al-Ma'idah Ayat 15
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ
Y± ahlal-kit±bi qad j±'akum rasµlun± yubayyinu lakum ka£³ram mimm± kuntum tukhfµna minal-kit±bi wa ya‘fµ ‘an ka£³r(in), qad j±'akum minall±hi nµruw wa kit±bum mub³n(un).
Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci yang jelas.
Tafsir
227. Al-Ma'idah Ayat 16
يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Yahd³ bihill±hu manittaba‘a ri«w±nahµ subulas-sal±mi wa yukhrijuhum mina§-§ulum±ti ilan-nµri bi'i©nih³ wa yahd³him il± ¡ir±¯im mustaq³m(in).
Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus.
Tafsir
228. Al-Ma'idah Ayat 19
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلٰى فَتْرَةٍ مِّنَ الرُّسُلِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا جَاۤءَنَا مِنْۢ بَشِيْرٍ وَّلَا نَذِيْرٍۗ فَقَدْ جَاۤءَكُمْ بَشِيْرٌ وَّنَذِيْرٌ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ
Y± ahlal-kit±bi qad j±'akum rasµlun± yubayyinu lakum ‘al± fatratim minar-rusuli an taqµlµ m± j±'an± mim basy³riw wa l± na©³r(in), faqad j±'akum basy³ruw wa na©³r(un), wall±hu ‘al± kulli syai'in qad³r(un).
Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk memberi penjelasan setelah beberapa saat terhentinya (pengutusan) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami, baik pembawa berita gembira maupun pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tafsir
229. Al-Ma'idah Ayat 41
۞ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْكُفْرِ مِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِاَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوْبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا ۛ سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ سَمّٰعُوْنَ لِقَوْمٍ اٰخَرِيْنَۙ لَمْ يَأْتُوْكَ ۗ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ مِنْۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهٖۚ يَقُوْلُوْنَ اِنْ اُوْتِيْتُمْ هٰذَا فَخُذُوْهُ وَاِنْ لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوْا ۗوَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتْنَتَهٗ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَمْ يُرِدِ اللّٰهُ اَنْ يُّطَهِّرَ قُلُوْبَهُمْ ۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖوَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Y± ayyuhar-rasµlu l± ya¥zunkal-la©³na yus±ri‘µna fil-kufri minal-la©³na q±lµ ±mann± bi'afw±hihim wa lam tu'min qulµbuhum - wa minal-la©³na h±dµ - samm±‘µna lil-ka©ibi samm±‘µna liqaumin ±khar³na lam ya'tµk(a), yu¥arrifµnal-kalima mim ba‘di maw±«i‘ih(³), yaqµlµna in µt³tum h±©± fa khu©­µhu wa illam tu'tauhu fa¥©arµ, wa may yuridill±hu fitnatahµ falan tamlika lahµ minall±hi syai'±(n), ul±'ikal-la©³na lam yuridill±hu ay yu¯ahhira qulµbahum, lahum fid-dun-y± khizyuw wa lahum fil-±khirati ‘a©±bun ‘a§³m(un).
Wahai Rasul (Muhammad), janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman, dan juga orang-orang Yahudi. (Mereka adalah) orang-orang yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong lagi sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah firman-firman (Allah) setelah berada di tempat-tempat yang (sebenar)-nya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepada kamu, terimalah. Jika kamu diberi yang bukan ini, hati-hatilah.” Siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang sangat berat.
Tafsir
230. Al-Ma'idah Ayat 42
سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ اَكّٰلُوْنَ لِلسُّحْتِۗ فَاِنْ جَاۤءُوْكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ اَوْ اَعْرِضْ عَنْهُمْ ۚوَاِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَّضُرُّوْكَ شَيْـًٔا ۗ وَاِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
Samm±‘µna lil-ka©ibi akk±lµna lis-su¥t(i), fa in j±'µka fa¥kum bainahum au a‘ri« ‘anhum, wa in tu‘ri« ‘anhum falay ya«urrµka syai'±(n), wa in ¥akamta fa¥kum bainahum bil-qis¯(i), innall±ha yu¥ibbul-muqsi¯³n(a).
Mereka (orang-orang Yahudi itu) sangat suka mendengar berita bohong lagi banyak memakan makanan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu (Nabi Muhammad untuk meminta putusan), berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika engkau berpaling, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Akan tetapi, jika engkau memutuskan (perkara mereka), putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
Tafsir
231. Al-Ma'idah Ayat 43
وَكَيْفَ يُحَكِّمُوْنَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرٰىةُ فِيْهَا حُكْمُ اللّٰهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ ۗوَمَآ اُولٰۤىِٕكَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ ࣖ
Wa kaifa yu¥akkimµnaka wa ‘indahumut-taur±tu f³h± ¥ukmull±hi £umma yatawallauna mim ba‘di ©±lik(a), wa m± ul±'ika bil-mu'min³n(a).
Bagaimana mereka menjadikanmu sebagai hakim mereka, sedangkan mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Mereka benar-benar bukanlah orang-orang mukmin.
Tafsir
232. Al-Ma'idah Ayat 67
۞ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗوَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗ ۗوَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ
Y± ayyuhar-rasµlu ballig m± unzila ilaika mir rabbik(a), wa illam taf‘al fam± ballagta ris±latah(µ), wall±hu ya‘¡imuka minan-n±s(i), innall±ha l± yahdil-qaumal-k±fir³n(a).
Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
Tafsir
233. Al-Muddassir Ayat 1
يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Y± ayyuhal-mudda££ir(u).
Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),
Tafsir
234. Al-Muddassir Ayat 2
قُمْ فَاَنْذِرْۖ
Qum fa'an©ir.
bangunlah, lalu berilah peringatan!
Tafsir
235. Al-Muddassir Ayat 3
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ
Wa rabbaka fakabbir.
Tuhanmu, agungkanlah!
Tafsir
236. Al-Muddassir Ayat 4
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
Wa £iy±baka fa¯ahhir.
Pakaianmu, bersihkanlah!
Tafsir
237. Al-Muddassir Ayat 5
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ
War-rujza fahjur.
Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah!
Tafsir
238. Al-Mujadalah Ayat 11
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ i©± q³la lakum tafassa¥µ fil-maj±lisi fafsa¥µ yafsa¥ill±hu lakum, wa i©± q³lansyuzµ fansyuzµ yarfa‘ill±hul-la©³na ±manµ minkum, wal-la©³na µtul-‘ilma daraj±t(in), wall±hu bim± ta‘malµna khab³r(un).
Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir
239. Al-Mujadalah Ayat 12
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُوْلَ فَقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوٰىكُمْ صَدَقَةً ۗذٰلِكَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَاَطْهَرُۗ فَاِنْ لَّمْ تَجِدُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ i©± n±jaitumur-rasµla fa qaddimµ baina yaday najw±kum ¡adaqah(tan), ©±lika khairul lakum wa a¯har(u), fa'illam tajidµ fa innall±ha gafµrur ra¥³m(un).
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu (ingin) melakukan pembicaraan rahasia dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Hal itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Akan tetapi, jika kamu tidak mendapatkan (apa yang akan disedekahkan), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir
240. Al-Mujadalah Ayat 13
ءَاَشْفَقْتُمْ اَنْ تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوٰىكُمْ صَدَقٰتٍۗ فَاِذْ لَمْ تَفْعَلُوْا وَتَابَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗوَاللّٰهُ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ
A'asyfaqtum an tuqaddimµ baina yaday najw±kum ¡adaq±t(in), fa i© lam taf‘alµ wa t±ball±hu ‘alaikum fa'aq³mu¡-¡al±ta wa ±tuz-zak±ta wa a¯³‘ull±ha wa rasµlah(µ) wall±hu khab³rum bim± ta‘malµn(a).
Apakah kamu takut (menjadi miskin) jika mengeluarkan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan rahasia dengan Rasul? Jika kamu tidak melakukannya dan Allah mengampunimu, tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir
241. Al-Mu'minun Ayat 68
اَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ اَمْ جَاۤءَهُمْ مَّا لَمْ يَأْتِ اٰبَاۤءَهُمُ الْاَوَّلِيْنَ ۖ
Afalam yaddabbarul-qaula am j±'ahum m± lam ya'ti ±b±'ahumul-awwal³n(a).
Maka, tidakkah mereka merenungkan firman (Allah) atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu?
Tafsir
242. Al-Mu'minun Ayat 69
اَمْ لَمْ يَعْرِفُوْا رَسُوْلَهُمْ فَهُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ ۖ
Am lam ya‘rifµ rasµlahum fahum lahµ munkirµn(a).
Atau, mereka tidak mengenal Rasul mereka (Nabi Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya?
Tafsir
243. Al-Mu'minun Ayat 70
اَمْ يَقُوْلُوْنَ بِهٖ جِنَّةٌ ۗ بَلْ جَاۤءَهُمْ بِالْحَقِّ وَاَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كٰرِهُوْنَ
Am yaqµlµna bih³ jinnah(tun), bal j±'ahum bil-¥aqqi wa ak£aruhum lil-¥aqqi k±rihµn(a).
Atau, mereka berkata, “Orang itu (Nabi Muhammad) gila.” Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran itu.
Tafsir
244. Al-Mu'minun Ayat 71
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ اَهْوَاۤءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ ۗ
Wa lawittaba‘al-¥aqqu ahw±'ahum lafasadatis-sam±w±tu wal-ar«u wa man f³hinn(a), bal atain±hum bi©ikrihim fahum ‘an ©ikrihim mu‘ri«µn(a).
Seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, niscaya binasalah langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Bahkan, Kami telah mendatangkan (Al-Qur’an sebagai) peringatan mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.
Tafsir
245. Al-Mu'minun Ayat 72
اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖوَّهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Am tas'aluhum kharjan fa khar±ju rabbika khair(un), wa huwa khairur-r±ziq³n(a).
Ataukah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik karena Dia sebaik-baik pemberi rezeki?
Tafsir
246. Al-Mu'minun Ayat 73
وَاِنَّكَ لَتَدْعُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Wa innaka latad‘µhum il± ¡ir±¯im mustaq³m(in).
Sesungguhnya engkau benar-benar menyeru mereka ke jalan yang lurus.
Tafsir
247. Al-Mu'minun Ayat 93
قُلْ رَّبِّ اِمَّا تُرِيَنِّيْ مَا يُوْعَدُوْنَ ۙ
Qur rabbi imm± turiyann³ m± yµ‘adµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, jika Engkau benar-benar hendak memperlihatkan kepadaku apa (azab) yang diancamkan kepada mereka,
Tafsir
248. Al-Mu'minun Ayat 94
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Rabbi fal± taj‘aln³ fil-qaumi§-§±lim³n(a).
Ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim.”
Tafsir
249. Al-Mu'minun Ayat 95
وَاِنَّا عَلٰٓى اَنْ نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقٰدِرُوْنَ
Wa inn± ‘al± an nuriyaka m± na‘iduhum laq±dirµn(a).
Sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (Nabi Muhammad) apa yang Kami ancamkan kepada mereka.
Tafsir
250. Al-Mu'minun Ayat 96
اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ السَّيِّئَةَۗ نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَصِفُوْنَ
Idfa‘ bil-lat³ hiya a¥sanus-sayyi'ah(ta), na¥nu a‘lamu bim± ya¡ifµn(a).
Tolaklah keburukan (mereka) dengan (perbuatan) yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.
Tafsir
251. Al-Mu'minun Ayat 97
وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ ۙ
Wa qur rabbi a‘µ©u bika min hamaz±tisy-syay±¯³n(i).
Katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan
Tafsir
252. Al-Mu'minun Ayat 98
وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَّحْضُرُوْنِ
Wa a‘µ©u bika rabbi ay ya¥«urµn(i).
dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”
Tafsir
253. Al-Muzzammil Ayat 1
يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ
Y± ayyuhal-muzzammil(u).
Wahai orang yang berkelumun (Nabi Muhammad),
Tafsir
254. Al-Muzzammil Ayat 2
قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ
Qumil-laila ill± qal³l±(n).
bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,
Tafsir
255. Al-Muzzammil Ayat 3
نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ
Ni¡fahµ awinqu¡ minhu qal³l±(n).
(yaitu) seperduanya, kurang sedikit dari itu,
Tafsir
256. Al-Muzzammil Ayat 4
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ
Au zid ‘alaihi wa rattilil-qur'±na tart³l±(n).
atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
Tafsir
257. Al-Muzzammil Ayat 5
اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا
Inn± sanulq³ ‘alaika qaulan £aq³l±(n).
Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
Tafsir
258. Al-Muzzammil Ayat 6
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًاۗ
Inna n±syi'atal-laili hiya asyaddu wa¯'aw wa aqwamu q³l±(n).
Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya.
Tafsir
259. Al-Muzzammil Ayat 7
اِنَّ لَكَ فِى النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيْلًاۗ
Inna laka fin-nah±ri sab¥an ¯aw³l±(n).
Sesungguhnya pada siang hari engkau memiliki kesibukan yang panjang.
Tafsir
260. Al-Muzzammil Ayat 8
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًاۗ
Wa©kurisma rabbika wa tabattal ilaihi tabt³l±(n).
Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
Tafsir
261. Al-Muzzammil Ayat 9
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا
Rabbul-masyriqi wal-magribi l± il±ha ill± huwa fattakhi©hu wak³l±(n).
(Allah) adalah Tuhan timur dan barat. Tidak ada tuhan selain Dia. Maka, jadikanlah Dia sebagai pelindung.
Tafsir
262. Al-Muzzammil Ayat 10
وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا
Wa¡bir ‘al± m± yaqµlµna wahjurhum hajran jam³l±(n).
Bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
Tafsir
263. Al-Muzzammil Ayat 11
وَذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا
Wa ©arn³ wal-muka©©ib³na ulin-na‘mati wa mahhilhum qal³l±(n).
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap para pendusta yang memiliki segala kenikmatan hidup dan berilah mereka penangguhan sementara.
Tafsir
264. Al-Muzzammil Ayat 15
اِنَّآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْكُمْ رَسُوْلًا ەۙ شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُوْلًا ۗ
Inn± arsaln± ilaikum rasµl±(n), sy±hidan ‘alaikum kam± arsaln± il± fir‘auna rasµl±(n).
Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul (Nabi Muhammad) kepadamu sebagai saksi atasmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang rasul kepada Fir‘aun.
Tafsir
265. Al-Muzzammil Ayat 16
فَعَصٰى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَاَخَذْنٰهُ اَخْذًا وَّبِيْلًاۚ
Fa ‘a¡± fir‘aunur-rasµla fa akha©n±hu akh©aw wab³l±(n).
Namun, Fir‘aun mendurhakai rasul itu sehingga Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
Tafsir
266. Al-Qalam Ayat 1
نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ
Nµn, wal-qalami wa m± yas¯urµn(a).
Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
Tafsir
267. Al-Qalam Ayat 2
مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ
M± anta bini‘mati rabbika bimajnµn(in).
berkat karunia Tuhanmu engkau (Nabi Muhammad) bukanlah orang gila.
Tafsir
268. Al-Qalam Ayat 3
وَاِنَّ لَكَ لَاَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍۚ
Wa inna laka la'ajran gaira mamnµn(in).
Sesungguhnya bagi engkaulah pahala yang tidak putus-putus.
Tafsir
269. Al-Qalam Ayat 4
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Wa innaka la‘al± khuluqin ‘a§³m(in).
Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Tafsir
270. Al-Qalam Ayat 5
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُوْنَۙ
Fasatub¡iru wa yub¡irµn(a).
Kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,
Tafsir
271. Al-Qalam Ayat 6
بِاَيِّىكُمُ الْمَفْتُوْنُ
Bi'ayyikumul-maftµn(u).
siapa di antara kamu yang gila?
Tafsir
272. Al-Qalam Ayat 7
اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖۖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Inna rabbaka huwa a‘lamu biman «alla ‘an sab³lih(³), wa huwa a‘lamu bil-muhtad³n(a).
Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.
Tafsir
273. Al-Qalam Ayat 8
فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ
Fal± tu¯i‘il-muka©©ib³n(a).
Maka, janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
Tafsir
274. Al-Qalam Ayat 9
وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَۚ
Waddµ lau tudhinu fayudhinµn(a).
Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak. Maka, mereka bersikap lunak (pula).
Tafsir
275. Al-Qalam Ayat 10
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ
Wa l± tu¯i‘ kulla ¥all±fim mah³n(in).
Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina,
Tafsir
276. Al-Qalam Ayat 11
هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ
Hamm±zim masysy±'im binam³m(in).
suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong),
Tafsir
277. Al-Qalam Ayat 12
مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ
Mann±‘il lil-khairi mu‘tadin a£³m(in).
merintangi segala yang baik, melampaui batas dan banyak dosa,
Tafsir
278. Al-Qalam Ayat 13
عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍۙ
‘Utullim ba‘da ©±lika zan³m(in).
bertabiat kasar, dan selain itu juga terkenal kejahatannya,
Tafsir
279. Al-Qalam Ayat 14
اَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَّبَنِيْنَۗ
An k±na ©± m±liw wa ban³n(a).
karena dia kaya dan mempunyai banyak anak.
Tafsir
280. Al-Qalam Ayat 15
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ
I©± tutl± ‘alaihi ±y±tun± q±la as±¯³rul-awwal³n(a).
Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongengan orang-orang terdahulu.”
Tafsir
281. Al-Qalam Ayat 16
سَنَسِمُهٗ عَلَى الْخُرْطُوْمِ
Sanasimuhµ ‘alal-khur¯µm(i).
Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidung)-nya.
Tafsir
282. Al-Qalam Ayat 46
اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۚ
Am tas'aluhum ajran fahum mim magramim mu£qalµn(a).
Ataukah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani utang?
Tafsir
283. Al-Qalam Ayat 47
اَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُوْنَ
Am ‘indahumul-gaibu fahum yaktubµn(a).
Ataukah mereka mengetahui yang gaib lalu mereka menuliskannya?
Tafsir
284. Al-Qalam Ayat 48
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌۗ
Fa¡bir li¥ukmi rabbika wa l± takun ka¡±¥ibil-¥µt(i), i© n±d± wa huwa mak§µm(un).
Oleh karena itu, bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu dan janganlah seperti orang yang berada dalam (perut) ikan (Yunus) ketika dia berdoa dengan hati sedih.
Tafsir
285. Al-Qalam Ayat 49
لَوْلَآ اَنْ تَدٰرَكَهٗ نِعْمَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ مَذْمُوْمٌ
Lau l± an tad±rakahµ ni‘matum mir rabbih³ lanubi©a bil-‘ar±'i wa huwa ma©mµm(un).
Seandainya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
Tafsir
286. Al-Qalam Ayat 50
فَاجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Fajtab±hu rabbuhµ faja‘alahµ mina¡-¡±li¥³n(a).
Tuhannya lalu memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang saleh.
Tafsir
287. Al-Qalam Ayat 51
وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ
Wa iy yak±dul-la©³na kafarµ layuzliqµnaka bi'ab¡±rihim lamm± sami‘u© ©ikra wa yaqµlµna innahµ lamajnµn(un).
Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan matanya ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan berkata, “Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.”
Tafsir
288. Al-Qalam Ayat 52
وَمَا هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Wa m± huwa ill± ©ikrul lil-‘±lam³n(a).
(Al-Qur’an) itu tidak lain kecuali peringatan bagi seluruh alam.
Tafsir
289. Al-Qamar Ayat 1
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Iqtarabatis-s±‘atu wansyaqqal-qamar(u).
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
Tafsir
290. Al-Qamar Ayat 2
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Wa iy yarau ±yatay yu‘ri«µ wa yaqµlµ si¥rum mustamirr(un).
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”
Tafsir
291. Al-Qamar Ayat 3
وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
Wa ka©©abµ wattaba‘µ ahw±'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
Tafsir
292. Al-Qamar Ayat 4
وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْۢبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ
Wa laqad j±'ahum minal-amb±'i m± f³hi muzdajar(un).
Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).
Tafsir
293. Al-Qamar Ayat 5
حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ
¦ikmatum b±ligatun fam± tugnin-nu©ur(u).
(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).
Tafsir
294. Al-Qamar Ayat 6
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ
Fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-d±‘i il± syai'in nukur(in).
Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),
Tafsir
295. Al-Qasas Ayat 44
وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الْغَرْبِيِّ اِذْ قَضَيْنَآ اِلٰى مُوْسَى الْاَمْرَ وَمَا كُنْتَ مِنَ الشّٰهِدِيْنَ ۙ
Wa m± kunta bij±nibil-garbiyyi i© qa«ain± il± mµsal-amra wa m± kunta minasy-sy±hid³n(a).
Engkau (Nabi Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Tuwa) ketika Kami menyampaikan risalah kepada Musa. Engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu).
Tafsir
296. Al-Qasas Ayat 45
وَلٰكِنَّآ اَنْشَأْنَا قُرُوْنًا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُۚ وَمَا كُنْتَ ثَاوِيًا فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِنَاۙ وَلٰكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ
Wa l±kinn± ansya'n± qurµnan fata¯±wala ‘alaihimul-‘umur(u), wa m± kunta £±wiyan f³ ahli madyana tatlµ ‘alaihim ±y±tin±, wa l±kinn± kunn± mursil³n(a).
Akan tetapi, Kami telah menciptakan beberapa umat dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang. Engkau (Nabi Muhammad) tidak pula tinggal bersama-sama penduduk Madyan, (sehingga dapat) membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Akan tetapi, Kamilah pengutus (para rasul).
Tafsir
297. Al-Qasas Ayat 46
وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّوْرِ اِذْ نَادَيْنَا وَلٰكِنْ رَّحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اَتٰىهُمْ مِّنْ نَّذِيْرٍ مِّنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ
Wa m± kunta bij±nibi¯-¯µri i© n±dain± wa l±kir ra¥matam mir rabbika litun©ira qaumam m± at±hum min na©³rim min qablika la‘allahum yata©akkarµn(a).
Engkau (Nabi Muhammad) tidak pula berada di dekat gunung (Sinai) ketika Kami memanggil (Musa). Akan tetapi, (engkau mengetahuinya) semata-mata karena rahmat dari Tuhanmu agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum didatangi oleh seorang pun pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka mendapat pelajaran.
Tafsir
298. Al-Qasas Ayat 47
وَلَوْلَآ اَنْ تُصِيْبَهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۢبِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ فَيَقُوْلُوْا رَبَّنَا لَوْلَآ اَرْسَلْتَ اِلَيْنَا رَسُوْلًا فَنَتَّبِعَ اٰيٰتِكَ وَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Wa lau l± an tu¡³bahum mu¡³batum bim± qaddamat aid³him fayaqµlµ rabban± lau l± arsalta ilain± rasµlan fanattabi‘a ±y±tika wa nakµna minal-mu'min³n(a).
Seandainya saja saat ditimpa azab karena apa yang mereka kerjakan mereka tidak berdalih dengan mengatakan, “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami agar kami mengikuti ayat-ayat-Mu dan termasuk orang-orang mukmin?” (Maka, tidak akan ada rasul yang diutus)
Tafsir
299. Al-Qasas Ayat 48
فَلَمَّا جَاۤءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوْا لَوْلَآ اُوْتِيَ مِثْلَ مَآ اُوْتِيَ مُوْسٰىۗ اَوَلَمْ يَكْفُرُوْا بِمَآ اُوْتِيَ مُوْسٰى مِنْ قَبْلُۚ قَالُوْا سِحْرٰنِ تَظٰهَرَاۗ وَقَالُوْٓا اِنَّا بِكُلٍّ كٰفِرُوْنَ
Falamm± j±'ahumul-¥aqqu min ‘indin± q±lµ lau l± µtiya mi£la m± µtiya mµs±, awalam yakfurµ bim± µtiya mµs± min qabl(u), q±lµ si¥r±ni ta§±har±, wa q±lµ inn± bikullin k±firµn(a).
Ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Al-Qur’an) dari sisi Kami, mereka berkata, “Mengapa tidak diberikan kepadanya (Nabi Muhammad mukjizat) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa?” Bukankah mereka itu telah ingkar kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka berkata, “(Al-Qur’an dan Taurat adalah) dua (kitab) sihir yang saling menguatkan.” Mereka (juga) berkata, “Sesungguhnya kami mengingkari keduanya.”
Tafsir
300. Al-Qasas Ayat 56
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Innaka l± tahd³ man a¥babta wa l±kinnall±ha yahd³ may yasy±'(u), wa huwa a‘lamu bil-muhtad³n(a).
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.
Tafsir
301. Al-Qasas Ayat 57
وَقَالُوْٓا اِنْ نَّتَّبِعِ الْهُدٰى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ اَرْضِنَاۗ اَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَّهُمْ حَرَمًا اٰمِنًا يُّجْبٰٓى اِلَيْهِ ثَمَرٰتُ كُلِّ شَيْءٍ رِّزْقًا مِّنْ لَّدُنَّا وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
Wa q±lµ in natabi‘il-hud± ma‘aka nutakha¯¯af min ar«in±, awalam numakkil lahum ¥araman ±minay yujb± ilaihi £amar±tu kulli syai'ir rizqam mil ladunn± wa l±kinna ak£arahum l± ya‘lamµn(a).
Mereka berkata, “Jika mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.” (Allah berfirman,) “Bukankah Kami telah mengukuhkan kedudukan mereka di tanah haram yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami?” Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Tafsir
302. Al-Qasas Ayat 85
اِنَّ الَّذِيْ فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لَرَاۤدُّكَ اِلٰى مَعَادٍ ۗقُلْ رَّبِّيْٓ اَعْلَمُ مَنْ جَاۤءَ بِالْهُدٰى وَمَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Innal-la©³ fara«a ‘alaikal-qur'±na lar±dduka il± ma‘±d(in), qur rabb³ a‘lamu man j±'a bil-hud± wa man huwa f³ «al±lim mub³n(in).
Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Nabi Muhammad untuk menyampaikan dan berpegang teguh pada) Al-Qur’an benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tuhanku paling mengetahui siapa yang membawa petunjuk dan siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
Tafsir
303. Al-Qasas Ayat 86
وَمَا كُنْتَ تَرْجُوْٓا اَنْ يُّلْقٰٓى اِلَيْكَ الْكِتٰبُ اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ ظَهِيْرًا لِّلْكٰفِرِيْنَ ۖ
Wa m± kunta tarjµ ay yulq± ilaikal-kit±bu ill± ra¥matam mir rabbika fal± takµnanna §ah³ral lil-k±fir³n(a).
Engkau tidak pernah mengharap agar Kitab (Al-Qur’an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu. Oleh sebab itu, janganlah engkau sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang kafir.
Tafsir
304. Al-Qasas Ayat 87
وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ بَعْدَ اِذْ اُنْزِلَتْ اِلَيْكَ وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَ وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ۚ
Wa l± ya¡uddunnaka ‘an ±y±till±hi ba‘da i© unzilat ilaika wad‘u il± rabbika wa l± takµnanna minal-musyrik³n(a).
Janganlah mereka sekali-kali menghalang-halangi engkau untuk (menyampaikan) ayat-ayat Allah setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. Serulah (manusia) agar (beriman) kepada Tuhanmu dan janganlah engkau sekali-kali termasuk (golongan) orang-orang musyrik.
Tafsir
305. Al-Qasas Ayat 88
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗ ۗ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ࣖ
Wa l± tad‘u ma‘all±hi il±han ±khar(a), l± il±ha ill± huw(a), kullu syai'in h±likun ill± wajhah(µ), lahul-¥ukmu wa ilaihi turja‘µn(a).
Jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain (selain Allah). Tidak ada tuhan selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali zat-Nya. Segala putusan menjadi wewenang-Nya dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.
Tafsir
306. An-Nahl Ayat 43
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ
Wa m± arsaln± min qablika ill± rij±lan nµ¥³ ilaihim fas'alµ ahla©-©ikri in kuntum l± ta‘lamµn(a).
Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad), melainkan laki-laki yang Kami beri wahyu kepadanya. Maka, bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.
Tafsir
307. An-Nahl Ayat 44
بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِۗ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Bil-bayyin±ti waz-zubur(i), wa anzaln± ilaika©-©ikra litubayyina lin-n±si m± nuzzila ilaihim wa la‘allahum yatafakkarµn(a).
(Kami mengutus mereka) dengan (membawa) bukti-bukti yang jelas (mukjizat) dan kitab-kitab. Kami turunkan aż-Żikr (Al-Qur’an) kepadamu agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.
Tafsir
308. An-Nahl Ayat 89
وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا عَلَيْهِمْ مِّنْ اَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيْدًا عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِۗ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ ࣖ
Wa yauma nab‘a£u f³ kulli ummatin syah³dan ‘alaihim min anfusihim wa ji'n± bika syah³dan ‘al± h±'ul±'(i), wa nazzaln± ‘alaikal-kit±ba tiby±nal likulli syai'iw wa hudaw wa ra¥mataw wa busyr± lil-muslim³n(a).
(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghadirkan seorang saksi (rasul) kepada setiap umat dari (kalangan) mereka sendiri dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang muslim.
Tafsir
309. An-Nahl Ayat 103
وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ اِنَّمَا يُعَلِّمُهٗ بَشَرٌۗ لِسَانُ الَّذِيْ يُلْحِدُوْنَ اِلَيْهِ اَعْجَمِيٌّ وَّهٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِيْنٌ
Wa laqad na‘lamu annahum yaqµlµna innam± yu‘allimuhµ basyar(un), lis±nul-la©³ yul¥idµna ilaihi a‘jamiyyuw wa h±©± lis±nun ‘arabiyyum mub³n(un).
Sungguh, Kami benar-benar mengetahui bahwa mereka berkata, “Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) hanyalah diajarkan kepadanya (Nabi Muhammad) oleh seorang manusia.” Bahasa orang yang mereka tuduh (bahwa Nabi Muhammad belajar kepadanya) adalah bahasa ajam (bukan bahasa Arab). Padahal, ini (Al-Qur’an) adalah bahasa Arab yang jelas.
Tafsir
310. An-Nahl Ayat 123
ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
¤umma au¥ain± ilaika anittabi‘ millata ibr±h³ma ¥an³f±(n), wa m± k±na minal-musyrik³n(a).
Kemudian, Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim sebagai (sosok) yang hanif dan tidak termasuk orang-orang musyrik.”
Tafsir
311. An-Nahl Ayat 125
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Ud‘u il± sab³li rabbika bil-¥ikmati wal-mau‘i§atil-¥asanati wa j±dilhum bil-lat³ hiya a¥san(u), inna rabbaka huwa a‘lamu biman «alla ‘an sab³lih³ wa huwa a‘lamu bil-muhtad³n(a).
Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.
Tafsir
312. An-Nahl Ayat 126
وَاِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوْقِبْتُمْ بِهٖۗ وَلَىِٕنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِيْنَ
Wa in ‘±qabtum fa ‘±qibµ bimi£li m± ‘µqibtum bih(³), wa la'in ¡abartum lahuwa khairul li¡-¡±bir³n(a).
Jika kamu membalas, balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Sungguh, jika kamu bersabar, hal itu benar-benar lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
Tafsir
313. An-Nahl Ayat 127
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ
Wa¡bir wa m± ¡abruka ill± bill±hi wa l± ta¥zan ‘alaihim wa l± taku f³ «aiqim mimm± yamkurµn(a).
Bersabarlah (Nabi Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan (pertolongan) Allah, janganlah bersedih terhadap (kekufuran) mereka, dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.
Tafsir
314. An-Nahl Ayat 128
اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ ࣖ ۔
Innall±ha ma‘al-la©³nattaqau wal-la©³na hum mu¥sinµn(a).
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan yang berbuat kebaikan.
Tafsir
315. An-Najm Ayat 1
وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰىۙ
Wan-najmi i©± haw±.
Demi bintang ketika terbenam,
Tafsir
316. An-Najm Ayat 2
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰىۚ
M± «alla ¡±¥ibukum wa m± gaw±.
kawanmu (Nabi Muhammad) tidak sesat, tidak keliru,
Tafsir
317. An-Najm Ayat 3
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى
Wa m± yan¯iqu ‘anil-haw±.
dan tidak pula berucap (tentang Al-Qur’an dan penjelasannya) berdasarkan hawa nafsu(-nya).
Tafsir
318. An-Najm Ayat 4
اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ
In huwa ill± wa¥yuy yµ¥±.
Ia (Al-Qur’an itu) tidak lain, kecuali wahyu yang disampaikan (kepadanya)
Tafsir
319. An-Najm Ayat 5
عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ
‘Allamahµ syad³dul-quw±.
yang diajarkan kepadanya oleh (malaikat) yang sangat kuat (Jibril)
Tafsir
320. An-Najm Ayat 6
ذُوْ مِرَّةٍۗ فَاسْتَوٰىۙ
ªµ mirrah(tin), fastaw±.
lagi mempunyai keteguhan. Lalu, ia (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli
Tafsir
321. An-Najm Ayat 7
وَهُوَ بِالْاُفُقِ الْاَعْلٰىۗ
Wa huwa bil-ufuqil-a‘l±.
ketika dia berada di ufuk yang tinggi.
Tafsir
322. An-Najm Ayat 8
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ
¤umma dan± fa tadall±.
Dia kemudian mendekat (kepada Nabi Muhammad), lalu bertambah dekat,
Tafsir
323. An-Najm Ayat 9
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ اَوْ اَدْنٰىۚ
Fa k±na q±ba qausaini au adn±.
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
Tafsir
324. An-Najm Ayat 10
فَاَوْحٰىٓ اِلٰى عَبْدِهٖ مَآ اَوْحٰىۗ
Fa au¥± il± ‘abdih³ m± au¥±.
Lalu, dia (Jibril) menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya (Nabi Muhammad) apa yang Dia wahyukan.
Tafsir
325. An-Najm Ayat 11
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى
M± ka©abal-fu'±du m± ra'±.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
Tafsir
326. An-Najm Ayat 12
اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى
Afa tum±rµnahµ ‘al± m± yar±.
Apakah kamu (kaum musyrik Makkah) hendak membantahnya (Nabi Muhammad) tentang apa yang dilihatnya itu (Jibril)?
Tafsir
327. An-Najm Ayat 13
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Wa laqad ra'±hu nazlatan ukhr±.
Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain,
Tafsir
328. An-Najm Ayat 14
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
‘Inda sidratil-muntah±.
(yaitu ketika) di Sidratulmuntaha.
Tafsir
329. An-Najm Ayat 15
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
‘Indah± jannatul-ma'w±.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal.
Tafsir
330. An-Najm Ayat 16
اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
I© yagsyas-sidrata m± yagsy±.
(Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya.
Tafsir
331. An-Najm Ayat 17
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
M± z±gal-ba¡aru wa m± ¯ag±.
Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya).
Tafsir
332. An-Najm Ayat 18
لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى
Laqad ra'± min ±y±ti rabbihil-kubr±.
Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar.
Tafsir
333. An-Naml Ayat 79
فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ
Fatawakkal ‘alall±h(i), innaka ‘alal-¥aqqil mub³n(i).
Maka, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) berada di atas kebenaran yang nyata.
Tafsir
334. An-Naml Ayat 80
اِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاۤءَ اِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ
Innaka l± tusmi‘ul-maut± wa l± tusmi‘u¡-¡ummad-du‘±'a i©± wallau mudbir³n(a).
Sesungguhnya engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dan orang yang tuli dapat mendengar seruan apabila mereka telah berpaling ke belakang.
Tafsir
335. An-Naml Ayat 81
وَمَآ اَنْتَ بِهٰدِى الْعُمْيِ عَنْ ضَلٰلَتِهِمْۗ اِنْ تُسْمِعُ اِلَّا مَنْ يُّؤْمِنُ بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Wa m± anta bih±dil-‘umyi ‘an «al±latihim, in tusmi‘u ill± may yu'minu bi'±y±tin± fahum muslimµn(a).
Engkau bukanlah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang yang beriman pada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
Tafsir
336. An-Naml Ayat 91
اِنَّمَآ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ رَبَّ هٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِيْ حَرَّمَهَا وَلَهٗ كُلُّ شَيْءٍ وَّاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ
Innam± umirtu an a‘buda rabba h±©ihil-baldatil-la©³ ¥arramah± wa lahµ kullu syai'iw wa umirtu an akµna minal-muslim³n(a).
Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad) hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang telah menjadikannya suci dan memiliki segala sesuatu. Aku diperintahkan agar masuk ke dalam golongan orang-orang muslim.
Tafsir
337. An-Naml Ayat 92
وَاَنْ اَتْلُوَا الْقُرْاٰنَ ۚفَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
Wa an atluwal-qur'±n(a), famanihtad± fa'innam± yahtad³ linafsih(³), wa man «alla faqul innam± ana minal-mun©ir³n(a).
(Aku juga hanya diperintahkan) agar membacakan Al-Qur’an (kepada manusia). Maka, siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapatkannya untuk (kebaikan) dirinya. Siapa yang sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.”
Tafsir
338. An-Naml Ayat 93
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ سَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ فَتَعْرِفُوْنَهَاۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Wa qulil-¥amdu lill±hi sayur³kum ±y±tih³ fata‘rifµnah±, wa m± rabbuka big±filin ‘amm± ta‘malµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Segala puji bagi Allah. Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran)-Nya sehingga kamu akan mengetahuinya. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Tafsir
339. An-Nasr Ayat 1
اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ
I©± j±'a na¡rull±hi wal-fat¥(u).
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan
Tafsir
340. An-Nasr Ayat 2
وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ
Wa ra'aitan-n±sa yadkhulµna f³ d³nill±hi afw±j±(n).
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
Tafsir
341. An-Nasr Ayat 3
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ
Fasabbi¥ bi¥amdi rabbika wastagfirh(u), innahµ k±na taww±b±(n).
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.
Tafsir
342. An-Nisa' Ayat 41
فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ
Fa kaifa i©± ji'n± min kulli ummatim bisyah³diw wa ji'n± bika ‘al± h±'ul±'i syah³d±(n).
Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?
Tafsir
343. An-Nisa' Ayat 42
يَوْمَىِٕذٍ يَّوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَعَصَوُا الرَّسُوْلَ لَوْ تُسَوّٰى بِهِمُ الْاَرْضُۗ وَلَا يَكْتُمُوْنَ اللّٰهَ حَدِيْثًا ࣖ
Yauma'i©iy yawaddul-la©³na kafarµ wa ‘a¡awur-rasµla lau tusaww± bihimul-ar«(u), wa l± yaktumµnall±ha ¥ad³£±(n).
Pada hari itu orang-orang yang kufur dan mendurhakai Rasul (Nabi Muhammad) berharap seandainya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan suatu kejadian pun dari Allah.
Tafsir
344. An-Nisa' Ayat 59
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ a¯³‘ull±ha wa a¯³‘ur-rasµla wa ulil-amri minkum, fa in tan±za‘tum f³ syai'in fa ruddµ­hu ilall±hi war-rasµli in kuntum tu'minµna bill±hi wal-yaumil-±khir(i), ©±lika khairuw wa a¥sanu ta'w³l±(n).
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).
Tafsir
345. An-Nisa' Ayat 64
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
Wa m± arsaln± mir rasµlin ill± liyu¯±‘a bi'i©nill±h(i), wa lau annahum i§ §alamµ anfusahum j±'µka fastagfarull±ha wastagfara lahumur-rasµlu lawajadull±ha taww±bar ra¥³m±(n).
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka (orang-orang munafik) setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Tafsir
346. An-Nisa' Ayat 105
اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُ ۗوَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًا ۙ
Inn± anzaln± ilaikal-kit±ba bil-¥aqqi lita¥kuma bainan-n±si bim± ar±kall±h(u), wa l± takul lil-kh±'in³na kha¡³m±(n).
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak agar kamu memutuskan (perkara) di antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat.
Tafsir
347. An-Nisa' Ayat 106
وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ
Wastagfirill±h(a), innall±ha k±na gafµrar ra¥³m±(n).
Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir
348. An-Nisa' Ayat 107
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِيْنَ يَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًاۙ
Wa l± tuj±dil ‘anil-la©³na yakht±nµna anfusahum, innall±ha l± yu¥ibbu man k±na khaww±nan a£³m±(n).
Janganlah engkau (Nabi Muhammad) berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.
Tafsir
349. An-Nisa' Ayat 113
وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهٗ لَهَمَّتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْهُمْ اَنْ يُّضِلُّوْكَۗ وَمَا يُضِلُّوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَضُرُّوْنَكَ مِنْ شَيْءٍ ۗ وَاَنْزَلَ اللّٰهُ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُۗ وَكَانَ فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا
Wa lau l± fa«lull±hi ‘alaika wa ra¥matuhµ lahamma¯-¯±'ifatum minhum ay yu«illµk(a), wa m± yu«illµna ill± anfusahum wa m± ya«urrµnaka min syai'(in), wa anzalall±hu ‘alaikal-kit±ba wal-¥ikmata wa ‘allamaka m± lam takun ta‘lam(u), wa k±na fa«lull±hi ‘alaika ‘a§³m±(n).
Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Nabi Muhammad), tentu segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Akan tetapi, mereka tidak menyesatkan, kecuali dirinya sendiri dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah) kepadamu serta telah mengajarkan kepadamu apa yang tadinya belum kamu ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.
Tafsir
350. An-Nisa' Ayat 153
يَسْـَٔلُكَ اَهْلُ الْكِتٰبِ اَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتٰبًا مِّنَ السَّمَاۤءِ فَقَدْ سَاَلُوْا مُوْسٰٓى اَكْبَرَ مِنْ ذٰلِكَ فَقَالُوْٓا اَرِنَا اللّٰهَ جَهْرَةً فَاَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذٰلِكَ ۚ وَاٰتَيْنَا مُوْسٰى سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
Yas'aluka ahlul-kit±bi an tunazzila ‘alaihim kit±bam minas-sam±'i faqad sa'alµ mµs± akbara min ©±lika fa q±lµ arinall±ha jahratan fa akha©athumu¡-¡±‘iqatu bi §ulmihim, £ummattakha©ul-‘ijla mim ba‘di m± j±'athumul-bayyin±tu fa ‘afaun± ‘an ©±lik(a), wa ±tain± mµs± sul¯±nam mub³n±(n).
Ahlulkitab meminta kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar daripada itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka, petir menyambar mereka karena kezalimannya. Kemudian, mereka menjadikan anak sapi (sebagai sembahan), (padahal) telah datang kepada mereka bukti-bukti (ketauhidan) yang nyata, lalu Kami memaafkan yang demikian itu. Kami telah menganugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
Tafsir
351. An-Nisa' Ayat 163
۞ اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ
Inn± au¥ain± ilaika kam± au¥ain± il± nµ¥iw wan-nabiyy³na mim ba‘dih(³), wa au¥ain± il± ibr±h³ma wa ism±‘³la wa is¥±qa wa ya‘qµba wal-asb±¯i wa ‘³s± wa ayyµba wa yµnusa wa h±rµna wa sulaim±n(a), wa ±tain± d±wµda zabµr±(n).
Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunan(-nya), Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Kami telah memberikan (Kitab) Zabur kepada Daud.
Tafsir
352. An-Nisa' Ayat 170
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّكُمْ ۗوَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Y± ayyuhan-n±su qad j±'akumur-rasµlu bil-¥aqqi mir rabbikum fa ±minµ khairal lakum, wa in takfurµ fa inna lill±hi m± fis-sam±w±ti wal-ar«(i), wa k±nall±hu ‘al³man ¥ak³m±(n).
Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Nabi Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu. Maka, berimanlah (kepadanya). Itu lebih baik bagimu. Jika kamu kufur, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
Tafsir
353. An-Nur Ayat 54
قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَّا حُمِّلْتُمْۗ وَاِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوْاۗ وَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
Qul a¯³‘ull±ha wa a¯³‘ur-rasµl(a), fa in tawallau fa innam± ‘alaihi m± ¥ummila wa ‘alaikum m± ¥ummiltum, wa in tu¯³‘µhu tahtadµ, wa m± ‘alar rasµli illal-bal±gul-mub³n(u).
Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, sesungguhnya kewajiban Rasul (Nabi Muhammad) hanyalah apa yang dibebankan kepadanya dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.”
Tafsir
354. An-Nur Ayat 63
لَا تَجْعَلُوْا دُعَاۤءَ الرَّسُوْلِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاۤءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًاۗ قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ يَتَسَلَّلُوْنَ مِنْكُمْ لِوَاذًاۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِيْنَ يُخَالِفُوْنَ عَنْ اَمْرِهٖٓ اَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ اَوْ يُصِيْبَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
L± taj‘alµ du‘±'ar-rasµli bainakum kadu‘±'i ba‘«ikum ba‘«±(n), qad ya'lamull±hul-la©³na yatasallalµna minkum liw±©±(n), falya¥©aril-la©³na yukh±lifµna ‘an amrih³ an tu¡³bahum fitnatun au yu¡³bahum ‘a©±bun al³m(un).
Janganlah kamu menjadikan panggilan Rasul (Nabi Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya). Maka, hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Tafsir
355. Ar-Ra'd Ayat 30
كَذٰلِكَ اَرْسَلْنٰكَ فِيْٓ اُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهَآ اُمَمٌ لِّتَتْلُوَا۟ عَلَيْهِمُ الَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُوْنَ بِالرَّحْمٰنِۗ قُلْ هُوَ رَبِّيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ مَتَابِ
Ka©±lika arsaln±ka f³ ummatin qad khalat min qablih± umamul litatluwa ‘alaihimul-la©³ au¥ain± ilaika wa hum yakfurµna bir-ra¥m±n(i), qul huwa rabb³ l± il±ha ill± huw(a), ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi mat±b(i).
Seperti (pengutusan para rasul sebelummu) itulah, Kami (juga) mengutusmu (Nabi Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.”
Tafsir
356. Ar-Ra'd Ayat 36
وَالَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمِنَ الْاَحْزَابِ مَنْ يُّنْكِرُ بَعْضَهٗ ۗ قُلْ اِنَّمَآ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ وَلَآ اُشْرِكَ بِهٖ ۗاِلَيْهِ اَدْعُوْا وَاِلَيْهِ مَاٰبِ
Wal-la©³na ±tain±humul-kit±ba yafra¥µna bim± unzila ilaika wa minal-a¥z±bi may yunkiru ba‘«ah(µ), qul innam± umirtu an a‘budall±ha wa l± usyrika bih(³), ilaihi ad‘µ wa ilaihi ma'±b(i).
Orang-orang yang telah Kami berikan al-Kitab kepada mereka bergembira dengan apa (kitab) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad). Di antara golongan-golongan itu (Yahudi dan Nasrani) ada yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.”
Tafsir
357. Ar-Ra'd Ayat 37
وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّاۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَمَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَاقٍ ࣖ
Wa ka©±lika anzaln±hu ¥ukman ‘arabiyy±(n), wa la'inittaba‘ta ahw±'ahum ba‘da m± j±'aka minal-‘ilm(i), m± laka minall±hi miw waliyyiw wa l± w±q(in).
Demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) sebagai penentu hukum yang berbahasa Arab. Sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, niscaya engkau sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) pemelihara dari (siksa) Allah.
Tafsir
358. Ar-Ra'd Ayat 38
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّذُرِّيَّةً ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗلِكُلِّ اَجَلٍ كِتَابٌ
Wa laqad arsaln± rusulam min qablika wa ja‘aln± lahum azw±jaw wa ©urriyyah(tan), wa m± k±na lirasµlin ay ya'tiya bi'±yatin ill± bi'i©nill±h(i), likulli ajalin kit±b(un).
Sungguh Kami benar-benar telah mengutus para rasul sebelum engkau (Nabi Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak mungkin bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada ketentuannya.
Tafsir
359. Ar-Ra'd Ayat 43
وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَسْتَ مُرْسَلًا ۗ قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۙ وَمَنْ عِنْدَهٗ عِلْمُ الْكِتٰبِ ࣖ
Wa yaqµlul-la©³na kafarµ lasta mursal±(n), qul kaf± bill±hi syah³dam bain³ wa bainakum, wa man ‘indahµ ‘ilmul-kit±b(i).
Orang-orang yang kufur berkata, “Engkau (Nabi Muhammad) bukanlah seorang Rasul.” Katakanlah, “Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu al-Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu.”
Tafsir
360. Ar-Rum Ayat 30
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
Fa aqim wajhaka lid-d³ni ¥an³f±(n), fi¯ratall±hil-lat³ fa¯aran-n±sa ‘alaih±, l± tabd³la likhalqill±h(i), ©±likad-d³nul-qayyim(u), wa l±kinna ak£aran-n±si l± ya‘lamµn(a).
Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Tafsir
361. Ar-Rum Ayat 31
۞ مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۙ
Mun³b³na ilaihi wattaqµhu wa aq³mu¡-¡al±ta wa l± takµnµ minal-musyrik³n(a).
(Hadapkanlah wajahmu) dalam keadaan kembali (bertobat) kepada-Nya. Bertakwalah kepada-Nya, laksanakanlah salat, dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik,
Tafsir
362. Ar-Rum Ayat 43
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ يَوْمَىِٕذٍ يَّصَّدَّعُوْنَ
Fa'aqim wajhaka lid-d³nil-qayyimi min qabli ay ya'tiya yaumul l± maradda lahµ minall±hi yauma'i©iy ya¡¡adda‘µn(a).
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (kiamat) yang tidak dapat ditolak. Pada hari itu mereka terpisah-pisah.
Tafsir
363. Ar-Rum Ayat 52
فَاِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاۤءَ اِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَ
Fa innaka l± tusmi‘ul-maut± wa l± tusmi‘u¡-¡ummad-du‘±'a i©± wallau mudbir³n(a).
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati dan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan apabila mereka berpaling ke belakang.
Tafsir
364. Ar-Rum Ayat 53
وَمَآ اَنْتَ بِهٰدِ الْعُمْيِ عَنْ ضَلٰلَتِهِمْۗ اِنْ تُسْمِعُ اِلَّا مَنْ يُّؤْمِنُ بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ مُّسْلِمُوْنَ ࣖ
Wa m± anta bih±dil-‘umyi ‘an «al±latihim, in tusmi‘u ill± may yu'minu bi'±y±tin± fahum muslimµn(a).
Engkau bukanlah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang yang beriman pada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
Tafsir
365. Ar-Rum Ayat 60
فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِيْنَ لَا يُوْقِنُوْنَ ࣖ
Fa¡bir inna wa‘dall±hi ¥aqquw wa l± yastakhiffannakal-la©³na l± yµqinµn(a).
Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad)! Sesungguhnya janji Allah itu benar. Jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu membuat engkau bersedih.
Tafsir
366. As-Saff Ayat 6
وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
Wa i© q±la ‘³sabnu maryama y± ban³ isr±'³la inn³ rasµlull±hi ilaikum mu¡addiqal lim± baina yadayya minat-taur±ti wa mubasysyiram birasµliy ya't³ mim ba‘dismuhµ a¥mad(u), falamm± j±'ahum bil-bayyin±ti q±lµ h±©± si¥rum mub³n(un).
(Ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira tentang seorang utusan Allah yang akan datang setelahku yang namanya Ahmad (Nabi Muhammad).” Akan tetapi, ketika utusan itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.”
Tafsir
367. As-Saff Ayat 7
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰىٓ اِلَى الْاِسْلَامِۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Wa man a§lamu mimmaniftar± ‘alall±hil-ka©iba wa huwa yud‘± ilal-isl±m(i), wall±hu l± yahdil-qauma§-§±lim³n(a).
Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, padahal dia diseru kepada (agama) Islam? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Tafsir
368. As-Saff Ayat 8
يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْۗ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Yur³dµna liyu¯fi'µ nµrall±hi bi'afw±hihim, wall±hu mutimmu nµrih³ wa lau karihal-k±firµn(a).
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, sedangkan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.
Tafsir
369. As-Saff Ayat 9
هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ࣖ
Huwal-la©³ arsala rasµlahµ bil-hud± wa d³nil-¥aqqi liyu§hirahµ ‘alad-d³ni kullih(³), wa lau karihal-musyrikµn(a).
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
Tafsir
370. As-Saffat Ayat 36
وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ
Wa yaqµlµna a'inn± lat±rikµ ±lihatin± lisy±‘irim majnµn(in).
Mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
Tafsir
371. As-Saffat Ayat 37
بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
Bal j±'a bil-¥aqqi wa ¡addaqal-mursal³n(a).
Padahal dia (Nabi Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan para rasul (sebelumnya).
Tafsir
372. As-Saffat Ayat 171
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
Wa laqad sabaqat kalimatun± li‘ib±dinal-mursal³n(a).
Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul.
Tafsir
373. As-Saffat Ayat 172
اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَۖ
Innahum lahumul-man¡µrµn(a).
Sesungguhnya merekalah yang pasti akan mendapat pertolongan,
Tafsir
374. As-Saffat Ayat 173
وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
Wa inna jundan± lahumul-g±libµn(a).
dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.
Tafsir
375. As-Saffat Ayat 174
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
Fatawalla ‘anhum ¥att± ¥³n(in).
Maka, berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu!
Tafsir
376. As-Saffat Ayat 175
وَّاَبْصِرْهُمْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
Wa ab¡irhum, fa saufa yub¡irµn(a).
Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).
Tafsir
377. As-Saffat Ayat 176
اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
Afabi‘a©±bin± yasta‘jilµn(a).
Maka, apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
Tafsir
378. As-Saffat Ayat 177
فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ
Fa i©± nazala bis±¥atihim fa s±'a ¡ab±¥ul-mun©ar³n(a).
Apabila turun (siksaan itu) di halaman mereka, sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu.
Tafsir
379. As-Saffat Ayat 178
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
Wa tawalla ‘anhum ¥att± ¥³n(in).
Berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu.
Tafsir
380. As-Saffat Ayat 179
وَّاَبْصِرْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
Wa ab¡ir, fasaufa yub¡irµn(a).
Lihatlah (mereka)! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).
Tafsir
381. As-Saffat Ayat 180
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ
Sub¥±na rabbika rabbil-‘izzati ‘amm± ya¡ifµn(a).
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan.
Tafsir
382. As-Saffat Ayat 181
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ
Wa sal±mun ‘alal-mursal³n(a).
Selamat sejahtera bagi para rasul.
Tafsir
383. As-Saffat Ayat 182
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Wal-¥amdu lill±hi rabbil-‘±lam³n(a).
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Tafsir
384. Al-Insyirah Ayat 1
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Alam nasyra¥ laka ¡adrak(a).
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad),
Tafsir
385. Al-Insyirah Ayat 2
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ
Wa wa«a‘n± ‘anka wizrak(a).
meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu
Tafsir
386. Al-Insyirah Ayat 3
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ
Alla©³ anqa«a §ahrak(a).
yang memberatkan punggungmu,
Tafsir
387. Al-Insyirah Ayat 4
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ
Wa rafa‘n± laka ©ikrak(a).
dan meninggikan (derajat)-mu (dengan selalu) menyebut-nyebut (nama)-mu?
Tafsir
388. Al-Insyirah Ayat 5
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Fa'inna ma‘al-‘usri yusr±(n).
Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
Tafsir
389. Al-Insyirah Ayat 6
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
Inna ma‘al-‘usri yusr±(n).
Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.
Tafsir
390. Al-Insyirah Ayat 7
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ
Fa i©± faragta fan¡ab.
Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain)
Tafsir
391. Al-Insyirah Ayat 8
وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ
Wa il± rabbika fargab.
dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah!
Tafsir
392. Asy-Syu'ara' Ayat 1
طٰسۤمّۤ
°± S³m M³m.
Ṭā Sīn Mīm.
Tafsir
393. Asy-Syu'ara' Ayat 2
تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ
Tilka ±y±tul-kit±bil-mub³n(i).
Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas.
Tafsir
394. Asy-Syu'ara' Ayat 3
لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
La‘allaka b±khi‘un nafsaka all± yakµnµ mu'min³n(a).
Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.
Tafsir
395. Asy-Syu'ara' Ayat 4
اِنْ نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ اٰيَةً فَظَلَّتْ اَعْنَاقُهُمْ لَهَا خٰضِعِيْنَ
In nasya' nunazzil ‘alaihim minas-sam±'i ±yatan fa §allat a‘n±quhum lah± kh±«i‘³n(a).
Jika berkehendak, niscaya Kami turunkan bukti (mukjizat) kepada mereka dari langit sehingga tengkuk mereka selalu tunduk kepadanya.
Tafsir
396. Asy-Syu'ara' Ayat 214
وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ ۙ
Wa an©ir ‘asy³ratakal-aqrab³n(a).
Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.
Tafsir
397. Asy-Syu'ara' Ayat 215
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
Wakhfi« jan±¥aka limanittaba‘aka minal-mu'min³n(a).
Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin.
Tafsir
398. Asy-Syu'ara' Ayat 216
فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ ۚ
Fa in ‘a¡auka faqul inn³ bar³'um mimm± ta‘malµn(a).
Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Tafsir
399. Asy-Syu'ara' Ayat 217
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ ۙ
Wa tawakkal ‘alal-‘az³zir-ra¥³m(i).
Bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir
400. Asy-Syura Ayat 7
وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّتُنْذِرَ اُمَّ الْقُرٰى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيْهِ ۗفَرِيْقٌ فِى الْجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِى السَّعِيْرِ
Wa ka©±lika au¥ain± ilaika qur'±nan ‘arabiyyal litun©ira ummal-qur± wa man ¥aulah± wa tun©ira yaumal-jam‘i l± raiba f³h(i), far³qun fil-jannati wa far³qun fis-sa‘³r(i).
Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu Al-Qur’an yang berbahasa Arab agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qurā (Makkah) dan penduduk di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak diragukan keberadaannya. Segolongan masuk surga dan segolongan (lain) masuk neraka.
Tafsir
401. Asy-Syura Ayat 15
فَلِذٰلِكَ فَادْعُ ۚوَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَۚ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْۚ وَقُلْ اٰمَنْتُ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتٰبٍۚ وَاُمِرْتُ لِاَعْدِلَ بَيْنَكُمْ ۗ اَللّٰهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۗ لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۗ لَاحُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ ۗ اَللّٰهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۚوَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ۗ
Fa li©±lika fad‘(u), wastaqim kam± umirt(a), wa l± tattabi‘ ahw±'ahum, wa qul ±mantu bim± anzalall±hu min kit±b(in), wa umirtu li'a‘dila bainakum, all±hu rabbun± wa rabbukum, lan± a‘m±lun± wa lakum a‘m±lukum, l± ¥ujjata bainan± wa bainakum, all±hu yajma‘u bainan±,wa ilaihil-ma¡³r(u).
Oleh karena itu, serulah (mereka untuk beriman), tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Nabi Muhammad), dan janganlah mengikuti keinginan mereka. Katakanlah, “Aku beriman kepada kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagimu perbuatanmu. Tidak (perlu) ada pertengkaran di antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”
Tafsir
402. Asy-Syura Ayat 23
ذٰلِكَ الَّذِيْ يُبَشِّرُ اللّٰهُ عِبَادَهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ قُلْ لَّآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلَّا الْمَوَدَّةَ فِى الْقُرْبٰىۗ وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهٗ فِيْهَا حُسْنًا ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
ª±likal-la©³ yubasysyirull±hu ‘ib±dahul-la©³na ±manµ wa ‘amilu¡-¡±li¥±t(i), qul l± as'alukum ‘alaihi ajran illal-mawaddata fil-qurb±, wa may yaqtarif ¥asanatan nazid lahµ f³h± ¥usn±(n), innall±ha gafµrun syakµr(un).
Itulah (karunia) yang (dengannya) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu suatu imbalan pun atas seruanku, kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” Siapa mengerjakan kebaikan, akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Tafsir
403. Asy-Syura Ayat 24
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۚ فَاِنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يَخْتِمْ عَلٰى قَلْبِكَ ۗوَيَمْحُ اللّٰهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ ۗاِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Am yaqµlµnaftar± ‘alall±hi ka©ib±(n), fa'iy yasya'ill±hu yakhtim ‘al± qalbik(a), wa yam¥ull±hul-b±¯ila wa yu¥iqqul-¥aqqa bikalim±tih(³), innahµ ‘al³mum bi©±ti¡-¡udµr(i).
Ataukah mereka mengatakan, “Dia (Nabi Muhammad) telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah.” Jika Allah menghendaki, niscaya Dia akan mengunci hatimu. Allah menghapus yang batil dan membenarkan yang benar dengan firman-firman-Nya (Al-Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafsir
404. Asy-Syura Ayat 51
۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحْيًا اَوْ مِنْ وَّرَاۤئِ حِجَابٍ اَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا فَيُوْحِيَ بِاِذْنِهٖ مَا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ عَلِيٌّ حَكِيْمٌ
Wa m± k±na libasyarin ay yukallimahull±hu ill± wa¥yan au miw war±'i ¥ij±bin au yursila rasµlan fa yµ¥iya bi'i©nih³ m± yasy±'(u), innahµ ‘aliyyun ¥ak³m(un).
Tidak mungkin bagi seorang manusia untuk diajak berbicara langsung oleh Allah, kecuali dengan (perantaraan) wahyu, dari belakang tabir, atau dengan mengirim utusan (malaikat) lalu mewahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahatinggi lagi Mahabijaksana.
Tafsir
405. Asy-Syura Ayat 52
وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗمَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَا ۗوَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ
Wa ka©±lika au¥ain± ilaika rµ¥am min amrin±, m± kunta tadr³ mal-kit±bu wa lal-³m±nu wa l±kin ja‘aln±hu nµran nahd³ bih³ man nasy±'u min ‘ib±din±, wa innaka latahd³ il± ¡ir±¯im mustaq³m(in).
Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) rūh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami menjadikannya (Al-Qur’an) cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sesungguhnya engkau benar-benar membimbing (manusia) ke jalan yang lurus,
Tafsir
406. Asy-Syura Ayat 53
صِرَاطِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ اَلَآ اِلَى اللّٰهِ تَصِيْرُ الْاُمُوْرُ ࣖ
¢ir±¯ill±hil-la©³ lahµ m± fis-sam±w±ti wa m± fil-ar«(i), al± ilall±hi ta¡³rul-umµr(u).
(yaitu) jalan Allah yang milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ketahuilah (bahwa) kepada Allahlah segala urusan kembali!
Tafsir
407. At-Talaq Ayat 10
اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِۛ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۛ قَدْ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكُمْ ذِكْرًاۙ
A‘addall±hu lahum ‘a©±ban syad³dan fattaqull±ha y± ulil-alb±b(i) - alla©³na ±manµ - qad anzalall±hu ilaikum ©ikr±(n).
Allah telah menyediakan azab yang sangat pedih bagi mereka. Maka, bertakwalah kepada Allah, wahai ululalbab (orang-orang yang berakal sehat, berhati bersih, dan cerdas,) (yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepadamu
Tafsir
408. At-Talaq Ayat 11
رَّسُوْلًا يَّتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ مُبَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُّدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ قَدْ اَحْسَنَ اللّٰهُ لَهٗ رِزْقًا
Rasµlay yatlµ ‘alaikum ±y±till±hi mubayyin±til liyukhrijal-la©³na ±manµ wa ‘amilu¡-¡±li¥±ti mina§-§ulum±ti ilan-nµr(i), wa may yu'mim bill±hi wa ya‘mal ¡±li¥ay yudkhilhu jann±tin tajr³ min ta¥tihal-anh±ru kh±lid³na f³h± abad±(n), qad a¥sanall±hu lahµ rizq±(n).
(berupa) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum) agar dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari kegelapan kepada cahaya. Siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya akan Dia masukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah telah menganugerahkan rezeki yang baik kepadanya.
Tafsir
409. At-Taubah Ayat 33
هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
Huwal-la©³ arsala rasµlahµ bil-hud± wa d³nil-¥aqqi liyu§hirahµ ‘alad-d³ni kullih(³), wa lau karihal-musyrikµn(a).
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkannya atas semua agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
Tafsir
410. At-Taubah Ayat 40
اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Ill± tan¡urµhu faqad na¡arahull±hu i© akhrajahul-la©³na kafarµ £±niya£naini i© hum± fil-g±ri i© yaqµlu li¡±¥ibih³ l± ta¥zan innall±ha ma‘an±, fa anzalall±hu sak³natahµ ‘alaihi wa ayyadahµ bijunµdil lam tarauh± wa ja‘ala kalimatal-la©³na kafarus-sufl±, wa kalimatull±hi hiyal-‘uly±, wall±hu ‘az³zun ¥ak³m(un).
Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah), sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka, Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Nabi Muhammad), memperkuatnya dengan bala tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu seruan yang paling rendah. (Sebaliknya,) firman Allah itulah yang paling tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Tafsir
411. At-Taubah Ayat 50
اِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۚ وَاِنْ تُصِبْكَ مُصِيْبَةٌ يَّقُوْلُوْا قَدْ اَخَذْنَآ اَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَّهُمْ فَرِحُوْنَ
In tu¡ibka ¥asanatun tasu'hum, wa in tu¡ibka mu¡³batuy yaqµlµ qad akha©n± amran± min qablu wa yatawallau wa hum fari¥µn(a).
Jika engkau (Nabi Muhammad) mendapat kebaikan (maka) itu menyakitkan mereka. Akan tetapi, jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (dengan tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira.
Tafsir
412. At-Taubah Ayat 51
قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Qul lay yu¡³ban± ill± m± kataball±hu lan±, huwa maul±n± wa ‘alall±hi falyatawakkalil-mu'minµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
Tafsir
413. At-Taubah Ayat 52
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُوْنَ بِنَآ اِلَّآ اِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِۗ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ اَنْ يُّصِيْبَكُمُ اللّٰهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِنْدِهٖٓ اَوْ بِاَيْدِيْنَاۖ فَتَرَبَّصُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ مُّتَرَبِّصُوْنَ
Qul hal tarabba¡µna bin± ill± i¥dal-¥usnayain(i), wa na¥nu natarabba¡u bikum ay yu¡³bakumull±hu bi‘a©±bim min ‘indih³ au bi'aid³n±, fa tarabba¡µ inn± ma‘akum mutarabbi¡µn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu (kedatangannya) bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). (Sebaliknya,) kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya atau (azab) melalui tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.”
Tafsir
414. At-Taubah Ayat 61
وَمِنْهُمُ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ النَّبِيَّ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ اُذُنٌ ۗقُلْ اُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ رَسُوْلَ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Wa minhumul-la©³na yu'©µnan nabiyya wa yaqµlµna huwa u©un(un), qul u©unu khairil lakum yu'minu bill±hi wa yu'minu lil-mu'min³na wa ra¥matul lil-la©³na ±manµ minkum, wal-la©³na yu'©µna rasµlall±hi lahum ‘a©±bun al³m(un).
Di antara mereka (kaum munafik) ada orang-orang yang menyakiti Nabi (Muhammad) dan mengatakan, “Dia adalah telinga (yang menampung dan memercayai semua apa yang didengarnya tanpa seleksi).” Katakanlah, “(Nabi Muhammad adalah) telinga yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, memercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Orang-orang yang menyakiti Rasulullah bagi mereka azab yang sangat pedih.
Tafsir
415. At-Taubah Ayat 113
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْٓا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
M± k±na lin-nabiyyi wal-la©³na ±manµ ay yastagfirµ lil-musyrik³na wa lau k±nµ ul³ qurb± mim ba‘di m± tabayyana lahum annahum a¡¥±bul-ja¥³m(i).
Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun mereka ini kerabat(-nya), setelah jelas baginya bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni (neraka) Jahim.
Tafsir
416. At-Taubah Ayat 114
وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ اِلَّا عَنْ مَّوْعِدَةٍ وَّعَدَهَآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗٓ اَنَّهٗ عَدُوٌّ لِّلّٰهِ تَبَرَّاَ مِنْهُۗ اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَاَوَّاهٌ حَلِيْمٌ
Wa m± k±nastigf±ru ibr±h³ma li'ab³hi ill± ‘am mau‘idatiw wa‘adah± iyy±h(u), falamm± tabayyana lahµ annahµ ‘aduwwul lill±hi tabarra'a minh(u), inna ibr±h³ma la'aww±hun ¥al³m(un).
Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka, ketika jelas baginya (Ibrahim) bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Ibrahim) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
Tafsir
417. At-Taubah Ayat 117
لَقَدْ تَّابَ اللّٰهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ فِيْ سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيْغُ قُلُوْبُ فَرِيْقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّهٗ بِهِمْ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ۙ
Laqat t±ball±hu ‘alan-nabiyyi wal-muh±jir³na wal-an¡±ril-la©³nattaba‘µhu f³ s±‘atil-‘usrati mim ba‘di m± k±da yaz³gu qulµbu far³qim minhum £umma t±ba ‘alaihim, innahµ bihim ra'µfur ra¥³m(un).
Sungguh, Allah benar-benar telah menerima tobat Nabi serta orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar yang mengikutinya pada masa-masa sulit setelah hati sekelompok dari mereka hampir berpaling (namun) kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.
Tafsir
418. At-Taubah Ayat 128
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Laqad j±'akum rasµlum min anfusikum ‘az³zun ‘alaihi m± ‘anittum ¥ar³¡un ‘alaikum bil-mu'min³na ra'µfur ra¥³m(un).
Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Tafsir
419. At-Taubah Ayat 129
فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ࣖ
Fa in tawallau faqul ¥asbiyall±hu l± il±ha ill± huw(a), ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arsyil-‘a§³m(i).
Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung.”
Tafsir
420. At-Tur Ayat 29
فَذَكِّرْ فَمَآ اَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَّلَا مَجْنُوْنٍۗ
Fa ©akkir fam± anta bini‘mati rabbika bik±hiniw wa l± majnµn(in).
(Wahai Nabi Muhammad,) teruslah menyampaikan peringatan karena berkat nikmat Tuhanmulah, engkau bukan seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila!
Tafsir
421. At-Tur Ayat 30
اَمْ يَقُوْلُوْنَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهٖ رَيْبَ الْمَنُوْنِ
Am yaqµlµna sy±‘irun natarabba¡u bih³ raibal-manµn(i).
Bahkan, mereka (orang musyrik Makkah) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”
Tafsir
422. At-Tur Ayat 31
قُلْ تَرَبَّصُوْا فَاِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُتَرَبِّصِيْنَۗ
Qul tarabba¡µ fa inn³ ma‘akum minal-mutarabbi¡³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersamamu.”
Tafsir
423. At-Tur Ayat 32
اَمْ تَأْمُرُهُمْ اَحْلَامُهُمْ بِهٰذَآ اَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
Am ta'muruhum a¥l±muhum bih±©± am hum qaumun ¯±gµn(a).
Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini atau apakah mereka kaum yang melampaui batas?
Tafsir
424. At-Tur Ayat 33
اَمْ يَقُوْلُوْنَ تَقَوَّلَهٗۚ بَلْ لَّا يُؤْمِنُوْنَۚ
Am yaqµlµna taqawwalah(µ), bal l± yu'minµn(a).
Bahkan, apakah mereka (juga) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) mereka-rekanya?” Tidak! Merekalah yang tidak beriman.
Tafsir
425. At-Tur Ayat 48
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُۙ
Wa¡bir li¥ukmi rabbika fa innaka bi'a‘yunin± wa sabbi¥ bi¥amdi rabbika ¥³na taqµm(u).
Bersabarlah (Nabi Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami! Bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu ketika engkau bangun!
Tafsir
426. At-Tur Ayat 49
وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاِدْبَارَ النُّجُوْمِ ࣖ
Wa minal-laili fa sabbi¥hu wa idb±ran-nujµm(i).
Bertasbihlah kepada-Nya pada sebagian malam dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang (waktu fajar).
Tafsir
427. Az-Zukhruf Ayat 31
وَقَالُوْا لَوْلَا نُزِّلَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ عَلٰى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيْمٍ
Wa q±lµ lau l± nuzzila h±©al-qur'±nu ‘al± rajulim minal-qaryataini ‘a§³m(in).
Mereka (juga) berkata, “Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada (salah satu) pembesar dari dua negeri ini (Makkah dan Taif)?”
Tafsir
428. Az-Zukhruf Ayat 40
اَفَاَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ اَوْ تَهْدِى الْعُمْيَ وَمَنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Afa anta tusmi‘u¡-¡umma au tahdil-‘umya wa man k±na f³ «al±lim mub³n(in).
Maka, apakah engkau (Nabi Muhammad) dapat menjadikan orang-orang yang tuli bisa mendengar (kebenaran) atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
Tafsir
429. Az-Zukhruf Ayat 41
فَاِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَاِنَّا مِنْهُمْ مُّنْتَقِمُوْنَۙ
Fa imm± na©habanna bika fa inn± minhum muntaqimµn(a).
Maka, sungguh jika Kami benar-benar mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), sesungguhnya kepada mereka Kami akan (tetap) memberikan balasan.
Tafsir
430. Az-Zukhruf Ayat 42
اَوْ نُرِيَنَّكَ الَّذِيْ وَعَدْنٰهُمْ فَاِنَّا عَلَيْهِمْ مُّقْتَدِرُوْنَ
Au nuriyannakal-la©³ wa‘adn±hum fa'inn± ‘alaihim muqtadirµn(a).
Atau, benar-benar Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Sesungguhnya Kami Maha Berkuasa atas mereka.
Tafsir
431. Az-Zukhruf Ayat 43
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِيْٓ اُوْحِيَ اِلَيْكَ ۚاِنَّكَ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Fastamsik bil-la©³ µ¥iya ilaik(a), innaka ‘al± ¡ir±¯im mustaq³m(in).
Maka, berpegang teguhlah pada (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya engkau berada di jalan yang lurus.
Tafsir
432. Az-Zukhruf Ayat 44
وَاِنَّهٗ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۚوَسَوْفَ تُسْـَٔلُوْنَ
Wa innahµ la©ikrul laka wa liqaumik(a), wa saufa tus'alµn(a).
Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) benar-benar merupakan kemuliaan bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan dimintai pertanggungjawaban.
Tafsir
433. Az-Zukhruf Ayat 45
وَسْـَٔلْ مَنْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ ۖ اَجَعَلْنَا مِنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ اٰلِهَةً يُّعْبَدُوْنَ ࣖ
Was'al man arsaln± min qablika mir rusulin±, aja‘aln± min dµnir-ra¥m±ni ±lihatay yu‘badµn(a).
Tanyakanlah (Nabi Muhammad) kepada (pengikut) rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menjadikan selain (Allah) yang Maha Pengasih sebagai tuhan-tuhan yang disembah?”
Tafsir
434. Az-Zukhruf Ayat 88
وَقِيْلِهٖ يٰرَبِّ اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ قَوْمٌ لَّا يُؤْمِنُوْنَۘ
Wa q³lih³ y± rabbi inna h±'ul±'i qaumul l± yu'minµn(a).
Demi (kebenaran) ucapannya (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.”
Tafsir
435. Az-Zukhruf Ayat 89
فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلٰمٌۗ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ ࣖ
Fa¡fa¥ ‘anhum wa qul sal±m(un), fa saufa ya‘lamµn(a).
Maka, berpalinglah dari mereka dan katakanlah, “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasibnya yang buruk).
Tafsir
436. Az-Zumar Ayat 11
قُلْ اِنِّيْٓ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ
Qul inn³ umirtu an a‘budall±ha mukhli¡al lahud-d³n(a).
Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.
Tafsir
437. Az-Zumar Ayat 12
وَاُمِرْتُ لِاَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ الْمُسْلِمِيْنَ
Wa umirtu li'an akµna awwalal-muslim³n(a).
Aku diperintahkan untuk menjadi orang pertama (dari umatnya) yang berserah diri (kepada Allah).”
Tafsir
438. Az-Zumar Ayat 13
قُلْ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Qul inn³ akh±fu in ‘a¡aitu rabb³ ‘a©±ba yaumin ‘a§³m(in).
Katakanlah, “Sesungguhnya aku takut azab pada hari yang besar (kiamat) jika aku durhaka kepada Tuhanku.”
Tafsir
439. Az-Zumar Ayat 14
قُلِ اللّٰهَ اَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهٗ دِيْنِيْۚ
Qulill±ha a‘budu mukhli¡al lahµ d³n³.
Katakanlah, “Hanya Allah yang aku sembah dengan mengikhlaskan ketaatanku kepada-Nya.”
Tafsir
440. Az-Zumar Ayat 15
فَاعْبُدُوْا مَا شِئْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖۗ قُلْ اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَاَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اَلَا ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ
Fa‘budµ m± syi'tum min dµnih(³), qul innal-kh±sir³nal-la©³na khasirµ anfusahum wa ahl³him yaumal-qiy±mah(ti), al± ©±lika huwal-khusr±nul-mub³n(u).
Maka, sembahlah sesukamu selain Dia (wahai orang-orang musyrik!) Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
Tafsir
441. Az-Zumar Ayat 31
ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُوْنَ ࣖ ۔
¤umma innakum yaumal-qiy±mati ‘inda rabbikum takhta¡imµn(a).
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
Tafsir
442. Az-Zumar Ayat 33
وَالَّذِيْ جَاۤءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
Wal-la©³ j±'a bi¡-¡idqi wa ¡addaqa bih³ ul±'ika humul-muttaqµn(a).
Orang yang membawa kebenaran (Nabi Muhammad) dan yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Tafsir
443. Az-Zumar Ayat 39
قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ ۚفَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ
Qul y± qaumi‘malµ ‘al± mak±natikum inn³ ‘±mil(un), fa saufa ta‘lamµn(a).
Katakanlah, “Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu! Sesungguhnya aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui
Tafsir
444. Az-Zumar Ayat 40
مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ
May ya't³hi ‘a©±buy yukhz³hi wa ya¥illu ‘alaihi ‘a©±bum muq³m(un).
siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal.”
Tafsir
445. Az-Zumar Ayat 41
اِنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ ࣖ
Inn± anzaln± ‘alaikal-kit±ba lin-n±si bil-¥aqq(i), fa manihtad± fa linafsih(³), wa man «alla fa innam± ya«illu ‘alaih±, wa m± anta ‘alaihim biwak³l(in).
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) untuk (seluruh) manusia dengan hak. Siapa yang mendapat petunjuk, (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri. Engkau bukanlah penanggung jawab mereka.
Tafsir
446. Az-Zumar Ayat 64
قُلْ اَفَغَيْرَ اللّٰهِ تَأْمُرُوْۤنِّيْٓ اَعْبُدُ اَيُّهَا الْجٰهِلُوْنَ
Qul afagairall±hi ta'murµnn³ a‘budu ayyuhal-j±hilµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu menyuruhku (untuk) menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?”
Tafsir
447. Az-Zumar Ayat 65
وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Wa laqad µ¥iya ilaika wa ilal-la©³na min qablik(a), la'in asyrakta laya¥ba¯anna ‘amaluka wa latakµnanna minal-kh±sir³n(a).
Sungguh, benar-benar telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.
Tafsir
448. Az-Zumar Ayat 66
بَلِ اللّٰهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ
Balill±ha fa‘bud wa kum minasy-sy±kir³n(a).
Oleh karena itu, sembahlah Allah (saja) dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”
Tafsir
449. Az-Zumar Ayat 67
وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖ ۗسُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Wa m± qadarull±ha ¥aqqa qadrih(³), wal-ar«u jam³‘an qab«atuhµ yaumal-qiy±mati was-sam±w±tu ma¯wiyy±tum biyam³nih(³), sub¥±nahµ wa ta‘±l± ‘amm± yusyrikµn(a).
Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya. Padahal, bumi seluruhnya (ada dalam) genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Tafsir
450. Fatir Ayat 23
اِنْ اَنْتَ اِلَّا نَذِيْرٌ
In anta ill± na©³r(un).
Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.
Tafsir
451. Fatir Ayat 24
اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا ۗوَاِنْ مِّنْ اُمَّةٍ اِلَّا خَلَا فِيْهَا نَذِيْرٌ
Inn± arsaln±ka bil-¥aqqi basy³raw wa na©³r±(n), wa im min ummatin ill± khal± f³h± na©³r(un).
Sesungguhnya Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Tidak ada satu umat pun, kecuali telah datang kepadanya seorang pemberi peringatan.
Tafsir
452. Fussilat Ayat 33
وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Wa man a¥sanu qaulam mimman da‘± ilall±hi wa ‘amila ¡±li¥aw wa q±la innan³ minal-muslim³n(a).
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”
Tafsir
453. Fussilat Ayat 34
وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
Wa l± tastawil-¥asanatu wa las-sayyi'ah(tu), idfa‘ bil-lat³ hiya a¥sanu fa'i©al-la©³ bainaka wa bainahµ ‘ad±watun ka'annahµ waliyyun ¥am³m(un).
Tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan perilaku yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan denganmu serta-merta menjadi seperti teman yang sangat setia.
Tafsir
454. Fussilat Ayat 35
وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
Wa m± yulaqq±h± illal-la©³na ¡abarµ, wa m± yulaqq±h± ill± ©µ ¥a§§in ‘a§³m(in).
(Sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak (pula) dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
Tafsir
455. Fussilat Ayat 36
وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Wa imm± yanzagannaka minasy-syai¯±ni nazgun fasta‘i© bill±h(i), innahµ huwas-sam³‘ul-‘al³m(u).
Jika setan sungguh-sungguh menggodamu dengan halus (untuk meninggalkan perilaku baik itu), maka berlindunglah kepada Allah! Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir
456. Hud Ayat 109
فَلَا تَكُ فِيْ مِرْيَةٍ مِّمَّا يَعْبُدُ هٰٓؤُلَاۤءِ ۗمَا يَعْبُدُوْنَ اِلَّا كَمَا يَعْبُدُ اٰبَاۤؤُهُمْ مِّنْ قَبْلُ ۗوَاِنَّا لَمُوَفُّوْهُمْ نَصِيْبَهُمْ غَيْرَ مَنْقُوْصٍ ࣖ
Fal± taku f³ miryatim mimm± ya‘budu h±'ul±'(i), m± ya‘budµna ill± kam± ya‘budu ±b±'uhum min qabl(u), wa inn± lamuwaffµhum na¡³bahum gaira manqµ¡(in).
Maka, janganlah engkau (Nabi Muhammad) ragu-ragu tentang (kebatilan) apa yang mereka sembah. Mereka tiada lain hanya menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu. Kami pasti akan menyempurnakan balasan mereka tanpa dikurangi sedikit pun.
Tafsir
457. Hud Ayat 112
فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Fastaqim kam± umirta wa man t±ba ma‘aka wa l± ta¯gau, innahµ bim± ta‘malµna ba¡³r(un).
Maka, tetaplah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (Nabi Muhammad) telah diperintahkan. Begitu pula orang yang bertobat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Tafsir
458. Hud Ayat 113
وَلَا تَرْكَنُوْٓا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Wa l± tarkanµ ilal-la©³na §alamµ fa tamassakumun-n±r(u), wa m± lakum min dµnill±hi min auliy±'a £umma l± tun¡arµn(a).
Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim sehingga menyebabkan api neraka menyentuhmu, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.
Tafsir
459. Hud Ayat 114
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ
Wa aqimi¡-¡al±ta ¯arafayin-nah±ri wa zulafam minal-lail(i), innal-¥asan±ti yu©hibnas-sayyi'±t(i), ©±lika ©ikr± li©-©±kir³n(a).
Dirikanlah salat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).
Tafsir
460. Hud Ayat 115
وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
Wa¡bir fa innall±ha l± yu«³‘u ajral-mu¥sin³n(a).
Bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.
Tafsir
461. Maryam Ayat 97
فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَتُنْذِرَ بِهٖ قَوْمًا لُّدًّا
Fa innam± yassarn±hu bilis±nika litubasysyira bihil-muttaq³na wa tun©ira bih³ qaumal ludd±(n).
Sesungguhnya Kami telah memudahkan (Al-Qur’an) itu dengan bahasamu (Nabi Muhammad) agar dengannya engkau memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa dan memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.
Tafsir
462. Muhammad Ayat 33
۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَلَا تُبْطِلُوْٓا اَعْمَالَكُمْ
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ a¯³‘ull±ha wa a¯³‘ur-rasµla wa l± tub¯ilµ a‘m±lakum.
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta jangan batalkan amal-amalmu!
Tafsir
463. Qaf Ayat 39
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوْبِ
Fa¡bir ‘al± m± yaqµlµna wa sabbi¥ bi¥amdi rabbika qabla ¯ulµ‘isy-syamsi wa qablal-gurµb(i).
Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari.
Tafsir
464. Qaf Ayat 40
وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاَدْبَارَ السُّجُوْدِ
Wa minal-laili fasabbi¥hu wa adb±ras-sujµd(i).
Bertasbihlah pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai salat.
Tafsir
465. Qaf Ayat 45
نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَقُوْلُوْنَ وَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍۗ فَذَكِّرْ بِالْقُرْاٰنِ مَنْ يَّخَافُ وَعِيْدِ ࣖ
Na¥nu a‘lamu bim± yaqµlµna wa m± anta ‘alaihim bijabb±r(in), fa©akkir bil-qur'±ni may yakh±fu wa‘³d(i).
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan engkau (Nabi Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka, berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku.
Tafsir
466. Saba' Ayat 28
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Wa m± arsaln±ka ill± k±ffatal lin-n±si basy³raw wa na©³raw wa l±kinna ak£aran-n±si l± ya‘lamµn(a).
Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
Tafsir
467. Saba' Ayat 46
۞ قُلْ اِنَّمَآ اَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍۚ اَنْ تَقُوْمُوْا لِلّٰهِ مَثْنٰى وَفُرَادٰى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوْاۗ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِّنْ جِنَّةٍۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ لَّكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ
Qul innam± a‘i§ukum biw±¥idah(tin), an taqµmµ lill±hi ma£n± wa fur±d± £umma tatafakkarµ, m± bi¡±¥ibikum min jinnah(tin), in huwa ill± na©³rul lakum baina yadai ‘a©±bin syad³d(in).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku hendak menasihatimu dengan satu hal saja, (yaitu) agar kamu bangkit karena Allah, baik berdua-dua maupun sendiri-sendiri, kemudian memikirkan (perihal Nabi Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu bahwa di hadapanmu ada azab yang keras.”
Tafsir
468. Saba' Ayat 47
قُلْ مَا سَاَلْتُكُمْ مِّنْ اَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Qul m± sa'altukum min ajrin fahuwa lakum, in ajriya ill± ‘alall±h(i), wa huwa ‘al± kulli syai'in syah³d(un).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Imbalan yang aku minta kepadamu (dari dakwah ini) hanya untuk kamu (sendiri). Imbalanku hanyalah dari Allah dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu.”
Tafsir
469. Saba' Ayat 48
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَقْذِفُ بِالْحَقِّۚ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
Qul inna rabb³ yaq©ifu bil-¥aqq(i), ‘all±mul-guyµb(i).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melempar (kebatilan) dengan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib.”
Tafsir
470. Saba' Ayat 49
قُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيْدُ
Qul j±'al-¥aqqu wa m± yubdi'ul-b±¯ilu wa m± yu‘³d(u).
Katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.”
Tafsir
471. Saba' Ayat 50
قُلْ اِنْ ضَلَلْتُ فَاِنَّمَآ اَضِلُّ عَلٰى نَفْسِيْۚ وَاِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوْحِيْٓ اِلَيَّ رَبِّيْۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ
Qul in «alaltu fa'innam± a«illu ‘al± nafs³, wa inihtadaitu fabim± yµ¥³ ilayya rabb³, innahµ sam³‘un qar³b(un).
Katakanlah, “Jika aku sesat, sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri dan jika aku mendapat petunjuk, hal itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat.”
Tafsir
472. Sad Ayat 4
وَعَجِبُوْٓا اَنْ جَاۤءَهُمْ مُّنْذِرٌ مِّنْهُمْ ۖوَقَالَ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا سٰحِرٌ كَذَّابٌۚ
Wa ‘ajibµ an j±'ahum mun©irum minhum, wa q±lal-k±firµna h±©± s±¥irun ka©©±b(un).
Mereka heran karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka. Orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta.
Tafsir
473. Sad Ayat 5
اَجَعَلَ الْاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ
Aja‘alal-±lihata il±haw w±¥id±(n), inna h±©± lasyai'un ‘uj±b(un).
Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.”
Tafsir
474. Sad Ayat 65
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مُنْذِرٌ ۖوَّمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Qul innam± ana mun©ir(un), wa m± min il±hin illall±hul-w±¥idul-qahh±r(u).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan,
Tafsir
475. Sad Ayat 66
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
Rabbus-sam±w±ti wal-ar«i wa m± bainahumal-‘az³zul-gaff±r(u).
(yaitu,) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.”
Tafsir
476. Sad Ayat 67
قُلْ هُوَ نَبَؤٌا عَظِيْمٌۙ
Qul huwa naba'un ‘a§³m(un).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ia (Al-Qur’an) adalah berita besar.
Tafsir
477. Sad Ayat 68
اَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُوْنَ
Antum ‘anhu mu‘ri«µn(a).
Kamu berpaling darinya.
Tafsir
478. Sad Ayat 69
مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍۢ بِالْمَلَاِ الْاَعْلٰٓى اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
M± k±na liya min ‘ilmim bil-mala'il-a‘l± i© yakhta¡imµn(a).
Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang malaikat langit ketika mereka berbantah-bantahan.
Tafsir
479. Sad Ayat 70
اِنْ يُّوْحٰىٓ اِلَيَّ اِلَّآ اَنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Iy yµ¥± ilayya ill± annam± ana na©³rum mub³n(un).
Tidaklah diwahyukan kepadaku, kecuali aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.”
Tafsir
480. Taha Ayat 130
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى
Fa¡bir ‘al± m± yaqµlµna wa sabbi¥ bi¥amdi rabbika qabla ¯ulµ‘isy-syamsi wa qabla gurµbih±, wa min ±n±'il-laili fa sabbi¥ wa a¯r±fan-nah±ri la‘allaka tar«±.
Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.
Tafsir
481. Taha Ayat 131
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى
Wa l± tamuddanna ‘ainaika il± m± matta‘n± bih³ azw±jam minhum zahratal-¥ay±tid-dun-y±, linaftinahum f³h(i), wa rizqu rabbika khairuw wa abq±.
Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandangan matamu pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
Tafsir
482. Taha Ayat 132
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
Wa'mur ahlaka bi¡-¡al±ti wa¡¯abir ‘alaih±, l± nas'aluka rizq±(n), na¥nu narzuquk(a), wal-‘±qibatu lit-taqw±.
Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
Tafsir
483. Taha Ayat 133
وَقَالُوْا لَوْلَا يَأْتِيْنَا بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّهٖۗ اَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰى
Wa q±lµ lau l± ya't³n± bi'±yatim mir rabbih(³), awalam ta'tihim bayyinatu m± fi¡-¡u¥ufil-µl±.
Mereka berkata, “Mengapa dia (Nabi Muhammad) tidak membawa tanda (mukjizat) kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti nyata yang tersebut di dalam kitab-kitab terdahulu?
Tafsir
484. Taha Ayat 134
وَلَوْ اَنَّآ اَهْلَكْنٰهُمْ بِعَذَابٍ مِّنْ قَبْلِهٖ لَقَالُوْا رَبَّنَا لَوْلَآ اَرْسَلْتَ اِلَيْنَا رَسُوْلًا فَنَتَّبِعَ اٰيٰتِكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ نَّذِلَّ وَنَخْزٰى
Wa lau ann± ahlakn±hum bi‘a©±bim min qablih³ laq±lµ rabban± lau l± arsalta ilain± rasµlan fa nattabi‘a ±y±tika min qabli an na©illa wa nakhz±.
Seandainya Kami binasakan mereka dengan suatu siksaan sebelum (bukti itu datang), tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”
Tafsir
485. Taha Ayat 135
قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوْاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ اَصْحٰبُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ وَمَنِ اهْتَدٰى ࣖ ۔
Qul kullum mutarabbi¡un fa tarabba¡µ, fa sata‘lamµna man a¡¥±bu¡-¡ir±¯is-sawiyyi wa manihtad±.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Setiap (kita) menanti, maka menantilah! Kelak kamu akan mengetahui siapa yang berada di jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”
Tafsir
486. Yasin Ayat 1
يٰسۤ ۚ
Y± s³n.
Yā Sīn.
Tafsir
487. Yasin Ayat 2
وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ
Wal-qur'±nil-¥ak³m(i).
Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah,
Tafsir
488. Yasin Ayat 3
اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ
Innaka laminal-mursal³n(a).
sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar salah seorang dari rasul-rasul
Tafsir
489. Yasin Ayat 4
عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ
‘Al± ¡ir±¯im mustaq³m(in).
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
Tafsir
490. Yasin Ayat 5
تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ
Tanz³lal-‘az³zir-ra¥³m(i).
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang,
Tafsir
491. Yasin Ayat 6
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ
Litun©ira qaumam m± un©ira ±b±'uhum fahum g±filµn(a).
agar engkau (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum pernah diberi peringatan, sehingga mereka lalai.
Tafsir
492. Yasin Ayat 69
وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗ ۗاِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌ ۙ
Wa m± ‘allamn±husy-syi‘ra wa m± yambag³ lah(µ), in huwa ill± ©ikruw wa qur'±num mub³n(un).
Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Nabi Muhammad) dan (bersyair) itu tidaklah pantas baginya. (Wahyu yang Kami turunkan kepadanya) itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur’an yang jelas
Tafsir
493. Yasin Ayat 70
لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
Liyun©ira man k±na ¥ayyaw wa ya¥iqqal-qaulu ‘alal-k±fir³n(a).
agar dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir itu menjadi pasti.
Tafsir
494. Yunus Ayat 2
اَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا اَنْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى رَجُلٍ مِّنْهُمْ اَنْ اَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ الْكٰفِرُوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ مُّبِيْنٌ
Ak±na lin-n±si ‘ajaban an au¥ain± il± rajulim minhum an an©irin-n±sa wa basysyiril-la©³na ±manµ anna lahum qadama ¡idqin ‘inda rabbihim, q±lal-k±firµna inna h±©± las±¥irum mub³n(un).
Pantaskah menjadi suatu keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka (yaitu), “Berilah peringatan kepada manusia dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.” Orang-orang kafir berkata, “Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) ini benar-benar seorang penyihir yang nyata.”
Tafsir
495. Yunus Ayat 15
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيَاتُنَا بَيِّنٰتٍۙ قَالَ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا ائْتِ بِقُرْاٰنٍ غَيْرِ هٰذَآ اَوْ بَدِّلْهُ ۗ قُلْ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اُبَدِّلَهٗ مِنْ تِلْقَاۤئِ نَفْسِيْ ۚاِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ ۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Wa i©± tutl± ‘alaihim ±y±tun± bayyin±t(in), q±lal-la©³na l± yarjµna liq±'ana'ti biqur'±nin gairi h±©± au baddilh(u), qul m± yakµnu l³ an ubaddilahµ min tilq±'i nafs³, in attabi‘u ill± m± yµ¥± ilayy(a), inn³ akh±fu in ‘a¡aitu rabb³ ‘a©±ba yaumin ‘a§³m(in).
Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami secara jelas, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, “Datangkanlah kitab selain Al-Qur’an ini atau gantilah!” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku tidak mengikuti, kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang dahsyat jika mendurhakai Tuhanku.”
Tafsir
496. Yunus Ayat 16
قُلْ لَّوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا تَلَوْتُهٗ عَلَيْكُمْ وَلَآ اَدْرٰىكُمْ بِهٖ ۖفَقَدْ لَبِثْتُ فِيْكُمْ عُمُرًا مِّنْ قَبْلِهٖۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Qul lau sy±'all±hu m± talautuhµ ‘alaikum wa l± adr±kum bih(³), faqad labi£tu f³kum ‘umuram min qablih(³), afal± ta‘qilµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu. Sungguh, aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Al-Qur’an). Apakah kamu tidak mengerti?”
Tafsir
497. Yunus Ayat 17
فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُوْنَ
Faman a§lamu mimmaniftar± ‘alall±hi ka©iban au ka©©aba bi'±y±tih(³), innahµ l± yufli¥ul-mujrimµn(a).
Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya para pendurhaka itu tidak akan beruntung.
Tafsir
498. Yunus Ayat 41
وَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَكُمْ عَمَلُكُمْۚ اَنْتُمْ بَرِيْۤـُٔوْنَ مِمَّآ اَعْمَلُ وَاَنَا۠ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
Wa in ka©©abµka faqul l³ ‘amal³ wa lakum ‘amalukum, antum bar³'µna mimm± a‘malu wa ana bar³'um mimm± ta‘malµn(a).
Jika mereka mendustakanmu (Nabi Muhammad), katakanlah, “Bagiku perbuatanku dan bagimu perbuatanmu. Kamu berlepas diri dari apa yang aku perbuat dan aku pun berlepas diri dari apa yang kamu perbuat.”
Tafsir
499. Yunus Ayat 42
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَۗ اَفَاَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوْا لَا يَعْقِلُوْنَ
Wa minhum may yastami‘µna ilaik(a), afa anta tusmi‘u¡-¡umma wa lau k±nµ l± ya‘qilµn(a).
Di antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau (Nabi Muhammad). Apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti?
Tafsir
500. Yunus Ayat 43
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْظُرُ اِلَيْكَۗ اَفَاَنْتَ تَهْدِى الْعُمْيَ وَلَوْ كَانُوْا لَا يُبْصِرُوْنَ
Wa minhum may yan§uru ilaik(a), afa anta tahdil-‘umya wa lau k±nµ l± yub¡irµn(a).
Di antara mereka ada orang yang melihat kepada engkau. Apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak melihat?
Tafsir
501. Yunus Ayat 44
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـًٔا وَّلٰكِنَّ النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Innall±ha l± ya§limun-n±sa syai'aw wa l±kinnan-n±sa anfusahum ya§limµn(a).
Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.
Tafsir
502. Yunus Ayat 104
قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ دِيْنِيْ فَلَآ اَعْبُدُ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ اَعْبُدُ اللّٰهَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ ۖ وَاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Qul y± ayyuhan n±su in kuntum f³ syakkim min d³n³ fal± a‘budul-la©³na ta‘budµna min dµnill±hi wa l±kin a‘budull±hal-la©³ yatawaff±kum, wa umirtu an akµna minal-mu'min³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, aku tidak menyembah (apa atau siapa) yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku diperintah supaya aku termasuk orang-orang mukmin.”
Tafsir
503. Yunus Ayat 105
وَاَنْ اَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۚ وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Wa an aqim wajhaka lid-d³ni ¥an³f±(n), wa l± takµnanna minal-musyrik³n(a).
(Aku juga diperintah dengan firman-Nya), “Hadapkanlah wajahmu kepada agama (Islam) dengan lurus dan janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang musyrik.
Tafsir
504. Yunus Ayat 106
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۚفَاِنْ فَعَلْتَ فَاِنَّكَ اِذًا مِّنَ الظّٰلِمِيْنَ
Wa l± tad‘u min dµnill±hi m± l± yanfa‘uka wa l± ya«urruk(a), fa in fa‘alta fa innaka i©am mina§-§±lim³n(a).
Janganlah engkau sembah selain Allah, sesuatu yang tidak memberi manfaat kepadamu dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu, sebab jika engkau lakukan (yang demikian itu), sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.”
Tafsir
505. Yunus Ayat 107
وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗ ٓاِلَّا هُوَ ۚوَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗوَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Wa iy yamsaskall±hu bi«urrin fal± k±syifa lahµ ill± huw(a), wa iy yuridka bikhairin fal± r±dda lifa«lih(³), yu¡³bu bih³ may yasy±'u min ‘ib±dih(³), wa huwal-gafµrur-ra¥³m(u).
Jika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikannya (kebaikan itu) kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir
506. Yunus Ayat 108
قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚفَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚوَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍۗ
Qul y± ayyuhan-n±su qad j±'akumul-¥aqqu mir rabbikum, fa manihtad± fa innam± yahtad³ linafsih(³), wa man «alla fa innam± ya«illu ‘alaih±, wa m± ana ‘alaikum biwak³l(in).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu. Maka, siapa yang mendapatkan petunjuk, sesungguhnya petunjuknya itu untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Aku bukanlah penanggung jawab kamu.”
Tafsir
507. Yunus Ayat 109
وَاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتّٰى يَحْكُمَ اللّٰهُ ۚوَهُوَ خَيْرُ الْحٰكِمِيْنَ ࣖ
Wattabi‘ m± yµ¥± ilaika wa¡bir ¥att± ya¥kumall±h(u), wa huwa khairul-¥±kim³n(a).
Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan. Dia adalah pemberi putusan yang terbaik.
Tafsir
508. Yusuf Ayat 108
قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْٓ اَدْعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗعَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ ۗوَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Qul h±©ih³ sab³l³ ad‘µ ilall±h(i), ‘al± ba¡³ratin ana wa manittaba‘an³, wa sub¥±nall±hi wa m± ana minal-musyrik³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (seluruh manusia) kepada Allah dengan bukti yang nyata. Mahasuci Allah dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik.”
Tafsir
509. Yusuf Ayat 109
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ مِّنْ اَهْلِ الْقُرٰىۗ اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ وَلَدَارُ الْاٰخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ اتَّقَوْاۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Wa m± arsaln± min qablika ill± rij±lan nµ¥³ ilaihim min ahlil-qur±, afalam yas³rµ fil-ar«i fa yan§urµ kaifa k±na ‘±qibatul-la©³na min qablihim, wa lad±rul-±khirati khairul lil-la©³nattaqau, afal± ta‘qilµn(a).
Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad), kecuali laki-laki yang Kami berikan wahyu kepada mereka di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka berjalan di bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kamu tidak mengerti?
Tafsir