1. Al-An'am Ayat 100
وَجَعَلُوْا لِلّٰهِ شُرَكَاۤءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ وَخَرَقُوْا لَهٗ بَنِيْنَ وَبَنٰتٍۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يَصِفُوْنَ ࣖ
Wa ja‘alµ lill±hi syurak±'al-jinna wa khalaqahum wa kharaqµ lahµ ban³na wa ban±tim bigairi ‘ilm(in), sub¥±nahµ wa ta‘±l± ‘amm± ya¡ifµn(a).
Mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu bagi Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu). Mereka berbohong terhadap-Nya (dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai) anak laki-laki dan anak perempuan, tanpa (dasar) pengetahuan. Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
2. Al-An'am Ayat 101
بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنّٰى يَكُوْنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهٗ صَاحِبَةٌ ۗوَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Bad³‘us-sam±w±ti wal-ar«(i), ann± yakµnu lahµ waladuw wa lam takul lahµ ¡±¥ibah(tun), wa khalaqa kulla syai'(in), wa huwa bikulli syai'in‘al³m(un).
Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
3. Al-An'am Ayat 136
وَجَعَلُوْا لِلّٰهِ مِمَّا ذَرَاَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْاَنْعَامِ نَصِيْبًا فَقَالُوْا هٰذَا لِلّٰهِ بِزَعْمِهِمْ وَهٰذَا لِشُرَكَاۤىِٕنَاۚ فَمَا كَانَ لِشُرَكَاۤىِٕهِمْ فَلَا يَصِلُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَمَا كَانَ لِلّٰهِ فَهُوَ يَصِلُ اِلٰى شُرَكَاۤىِٕهِمْۗ سَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
Wa ja‘alµ lill±hi mimm± ©ara'a minal-¥ar£i wal-an‘±mi na¡³ban fa q±lµ h±©± lill±hi biza‘mihim wa h±©± lisyurak±'in±, fam± k±na lisyurak±'ihim fal± ya¡ilu ilall±h(i), wa m± k±na lill±hi fa huwa ya¡ilu il± syurak±'ihim, s±'a m± ya¥kumµn(a).
Mereka menyediakan sebagian dari sesuatu yang Allah ciptakan, yaitu hasil tanaman dan hewan ternak, untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, “Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.” Bagian yang (disediakan) untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, sedangkan bagian yang (disediakan) untuk Allah akan sampai pada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.
4. Al-An'am Ayat 137
وَكَذٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيْرٍ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ قَتْلَ اَوْلَادِهِمْ شُرَكَاۤؤُهُمْ لِيُرْدُوْهُمْ وَلِيَلْبِسُوْا عَلَيْهِمْ دِيْنَهُمْۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ
Wa ka©±lika zayyana lika£³rim minal-musyrik³na qatla aul±dihim syurak±'uhum liyurdµhum wa liyalbisµ ‘alaihim d³nahum, wa lau sy±'all±hu m± fa‘alµhu fa ©arhum wa m± yaftarµn(a).
Demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang musyrik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Seandainya Allah berkehendak, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
5. Al-An'am Ayat 138
وَقَالُوْا هٰذِهٖٓ اَنْعَامٌ وَّحَرْثٌ حِجْرٌ لَّا يَطْعَمُهَآ اِلَّا مَنْ نَّشَاۤءُ بِزَعْمِهِمْ وَاَنْعَامٌ حُرِّمَتْ ظُهُوْرُهَا وَاَنْعَامٌ لَّا يَذْكُرُوْنَ اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا افْتِرَاۤءً عَلَيْهِۗ سَيَجْزِيْهِمْ بِمَا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
Wa q±lµ h±©ih³ an‘±muw wa ¥ar£un ¥ijrul l± ya¯‘amuh± ill± man nasy±'u biza‘mihim wa an‘±mun ¥urrimat §uhµruh± wa an‘±mul l± ya©kurµnasmall±hi ‘alaihaftir±'an ‘alaih(i), sayajz³him bim± k±nµ yaftarµn(a).
Mereka berkata menurut anggapan mereka, “Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki. Ada pula hewan yang diharamkan punggungnya (tidak boleh ditunggangi) dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah.” (Hal itu) sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.
6. Al-An'am Ayat 139
وَقَالُوْا مَا فِيْ بُطُوْنِ هٰذِهِ الْاَنْعَامِ خَالِصَةٌ لِّذُكُوْرِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلٰٓى اَزْوَاجِنَاۚ وَاِنْ يَّكُنْ مَّيْتَةً فَهُمْ فِيْهِ شُرَكَاۤءُ ۗسَيَجْزِيْهِمْ وَصْفَهُمْۗ اِنَّهٗ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ
Wa q±lµ m± f³ bu¯µni h±©ihil-an‘±mi kh±li¡atul li©ukµrin± wa mu¥arramun ‘al± azw±jin±, wa iy yakum maitatan fahum f³hi syurak±'(u), sayajz³him wa¡fahum, innahµ ¥ak³mun ‘al³m(un).
Mereka juga berkata, “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami dan haram bagi istri-istri kami.” Jika (yang ada di dalam perut itu dilahirkan dalam keadaan) mati, semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas ketetapan mereka. Sesungguhnya Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.
7. Al-An'am Ayat 140
قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ قَتَلُوْٓا اَوْلَادَهُمْ سَفَهًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّحَرَّمُوْا مَا رَزَقَهُمُ اللّٰهُ افْتِرَاۤءً عَلَى اللّٰهِ ۗقَدْ ضَلُّوْا وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ ࣖ
Qad khasiral-la©³na qatalµ aul±dahum safaham bigairi ‘ilmiw wa ¥arramµ m± razaqahumull±huftir±'an ‘alall±h(i), qad «allµ wa m± k±nµ muhtad³n(a).
Sungguh rugi orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan (semata-mata) membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.
8. Al-An'am Ayat 142
وَمِنَ الْاَنْعَامِ حَمُوْلَةً وَّفَرْشًا ۗ كُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌۙ
Wa minal-an‘±mi ¥amµlataw wa farsy±(n), kulµ mimm± razaqakumull±hu wa l± tattabi‘µ khu¯uw±tisy-syai¯±n(i), innahµ lakum ‘aduwwum mub³n(un).
Di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu. Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu.
9. Al-An'am Ayat 143
ثَمٰنِيَةَ اَزْوَاجٍۚ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِۗ قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُنْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ الْاُنْثَيَيْنِۗ نَبِّـُٔوْنِيْ بِعِلْمٍ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
¤am±niyata azw±j(in), mina«-«a'ni£naini wa minal-ma‘zi£nain(i), qul ±©©akaraini ¥arrama amil-un£ayaini ammasytamalat ‘alaihi ar¥±mul-un£ayain(i), nabbi'µn³ bi‘ilmin in kuntum ¡±diq³n(a).
Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang, yaitu) sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan itu dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasarkan pengetahuan jika kamu orang yang benar.”
10. Al-An'am Ayat 144
وَمِنَ الْاِبِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِۗ قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُنْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ الْاُنْثَيَيْنِۗ اَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاۤءَ اِذْ وَصّٰىكُمُ اللّٰهُ بِهٰذَاۚ فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ
Wa minal-ibili£naini wa minal-baqari£nain(i), qul ±©©akaraini ¥arrama amil-un£ayaini ammasytamalat ‘alaihi ar¥±mul-un£ayain(i), am kuntum syuhad±'a i© wa¡¡±kumull±hu bih±©±, faman a§lamu mimmaniftar± ‘alall±hi ka©ibal liyu«illan-n±sa bigairi ‘ilm(in), innall±ha l± yahdil-qauma§-§±lim³n(a).
(Dua pasang lagi adalah) sepasang unta dan sepasang sapi. Katakanlah, “Apakah yang Dia haramkan dua yang jantan, dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
11. Al-Anbiya' Ayat 26
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗبَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَ ۙ
Wa q±luttakha©ar-ra¥m±nu waladan sub¥±nah(µ), bal ‘ib±dum mukramµn(a).
Mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebaliknya, mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.
12. Al-Anbiya' Ayat 27
لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
L± yasbiqµnahµ bil-qauli wa hum bi'amrih³ ya‘malµn(a).
Mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
13. Al-Anbiya' Ayat 28
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُوْنَۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
Ya‘lamu m± baina aid³him wa m± khalfahum wa l± yasyfa‘µna ill± limanirta«± wa hum min khasy-yatih³ musyfiqµn(a).
Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka (malaikat) dan yang ada di belakang mereka. Mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang Dia ridai dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
14. Al-Anbiya' Ayat 29
۞ وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْٓ اِلٰهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَنَّمَۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ ࣖ
Wa may yaqul minhum inn³ il±hum min dµnih³ fa ©±lika najz³hi jahannam(a), ka©±lika najzi§-§±lim³n(a).
Siapa saja di antara mereka (malaikat) yang berkata, “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain-Nya,” maka (dia) itu Kami beri balasan dengan (neraka) Jahanam. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang zalim.
15. Al-Baqarah Ayat 80
وَقَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدَةً ۗ قُلْ اَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللّٰهِ عَهْدًا فَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ عَهْدَهٗٓ اَمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Wa q±lµ lan tamassanan-n±ru ill± ayy±mam ma‘dµdah (tan), qul attakha©tum ‘indall±hi ‘ahdan falay yukhlifall±hu ‘ahdahµ am taqµlµna ‘alall±hi m± l± ta‘lamµn(a).
Mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya ataukah kamu berkata tentang Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui?”
16. Al-Baqarah Ayat 94
قُلْ اِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْاٰخِرَةُ عِنْدَ اللّٰهِ خَالِصَةً مِّنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Qul in k±nat lakumud-d±rul-±khiratu ‘indall±hi kh±li¡atam min dµnin-n±si fatamannawul-mauta in kuntum ¡±diq³n(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah khusus untukmu, bukan untuk orang lain, mintalah kematian jika kamu orang-orang benar.”
17. Al-Baqarah Ayat 95
وَلَنْ يَّتَمَنَّوْهُ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِالظّٰلِمِيْنَ
Wa lay yatamannauhu abadam bima qaddamat aid³him, wall±hu ‘al³mum bi§-§±lim³n(a).
Akan tetapi, mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali karena (dosa-dosa) yang telah dilakukan oleh tangan-tangan mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
18. Al-Baqarah Ayat 96
وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍ ۛوَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۛيَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ ࣖ
Wa latajidannahum a¥ra¡an-n±si ‘al± ¥ay±h(tin), wa minal-la©³na asyrakµ, yawaddu a¥aduhum lau yu‘ammaru alfa sanah(tin), wa m± huwa bi muza¥zi¥ih³ minal-‘a©±bi ay yu‘ammar(a), wall±hu ba¡³rum bim± ya‘malµn(a).
Engkau (Nabi Muhammad) sungguh-sungguh akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi) sebagai manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) daripada orang-orang musyrik. Tiap-tiap orang (dari) mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
19. Al-Baqarah Ayat 111
وَقَالُوْا لَنْ يَّدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلَّا مَنْ كَانَ هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰى ۗ تِلْكَ اَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Wa q±lµ lay yadkhulal-jannata ill± man k±na hµdan au na¡±r±, tilka am±niyyuhum, qul h±tµ burh±nakum in kuntum ¡±diq³n(a).
Mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar.”
20. Al-Baqarah Ayat 112
بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ࣖ
Bal± man aslama wajhahµ lill±hi wa huwa mu¥sinun falahµ ajruhµ ‘inda rabbih(i), wa l± khaufun ‘alaihim wa l± hum ya¥zanµn(a).
Tidak demikian! Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah serta berbuat ihsan, akan mendapat pahala di sisi Tuhannya, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka, dan mereka pun tidak bersedih.
21. Al-Baqarah Ayat 113
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ لَيْسَتِ النَّصٰرٰى عَلٰى شَيْءٍۖ وَّقَالَتِ النَّصٰرٰى لَيْسَتِ الْيَهُوْدُ عَلٰى شَيْءٍۙ وَّهُمْ يَتْلُوْنَ الْكِتٰبَۗ كَذٰلِكَ قَالَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۚ فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Wa q±latil-yahµdu laisatin-na¡±r± ‘al± syai'(in), wa q±latin-na¡±r± laisatil-yahµdu ‘al± syai'(in), wa hum yatlµnal-kit±b(a), ka©±lika q±lal-la©³na l± ya‘lamµna mi£la qaulihim, fall±hu ya¥kumu bainahum yaumal-qiy±mati f³m± k±nµ f³hi yakhtalifµn(a).
Orang Yahudi berkata, “Orang Nasrani itu tidak menganut sesuatu (agama yang benar)” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, “Orang-orang Yahudi tidak menganut sesuatu (agama yang benar),” padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu (musyrik Arab) berkata seperti ucapan mereka itu. Allah akan memberi putusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa (agama) yang mereka perselisihkan.
22. Al-Baqarah Ayat 116
وَقَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا ۙسُبْحٰنَهٗ ۗ بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ
Wa q±luttakha©all±hu waladan sub¥±nah(µ), bal lahµ m± fis-sam±w±ti wal-ar«(i), kullul lahµ q±nitµn(a).
Mereka berkata, “Allah mengangkat anak.” Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.
23. Al-Baqarah Ayat 135
وَقَالُوْا كُوْنُوْا هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰى تَهْتَدُوْا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ اِبْرٰهٖمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Wa q±lµ kµnµ hµdan au na¡±r± tahtadµ, qul bal millata ibr±h³ma ¥an³f±(n), wa m± k±na minal-musyrik³n(a).
Mereka berkata, “Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “(Tidak.) Akan tetapi, (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.”
24. Ali 'Imran Ayat 23
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُدْعَوْنَ اِلٰى كِتٰبِ اللّٰهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلّٰى فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ وَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
Alam tara ilal-la©³na µtµ na¡³bam minal-kit±bi yud‘auna il± kit±bill±hi liya¥kuma bainahum £umma yatawall± far³qum minhum wa hum mu‘ri«µn(a).
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memerhatikan orang-orang (Yahudi) yang telah diberi bagian (pengetahuan) kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka, kemudian segolongan dari mereka berpaling dan menolak (kebenaran).
25. Ali 'Imran Ayat 24
ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّآ اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۖ وَّغَرَّهُمْ فِيْ دِيْنِهِمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
ª±lika bi'annahum q±lµ lan tamassanan n±ru ill± ayy±mam ma‘dµd±t(in), wa garrahum f³ d³nihim m± k±nµ yaftarµn(a).
Demikian itu disebabkan bahwa mereka berkata, “Api neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hitungan hari saja.” Mereka teperdaya dalam agamanya oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.
26. Ali 'Imran Ayat 25
فَكَيْفَ اِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Fakaifa i©± jama‘n±hum liyaumil l± raiba f³h(i), wa wuffiyat kullu nafsim m± kasabat wa hum l± yu§lamµn(a).
Bagaimanakah (nanti) jika mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya dan setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya tanpa dizalimi?
27. Al-Isra' Ayat 40
اَفَاَصْفٰىكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِيْنَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنَاثًاۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا ࣖ
Afa a¡f±kum rabbukum bil-ban³na wattakha©a minal-mal±'ikati in±£±(n), innakum lataqµlµna qaulan ‘a§³m±(n).
Apakah (pantas) Tuhanmu memilihkan anak laki-laki untukmu, sedangkan Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan? Sesungguhnya kamu (kaum musyrik) benar-benar mengucapkan perkataan yang (dosanya) sangat besar.
28. Al-Ma'idah Ayat 18
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصٰرٰى نَحْنُ اَبْنٰۤؤُا اللّٰهِ وَاَحِبَّاۤؤُهٗ ۗ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوْبِكُمْ ۗ بَلْ اَنْتُمْ بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖوَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
Wa q±latil-yahµdu wan-na¡±r± na¥nu abn±'ull±hi wa a¥ibb±'uh(µ), qul falima yu‘a©©ibukum bi©unµbikum, bal antum basyarum mimman khalaq(a), yagfiru limay yasy±'u wa yu‘a©©ibu may yasy±'(u), wa lill±hi mulkus-sam±w±ti wal-ar«i wa m± bainahum±, wa ilaihil-ma¡³r(u).
Orang Yahudi dan orang Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “(Jika benar begitu,) mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Sebaliknya, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki (pula). Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nya semua akan kembali.”
29. Al-Ma'idah Ayat 103
مَا جَعَلَ اللّٰهُ مِنْۢ بَحِيْرَةٍ وَّلَا سَاۤىِٕبَةٍ وَّلَا وَصِيْلَةٍ وَّلَا حَامٍ ۙوَّلٰكِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَاَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ
M± ja‘alall±hu mim ba¥³ratiw wa l± s±'ibatiw wa l± wa¡³latiw wa l± ¥±m(in), wa l±kinnal-la©³na kafarµ yaftarµna ‘alall±hil-ka©ib(a), wa ak£aruhum l± ya‘qilµn(a).
Allah tidak pernah menetapkan sedikit pun (aturan) menyangkut baḥīrah, sāi’bah, waṣīlah, dan ḥām. Akan tetapi, orang-orang yang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
30. Al-Ma'idah Ayat 104
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَاۤؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ
Wa i©± q³la lahum ta‘±lau il± m± anzalall±hu wa ilar-rasµli q±lµ ¥asbun± m± wajadn± ‘alaihi ±b±'an±, awalau k±na ±b±'uhum l± ya‘lamµna syai'aw wa l± yahtadµn(a).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti sesuatu yang Allah turunkan dan (mengikuti) Rasul,” mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun mereka itu tidak mengetahui sesuatu pun dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
31. An-Nahl Ayat 56
وَيَجْعَلُوْنَ لِمَا لَا يَعْلَمُوْنَ نَصِيْبًا مِّمَّا رَزَقْنٰهُمْۗ تَاللّٰهِ لَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَفْتَرُوْنَ
Wa yaj‘alµna lim± l± ya‘lamµna na¡³bam mimm± razaqn±hum, tall±hi latus'alunna ‘amm± kuntum taftarµn(a).
Mereka menyediakan bagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka untuk (berhala-berhala) yang tidak mereka ketahui (kekuasaannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang kamu ada-adakan.
32. An-Nahl Ayat 57
وَيَجْعَلُوْنَ لِلّٰهِ الْبَنٰتِ سُبْحٰنَهٗۙ وَلَهُمْ مَّا يَشْتَهُوْنَ
Wa yaj‘alµna lill±hil-ban±ti sub¥±nah(µ), wa lahum m± yasytahµn(a).
Mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan; Mahasuci Dia, sedangkan untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak-anak laki-laki).
33. An-Nahl Ayat 58
وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌۚ
Wa i©± busysyira a¥aduhum bil-un£± §alla wajhuhµ muswaddaw wa huwa ka§³m(un).
(Padahal,) apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan dia sangat marah (sedih dan malu).
34. An-Nahl Ayat 59
يَتَوٰرٰى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوْۤءِ مَا بُشِّرَ بِهٖۗ اَيُمْسِكُهٗ عَلٰى هُوْنٍ اَمْ يَدُسُّهٗ فِى التُّرَابِۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
Yataw±r± minal-qaumi min sµ'i m± busysyira bih(³), ayumsikuhµ ‘al± hµnin am yadussuhµ fit-tur±b(i), al± s±'a m± ya¥kumµn(a).
Dia bersembunyi dari orang banyak karena kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah, alangkah buruk (putusan) yang mereka tetapkan itu!
35. An-Nahl Ayat 62
وَيَجْعَلُوْنَ لِلّٰهِ مَا يَكْرَهُوْنَ وَتَصِفُ اَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ اَنَّ لَهُمُ الْحُسْنٰى لَا جَرَمَ اَنَّ لَهُمُ النَّارَ وَاَنَّهُمْ مُّفْرَطُوْنَ
Wa yaj‘alµna lill±hi m± yakrahµna wa ta¡ifu alsinatuhumul-ka©iba anna lahumul-¥usn± l± jarama anna lahumun n±ra wa annahum mufra¯µn(a).
Mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya dan lidah mereka mengucapkan kebohongan bahwa sesungguhnya bagi merekalah (balasan) yang terbaik (surga). Tidak diragukan bahwa nerakalah (tempat yang layak) bagi mereka dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan (ke dalamnya).
36. An-Najm Ayat 19
اَفَرَءَيْتُمُ اللّٰتَ وَالْعُزّٰى
Afa ra'aitumul-l±ta wal-‘uzz±.
Apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (dua berhala) al-Lata dan al-‘Uzza,
37. An-Najm Ayat 20
وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى
Wa man±ta£-£±li£atal-ukhr±.
serta Manata (berhala) ketiga yang lain (sebagai anak-anak perempuan Allah yang kamu sembah)?
38. An-Najm Ayat 21
اَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْاُنْثٰى
Alakumu©-©akaru wa lahul-un£±.
Apakah (pantas) bagi kamu (anak) laki-laki dan bagi-Nya (anak) perempuan?
39. An-Najm Ayat 22
تِلْكَ اِذًا قِسْمَةٌ ضِيْزٰى
Tilka i©an qismatun «³z±.
Itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
40. An-Najm Ayat 23
اِنْ هِيَ اِلَّآ اَسْمَاۤءٌ سَمَّيْتُمُوْهَآ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ مَّآ اَنْزَلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْاَنْفُسُۚ وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنْ رَّبِّهِمُ الْهُدٰىۗ
In hiya ill± asm±'un sammaitumµh± antum wa ±b±'ukum m± anzalall±hu bih± min sul¯±n(in), iy yattabi‘µna illa§-§anna wa m± tahwal-anfus(u), wa laqad j±'ahum mir rabbihimul-hud±.
(Berhala-berhala) itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu ada-adakan. Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)-nya. Mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu. Padahal, sungguh, mereka benar-benar telah didatangi petunjuk dari Tuhan mereka.
41. An-Najm Ayat 24
اَمْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ
Am lil-ins±ni m± tamann±.
Apakah manusia akan mendapat segala yang diinginkannya?
42. An-Najm Ayat 25
فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَالْاُوْلٰى ࣖ
Fa lill±hil-±khiratu wal-µl±.
(Tidak!) Milik Allahlah kehidupan akhirat dan dunia.
43. An-Najm Ayat 26
وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْضٰى
Wa kam mim malakin fis-sam±w±ti l± tugn³ syaf±‘atuhum syai'an ill± mim ba‘di ay ya'©anall±hu limay yasy±'u wa yar«±.
Betapa banyak malaikat di langit yang syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali apabila Allah telah mengizinkan(-nya untuk diberikan) kepada siapa yang Dia kehendaki dan ridai.
44. An-Najm Ayat 27
اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى
Innal-la©³na l± yu'minµna bil-±khirati layusammµnal-mal±'ikata tasmiyatal-un£±.
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat benar-benar menamai para malaikat dengan nama perempuan.
45. An-Najm Ayat 28
وَمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْـًٔاۚ
Wa m± lahum bih³ min ‘ilm(in), iy yattabi‘µna illa§-§anna, wa inna§-§anna l± yugn³ minal-¥aqqi syai'±(n).
Padahal, mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
46. An-Najm Ayat 29
فَاَعْرِضْ عَنْ مَّنْ تَوَلّٰىۙ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ اِلَّا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۗ
Fa a‘ri« ‘am man tawall±, ‘an ©ikrin± wa lam yurid illal-¥ay±tad-dun-y±.
Tinggalkanlah (Nabi Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami (Al-Qur’an) dan hanya menginginkan kehidupan dunia!
47. An-Najm Ayat 30
ذٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِّنَ الْعِلْمِۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖۙ وَهُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدٰى
ª±lika mablaguhum minal-‘ilm(i), inna rabbaka huwa a‘lamu biman «alla ‘an sab³lih(³), wa huwa a‘lamu bimanihtad±.
Itulah kadar pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
48. An-Nisa' Ayat 49
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Alam tara ilal-la©³na yuzakkµna anfusahum, balill±hu yuzakk³ may yasy±'u wa l± yu§lamµna fat³l±(n).
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
49. An-Nisa' Ayat 50
اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَۗ وَكَفٰى بِهٖٓ اِثْمًا مُّبِيْنًا ࣖ
Un§ur kaifa yaftarµna ‘alall±hil-ka©ib(a), wa kaf± bih³ i£mam mub³n±(n).
Perhatikanlah betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
50. An-Nisa' Ayat 117
اِنْ يَّدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِلَّآ اِنٰثًاۚ وَاِنْ يَّدْعُوْنَ اِلَّا شَيْطٰنًا مَّرِيْدًاۙ
Iy yad‘µna min dµnih³ ill± in±£±(n), wa iy yad‘µna ill± syai¯±nam mar³d±(n).
Mereka tidak menyembah selain Dia, kecuali berhala dan mereka juga tidak menyembah, kecuali setan yang durhaka.
51. As-Saffat Ayat 149
فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ
Fastaftihim alirabbikal-ban±tu wa lahumul-banµn(a).
(Wahai Nabi Muhammad,) tanyalah mereka (orang-orang kafir Makkah), “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki
52. As-Saffat Ayat 150
اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شٰهِدُوْنَ
Am khalaqnal-mal±'ikata in±£aw wa hum sy±hidµn(a).
atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan(-nya)?”
53. As-Saffat Ayat 151
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ
Al± innahum min ifkihim layaqµlµn(a).
Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka,
54. As-Saffat Ayat 152
وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ
Waladall±h(u), wa innahum lak±©ibµn(a).
“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
55. As-Saffat Ayat 153
اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ
A¡¯afal-ban±ti ‘alal-ban³n(a).
Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
56. As-Saffat Ayat 154
مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
M± lakum, kaifa ta¥kumµn(a).
Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?
57. As-Saffat Ayat 155
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ
Afal± ta©akkarµn(a).
Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
58. As-Saffat Ayat 156
اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ
Am lakum sul¯±num mub³n(un).
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
59. As-Saffat Ayat 157
فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Fa'tµ bikit±bikum in kuntum ¡±diq³n(a).
(Kalau begitu,) bawalah kitabmu jika kamu orang-orang yang benar.
60. As-Saffat Ayat 158
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
Wa ja‘alµ bainahµ wa bainal-jinnati nasab±(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamu¥«arµn(a).
Mereka menjadikan (hubungan) nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka (kaum musyrik) pasti akan diseret (ke neraka),
61. As-Saffat Ayat 159
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ
Sub¥±nall±hi ‘amm± ya¡ifµn(a).
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
62. As-Saffat Ayat 160
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
Ill± ‘ib±dall±hil-mukhla¡³n(a).
kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).
63. As-Saffat Ayat 161
فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ
Fa'innakum wa m± ta‘budµn(a).
Maka, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu
64. As-Saffat Ayat 162
مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفٰتِنِيْنَۙ
M± antum ‘alaihi bif±tin³n(a).
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
65. As-Saffat Ayat 163
اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ
Ill± man huwa ¡±lil-ja¥³m(i).
kecuali orang yang akan masuk ke (neraka) Jahim.
66. As-Saffat Ayat 180
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ
Sub¥±na rabbika rabbil-‘izzati ‘amm± ya¡ifµn(a).
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan.
67. As-Saffat Ayat 181
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ
Wa sal±mun ‘alal-mursal³n(a).
Selamat sejahtera bagi para rasul.
68. As-Saffat Ayat 182
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Wal-¥amdu lill±hi rabbil-‘±lam³n(a).
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
69. At-Taubah Ayat 30
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
Wa q±latil-yahµdu ‘uzairunibnull±hi wa q±latin-na¡±ral-mas³¥ubnull±h(i), ©±lika qauluhum bi'afw±hihim, yu«±hi'µna qaulal-la©³na kafarµ min qabl(u), q±talahumull±h(u), ann± yu'fakµn(a).
Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
70. At-Taubah Ayat 31
اِتَّخَذُوْٓا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَۚ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوْٓا اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Ittakha©µ a¥b±rahum wa ruhb±nahum arb±bam min dµnill±hi wal-mas³¥abna maryam(a), wa m± umirµ ill± liya‘budµ il±haw w±¥id±(n), l± il±ha ill± huw(a), sub¥±nahµ ‘amm± yusyrikµn(a).
Mereka menjadikan para rabi (Yahudi) dan para rahib (Nasrani) sebagai tuhan-tuhan selain Allah serta (Nasrani mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam. Padahal, mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
71. At-Taubah Ayat 32
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Yur³dµna ay yu¯fi'µ nµrall±hi bi'afw±hihim wa ya'ball±hu ill± ay yutimma nµrahµ wa lau karihal-k±firµn(a).
Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, justru hendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.
72. Az-Zukhruf Ayat 15
وَجَعَلُوْا لَهٗ مِنْ عِبَادِهٖ جُزْءًا ۗاِنَّ الْاِنْسَانَ لَكَفُوْرٌ مُّبِيْنٌ ۗ ࣖ
Wa ja‘alµ lahµ min ‘ib±dih³ juz'±(n), innal-ins±na lakafµrum mub³n(un).
Mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar (nikmat Tuhan) yang nyata.
73. Az-Zukhruf Ayat 16
اَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنٰتٍ وَّاَصْفٰىكُمْ بِالْبَنِيْنَ ۗ
Amittakha©a mimm± yakhluqu ban±tiw wa a¡f±kum bil-ban³n(a).
Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari sebagian yang telah Dia ciptakan dan memilihkan anak laki-laki untukmu?
74. Az-Zukhruf Ayat 17
وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌ
Wa i©± busysyira a¥aduhum bim± «araba lir-ra¥m±ni ma£alan §alla wajhuhµ muswaddaw wa huwa ka§³m(un).
Apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira tentang sesuatu (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya merah padam karena menahan sedih (dan marah).
75. Az-Zukhruf Ayat 18
اَوَمَنْ يُّنَشَّؤُا فِى الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِيْنٍ
Awamay yunasysya'u fil-¥ilyati wa huwa fil-khi¡±mi gairu mub³n(in).
Apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang tumbuh dan berkembang (dengan tabiat) selalu berhias diri, sedangkan dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.
76. Az-Zukhruf Ayat 19
وَجَعَلُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ الَّذِيْنَ هُمْ عِبٰدُ الرَّحْمٰنِ اِنَاثًا ۗ اَشَهِدُوْا خَلْقَهُمْ ۗسَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْـَٔلُوْنَ
Wa ja‘alul-mal±'ikatal-la©³na hum ‘ib±dur ra¥m±ni in±£±(n), asyahidµ khalqahum, satuktabu syah±datuhum wa yus'alµn(a).
Mereka menganggap para malaikat, hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu, berjenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaannya? Kelak kesaksian (yang mereka karang sendiri itu) akan dituliskan dan akan dimintakan pertanggungjawaban.
77. Az-Zukhruf Ayat 20
وَقَالُوْا لَوْ شَاۤءَ الرَّحْمٰنُ مَا عَبَدْنٰهُمْ ۗمَا لَهُمْ بِذٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ اِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَۗ
Wa q±lµ lau sy±'ar-ra¥m±nu m± ‘abadn±hum, m± lahum bi©±lika min ‘ilmin in hum ill± yakhru¡µn(a).
Mereka berkata, “Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu. Mereka hanyalah menduga-duga belaka.
78. Az-Zukhruf Ayat 21
اَمْ اٰتَيْنٰهُمْ كِتٰبًا مِّنْ قَبْلِهٖ فَهُمْ بِهٖ مُسْتَمْسِكُوْنَ
Am ±tain±hum kit±bam min qablih³ fahum bih³ mustamsikµn(a).
Apakah kami pernah memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelumnya (Al-Qur’an), lalu mereka berpegang teguh (pada kitab itu)?
79. Az-Zukhruf Ayat 22
بَلْ قَالُوْٓا اِنَّا وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا عَلٰٓى اُمَّةٍ وَّاِنَّا عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ مُّهْتَدُوْنَ
Bal q±lµ inn± wajadn± ±b±'an± ‘al± ummatiw wa inn± ‘al± ±£±rihim muhtadµn(a).
Bahkan, mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama dan kami hanya mengikuti jejak mereka.”
80. Az-Zumar Ayat 3
اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗوَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ
Al± lill±hid-d³nul-kh±li¡(u), wal-la©³nattakha©µ min dµnih³ auliy±'(a), m± na‘buduhum ill± liyuqarribµn± ilall±hi zulf±, innall±ha ya¥kumu bainahum f³ m± hum f³hi yakhtalifµn(a), innall±ha l± yahd³ man huwa k±©ibun kaff±r(un).
Ketahuilah, hanya untuk Allah agama yang bersih (dari syirik). Orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata,) “Kami tidak menyembah mereka, kecuali (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta lagi sangat ingkar.
81. Az-Zumar Ayat 4
لَوْ اَرَادَ اللّٰهُ اَنْ يَّتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفٰى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۙ سُبْحٰنَهٗ ۗهُوَ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Lau ar±dall±hu ay yattakhi©a waladal la¡¯af± mimm± yakhluqu m± yasy±'(u), sub¥±nah(µ), huwall±hul-w±¥idul-qahh±r(u).
Seandainya Allah hendak mengambil (makhluk-Nya sebagai) anak, pasti akan memilih yang Dia kehendaki dari apa yang Dia ciptakan. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
82. Az-Zumar Ayat 43
اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ شُفَعَاۤءَۗ قُلْ اَوَلَوْ كَانُوْا لَا يَمْلِكُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَعْقِلُوْنَ
Amittakha©µ min dµnill±hi syufa‘±'(a), qul awalau k±nµ l± yamlikµna syai'aw wa l± ya‘qilµn(a).
Apakah mereka juga menjadikan penolong selain Allah? Katakanlah, “Apakah (kamu menjadikannya penolong juga) meskipun mereka tidak memiliki suatu apa pun dan tidak mengerti?”
83. Az-Zumar Ayat 44
قُلْ لِّلّٰهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًا ۗ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Qul lill±hisy-syaf±‘atu jam³‘±(n), lahµ mulkus-sam±w±ti wal-ar«(i), £umma ilaihi turja‘µn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Hanya milik Allah pertolongan itu semuanya. Milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian, hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”
84. Az-Zumar Ayat 45
وَاِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَحْدَهُ اشْمَـَٔزَّتْ قُلُوْبُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِۚ وَاِذَا ذُكِرَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ
Wa i©± ©ukirall±hu wa¥dahusyma'azzat qulµbul-la©³na l± yu'minµna bil-±khirah(ti), wa i©± ©ukiral-la©³na min dµnih³ i©± hum yastabsyirµn(a).
Apabila hanya (nama) Allah yang disebut, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat kesal. Namun, apabila (nama-nama sembahan) selain Allah disebut, tiba-tiba mereka bergembira.
85. Az-Zumar Ayat 46
قُلِ اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Qulill±humma f±¯iras-sam±w±ti wal-ar«i ‘±limal-gaibi wasy-syah±dati anta ta¥kumu baina ‘ib±dika f³m± k±nµ f³hi yakhtalifµn(a).
Katakanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu apa yang selalu mereka perselisihkan.”
86. Maryam Ayat 88
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا ۗ
Wa q±luttakha©ar-ra¥m±nu walad±(n).
Mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Pengasih telah mengangkat anak.”
87. Maryam Ayat 89
لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْـًٔا اِدًّا ۙ
Laqad ji'tum syai'an idd±(n).
Sungguh, kamu benar-benar telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.
88. Maryam Ayat 90
تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْاَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا ۙ
Tak±dus-sam±w±tu yatafa¯¯arna minhu wa tansyaqqul-ar«u wa takhirrul-jib±lu hadd±(n).
Karena ucapan itu, hampir saja langit pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping.
89. Maryam Ayat 91
اَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمٰنِ وَلَدًا ۚ
An da‘au lir-ra¥m±ni walad±(n).
(Hal itu terjadi) karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.
90. Maryam Ayat 92
وَمَا يَنْۢبَغِيْ لِلرَّحْمٰنِ اَنْ يَّتَّخِذَ وَلَدًا ۗ
Wa m± yambag³ lir-ra¥m±ni ay yattakhi©a walad±(n).
Tidak sepantasnya (Allah) Yang Maha Pengasih mengangkat anak.
91. Yunus Ayat 18
وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰٓؤُلَاۤءِ شُفَعَاۤؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗقُلْ اَتُنَبِّـُٔوْنَ اللّٰهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Wa ya‘budµna min dµnill±hi m± l± ya«urruhum wa l± yanfa‘uhum wa yaqµlµna h±'ul±'i syufa‘±'un± ‘indall±h(i), qul atunabbi'µnall±ha bim± l± ya‘lamu fis-sam±w±ti wa l± fil-ar«(i), sub¥±nahµ wa ta‘±l± ‘amm± yusyrikµn(a).
Mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan mudarat kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat. Mereka berkata, “Mereka (sembahan) itu adalah penolong-penolong kami di hadapan Allah.” Katakanlah, “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah sesuatu di langit dan di bumi yang tidak Dia ketahui?” Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
92. Yunus Ayat 59
قُلْ اَرَءَيْتُمْ مَّآ اَنْزَلَ اللّٰهُ لَكُمْ مِّنْ رِّزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِّنْهُ حَرَامًا وَّحَلٰلًا ۗ قُلْ ءٰۤاللّٰهُ اَذِنَ لَكُمْ اَمْ عَلَى اللّٰهِ تَفْتَرُوْنَ
Qul ara'aitum m± anzalall±hu lakum mir rizqin fa ja‘altum minhu ¥ar±maw wa ¥al±l±(n), qul ±ll±hu a©ina lakum am ‘alall±hi taftarµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.” Katakanlah, “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?”
93. Yunus Ayat 60
وَمَا ظَنُّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَذُوْ فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُوْنَ ࣖ
Wa m± §annul-la©³na yaftarµna ‘alall±hil-ka©iba yaumal-qiy±mah(ti), innall±ha la©µ fa«lin ‘alan-n±si wa l±kinna ak£arahum l± yasykurµn(a).
Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah (berkenaan dengan apa yang akan Allah berikan kepada mereka) pada hari Kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.
94. Yunus Ayat 68
قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗ هُوَ الْغَنِيُّ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ اِنْ عِنْدَكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۢ بِهٰذَاۗ اَتَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Q±luttakha©all±hu waladan sub¥±nah(µ), huwal-ganiyy(u), lahµ m± fis-sam±w±ti wa m± fil-ar«(i), in ‘indakum min sul¯±nim bih±©±, ataqµlµna ‘alall±hi m± l± ta‘lamµn(a).
Mereka (yang menyekutukan Allah) berkata, “Allah mengangkat anak.” Mahasuci Dia. Dialah Yang Mahakaya. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?
95. Yunus Ayat 69
قُلْ اِنَّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُوْنَۗ
Qul innal-la©³na yaftarµna ‘alall±hil-ka©iba l± yufli¥µn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.”
96. Yunus Ayat 70
مَتَاعٌ فِى الدُّنْيَا ثُمَّ اِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيْقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيْدَ بِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ ࣖ
Mat±‘un fid-dun-y± £umma ilain± marji‘uhum £umma nu©³quhumul-‘a©±basy syad³da bim± k±nµ yakfurµn(a).
(Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia, selanjutnya kepada Kamilah tempat mereka kembali, kemudian Kami jadikan mereka merasakan azab yang keras karena mereka selalu kufur.