1. Al-A'raf Ayat 80
وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
Wa lµ¯an i© q±la liqaumih³ ata'tµnal-f±¥isyata m± sabaqakum bih± min a¥adim minal-‘±lam³n(a).
(Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini?
2. Al-A'raf Ayat 81
اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ
Innakum lata'tµnar-rij±la syahwatam min dµnin-nis±'(i), bal antum qaumum musrifµn(a).
Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
3. Al-A'raf Ayat 82
وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ قَرْيَتِكُمْۚ اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ
Wa m± k±na jaw±ba qaumih³ ill± an q±lµ akhrijµhum min qaryatikum, innahum un±suy yata¯ahharµn(a).
Tidak ada jawaban kaumnya selain berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.”
4. Al-A'raf Ayat 83
فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اِلَّا امْرَاَتَهٗ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
Fa anjain±hu wa ahlahµ illamra'atahµ k±nat minal-g±bir³n(a).
Maka, Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal.
5. Al-A'raf Ayat 84
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۗ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِيْنَ ࣖ
Wa am¯arn± ‘alaihim ma¯ar±(n), fan§ur kaifa k±na ‘±qibatul-mujrim³n(a).
Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Perhatikanlah, bagaimana kesudahan para pendurhaka.
6. Al-Anbiya' Ayat 74
وَلُوْطًا اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا وَّنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ تَّعْمَلُ الْخَبٰۤىِٕثَ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِيْنَۙ
Wa lµ¯an ±tain±hu ¥umkaw wa ‘ilmaw wa najjain±hu minal-qaryatil-lat³ k±nat ta‘malul-khab±'i£(a), innahum k±nµ qauma sau'in f±siq³n(a).
Kepada Lut, Kami menganugerahkan hikmah serta ilmu dan Kami menyelamatkannya dari (azab yang telah menimpa penduduk) negeri (Sodom) yang melakukan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.
7. Al-Anbiya' Ayat 75
وَاَدْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ࣖ
Wa adkhaln±hu f³ ra¥matin±, innahµ mina¡-¡±li¥³n(a).
Kami memasukkannya ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya dia termasuk golongan orang-orang yang saleh.
8. Al-'Ankabut Ayat 28
وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ ۖمَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
Wa lµ¯an i© q±la liqaumih³ innakum lata'tµnal-f±¥isyata m± sabaqakum bih± min a¥adim minal-‘±lam³n(a).
(Ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu di alam semesta.
9. Al-'Ankabut Ayat 29
اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُوْنَ السَّبِيْلَ ەۙ وَتَأْتُوْنَ فِيْ نَادِيْكُمُ الْمُنْكَرَ ۗفَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
A'innakum lata'tµnar-rij±la wa taq¯a‘µnas-sab³l(a), wa ta'tµna f³ n±d³kumul-munkar(a), fam± k±na jaw±ba qaumih³ ill± an q±lu'tin± bi‘a©±bill±hi in kunta mina¡-¡±diq³n(a).
Pantaskah kamu mendatangi laki-laki (untuk melampiaskan syahwat), menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka, jawaban kaumnya tidak lain hanyalah mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah jika engkau termasuk orang-orang benar!”
10. Al-'Ankabut Ayat 30
قَالَ رَبِّ انْصُرْنِيْ عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ ࣖ
Q±la rabbin¡urn³ ‘alal-qaumil-mufsid³n(a).
Dia (Lut) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”
11. Al-'Ankabut Ayat 31
وَلَمَّا جَاۤءَتْ رُسُلُنَآ اِبْرٰهِيْمَ بِالْبُشْرٰىۙ قَالُوْٓا اِنَّا مُهْلِكُوْٓا اَهْلِ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۚاِنَّ اَهْلَهَا كَانُوْا ظٰلِمِيْنَ ۚ
Wa lamm± j±'at rusulun± ibr±h³ma bil-busyr±, q±lµ inn± muhlikµ ahli h±©ihil-qaryah(ti), inna ahlah± k±nµ §±lim³n(a).
Ketika utusan-utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka berkata, “Sesungguhnya kami akan membinasakan penduduk negeri ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang zalim.”
12. Al-'Ankabut Ayat 32
قَالَ اِنَّ فِيْهَا لُوْطًا ۗقَالُوْا نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَنْ فِيْهَا ۖ لَنُنَجِّيَنَّهٗ وَاَهْلَهٗٓ اِلَّا امْرَاَتَهٗ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
Q±la inna f³h± lµ¯±(n), q±lµ na¥nu a‘lamu biman f³h±, lanunajjiyannahµ wa ahlahµ illamra'atahµ k±nat minal-g±bir³n(a).
Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya di kota itu ada Lut.” Mereka berkata, “Kami lebih tahu siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya. Dia termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal.”
13. Al-'Ankabut Ayat 33
وَلَمَّآ اَنْ جَاۤءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْۤءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَّقَالُوْا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۗاِنَّا مُنَجُّوْكَ وَاَهْلَكَ اِلَّا امْرَاَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
Wa lamm± an j±'at rusulun± lµ¯an s³'a bihim wa «±qa bihim ©ar‘aw wa q±lµ l± takhaf wa l± ta¥zan, inn± munajjµka wa ahlaka illamra'ataka k±nat minal-g±bir³n(a).
Ketika para utusan Kami datang kepada Lut, ia sedih karena (kedatangan) mereka dan merasa tidak mempunyai kekuatan untuk melindunginya. Mereka pun berkata, “Janganlah takut dan jangan sedih. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu. Dia termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal.”
14. Al-'Ankabut Ayat 34
اِنَّا مُنْزِلُوْنَ عَلٰٓى اَهْلِ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
Inn± munzilµna ‘al± ahli h±©ihil-qaryati rijzam minas-sam±'i bim± k±nµ yafsuqµn(a).
Sesungguhnya Kami akan menurunkan suatu azab dari langit kepada penduduk negeri ini karena mereka selalu berbuat fasik.
15. Al-'Ankabut Ayat 35
وَلَقَدْ تَّرَكْنَا مِنْهَآ اٰيَةً ۢ بَيِّنَةً لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Wa laqat tarakn± minh± ±yatam bayyinatal liqaumiy ya‘qilµn(a).
Sungguh, benar-benar telah Kami tinggalkan darinya suatu tanda yang nyata bagi kaum yang berpikir.
16. Al-Hijr Ayat 61
فَلَمَّا جَاۤءَ اٰلَ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلُوْنَۙ
Falamm± j±'a ±la lµ¯inil-mursalµn(a).
Maka, ketika para utusan itu datang kepada para pengikut Lut,
17. Al-Hijr Ayat 62
قَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ
Q±la innakum qaumum munkarµn(a).
dia berkata, “Sesungguhnya kamu orang-orang yang tidak kami kenal.”
18. Al-Hijr Ayat 63
قَالُوْا بَلْ جِئْنٰكَ بِمَا كَانُوْا فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ
Q±lµ bal ji'n±ka bim± k±nµ f³hi yamtarµn(a).
Mereka (para utusan) menjawab, “Kami justru datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan.
19. Al-Hijr Ayat 64
وَاَتَيْنٰكَ بِالْحَقِّ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ
Wa atain±ka bil-¥aqqi wa inn± la¡±diqµn(a).
Kami datang kepadamu membawa kebenaran. Sesungguhnya kami orang-orang yang benar.
20. Al-Hijr Ayat 65
فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَاتَّبِعْ اَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ وَّامْضُوْا حَيْثُ تُؤْمَرُوْنَ
Fa asri bi'ahlika biqi¯‘im minal-laili wattabi‘ adb±rahum wa l± yaltafit minkum a¥aduw wam«µ ¥ai£u tu'marµn(a).
Maka, pergilah pada akhir malam beserta keluargamu dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”
21. Al-Hijr Ayat 66
وَقَضَيْنَآ اِلَيْهِ ذٰلِكَ الْاَمْرَ اَنَّ دَابِرَ هٰٓؤُلَاۤءِ مَقْطُوْعٌ مُّصْبِحِيْنَ
Wa qa«ain± ilaihi ©±likal-amra anna d±bira h±'ul±'i maq¯µ‘um mu¡bi¥³n(a).
Telah Kami wahyukan kepadanya (Lut) keputusan itu bahwa akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.
22. Al-Hijr Ayat 67
وَجَاۤءَ اَهْلُ الْمَدِيْنَةِ يَسْتَبْشِرُوْنَ
Wa j±'a ahlul-mad³nati yastabsyirµn(a).
Datanglah penduduk kota itu (ke rumah Lut) dengan gembira (karena kedatangan tamu itu).
23. Al-Hijr Ayat 68
قَالَ اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ ضَيْفِيْ فَلَا تَفْضَحُوْنِۙ
Q±la inna h±'ul±'i «aif³ fal± taf«a¥µn(i).
Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku. Maka, jangan mempermalukanku.
24. Al-Hijr Ayat 69
وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ
Wattaqull±ha wa l± tukhzµn(i).
Bertakwalah kepada Allah dan jangan membuatku terhina.”
25. Al-Hijr Ayat 70
قَالُوْٓا اَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Q±lµ awalam nanhaka ‘anil-‘±lam³n(a).
Mereka berkata, “Bukankah kami telah melarangmu (menerima) manusia (para tamu)?”
26. Al-Hijr Ayat 71
قَالَ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنٰتِيْٓ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَۗ
Q±la h±'ul±'i ban±t³ in kuntum f±‘il³n(a).
Dia (Lut) berkata, “Mereka itulah putri-putri (negeri)-ku. (Nikahilah mereka) jika kamu hendak berbuat (memenuhi nafsu syahwatmu).”
27. Al-Hijr Ayat 72
لَعَمْرُكَ اِنَّهُمْ لَفِيْ سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
La‘amruka innahum laf³ sakratihim ya‘mahµn(a).
(Allah berfirman,) “Demi umurmu (Nabi Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (demi melampiaskan hawa nafsu).”
28. Al-Hijr Ayat 73
فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَۙ
Fa akha©athumu¡-¡ai¥atu musyriq³n(a).
Maka, mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur ketika matahari terbit.
29. Al-Hijr Ayat 74
فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ
Fa ja‘aln± ‘±liyah± s±filah± wa am¯arn± ‘alaihim ¥ij±ratam min sijj³l(in).
Maka, Kami menjungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami menghujani mereka dengan tanah yang membatu.
30. Al-Hijr Ayat 75
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِيْنَۙ
Inna f³ ©±lika la'±y±til lil-mutawassim³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan (dengan saksama) tanda-tanda (itu).
31. Al-Hijr Ayat 76
وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ
Wa innah± labisab³lim muq³m(in).
Sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
32. Al-Hijr Ayat 77
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَۗ
Inna f³ ©±lika la'±yatal lil-mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang mukmin.
33. Al-Hijr Ayat 78
وَاِنْ كَانَ اَصْحٰبُ الْاَيْكَةِ لَظٰلِمِيْنَۙ
Wa in k±na a¡¥±bul-aikati la§±lim³n(a).
Sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar orang-orang yang zalim.
34. Al-Hijr Ayat 79
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْۘ وَاِنَّهُمَا لَبِاِمَامٍ مُّبِيْنٍۗ ࣖ
Fantaqamn± minhum, wa innahum± labi'im±mim mub³n(in).
Maka, Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya kedua (negeri) itu terletak di satu jalur jalan raya.
35. An-Naml Ayat 56
۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَخْرِجُوْٓا اٰلَ لُوْطٍ مِّنْ قَرْيَتِكُمْۙ اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ
Fam± k±na jaw±ba qaumih³ ill± an q±lµ akhrijµ ±la lµ¯im min qaryatikum, innahum un±suy yata¯ahharµn(a).
Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, “Usirlah Lut dan pengikutnya dari negerimu! Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu menyucikan diri (dari perbuatan keji).”
36. An-Naml Ayat 57
فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اِلَّا امْرَاَتَهٗ قَدَّرْنٰهَا مِنَ الْغٰبِرِيْنَ
Fa'anjain±hu wa ahlahµ illamra'atahµ qaddarn±h± minal-g±bir³n(a).
Kami menyelamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan (istri)-nya termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal.
37. An-Naml Ayat 58
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ ࣖ
Wa am¯arn± ‘alaihim ma¯ar±(n), fas±'a ma¯arul-mun©ar³n(a).
Kami hujani mereka (dengan batu). Betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
38. Asy-Syu'ara' Ayat 160
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ
Ka©©abat qaumu lµ¯inil-mursal³n(a).
Kaum Lut telah mendustakan para rasul.
39. Asy-Syu'ara' Ayat 161
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ لُوْطٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
I© q±la lahum akhµhum lµ¯un al± tattaqµn(a).
Ketika saudara mereka, Lut, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
40. Asy-Syu'ara' Ayat 162
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
Inn³ lakum rasµlun am³n(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
41. Asy-Syu'ara' Ayat 163
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
Fattaqull±ha wa a¯³‘µn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
42. Asy-Syu'ara' Ayat 164
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
Wa m± as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya ill± ‘al± rabbil-‘±lam³n(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
43. Asy-Syu'ara' Ayat 165
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
Ata'tµna©-©ukr±na minal-‘±lam³n(a).
Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)?
44. Asy-Syu'ara' Ayat 166
وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُوْنَ
Wa ta©arµna m± khalaqa lakum rabbukum min azw±jikum, bal antum qaumun ‘±dµn(a).
Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.”
45. Asy-Syu'ara' Ayat 167
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
Q±lµ la'illam tantahi y± lµ¯u latakµnanna minal-mukhraj³n(a).
Mereka menjawab, “Wahai Lut, jika tidak berhenti (melarang kami), niscaya engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang diusir.”
46. Asy-Syu'ara' Ayat 168
قَالَ اِنِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَ ۗ
Q±la inn³ li‘amalikum minal-q±l³n(a).
Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang sangat benci terhadap perbuatanmu.”
47. Asy-Syu'ara' Ayat 169
رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
Rabbi najjin³ wa ahl³ mimm± ya‘malµn(a).
(Lut berdoa,) “Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.”
48. Asy-Syu'ara' Ayat 170
فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۙ
Fa najjain±hu wa ahlahµ ajma‘³n(a).
Maka, Kami selamatkan dia bersama semua keluarganya,
49. Asy-Syu'ara' Ayat 171
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ ۚ
Ill± ‘ajµzan fil-g±bir³n(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.
50. Asy-Syu'ara' Ayat 172
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ
¤umma dammarnal-±khar³n(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
51. Asy-Syu'ara' Ayat 173
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
Wa am¯arn± ‘alaihim ma¯ar±(n), fa s±'a ma¯arul-mun©ar³n(a).
Kami hujani mereka (dengan batu). Betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
52. Asy-Syu'ara' Ayat 174
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Inna f³ ©±lika la'±yah(tan), wa m± k±na ak£aruhum mu'min³n(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
53. Asy-Syu'ara' Ayat 175
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘az³zur-ra¥³m(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
54. Az-Zariyat Ayat 31
قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ
Q±la fam± kha¯bukum ayyuhal-mursalµn(a).
Dia (Ibrahim) bertanya, “Apa urusan pentingmu, wahai para utusan?”
55. Az-Zariyat Ayat 32
قَالُوْآ اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙ
Q±lµ inn± ursiln± il± qaumim mujrim³n(a).
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lut untuk menyiksanya)
56. Az-Zariyat Ayat 33
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ طِيْنٍۙ
Linursila ‘alaihim ¥ij±ratam min ¯³n(in).
agar kami menimpa mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah liat
57. Az-Zariyat Ayat 34
مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِيْنَ
Musawwamatan ‘inda rabbika lil-musrif³n(a).
yang ditandai oleh Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas.”
58. Az-Zariyat Ayat 35
فَاَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيْهَا مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَۚ
Fa akhrajn± man k±na f³h± minal-mu'min³n(a).
Kami mengeluarkan orang-orang mukmin yang berada di dalamnya (negeri kaum Lut).
59. Az-Zariyat Ayat 36
فَمَا وَجَدْنَا فِيْهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ الْمُسْلِمِيْنَۚ
Fam± wajadn± f³h± gaira baitim minal-muslim³n(a).
Kami tidak mendapati di dalamnya, kecuali sebuah rumah dari orang-orang muslim (Lut dan keluarganya).
60. Az-Zariyat Ayat 37
وَتَرَكْنَا فِيْهَآ اٰيَةً لِّلَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ الْعَذَابَ الْاَلِيْمَۗ
Wa tarakn± f³h± ±yatal lil-la©³na yakh±fµnal-‘a©±bal-al³m(a).
Kami meninggalkan suatu tanda (kebesaran-Nya) di (negeri) itu bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih.
61. Hud Ayat 77
وَلَمَّا جَاۤءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْۤءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَّقَالَ هٰذَا يَوْمٌ عَصِيْبٌ
Wa lamm± j±'at rusulun± lµ¯an s³'a bihim wa «±qa bihim ©ar‘aw wa q±la h±©± yaumun ‘a¡³b(un).
Ketika para utusan Kami (malaikat) itu datang kepada Lut, dia merasa gundah dan dadanya terasa sempit karena (kedatangan) mereka. Dia (Lut) berkata, “Ini hari yang sangat sulit.”
62. Hud Ayat 78
وَجَاۤءَهٗ قَوْمُهٗ يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِۗ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۗ قَالَ يٰقَوْمِ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنَاتِيْ هُنَّ اَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْۗ اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَّشِيْدٌ
Wa j±'ahµ qaumuhµ yuhra‘µna ilaih(i), wa min qablu k±nµ ya‘malµnas-sayyi'±t(i), q±la y± qaumi h±'ul±'i ban±t³ hunna a¯haru lakum fattaqull±ha wa l± tukhzµni f³ «aif³, alaisa minkum rajulur rasy³d(un).
Kaumnya bergegas datang menemuinya. Sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan keji. Lut berkata, “Wahai kaumku, inilah putri-putri (negeri)-ku. Mereka lebih suci bagimu (untuk dinikahi). Maka, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)-ku di hadapan tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang berakal sehat?”
63. Hud Ayat 79
قَالُوْا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِيْ بَنٰتِكَ مِنْ حَقٍّۚ وَاِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيْدُ
Q±lµ laqad ‘alimta m± lan± f³ ban±tika min ¥aqq(in), wa innaka lata‘lamu m± nur³d(u).
Mereka menjawab, “Sungguh, engkau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami inginkan.”
64. Hud Ayat 80
قَالَ لَوْ اَنَّ لِيْ بِكُمْ قُوَّةً اَوْ اٰوِيْٓ اِلٰى رُكْنٍ شَدِيْدٍ
Q±la lau anna l³ bikum quwwatan au ±w³ il± ruknin syad³d(in).
Dia (Lut) berkata, “Sekiranya aku mempunyai kekuatan untuk menghalangi (perbuatan)-mu atau aku dapat berlindung kepada kerabat yang kuat (tentu aku lakukan).”
65. Hud Ayat 81
قَالُوْا يٰلُوْطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَّصِلُوْٓا اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلَّا امْرَاَتَكَۗ اِنَّهٗ مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ ۗاِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۗ اَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيْبٍ
Q±lµ y± lµ¯u inn± rusulu rabbika lay ya¡ilµ ilaika fa asri bi'ahlika biqi¯‘im minal-laili wa l± yaltafit minkum a¥adun illamra'atak(a), innahµ mu¡³buh± m± a¡±bahum, inna mau‘idahumu¡-¡ub¥(u), alaisa¡-¡ub¥u biqar³b(in).
Mereka (para malaikat) berkata, “Wahai Lut, sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu. Mereka tidak akan dapat mengganggumu (karena mereka akan dibinasakan). Oleh karena itu, pergilah beserta keluargamu pada sebagian malam (dini hari) dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu (janganlah kamu ajak pergi karena telah berkhianat). Sesungguhnya dia akan terkena (siksaan) yang menimpa mereka dan sesungguhnya saat (kehancuran) mereka terjadi pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?”
66. Hud Ayat 82
فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ
Falamm± j±'a amrun± ja‘aln± ‘±liyah± s±filah± wa am¯arn± ‘alaih± ¥ij±ratam min sijj³lim man«µd(in).
Maka, ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya (negeri kaum Lut) dan Kami menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar secara bertubi-tubi.
67. Hud Ayat 83
مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَۗ وَمَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ ࣖ
Musawwamatan ‘inda rabbik(a) wa m± hiya mina§-§±lim³na biba‘³d(in).
(Batu-batu itu) diberi tanda dari sisi Tuhanmu. Siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.