Ayat Sesuai Topik
Malaikat

1. 'Abasa Ayat 11
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
Kall± innah± ta©kirah(tun).
Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.
Tafsir
2. 'Abasa Ayat 16
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ
Kir±mim bararah(tin).
yang mulia lagi berbudi.
Tafsir
3. Al-A'raf Ayat 206
اِنَّ الَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيُسَبِّحُوْنَهٗ وَلَهٗ يَسْجُدُوْنَ ࣖ ۩
Innal-la©³na ‘inda rabbika l± yastakbirµna ‘an ‘ib±datih³ wa yusabbi¥µnahµ wa lahµ yasjudµn(a).
Sesungguhnya (malaikat) yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya dan mereka menyucikan-Nya. Hanya kepada-Nya mereka bersujud.
Tafsir
4. Al-Ahzab Ayat 43
هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا
Huwal-la©³ yu¡all³ ‘alaikum wa mal±'ikatuhµ liyukhrijakum mina§-§ulum±ti ilan-nµr(i), wa k±na bil-mu'min³na ra¥³m±(n).
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari berbagai kegelapan menuju cahaya (yang terang benderang). Dia Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin.
Tafsir
5. Al-Ahzab Ayat 56
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Innall±ha wa mal±'ikatahµ yu¡allµna ‘alan-nabiyy(i), y± ayyuhal-la©³na ±manµ ¡allµ ‘alaihi wa sallimµ tasl³m±(n).
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
Tafsir
6. Al-An'am Ayat 8
وَقَالُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۗوَلَوْ اَنْزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِيَ الْاَمْرُ ثُمَّ لَا يُنْظَرُوْنَ
Wa q±lµ lau l± unzila ‘alaihi malak(un), wa lau anzaln± malakal laqu«iyal-amru £umma l± yun§arµn(a).
Mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Nabi Muhammad)?” Andaikata Kami turunkan malaikat, niscaya selesailah urusan (mereka dibinasakan karena pengingkaran) kemudian mereka tidak lagi ditangguhkan (sedikit pun untuk bertobat).
Tafsir
7. Al-An'am Ayat 9
وَلَوْ جَعَلْنٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنٰهُ رَجُلًا وَّلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَّا يَلْبِسُوْنَ
Wa lau ja‘aln±hu malakal laja‘aln±hu rajulaw wa lalabasn± ‘alaihim m± yalbisµn(a).
Seandainya Kami jadikan dia (rasul) itu (dari) malaikat, tentu Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan pasti Kami buat mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
Tafsir
8. Al-An'am Ayat 61
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُوْنَ
Wa huwal-q±hiru fauqa ‘ib±dih³ wa yursilu ‘alaikum ¥afa§ah(tan), ¥att± i©± j±'a a¥adakumul-mautu tawaffathu rusulun± wa hum l± yufarri¯µn(a).
Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
Tafsir
9. Al-An'am Ayat 93
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَالَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَالَ سَاُنْزِلُ مِثْلَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ ۗوَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَاسِطُوْٓا اَيْدِيْهِمْۚ اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ
Wa man a§lamu mimmaniftar± ‘alall±hi ka©iban au q±la µ¥iya ilayya wa lam yµ¥a ilaihi syai'uw wa man q±la sa'unzilu mi£la m± anzalall±h(u), wa lau tar± i©i§-§±limµna f³ gamar±til-mauti wal-mal±'ikatu b±si¯µ aid³him, akhirjµ anfusakum, al-yauma tujzauna ‘a©±bal-hµni bim± kuntum taqµlµna ‘alall±hi gairal-¥aqqi wa kuntum ‘an ±y±tih³ tastakbirµn(a).
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
Tafsir
10. Al-Anbiya' Ayat 27
لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
L± yasbiqµnahµ bil-qauli wa hum bi'amrih³ ya‘malµn(a).
Mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
Tafsir
11. Al-Anbiya' Ayat 28
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُوْنَۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
Ya‘lamu m± baina aid³him wa m± khalfahum wa l± yasyfa‘µna ill± limanirta«± wa hum min khasy-yatih³ musyfiqµn(a).
Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka (malaikat) dan yang ada di belakang mereka. Mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang Dia ridai dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
Tafsir
12. Al-Anbiya' Ayat 29
۞ وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْٓ اِلٰهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَنَّمَۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ ࣖ
Wa may yaqul minhum inn³ il±hum min dµnih³ fa ©±lika najz³hi jahannam(a), ka©±lika najzi§-§±lim³n(a).
Siapa saja di antara mereka (malaikat) yang berkata, “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain-Nya,” maka (dia) itu Kami beri balasan dengan (neraka) Jahanam. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang zalim.
Tafsir
13. Al-Anfal Ayat 9
اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ
I© tastag³£µna rabbakum fastaj±ba lakum ann³ mumiddukum bi'alfim minal-mal±'ikati murdif³n(a).
(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
Tafsir
14. Al-Anfal Ayat 12
اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَعْنَاقِ وَاضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍۗ
I© yµ¥³ rabbuka ilal-mal±'ikati ann³ ma‘akum fa £abbitul-la©³na ±manµ, sa'ulq³ f³ qulµbil-la©³na kafarur-ru‘ba fa«ribµ fauqal-a‘n±qi wa«ribµ minhum kulla ban±n(in).
(Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersamamu. Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Kelak Aku akan menimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur. Maka, tebaslah bagian atas leher mereka dan potonglah tiap-tiap ujung jari mereka.
Tafsir
15. Al-Anfal Ayat 50
وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ يَتَوَفَّى الَّذِيْنَ كَفَرُوا الْمَلٰۤىِٕكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْۚ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْحَرِيْقِ
Wa lau tar± i© yatawaffal-la©³na kafarul-mal±'ikatu ya«ribµna wujµhahum wa adb±rahum, wa ©µqµ ‘a©±bal-¥ar³q(i).
Seandainya engkau melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah-wajah dan punggung-punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa yang membakar,” (niscaya engkau saksikan sesuatu yang sangat dahsyat).
Tafsir
16. Al-Baqarah Ayat 30
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Wa i© q±la rabbuka lil-mal±'ikati inn³ j±‘ilun fil-ar«i khal³fah(tan), q±lµ ataj‘alu f³h± may yufsidu f³h± wa yasfikud-dim±'(a), wa na¥nu nusabbi¥u bi¥amdika wa nuqaddisu lak(a), q±la inn³ a‘lamu m± l± ta‘lamµn(a).
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Tafsir
17. Al-Baqarah Ayat 31
وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Wa ‘allama ±damal-asm±'a kullah± £umma ‘ara«ahum ‘alal-mal±'ikati faq±la ambi'µn³ bi'asm±'i h±'ul±'i in kuntum ¡±diq³n(a).
Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu benar!”
Tafsir
18. Al-Baqarah Ayat 32
قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ
Q±lµ sub¥±naka l± ‘ilma lan± ill± m± ‘allamtan±, innaka antal-‘al³mul-¥ak³m(u).
Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau. Tidak ada pengetahuan bagi kami, selain yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”
Tafsir
19. Al-Baqarah Ayat 33
قَالَ يٰٓاٰدَمُ اَنْۢبِئْهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْ ۚ فَلَمَّآ اَنْۢبَاَهُمْ بِاَسْمَاۤىِٕهِمْۙ قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَاَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ
Q±la y± ±damu ambi'hum bi'asm±'ihim, falamm± amba'ahum bi'asm±'ihim, q±la alam aqul lakum inn³ a‘lamu gaibas-sam±w±ti wal-ar«(i), wa a‘lamu m± tubdµna wa m± kuntum taktumµn(a).
Dia (Allah) berfirman, “Wahai Adam, beri tahukanlah kepada mereka nama-nama benda itu!” Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-nama itu, Dia berfirman, “Bukankah telah Kukatakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang selalu kamu sembunyikan?”
Tafsir
20. Al-Baqarah Ayat 34
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
Wa i© quln± lil-mal±'ikatisjudµ li ±dama fasajadµ ill± ibl³s(a), ab± wastakbara wa k±na minal-k±fir³n(a).
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.
Tafsir
21. Al-Baqarah Ayat 97
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
Qul man k±na ‘aduwwal lijibr³la fa'innahµ nazzalahµ ‘al± qalbika bi i©nill±hi mu¡addiqal lim± baina yadaihi wa hudaw wa busyr± lil-mu'min³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapa yang menjadi musuh Jibril?” Padahal, dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah sebagai pembenaran terhadap apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”
Tafsir
22. Al-Baqarah Ayat 98
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
Man k±na ‘aduwwal lill±hi wa mal±'ikatih³ wa rusulih³ wa jibr³la wa m³k±la fa innall±ha ‘aduwwul lil-k±fir³n(a).
Siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
Tafsir
23. Al-Baqarah Ayat 102
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Wattaba‘µ m± tatlusy-syay±¯³nu ‘al± mulki sulaim±n(a), wa m± kafara sulaim±nu wa l±kinnasy-syay±¯³na kafarµ yu‘allimµnan-n±sas si¥r(a), wa m± unzila ‘alal-malakaini bib±bila h±rµta wa m±rµt(a), wa m± yu‘allim±ni min a¥adin ¥att± yaqµl± innam± na¥nu fitnatun fal± takfur, fayata‘allamµna minhum± m± yufarriqµna bih³ bainal-mar'i wa zaujih(³), wa m± hum bi«±rr³na bih³ min a¥adin ill± bi'i©nill±h(i), wa yata‘allamµna m± ya«urruhum wa l± yanfa‘uhum, wa laqad ‘alimµ lamanisytar±hu m± lahµ fil-±khirati min khal±q(in), wa labi'sa m± syarau bih³ anfusahum, lau k±nµ ya‘lamµn(a).
Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu) oleh sebab itu janganlah kufur!” Maka, mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan (sihir)-nya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka benar-benar sudah mengetahui bahwa siapa yang membeli (menggunakan sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka mengetahui(-nya).
Tafsir
24. Al-Baqarah Ayat 210
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيَهُمُ اللّٰهُ فِيْ ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ ۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ ࣖ
Hal yan§urµna ill± ay ya'tiyahumull±hu f³ §ulalim minal-gam±mi wal-mal±'ikatu wa qu«iyal-amr(u), wa ilall±hi turja‘ul-umµr(u).
Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu (pada hari Kiamat), kecuali kedatangan Allah dalam naungan awan bersama malaikat (untuk melakukan perhitungan), sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Kepada Allahlah segala perkara dikembalikan.
Tafsir
25. Al-Baqarah Ayat 248
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اٰيَةَ مُلْكِهٖٓ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ التَّابُوْتُ فِيْهِ سَكِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ اٰلُ مُوْسٰى وَاٰلُ هٰرُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ࣖ
Wa q±la lahum nabiyyuhum inna ±yata mulkih³ ay ya'tiyakumut-t±bµtu f³hi sak³natum mir rabbikum wa baqiyyatum mimm± taraka ±lu mµs± wa ±lu h±rµna ta¥miluhul-mal±'ikah(tu), inna f³ ©±lika la ±yatal lakum in kuntum mu'min³n(a).
Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh para malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang-orang mukmin.
Tafsir
26. Al-Baqarah Ayat 253
تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۘ مِنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللّٰهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجٰتٍۗ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ وَلٰكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ وَمِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلُوْاۗ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ ࣖ
Tilkar-rusulu fa««aln± ba‘«ahum ‘al± ba‘«(in), minhum man kallamall±hu wa rafa‘a ba‘«ahum daraj±t(in), wa ±tain± ‘³sabna maryamal-bayyin±ti wa ayyadn±hu birµ¥il-qudus(i), wa lau sy±'all±hu maqtatalal-la©³na mim ba‘dihim mim ba‘di m± j±'athumul-bayyin±tu wa l±kinikhtalafµ fa minhum man ±mana wa minhum man kafar(a), wa lau sy±'all±hu maqtatalµ, wa l±kinnall±ha yaf‘alu m± yur³d(u).
Para rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berbicara (langsung) dengannya dan sebagian lagi Dia tinggikan beberapa derajat. Kami telah menganugerahkan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) dan Kami memperkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan saling membunuh setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Akan tetapi, mereka berselisih sehingga ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kufur. Andaikata Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh. Namun, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.
Tafsir
27. Al-Fajr Ayat 21
كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ
Kall± i©± dukkatil-ar«u dakkan dakk±(n).
Jangan sekali-kali begitu! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),
Tafsir
28. Al-Fajr Ayat 22
وَّجَاۤءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ
Wa j±'a rabbuka wal-malaku ¡affan ¡aff±(n).
Tuhanmu datang, begitu pula para malaikat (yang datang) berbaris-baris,
Tafsir
29. Al-Furqan Ayat 21
۞ وَقَالَ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَوْ نَرٰى رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّا كَبِيْرًا
Wa q±lal-la©³na l± yarjµna liq±'an± lau l± unzila ‘alainal-mal±'ikatu au nar± rabban±, laqadistakbarµ f³ anfusihim wa ‘atau ‘utuwwan kab³r±(n).
Orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sungguh, mereka benar-benar telah menyombongkan diri dan melampaui batas (kezaliman) yang sangat besar.
Tafsir
30. Al-Furqan Ayat 22
يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ لَا بُشْرٰى يَوْمَىِٕذٍ لِّلْمُجْرِمِيْنَ وَيَقُوْلُوْنَ حِجْرًا مَّحْجُوْرًا
Yauma yaraunal-mal±'ikata l± busyr± yauma'i©il lil-mujrim³na wa yaqµlµna ¥ijram ma¥jµr±(n).
(Ingatlah) hari (ketika) mereka melihat para malaikat. Pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi para pendosa dan mereka (para malaikat) berkata, “Sungguh terlarang bagi kamu (kabar gembira).”
Tafsir
31. Al-Furqan Ayat 25
وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاۤءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ تَنْزِيْلًا
Wa yauma tasyaqqaqus-sam±'u bil-gam±mi wa nuzzilal-mal±'ikatu tanz³l±(n).
(Ingatlah) hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan malaikat diturunkan (secara) bergelombang.
Tafsir
32. Al-Furqan Ayat 26
اَلْمُلْكُ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْحَقُّ لِلرَّحْمٰنِۗ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكٰفِرِيْنَ عَسِيْرًا
Al-mulku yauma'i©inil-¥aqqu lir-ra¥m±n(i), wa k±na yauman ‘alal-k±fir³na ‘as³r±(n).
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Yang Maha Pengasih. Itu adalah hari yang sangat sulit bagi orang-orang kafir.
Tafsir
33. Al-Hajj Ayat 75
اَللّٰهُ يَصْطَفِيْ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًا وَّمِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ ۚ
All±hu ya¡¯af³ minal-mal±'ikati rusulaw wa minan-n±s(i), innall±ha sam³‘um ba¡³r(un).
Allah memilih para utusan dari malaikat dan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Tafsir
34. Al-Haqqah Ayat 16
وَانْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَهِيَ يَوْمَىِٕذٍ وَّاهِيَةٌۙ
Wansyaqqatis-sam±'u fahiya yauma'i©iw w±hiyah(tun).
Langit juga terbelah karena pada hari itu ia rapuh.
Tafsir
35. Al-Haqqah Ayat 17
وَّالْمَلَكُ عَلٰٓى اَرْجَاۤىِٕهَاۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ ثَمٰنِيَةٌ ۗ
Wal-malaku ‘al± arj±'ih±, wa ya¥milu ‘arsya rabbika fauqahum yauma'i©in £am±niyah(tun).
Para malaikat berada di berbagai penjurunya (langit). Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ʻArasy (singgasana) Tuhanmu di atas mereka.
Tafsir
36. Al-Hijr Ayat 6
وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ ۗ
Wa q±lµ y± ayyuhal-la©³ nuzzila ‘alaihi©-©ikru innaka lamajnµn(un).
Mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.
Tafsir
37. Al-Hijr Ayat 7
لَوْمَا تَأْتِيْنَا بِالْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Lau m± ta't³n± bil-mal±'ikati in kunta mina¡-¡±diq³n(a).
Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang-orang yang benar?”
Tafsir
38. Al-Hijr Ayat 8
مَا نُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوْٓا اِذًا مُّنْظَرِيْنَ
M± nunazzilul-mal±'ikata ill± bil-¥aqqi wa m± k±nµ i©am mun§ar³n(a).
Kami tidak menurunkan malaikat, kecuali dengan kebenaran. (Jika orang-orang kafir itu mengingkarinya,) mereka tidak diberi penangguhan (dari azab Allah).
Tafsir
39. Al-Hijr Ayat 28
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ
Wa i© q±la rabbuka lil-mal±'ikati inn³ kh±liqum basyaram min ¡al¡±lim min ¥ama'im masnµn(in).
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk.
Tafsir
40. Al-Hijr Ayat 29
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Fa i©± sawwaituhµ wa nafakhtu f³hi mir rµ¥³ fa qa‘µ lahµ s±jid³n(a).
Maka, apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)-nya dan telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, menyungkurlah kamu kepadanya dengan bersujud.”
Tafsir
41. Al-Hijr Ayat 30
فَسَجَدَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَۙ
Fa sajadal-mal±'ikatu kulluhum ajma‘µn(a).
Lalu, para malaikat itu bersujud semuanya bersama-sama,
Tafsir
42. Al-Hijr Ayat 31
اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰىٓ اَنْ يَّكُوْنَ مَعَ السّٰجِدِيْنَ
Ill± ibl³s(a), ab± ay yakµna ma‘as-s±jid³n(a).
kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama para (malaikat) yang bersujud.
Tafsir
43. Ali 'Imran Ayat 80
وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَالنَّبِيّٖنَ اَرْبَابًا ۗ اَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ࣖ
Wa l± ya'murakum an tattakhi©ul-mal±'ikata wan-nabiyy³na arb±b±(n), aya'murukum bil-kufri ba‘da i© antum muslimµn(a).
Tidak (sepatutnya) pula dia menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu (berbuat) kekufuran setelah kamu menjadi muslim?
Tafsir
44. Ali 'Imran Ayat 124
اِذْ تَقُوْلُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ اَلَنْ يَّكْفِيَكُمْ اَنْ يُّمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلٰثَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُنْزَلِيْنَۗ
I© taqµlu lil-mu'min³na alay yakfiyakum ay yumiddakum rabbukum bi£al±£ati ±l±fim minal-mal±'ikati munzal³n(a).
(Ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad) mengatakan kepada orang-orang mukmin, “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Tuhanmu membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
Tafsir
45. Ali 'Imran Ayat 125
بَلٰٓى ۙاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَافٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُسَوِّمِيْنَ
Bal±, in ta¡birµ wa tattaqµ wa ya'tµkum min faurihim h±©± yumdidkum rabbukum bikhamsati ±l±fim minal-mal±'ikati musawwim³n(a).
“Ya (cukup).” Jika kamu bersabar dan bertakwa, lalu mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.
Tafsir
46. Al-Infitar Ayat 9
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ
Kall± bal tuka©©ibµna bid-d³n(i).
Jangan sekali-kali begitu! Bahkan, kamu mendustakan hari Pembalasan.
Tafsir
47. Al-Infitar Ayat 10
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ
Wa inna ‘alaikum la¥±fi§³n(a).
Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) pengawas
Tafsir
48. Al-Infitar Ayat 11
كِرَامًا كٰتِبِيْنَۙ
Kir±man k±tib³n(a).
yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu).
Tafsir
49. Al-Infitar Ayat 12
يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ
Ya‘lamµna m± taf‘alµn(a).
Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tafsir
50. Al-Isra' Ayat 40
اَفَاَصْفٰىكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِيْنَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنَاثًاۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا ࣖ
Afa a¡f±kum rabbukum bil-ban³na wattakha©a minal-mal±'ikati in±£±(n), innakum lataqµlµna qaulan ‘a§³m±(n).
Apakah (pantas) Tuhanmu memilihkan anak laki-laki untukmu, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan? Sesungguhnya kamu (kaum musyrik) benar-benar mengucapkan perkataan yang (dosanya) sangat besar.
Tafsir
51. Al-Isra' Ayat 61
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ قَالَ ءَاَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِيْنًاۚ
Wa i© quln± lil-mal±'ikatisjudµ li'±dama fa sajadµ ill± ibl³s(a), q±la a'asjudu liman khalaqta ¯³n±(n).
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam.” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”
Tafsir
52. Al-Jinn Ayat 26
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهٖٓ اَحَدًاۙ
‘²limul-gaibi fal± yu§hiru ‘al± gaibih³ a¥ad±(n).
Dia mengetahui yang gaib. Lalu, Dia tidak memperlihatkan yang gaib itu kepada siapa pun,
Tafsir
53. Al-Jinn Ayat 27
اِلَّا مَنِ ارْتَضٰى مِنْ رَّسُوْلٍ فَاِنَّهٗ يَسْلُكُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ رَصَدًاۙ
Ill± manirta«± mir rasµlin fa innahµ yasluku mim baini yadaihi wa min khalfih³ ra¡ad±(n).
kecuali kepada rasul yang diridai-Nya. Sesungguhnya Dia menempatkan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.
Tafsir
54. Al-Jinn Ayat 28
لِّيَعْلَمَ اَنْ قَدْ اَبْلَغُوْا رِسٰلٰتِ رَبِّهِمْ وَاَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَاَحْصٰى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا ࣖ
Liya‘lama an qad ablagµ ris±l±ti rabbihim wa a¥±¯a bim± ladaihim wa a¥¡± kulla syai'in ‘adad±(n).
(Yang demikian itu) agar Dia mengetahui bahwa (rasul-rasul itu) benar-benar telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedangkan (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka. Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.
Tafsir
55. Al-Ma'arij Ayat 27
وَالَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَۚ
Wal-la©³na hum min ‘a©±bi rabbihim musyfiqµn(a).
dan yang takut terhadap azab Tuhannya.
Tafsir
56. Al-Ma'arij Ayat 28
اِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُوْنٍۖ
Inna ‘a©±ba rabbihim gairu ma'mµn(in).
Sesungguhnya tidak ada orang yang merasa aman dari azab Tuhan mereka.
Tafsir
57. Al-Ma'arij Ayat 29
وَّالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَۙ
Wal-la©³na hum lifurµjihim ¥±fi§µn(a).
(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang menjaga kemaluannya,
Tafsir
58. Al-Ma'arij Ayat 30
اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ
Ill± ‘al± azw±jihim au m± malakat aim±nuhum fa innahum gairu malµm³n(a).
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya).
Tafsir
59. Al-Ma'arij Ayat 31
فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعَادُوْنَۚ
Fa manibtag± war±'a ©±lika fa ul±'ika humul-‘±dµn(a).
Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir
60. Al-Muddassir Ayat 4
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
Wa £iy±baka fa¯ahhir.
Pakaianmu, bersihkanlah!
Tafsir
61. Al-Mursalat Ayat 1
وَالْمُرْسَلٰتِ عُرْفًاۙ
Wal-mursal±ti ‘urf±(n).
Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan
Tafsir
62. Al-Mursalat Ayat 2
فَالْعٰصِفٰتِ عَصْفًاۙ
Fal-‘±¡if±ti ‘a¡f±(n).
dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencang;
Tafsir
63. Al-Mursalat Ayat 3
وَّالنّٰشِرٰتِ نَشْرًاۙ
Wan-n±syir±ti nasyr±(n).
demi (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,
Tafsir
64. Al-Mursalat Ayat 4
فَالْفٰرِقٰتِ فَرْقًاۙ
Fal-f±riq±ti farq±(n).
dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya,
Tafsir
65. Al-Mursalat Ayat 5
فَالْمُلْقِيٰتِ ذِكْرًاۙ
Fal-mulqiy±ti ©ikr±(n).
serta (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu
Tafsir
66. Al-Mursalat Ayat 6
عُذْرًا اَوْ نُذْرًاۙ
‘U©ran au nu©r±(n).
untuk (menolak) alasan atau (memberi) peringatan,
Tafsir
67. An-Naba' Ayat 38
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
Yauma yaqµmur-rµ¥u wal-mal±'ikatu ¡aff±(n), l± yatakallamµna ill± man a©ina lahur-ra¥m±nu wa q±la ¡aw±b±(n).
Pada hari ketika Rūḥ dan malaikat berdiri bersaf-saf. Mereka tidak berbicara, kecuali yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia mengatakan yang benar.
Tafsir
68. An-Nahl Ayat 2
يُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ بِالرُّوْحِ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اَنْ اَنْذِرُوْٓا اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاتَّقُوْنِ
Yunazzilul-mal±'ikata bir-rµ¥i min amrih³ ‘al± may yasy±'u min ‘ib±dih³ an an©irµ annahµ l± il±ha ill± ana fattaqµn(i).
Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu atas perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu (dengan berfirman), “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku) bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, bertakwalah kepada-Ku.”
Tafsir
69. An-Nahl Ayat 28
الَّذِيْنَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ ۖفَاَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوْۤءٍ ۗبَلٰىٓ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Alla©³na tatawaff±humul-mal±'ikatu §±lim³ anfusihim, fa alqawus-salama m± kunn± na‘malu min sµ'(in), bal± innall±ha ‘al³mum bim± kuntum ta‘malµn(a).
(yaitu) orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata), “Kami tidak pernah mengerjakan suatu kejahatan pun.” (Malaikat menjawab,) “Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.”
Tafsir
70. An-Nahl Ayat 32
الَّذِيْنَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ طَيِّبِيْنَ ۙيَقُوْلُوْنَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Alla©³na tatawaf±humul-mal±'ikatu ¯ayyib³n(a), yaqµlµna sal±mun ‘alaikumudkhulul-jannata bim± kuntum ta‘malµn(a).
(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan baik. Mereka (para malaikat) mengatakan, “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu). Masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.”
Tafsir
71. An-Nahl Ayat 33
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَوْ يَأْتِيَ اَمْرُ رَبِّكَ ۗ كَذٰلِكَ فَعَلَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗوَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Hal yan§urµna ill± an ta'tiyahumul-mal±'ikatu au ya'tiya amru rabbik(a), ka©±lika fa‘alal-la©³na min qablihim, wa m± §alamahumull±hu wa l±kin k±nµ anfusahum ya§limµn(a).
Adakah yang mereka (orang kafir) tunggu selain kedatangan para malaikat kepadanya atau perintah Tuhanmu? Demikianlah orang-orang (kafir) sebelumnya berbuat. Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.
Tafsir
72. An-Nahl Ayat 49
وَلِلّٰهِ يَسْجُدُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
Wa lill±hi yasjudu m± fis-sam±w±ti wa m± fil-ar«i min d±bbatiw wal-mal±'ikatu wa hum yastakbirµn(a).
Hanya kepada Allah bersujud segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, yaitu semua makhluk yang bergerak (bernyawa). Para malaikat (juga bersujud) dan mereka tidak menyombongkan diri.
Tafsir
73. An-Nisa' Ayat 97
اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ظَالِمِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَالُوْا فِيْمَ كُنْتُمْ ۗ قَالُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِى الْاَرْضِۗ قَالُوْٓا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوْا فِيْهَا ۗ فَاُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ ۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًاۙ
Innal-la©³na tawaff±humul-mal±'ikatu §±lim³ anfusihim q±lµ f³ma kuntum, q±lµ kunn± musta«‘af³na fil-ar«(i), q±lµ alam takun ar«ull±hi w±si‘atan fa tuh±jirµ f³h±, fa ul±'ika ma'w±hum jahannam(u), wa s±'at ma¡³r±(n).
Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi dirinya, mereka (malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi (Makkah).” Mereka (malaikat) bertanya, “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di sana?” Maka, tempat mereka itu (neraka) Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali.
Tafsir
74. An-Nisa' Ayat 166
لٰكِنِ اللّٰهُ يَشْهَدُ بِمَآ اَنْزَلَ اِلَيْكَ اَنْزَلَهٗ بِعِلْمِهٖ ۚوَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَشْهَدُوْنَ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۗ
L±kinill±hu yasyhadu bim± anzala ilaika anzalahµ bi‘ilmih(³), wal-mal±'ikatu yasyhadµn(a), wa kaf± bill±hi syah³d±(n).
Akan tetapi, Allah bersaksi atas apa (Al-Qur’an) yang telah diturunkan-Nya kepadamu (Nabi Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya. (Demikian pula) para malaikat pun bersaksi. Cukuplah Allah menjadi saksi.
Tafsir
75. Ar-Ra'd Ayat 11
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Lahµ mu‘aqqib±tum mim baini yadaihi wa min khalfih³ ya¥fa§µnahµ min amrill±h(i), innall±ha l± yugayyiru m± biqaumin ¥att± yugayyirµ m± bi'anfusihim, wa i©± ar±dall±hu biqaumin sµ'an fal± maradda lah(µ), wa m± lahum min dµnih³ miw w±l(in).
Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Tafsir
76. Ar-Ra'd Ayat 22
وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِۙ
Wal-la©³na ¡abarubtig±'a wajhi rabbihim wa aq±mu¡-¡al±ta wa anfaqµ mimm± razaqn±hum sirraw wa ‘al±niyataw wa yadra'µna bil-¥asanatis-sayyi'ata ul±'ika lahum ‘uqbad-d±r(i).
Orang-orang yang bersabar demi mencari keridaan Tuhan mereka, mendirikan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, dan membalas keburukan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik).
Tafsir
77. Ar-Ra'd Ayat 23
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ
Jann±tu ‘adniy yadkhulµnah± wa man ¡ala¥a min ±b±'ihim wa azw±jihim wa ©urriyy±tihim wal-mal±'ikatu yadkhulµna ‘alaihim min kulli b±b(in).
(Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.
Tafsir
78. Ar-Ra'd Ayat 24
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ
Sal±mun ‘alaikum bim± ¡abartum fa ni‘ma ‘uqbad-d±r(i).
(Malaikat berkata,) “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu) karena kesabaranmu.” (Itulah) sebaik-baiknya tempat kesudahan (surga).
Tafsir
79. As-Saffat Ayat 1
وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
Wa¡-¡±ff±ti ¡aff±(n).
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, (untuk beribadah kepada Allah),
Tafsir
80. As-Saffat Ayat 2
فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ
Faz-z±jir±ti zajr±(n).
demi (rombongan malaikat) yang mencegah (segala sesuatu) dengan sungguh-sungguh,
Tafsir
81. As-Saffat Ayat 3
فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ
Fat-t±liy±ti ©ikr±(n).
demi (rombongan malaikat) yang membacakan peringatan,
Tafsir
82. As-Saffat Ayat 149
فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ
Fastaftihim alirabbikal-ban±tu wa lahumul-banµn(a).
(Wahai Nabi Muhammad,) tanyalah mereka (orang-orang kafir Makkah), “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki
Tafsir
83. As-Saffat Ayat 150
اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شٰهِدُوْنَ
Am khalaqnal-mal±'ikata in±£aw wa hum sy±hidµn(a).
atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan(-nya)?”
Tafsir
84. As-Saffat Ayat 151
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ
Al± innahum min ifkihim layaqµlµn(a).
Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka,
Tafsir
85. As-Saffat Ayat 152
وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ
Waladall±h(u), wa innahum lak±©ibµn(a).
“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
Tafsir
86. As-Saffat Ayat 153
اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ
A¡¯afal-ban±ti ‘alal-ban³n(a).
Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
Tafsir
87. As-Saffat Ayat 154
مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
M± lakum, kaifa ta¥kumµn(a).
Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?
Tafsir
88. As-Saffat Ayat 155
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ
Afal± ta©akkarµn(a).
Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Tafsir
89. As-Saffat Ayat 164
وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ
Wa m± minn± ill± lahµ maq±mum ma‘lµm(un).
(Malaikat berkata,) “Tidak satu pun di antara kami, kecuali masing-masing mempunyai kedudukan tertentu.
Tafsir
90. As-Saffat Ayat 165
وَّاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ
Wa inn± lana¥nu¡-¡±ffµn(a).
Sesungguhnya kamilah yang selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
Tafsir
91. As-Saffat Ayat 166
وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ
Wa inn± lana¥nul-musabbi¥µn(a).
Sesungguhnya kamilah yang benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).”
Tafsir
92. As-Sajdah Ayat 11
۞ قُلْ يَتَوَفّٰىكُمْ مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ ࣖ
Qul yatawaff±kum malakul-mautil-la©³ wukkila bikum £umma il± rabbikum turja‘µn(a).
Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi (tugas) untuk (mencabut nyawa)-mu akan mematikanmu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”
Tafsir
93. As-Sajdah Ayat 26
اَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ يَمْشُوْنَ فِيْ مَسٰكِنِهِمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍۗ اَفَلَا يَسْمَعُوْنَ
Awalam yahdi lahum kam ahlakn± min qablihim minal-qurµni yamsyµna f³ mas±kinihim, inna f³ ©±lika la'±y±t(in), afal± yasma‘µn(a).
Tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum kafir Makkah), betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?
Tafsir
94. As-Sajdah Ayat 27
اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا نَسُوْقُ الْمَاۤءَ اِلَى الْاَرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهٖ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ اَنْعَامُهُمْ وَاَنْفُسُهُمْۗ اَفَلَا يُبْصِرُوْنَ
Awalam yarau ann± nasµqul-m±'a ilal-ar«il juruzi fanukhriju bih³ zar‘an ta'kulu minhu an‘±muhum wa anfushum, afal± yub¡irµn(a).
Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami menumbuhkan dengannya (air hujan) tanam-tanaman, sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka, mengapa mereka tidak memperhatikan?
Tafsir
95. As-Sajdah Ayat 28
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْفَتْحُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Wa yaqµlµna mat± h±©al-fat¥u in kuntum ¡±diq³n(a).
Mereka bertanya, “Kapankah kemenangan itu (datang) jika engkau orang yang benar?”
Tafsir
96. Asy-Syura Ayat 5
تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِى الْاَرْضِۗ اَلَآ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Tak±dus-sam±w±tu yatafa¯¯arna min fauqihinna wal-mal±'ikatu yusabbi¥µna bi¥amdi rabbihim wa yastagfirµna liman fil-ar«(i), al± innall±ha huwal-gafµrur-ra¥³m(u).
(Karena keagungan-Nya,) hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya dan malaikat-malaikat bertasbih dengan memuji Tuhannya serta memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allahlah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir
97. At-Tariq Ayat 1
وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
Was-sam±'i wa¯-¯±riq(i).
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
Tafsir
98. At-Tariq Ayat 2
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
Wa m± adr±ka ma¯-¯±riq(u).
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
Tafsir
99. At-Tariq Ayat 3
النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
An-najmu£-£±qib(u).
(Itulah) bintang yang bersinar tajam.
Tafsir
100. At-Tariq Ayat 4
اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
In kullu nafsil lamm± ‘alaih± ¥±fi§(un).
Setiap orang pasti ada penjaganya.
Tafsir
101. Az-Zukhruf Ayat 53
فَلَوْلَآ اُلْقِيَ عَلَيْهِ اَسْوِرَةٌ مِّنْ ذَهَبٍ اَوْ جَاۤءَ مَعَهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ مُقْتَرِنِيْنَ
Falau l± ulqiya ‘alaihi aswiratum min ©ahabin au j±'a ma‘ahul-mal±'ikatu muqtarin³n(a).
Maka, mengapa tidak dipakaikan kepadanya (Musa) gelang dari emas atau malaikat datang bersama dia mengiringinya?”
Tafsir
102. Az-Zukhruf Ayat 60
وَلَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَّلٰۤىِٕكَةً فِى الْاَرْضِ يَخْلُفُوْنَ
Wa lau nasy±'u laja‘aln± minkum mal±'ikatan fil-ar«i yakhlufµn(a).
Seandainya Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan malaikat sebagai penggantimu di bumi secara turun temurun.
Tafsir
103. Az-Zukhruf Ayat 77
وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مّٰكِثُوْنَ
Wa n±dau y± m±liku liyaq«i ‘alain± rabbuk(a), q±la innakum m±ki£µn(a).
Mereka menyeru, “Wahai (Malaikat) Malik, hendaklah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sesungguhnya kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”
Tafsir
104. Az-Zukhruf Ayat 80
اَمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ ۗ بَلٰى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُوْنَ
Am ya¥sabµna ann± l± nasma‘u sirrahum wa najw±hum, bal± wa rusulun± ladaihim yaktubµn(a).
Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar) dan utusan-utusan Kami (malaikat) mencatat di sisi mereka.
Tafsir
105. Az-Zumar Ayat 71
وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗقَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
Was³qal-la©³na kafarµ il± jahannama zumar±(n), ¥att± i©± j±'µh± futi¥at abw±buh± wa q±la lahum khazanatuh± alam ya'tikum rusulum minkum yatlµna ‘alaikum ±y±ti rabbikum wa yun©irµnakum liq±'a yaumikum h±©±, q±lµ bal± wa l±kin ¥aqqat kalimatul-‘a©±bi ‘alal-k±fir³n(a).
Orang-orang yang kufur digiring ke (neraka) Jahanam secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana, pintu-pintunya dibuka dan para penjaganya berkata kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab, “Benar, (telah datang para rasul).” Akan tetapi, ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.
Tafsir
106. Az-Zumar Ayat 73
وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ
Was³qal-la©³nattaqau rabbahum ilal-jannati zumar±(n), ¥att± i©± j±'µh± wa futi¥at abw±buh± wa q±la lahum khazanatuh± sal±mun ‘alaikum ¯ibtum fadkhulµh± kh±lid³n(a).
Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan sehingga apabila mereka telah sampai di sana dan pintu-pintunya telah dibuka, para penjaganya berkata kepada mereka, “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu), berbahagialah kamu. Maka, masuklah ke dalamnya (untuk tinggal) selama-lamanya!”
Tafsir
107. Az-Zumar Ayat 75
وَتَرَى الْمَلٰۤىِٕكَةَ حَاۤفِّيْنَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْۚ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيْلَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Wa taral-mal±'ikata ¥±ff³na min ¥aulil-‘arsyi yusabbi¥µna bi¥amdi rabbihim, wa qu«iya bainahum bil-¥aqqi wa q³lal-¥amdu lill±hi rabbil-‘±lam³n(a).
Engkau (Nabi Muhammad) akan melihat malaikat melingkar di sekeliling ʻArasy. Mereka bertasbih sambil memuji Tuhannya. (Urusan) di antara mereka (seluruh makhluk) diputuskan dengan hak (adil). (Ketika itu) dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Tafsir
108. Fatir Ayat 1
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Al-¥amdu lill±hi f±¯iris-sam±w±ti wal-ar«i j±‘ilil-mal±ikati rusul±(n), ul³ ajni¥atim ma£n± wa £ul±£a wa rub±‘(a), yaz³du fil-khalqi m± yasy±'(u), innall±ha ‘al± kulli syai'in qad³r(un).
Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tafsir
109. Fussilat Ayat 31
نَحْنُ اَوْلِيَاۤؤُكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ ۚوَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْٓ اَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ ۗ
Na¥nu auliy±'ukum fil-¥ay±tid-dun-y± wa fil-±khirah(ti), wa lakum f³h± m± tasytah³ anfusukum wa lakum f³h± m± tadda‘µn(a).
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya (surga) kamu akan memperoleh apa yang kamu sukai dan apa yang kamu minta.
Tafsir
110. Fussilat Ayat 32
نُزُلًا مِّنْ غَفُوْرٍ رَّحِيْمٍ ࣖ
Nuzulam min gafµrir ra¥³m(in).
(Semua itu) sebagai karunia (penghormatan bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Tafsir
111. Gafir Ayat 7
اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
Alla©³na ya¥milµnal-‘arsya wa man ¥aulahµ yusabbi¥µna bi¥amdi rabbihim wa yu'minµna bih³ wa yastagfirµna lil-la©³na ±manµ, rabban± wasi‘ta kulla syai'ir ra¥mataw wa ‘ilman fagfir lil-la©³na t±bµ wattaba‘µ sab³laka wa qihim ‘a©±bal-ja¥³m(i).
(Para malaikat) yang memikul ʻArasy dan yang berada di sekelilingnya selalu bertasbih dengan memuji Tuhannya, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman. (Mereka berkata,) “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. Maka, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang bertobat serta mengikuti jalan-Mu dan lindungilah mereka dari azab (neraka) Jahim.
Tafsir
112. Gafir Ayat 8
رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنِ ِۨالَّتِيْ وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ
Rabban± wa adkhilhum jann±ti ‘adninil-lat³ wa‘attahum wa man ¡ala¥a min ±b±'ihim wa azw±jihim wa ©urriyy±tihim, innaka antal ‘az³zul-¥ak³m(u).
Wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka serta orang yang saleh di antara nenek moyang, istri, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Tafsir
113. Gafir Ayat 9
وَقِهِمُ السَّيِّاٰتِۗ وَمَنْ تَقِ السَّيِّاٰتِ يَوْمَىِٕذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهٗ ۗوَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ࣖ
Wa qihimus-sayyi'±t(i), wa man taqis-sayyi'±ti yauma'i©in faqad ra¥imtah(µ), wa ©±lika huwal-fauzul-‘a§³m(u).
Lindungilah mereka dari keburukan. Siapa yang Engkau lindungi dari keburukan pada hari itu, sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya. Itulah kemenangan yang agung.”
Tafsir
114. Maryam Ayat 16
وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ مَرْيَمَۘ اِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ اَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا ۙ
Wa©kur fil-kit±bi maryam(a), i©intaba©at min ahlih± mak±nan syarqiyy±(n).
Ceritakanlah (Nabi Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis).
Tafsir
115. Maryam Ayat 17
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُوْنِهِمْ حِجَابًاۗ فَاَرْسَلْنَآ اِلَيْهَا رُوْحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
Fattakha©at min dµnihim ¥ij±b±(n), fa arsaln± ilaih± rµ¥an± fa tama££ala lah± basyaran sawiyy±(n).
Dia (Maryam) memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka. Lalu, Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, kemudian dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.
Tafsir
116. Maryam Ayat 18
قَالَتْ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِالرَّحْمٰنِ مِنْكَ اِنْ كُنْتَ تَقِيًّا
Q±lat inn³ a‘µ©u bir-ra¥m±ni minka in kunta taqiyy±(n).
Dia (Maryam) berkata (kepadanya), “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih darimu (untuk berbuat jahat kepadaku) jika kamu seorang yang bertakwa.”
Tafsir
117. Maryam Ayat 19
قَالَ اِنَّمَآ اَنَا۠ رَسُوْلُ رَبِّكِۖ لِاَهَبَ لَكِ غُلٰمًا زَكِيًّا
Q±la innam± ana rasµlu rabbik(a), li'ahaba laki gul±man zakiyy±(n).
Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan anugerah seorang anak laki-laki yang suci kepadamu.”
Tafsir
118. Muhammad Ayat 27
فَكَيْفَ اِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْ
Fa kaifa i©± tawaffathumul-mal±'ikatu ya«ribµna wujµhahum wa adb±rahum.
Maka, bagaimana (nasib mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka serta memukul wajah dan punggung mereka?
Tafsir
119. Qaf Ayat 17
اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ
I© yatalaqqal-mutalaqqiy±ni ‘anil-yam³ni wa ‘anisy-syim±li qa‘³d(un).
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.
Tafsir
120. Qaf Ayat 18
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
M± yalfi§u min qaulin ill± ladaihi raq³bun ‘at³d(un).
Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).
Tafsir
121. Qaf Ayat 21
وَجَاۤءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَاۤىِٕقٌ وَّشَهِيْدٌ
Wa j±'at kullu nafsim ma‘ah± s±'iquw wa syah³d(un).
Lalu, setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan saksi.
Tafsir
122. Qaf Ayat 23
وَقَالَ قَرِيْنُهٗ هٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيْدٌۗ
Wa q±la qar³nuhµ h±©± m± ladayya ‘at³d(un).
(Malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”
Tafsir
123. Qaf Ayat 27
۞ قَالَ قَرِيْنُهٗ رَبَّنَا مَآ اَطْغَيْتُهٗ وَلٰكِنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ
Q±la qar³nuhµ rabban± m± a¯gaituhµ wa l±kin k±na f³ «al±lim ba‘³d(in).
(Setan) yang menyertainya berkata (pula), “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.”
Tafsir
124. Saba' Ayat 41
قَالُوْا سُبْحٰنَكَ اَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُوْنِهِمْ ۚبَلْ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ الْجِنَّ اَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُّؤْمِنُوْنَ
Q±lµ sub¥±naka anta waliyyun± min dµnihim, bal k±nµ ya‘budµnal-jinna ak£aruhum bihim mu'minµn(a).
Malaikat menjawab, “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Sebenarnya, mereka selalu menyembah jin (dan) kebanyakan mereka beriman kepadanya.”
Tafsir
125. Sad Ayat 71
اِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ طِيْنٍ
I© q±la rabbuka lil-mal±'ikati inn³ kh±liqum basyaram min ¯³n(in).
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
Tafsir
126. Sad Ayat 72
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Fa'i©± sawwaituhµ wa nafakhtu f³hi mir rµ¥³ faqa‘µ lahµ s±jid³n(a).
Apabila Aku telah menyempurnakan (penciptaan)-nya dan meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, tunduklah kamu kepadanya dalam keadaan bersujud.”
Tafsir
127. Sad Ayat 73
فَسَجَدَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَۙ
Fasajadal-mal±'ikatu kulluhum ajma‘µn(a).
Lalu, para malaikat itu bersujud semuanya bersama-sama,
Tafsir
128. Sad Ayat 74
اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اِسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
Ill± ibl³s(a), istakbara wa k±na minal-kafir³n(a).
kecuali Iblis. Ia menyombongkan diri dan termasuk golongan kafir.
Tafsir
129. Taha Ayat 116
وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَ اَبٰى ۗ
Wa i© quln± lil-mal±'ikatisjudµ li'±dama fa sajadµ ill± ibl³sa ab±.
(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Dia menolak.
Tafsir
130. Yunus Ayat 21
وَاِذَآ اَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِّنْۢ بَعْدِ ضَرَّاۤءَ مَسَّتْهُمْ اِذَا لَهُمْ مَّكْرٌ فِيْٓ اٰيٰتِنَاۗ قُلِ اللّٰهُ اَسْرَعُ مَكْرًاۗ اِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُوْنَ مَا تَمْكُرُوْنَ
Wa i©± a©aqnan-n±sa ra¥matam mim ba‘di «arr±'a massathum i©± lahum makrun f³ ±y±tin±, qulill±hu asra‘u makr±(n), inna rusulan± yaktubµna m± tamkurµn(a).
Apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia setelah bencana menimpa mereka, mereka segera melakukan segala tipu daya (untuk menentang) ayat-ayat Kami. Katakanlah, “Allah lebih cepat pembalasan-Nya (atas tipu daya itu).” Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.
Tafsir