1. 'Abasa Ayat 11
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
Kall± innah± ta©kirah(tun).
Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.
2. 'Abasa Ayat 12
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
Faman sy±'a ©akarah(µ).
Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya
3. Al-An'am Ayat 70
وَذَرِ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَعِبًا وَّلَهْوًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهٖٓ اَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْۖ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ ۚوَاِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اُبْسِلُوْا بِمَا كَسَبُوْا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢبِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ ࣖ
Wa ©aril-la©³nattakha©µ d³nahum la‘ibaw wa lahwaw wa garrathumul-¥ay±tud-dun-y± wa ©akkir bih³ an tubsala nafsum bim± kasabat, laisa lah± min dµnill±hi waliyyuw wa l± syaf³‘(un), wa in ta‘dil kulla ‘adlil l± yu'kha© minh±, ul±'ikal-la©³na ubsilµ bim± kasabµ lahum syar±bum min ¥am³miw wa ‘a©±bun al³mum bim± k±nµ yakfurµn(a).
Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.
4. Al-An'am Ayat 104
قَدْ جَاۤءَكُمْ بَصَاۤىِٕرُ مِنْ رَّبِّكُمْۚ فَمَنْ اَبْصَرَ فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَاۗ وَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
Qad j±'akum ba¡±'iru mir rabbikum, faman ab¡ara fa linafsih(³), wa man ‘amiya fa ‘alaih±, wa m± ana ‘alaikum bi¥af³§(in).
Sungguh, telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Siapa yang melihat (bukti-bukti itu),= maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri dan siapa yang buta (tidak melihat bukti-bukti itu), maka (akibat buruknya) bagi dirinya sendiri, sedangkan aku (Nabi Muhammad) bukanlah pengawas(-mu).
5. Al-An'am Ayat 129
وَكَذٰلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضًاۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ࣖ
Wa ka©±lika nuwall³ ba‘«a§-§±lim³na ba‘«am bim± k±nµ yaksibµn(a).
Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sebagian lainnya, sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan.
6. Al-An'am Ayat 158
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ اَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ ۗيَوْمَ يَأْتِيْ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ اٰمَنَتْ مِنْ قَبْلُ اَوْ كَسَبَتْ فِيْٓ اِيْمَانِهَا خَيْرًاۗ قُلِ انْتَظِرُوْٓا اِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ
Hal yan§urµna ill± an ta'tiyahumul-mal±'ikatu au ya'tiya rabbuka au ya'tiya ba‘«u ±y±ti rabbik(a), yauma ya't³ ba‘«u ±y±ti rabbika l± yanfa‘u nafsan ³m±nuh± lam takun ±manat min qablu au kasabat f³ ³m±nih± khair±(n), qulinta§irµ inn± munta§irµn(a).
Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dalam masa imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Sesungguhnya Kami pun menunggu.”
7. Al-An'am Ayat 160
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Man j±'a bil-¥asanati fa lahµ ‘asyru am£±lih±, wa man j±'a bis-sayyi'ati fal± yujz± ill± mi£lah± wa hum l± yu§lamµn(a).
Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).
8. Al-An'am Ayat 164
قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْ رَبًّا وَّهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍۗ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ اِلَّا عَلَيْهَاۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۚ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
Qul agairall±hi abg³ rabbaw wa huwa rabbu kulli syai'(in), wa l± taksibu kullu nafsin ill± ‘alaih±, wa l± taziru w±ziratuw wizra ukhr±, £umma il± rabbikum marji‘ukum fa yunabbi'ukum bim± kuntum f³hi takhtalifµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah aku (pantas) mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap orang yang berbuat dosa, dirinya sendirilah yang akan bertanggung jawab. Seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kamu kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.”
9. Al-'Ankabut Ayat 6
وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Wa man j±hada fa'innam± yuj±hidu linafsih(³), innall±ha laganiyyun ‘anil-‘±lam³n(a).
Siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh (untuk berbuat kebajikan), sesungguhnya dia sedang berusaha untuk dirinya sendiri (karena manfaatnya kembali kepada dirinya). Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya (tidak memerlukan suatu apa pun) dari alam semesta.
10. Al-'Ankabut Ayat 69
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ
Wal-la©³na j±hadµ f³n± lanahdiyannahum subulan±, wa innall±ha lama‘al-mu¥sin³n(a).
Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.
11. Al-Balad Ayat 8
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ
Alam naj‘al lahµ ‘ainain(i).
Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,
12. Al-Balad Ayat 9
وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ
Wa lis±naw wa syafatain(i).
lidah, dan sepasang bibir,
13. Al-Balad Ayat 10
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ
Wa hadain±hun-najdain(i).
serta Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)?
14. Al-Balad Ayat 11
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ
Falaqta¥amal-‘aqabah(ta).
Maka, tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan (kebajikan) yang mendaki dan sukar?
15. Al-Balad Ayat 12
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ
Wa m± adr±ka mal-‘aqabah(tu).
Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?
16. Al-Balad Ayat 13
فَكُّ رَقَبَةٍۙ
Fakku raqabah(tin).
(Itulah upaya) melepaskan perbudakan
17. Al-Balad Ayat 14
اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ
Au i¯‘±mun f³ yaumin ©³ masgabah(tin).
atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan
18. Al-Balad Ayat 15
يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ
Yat³man ©± maqrabah(tin).
(kepada) anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan
19. Al-Balad Ayat 16
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ
Au misk³nan ©± matrabah(tin).
atau orang miskin yang sangat membutuhkan.
20. Al-Baqarah Ayat 79
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗفَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ
Fawailul lil-la©³na yaktubµnal-kit±ba bi'aid³him £umma yaqµlµna h±©± min ‘indill±hi liyasytarµ bih³ £amanan qal³l±(n), fawailul lahum mimm± katabat aid³him wa wailul lahum mimm± yaksibµn(a).
Celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka, celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.
21. Al-Baqarah Ayat 81
بَلٰى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَّاَحَاطَتْ بِهٖ خَطِيْۤـَٔتُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Bal± man kasaba sayyi'ataw wa a¥±¯at bih³ kha¯³'atuhµ fa ul±'ika a¡¥±bun-n±r(i), hum f³h± kh±lidµn(a).
Bukan demikian! Siapa yang berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
22. Al-Baqarah Ayat 86
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ࣖ
Ul±'ikal-la©³nasytarawul-¥ay±tad-dun-y± bil-±khirah(ti), fal± yukhaffafu ‘anhumul-‘a©±bu wa l± hum yun¡arµn(a).
Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka, azabnya tidak akan diringankan dan mereka tidak akan ditolong.
23. Al-Baqarah Ayat 87
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ بِالرُّسُلِ ۖ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ اَفَكُلَّمَا جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰىٓ اَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ ۚ فَفَرِيْقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيْقًا تَقْتُلُوْنَ
Wa laqad ±tain± mµsal-kit±ba wa qaffain± mim ba‘dih³ bir-rusul(i), wa ±tain± ‘³sabna maryamal-bayyin±ti wa ayyadn±hu birµ¥il-qudus(i), afakullam± j±'akum rasµlum bim± l± tahw± anfusukumustakbartum, fafar³qan ka©©abtum wa far³qan taqtulµn(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami menyusulkan setelahnya rasul-rasul. Kami juga telah menganugerahkan kepada Isa, putra Maryam, bukti-bukti kebenaran, serta Kami perkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Mengapa setiap kali rasul datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri? Lalu, sebagian(-nya) kamu dustakan dan sebagian (yang lain) kamu bunuh?
24. Al-Baqarah Ayat 88
وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ ۗ بَلْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلًا مَّا يُؤْمِنُوْنَ
Wa q±lµ qulµbun± gulf(un), bal la‘anahumull±hu bikufrihim faqal³lam m± yu'minµn(a).
Mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.
25. Al-Baqarah Ayat 90
بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ اَنْ يَّكْفُرُوْا بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ بَغْيًا اَنْ يُّنَزِّلَ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۚ فَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ عَلٰى غَضَبٍۗ وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
Bi'samasytarau bih³ anfusahum ay yakfurµ bim± anzalall±hu bagyan ay yunazzilall±hu min fa«lih³ ‘al± may yasy±'u min ‘ib±dih(³), fab±'µ biga«abin ‘al± ga«ab(in), wa lil-k±fir³na ‘a©±bum muh³n(un).
Buruk sekali (perbuatan) mereka menjual dirinya dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.
26. Al-Baqarah Ayat 134
تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Tilka ummatun qad khalat, lah± m± kasabat wa lakum m± kasabtum, wa l± tus'alµna ‘amm± k±nµ ya‘malµn(a).
Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.
27. Al-Baqarah Ayat 200
فَاِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَاۤءَكُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
Fa i©± qa«aitum man±sikakum fa©kurull±ha ka©ikrikum ±b±'akum au asyadda ©ikr±(n), faminan-n±si may yaqµlu rabban± ±tin± fid-dun-y± wa m± lahµ fil-±khirati min khal±q(in).
Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.
28. Al-Baqarah Ayat 201
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Wa minhum may yaqµlu rabban± ±tin± fid-dun-y± ¥asanataw wa fil-±khirati ¥asanataw wa qin± ‘a©±ban-n±r(i).
Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
29. Al-Baqarah Ayat 202
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Ul±'ika lahum na¡³bum mimm± kasabµ, wall±hu sar³‘ul-¥is±b(i).
Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan. Allah Mahacepat perhitungan-Nya.
30. Al-Baqarah Ayat 281
وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ࣖ
Wattaqµ yauman turja‘µna f³hi ilall±h(i), £umma tuwaff± kullu nafsim m± kasabat wa hum l± yu§lamµn(a).
Waspadalah terhadap suatu hari (kiamat) yang padanya kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya dan mereka tidak dizalimi.
31. Al-Baqarah Ayat 286
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ
L± yukallifull±hu nafsan ill± wus‘ah±, lah± m± kasabat wa ‘alaih± maktasabat, rabban± l± tu'±khi©n± in nas³n± au akh¯a'n±, rabban± wa l± ta¥mil ‘alain± i¡ran kam± ¥amaltahµ ‘alal-la©³na min qablin±, rabban± wa l± tu¥ammiln± m± l± ¯±qata lan± bih(³), wa‘fu ‘ann±, wagfir lan±, war¥amn±, anta maul±n± fan¡urn± ‘alal qaumil-k±fir³n(a).
Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”
32. Ali 'Imran Ayat 25
فَكَيْفَ اِذَا جَمَعْنٰهُمْ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Fakaifa i©± jama‘n±hum liyaumil l± raiba f³h(i), wa wuffiyat kullu nafsim m± kasabat wa hum l± yu§lamµn(a).
Bagaimanakah (nanti) jika mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya dan setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya tanpa dizalimi?
33. Ali 'Imran Ayat 30
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا ۛوَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍ ۛ تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗٓ اَمَدًاۢ بَعِيْدًا ۗوَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ ࣖ
Yauma tajidu kullu nafsim m± ‘amilat min khairim mu¥«ar±(n), wa m± ‘amilat min sµ'(in), tawaddu lau anna bainah± wa bainahµ amadam ba‘³d±(n), wa yu¥a©©irukumull±hu nafsah(µ), wall±hu ra'µfum bil-‘ib±d(i).
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakannya dihadirkan, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap seandainya ada jarak yang jauh antara dia dan hari itu. Allah memperingatkan kamu akan (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
34. Ali 'Imran Ayat 145
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
Wa m± k±na linafsin an tamµta ill± bi'i©nill±hi kit±bam mu'ajjal±(n), wa may yurid £aw±bad-dun-y± nu'tih³ minh±, wa may yurid £aw±bal-±khirati nu'tih³ minh±, wa sanajzisy-sy±kir³n(a).
Setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
35. Ali 'Imran Ayat 155
اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۙ اِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوْا ۚ وَلَقَدْ عَفَا اللّٰهُ عَنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ ࣖ
Innal-la©³na tawallau minkum yaumal-taqal-jam‘±n(i), innamastazallahumusy-syai¯±nu biba‘«i m± kasabµ, wa laqad ‘afall±hu ‘anhum, innall±ha gafµrun ¥al³m(un).
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu pada hari ketika dua pasukan bertemu, sesungguhnya mereka hanyalah digelincirkan oleh setan disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat. Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
36. Ali 'Imran Ayat 161
وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّ ۗوَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Wa m± k±na linabiyyin ay yagull(a), wa may yaglul ya'ti bim± galla yaumal-qiy±mah(ti), £umma tuwaff± kullu nafsim m± kasabat wa hum l± yu§lamµn(a).
Tidak layak seorang nabi menyelewengkan (harta rampasan perang). Siapa yang menyelewengkan (-nya), niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang diselewengkannya itu. Kemudian, setiap orang akan diberi balasan secara sempurna sesuai apa yang mereka lakukan dan mereka tidak dizalimi.
37. Ali 'Imran Ayat 165
اَوَلَمَّآ اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَدْ اَصَبْتُمْ مِّثْلَيْهَاۙ قُلْتُمْ اَنّٰى هٰذَا ۗ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اَنْفُسِكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Awa lamm± a¡±batkum mu¡³batun qad a¡abtum mi£laih±, qultum ann± h±©±, qul huwa min ‘indi anfusikum, innall±ha ‘al± kulli syai'in qad³r(un).
Apakah ketika kamu ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah memperoleh (kenikmatan) dua kali lipatnya (pada Perang Badar), kamu berkata, “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
38. Al-Insan Ayat 3
اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا
Inn± hadain±hus-sab³la imm± sy±kiraw wa imm± kafµr±(n).
Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.
39. Al-Insan Ayat 29
اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا
Inna h±©ih³ ta©kirah(tun), faman sy±'attakha©a il± rabbih³ sab³l±(n).
Sesungguhnya ini adalah peringatan. Maka, siapa yang menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu mengambil jalan menuju Tuhannya.
40. Al-Insan Ayat 30
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۖ
Wa m± tasy±'µna ill± ay yasy±'all±h(u), innall±ha k±na ‘al³man ¥ak³m±(n).
Kamu tidak menghendaki (sesuatu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
41. Al-Isra' Ayat 7
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
In a¥santum a¥santum li'anfusikum, wa in asa'tum fa lah±, fa i©± j±'a wa‘dul-±khirati liyasµ'µ wujµhakum wa liyadkhulal-masjida kam± dakhalµhu awwala marratiw wa liyutabbirµ m± ‘alau tatb³r±(n).
Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
42. Al-Isra' Ayat 13
وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰۤىِٕرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰىهُ مَنْشُوْرًا
Wa kulla ins±nin alzamn±hu ¯±'irahµ f³ ‘unuqih(³), wa nukhriju lahµ yaumal-qiy±mati kit±bay yalq±hu mansyµr±(n).
Setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab yang dia terima dalam keadaan terbuka.
43. Al-Isra' Ayat 14
اِقْرَأْ كِتٰبَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ
Iqra' kit±bak(a), kaf± binafsikal-yauma ‘alaika ¥as³b±(n).
(Dikatakan,) “Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu pada hari ini sebagai penghitung atas (amal) dirimu.”
44. Al-Isra' Ayat 15
مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Manihtad± fa innam± yahtad³ linafsih(³), wa man «alla fa innam± ya«illu ‘alaih±, wa l± taziru w±ziratuw wizra ukhr±, wa m± kunn± mu‘a©©ib³na ¥att± nab‘a£a rasµl±(n).
Siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya. Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa (seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.
45. Al-Isra' Ayat 16
وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا
Wa i©± aradn± an nuhlika qaryatan amarn± mutraf³h± fa fasaqµ f³h± fa ¥aqqa ‘alaihal-qaulu fa dammarn±h± tadm³r±(n).
Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah). Lalu, mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu sehingga pantaslah berlaku padanya perkataan (azab Kami). Maka, Kami hancurkan (negeri itu) sehancur-hancurnya.
46. Al-Isra' Ayat 18
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَاۤءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهٗ جَهَنَّمَۚ يَصْلٰىهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا
Man k±na yur³dul-‘±jilata ‘ajjaln± lahµ f³h± m± nasy±'u liman nur³du £umma ja‘aln± lahµ jahannam(a), ya¡l±h± ma©mµmam mad¥µr±(n).
Siapa yang menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi siapa yang Kami kehendaki. Kemudian, Kami sediakan baginya (neraka) Jahanam. Dia akan memasukinya dalam keadaan tercela lagi terusir (dari rahmat Allah).
47. Al-Isra' Ayat 19
وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا
Wa man ar±dal-±khirata wa sa‘± lah± sa‘yah± wa huwa mu'minun fa ul±'ika k±na sa‘yuhum masykµr±(n).
Siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, dan dia adalah mukmin, mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.
48. Al-Isra' Ayat 20
كُلًّا نُّمِدُّ هٰٓؤُلَاۤءِ وَهٰٓؤُلَاۤءِ مِنْ عَطَاۤءِ رَبِّكَ ۗوَمَا كَانَ عَطَاۤءُ رَبِّكَ مَحْظُوْرًا
Kullan numiddu h±'ul±'i wa h±'ul±'i min ‘a¯±'i rabbik(a), wa m± k±na ‘a¯±'u rabbika ma¥§µr±(n).
Tiap-tiap (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat) Kami berikan anugerah dari kemurahan Tuhanmu dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
49. Al-Isra' Ayat 21
اُنْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ وَلَلْاٰخِرَةُ اَكْبَرُ دَرَجٰتٍ وَّاَكْبَرُ تَفْضِيْلًا
Un§ur kaifa fa««aln± ba‘«ahum ‘al± ba‘«(in), wa lal-±khiratu akbaru daraj±tiw wa akbaru taf«³l±(n).
Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Sungguh kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya.
50. Al-Isra' Ayat 84
قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا ࣖ
Qul kulluy ya‘malu ‘al± sy±kilatih(³), fa rabbukum a‘lamu biman huwa ahd± sab³l±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
51. Al-Jasiyah Ayat 15
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Man ‘amila ¡±li¥an fa linafsih(³), wa man as±'a fa ‘alaih±, £umma il± rabbikum turja‘µn(a).
Siapa yang mengerjakan amal saleh, itu untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat keburukan, itu akan menimpa dirinya sendiri. Kemudian, hanya kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
52. Al-Jasiyah Ayat 22
وَخَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Wa khalaqall±hus-sam±w±ti wal-ar«a bil-¥aqqi wa litujz± kullu nafsim bim± kasabat wa hum l± yu§lamµn(a).
Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak dan agar setiap jiwa diberi balasan (setimpal) dengan apa yang diusahakan serta mereka tidak akan dizalimi.
53. Al-Kahfi Ayat 29
وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا
Wa qulil-¥aqqu mir rabbikum, faman sy±'a falyu'miw wa man sy±'a falyakfur, inn± a‘tadn± li§-§±lim³na n±r±(n), a¥±¯a bihim sur±diquh±, wa iy yastag³£µ yug±£µ bim±'in kal-muhli yasywil-wujµh(a), bi'sasy-syar±b(u), wa s±'at murtafaq±(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek.
54. Al-Kahfi Ayat 55
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰى وَيَسْتَغْفِرُوْا رَبَّهُمْ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْاَوَّلِيْنَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا
Wa m± mana‘an-n±sa ay yu'minµ i© j±'ahumul-hud± wa yastagfirµ rabbahum ill± an ta'tiyahum sunnatul-awwal³na au ya'tiyahumul-‘a©±bu qubul±(n).
Tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan untuk memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali akan datang kepada mereka ketetapan (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datang kepada mereka azab yang nyata.
55. Al-Kahfi Ayat 57
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ فَاَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُۗ اِنَّا جَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرًاۗ وَاِنْ تَدْعُهُمْ اِلَى الْهُدٰى فَلَنْ يَّهْتَدُوْٓا اِذًا اَبَدًا
Wa man a§lamu mimman ©ukkira bi'±y±ti rabbih³ fa a‘ra«a ‘anh± wa nasiya m± qaddamat yad±h(u), inn± ja‘aln± ‘al± qulµbihim akinnatan ay yafqahµhu wa f³ ±©±nihim waqr±(n), wa in tad‘uhum ilal-hud± falay yahtadµ i©an abad±(n).
Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan penutup pada hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (meletakkan pula) sumbatan di telinga mereka. (Dengan demikian,) kendatipun engkau (Nabi Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.
56. Al-Kahfi Ayat 58
وَرَبُّكَ الْغَفُوْرُ ذُو الرَّحْمَةِۗ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوْا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَۗ بَلْ لَّهُمْ مَّوْعِدٌ لَّنْ يَّجِدُوْا مِنْ دُوْنِهٖ مَوْىِٕلًا
Wa rabbukal-gafµru ©ur-ra¥mah(ti), lau yu'±khi©uhum bim± kasabµ la‘ajjala lahumul-‘a©±b(a), bal lahum mau‘idul lay yajidµ min dµnih³ mau'il±(n).
Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Pemilik rahmat. Seandainya Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Akan tetapi, bagi mereka ada waktu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung selain-Nya.
57. Al-Kahfi Ayat 59
وَتِلْكَ الْقُرٰٓى اَهْلَكْنٰهُمْ لَمَّا ظَلَمُوْا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَّوْعِدًا ࣖ
Wa tilkal-qur± ahlakn±hum lamm± §alamµ wa ja‘aln± limahlikihim mau‘id±(n).
(Penduduk) negeri-negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim dan telah Kami tetapkan waktu bagi kebinasaan mereka.
58. Al-Lail Ayat 4
اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ
Inna sa‘yakum lasyatt±.
sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.
59. Al-Lail Ayat 5
فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ
Fa amm± man a‘¯± wattaq±.
Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
60. Al-Lail Ayat 6
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ
Wa ¡addaqa bil-¥usn±.
serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),
61. Al-Lail Ayat 7
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ
Fa sanuyassiruhµ lil-yusr±.
Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).
62. Al-Lail Ayat 8
وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ
Wa amm± mam bakhila wastagn±.
Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)
63. Al-Lail Ayat 9
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ
Wa ka©©aba bil-¥usn±.
serta mendustakan (balasan) yang terbaik,
64. Al-Lail Ayat 10
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ
Fa sanuyassiruhµ lil-‘usr±.
Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.
65. Al-Lail Ayat 11
وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ
Wa m± yugn³ ‘anhu m±luhµ i©± taradd±.
Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
66. Al-Lail Ayat 12
اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖ
Inna ‘alain± lal-hud±.
Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.
67. Al-Ma'idah Ayat 51
۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
Y± ayyuhal-la©³na ±manµ l± tattakhi©ul-yahµda wan-na¡±r± auliy±'(a), ba‘«uhum auliy±'u ba‘«(in), wa may yatawallahum minkum fa innahµ minhum, innall±ha l± yahdil-qauma§-§±lim³n(a).
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Tafsir Jalalain:(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin) menjadi ikutanmu dan kamu cintai. (Sebagian mereka menjadi pemimpin bagi sebagian lainnya) karena kesatuan mereka dalam kekafiran. (Siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka dia termasuk di antara mereka) artinya termasuk golongan mereka. (Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang aniaya) karena mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka.
68. Al-Muddassir Ayat 38
كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ
Kullu nafsim bim± kasabat rah³nah(tun).
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan,
69. Al-Muddassir Ayat 39
اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِ ۛ
Ill± a¡¥±bal-yam³n(i).
70. Al-Muddassir Ayat 40
فِيْ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَۙ
F³ jann±t(in) - yatas±'alµn(a).
berada di dalam surga yang mereka saling bertanya
71. Al-Muddassir Ayat 41
عَنِ الْمُجْرِمِيْنَۙ
‘Anil-mujrim³n(a).
tentang (keadaan) para pendurhaka,
72. Al-Mu'minun Ayat 62
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۖ وَلَدَيْنَا كِتٰبٌ يَّنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Wa l± nukallifu nafsan ill± wus‘ah±, wa ladain± kit±buy yan¯iqu bil-¥aqqi wa hum l± yu§lamµn(a).
Kami tidak membebani seorang pun, kecuali menurut kesanggupannya. Pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya dan mereka tidak dizalimi.
73. An-Naba' Ayat 39
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا
ª±likal-yaumul-¥aqq(u), faman sy±'attakha©a il± rabbih³ ma'±b±(n).
Itulah hari yang hak (pasti terjadi). Siapa yang menghendaki (keselamatan) niscaya menempuh jalan kembali kepada Tuhannya (dengan beramal saleh).
74. An-Nahl Ayat 111
۞ يَوْمَ تَأْتِيْ كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَنْ نَّفْسِهَا وَتُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Yauma ta't³ kullu nafsin tuj±dilu ‘an nafsih± wa tuwaff± kullu nafsim m± ‘amilat wa hum l± yu§lamµn(a).
(Ingatlah) hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya dan setiap orang disempurnakan (balasan) apa yang telah ia kerjakan dan mereka tidak dizalimi.
75. An-Nahl Ayat 118
وَعَلَى الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا مَا قَصَصْنَا عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَا ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Wa ‘alal-la©³na h±dµ ¥arramn± m± qa¡a¡n± ‘alaika min qabl(u), wa m± §alamn±hum wa l±kin k±nµ anfusahum ya§limµn(a).
Terhadap orang Yahudi Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad) dahulu. Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri.
76. An-Najm Ayat 31
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ
Wa lill±hi m± fis-sam±w±ti wa m± fil-ar«(i), liyajziyal-la©³na as±'µ bim± ‘amilµ wa yajziyal-la©³na a¥sanµ bil-¥usn±.
Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian,) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
77. An-Najm Ayat 32
اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى ࣖ
Alla©³na yajtanibµna kab±'iral-i£mi wal-faw±¥isya illal-lamam(a), inna rabbaka w±si‘ul-magfirah(ti), huwa a‘lamu bikum i© ansya'akum minal-ar«i wa i© antum ajinnatun f³ bu¯µni ummah±tikum, fal± tuzakkµ anfusakum, huwa a‘lamu bimanittaq±.
(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.
78. An-Najm Ayat 33
اَفَرَءَيْتَ الَّذِيْ تَوَلّٰىۙ
Afa ra'aital-la©³ tawall±.
Tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur’an)?
79. An-Najm Ayat 34
وَاَعْطٰى قَلِيْلًا وَّاَكْدٰى
Wa a‘¯± qal³law wa akd±.
Dia memberikan sedikit (dari apa yang telah disepakati), lalu menahan sisanya.
80. An-Najm Ayat 35
اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى
A‘indahµ ‘ilmul-gaibi fahuwa yar±.
Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, sehingga dia dapat melihat(-nya)?
81. An-Najm Ayat 36
اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى
Am lam yunabba' bim± f³ ¡u¥ufi mµs±.
Apakah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran (kitab suci yang diturunkan kepada) Musa
82. An-Najm Ayat 37
وَاِبْرٰهِيْمَ الَّذِيْ وَفّٰىٓ ۙ
Wa ibr±h³mal-la©³ waff±.
dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang telah memenuhi janji setianya?
83. An-Najm Ayat 38
اَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۙ
All± taziru w±ziratuw wizra ukhr±.
(Dalam lembaran-lembaran itu terdapat ketetapan) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
84. An-Najm Ayat 39
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
Wa al laisa lil-ins±ni ill± m± sa‘±.
bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,
85. An-Najm Ayat 40
وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ
Wa anna sa‘yahµ saufa yur±.
bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
86. An-Najm Ayat 41
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
¤umma yujz±hul-jaz±'al-auf±.
kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna,
87. An-Najm Ayat 42
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
Wa anna il± rabbikal-muntah±.
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
88. An-Naml Ayat 92
وَاَنْ اَتْلُوَا الْقُرْاٰنَ ۚفَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ
Wa an atluwal-qur'±n(a), famanihtad± fa'innam± yahtad³ linafsih(³), wa man «alla faqul innam± ana minal-mun©ir³n(a).
(Aku juga hanya diperintahkan) agar membacakan Al-Qur’an (kepada manusia). Maka, siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapatkannya untuk (kebaikan) dirinya. Siapa yang sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.”
89. An-Nisa' Ayat 79
مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
M± a¡±baka min ¥asanatin fa minall±h(i), wa m± a¡±baka min sayyi'atin fa min nafsik(a), wa arsaln±ka lin-n±si rasµl±(n), wa kaf± bill±hi syah³d±(n).
Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.
90. An-Nisa' Ayat 111
وَمَنْ يَّكْسِبْ اِثْمًا فَاِنَّمَا يَكْسِبُهٗ عَلٰى نَفْسِهٖ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Wa may yaksib i£man fa innam± yaksibuhµ ‘al± nafsih(³),wa k±nall±hu ‘al³man ¥ak³m±(n).
Siapa yang berbuat dosa sesungguhnya dia mengerjakannya untuk merugikan dirinya sendiri. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
91. An-Nisa' Ayat 112
وَمَنْ يَّكْسِبْ خَطِيْۤـَٔةً اَوْ اِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهٖ بَرِيْۤـًٔا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا ࣖ
Wa may yaksib kha¯³'atan au i£man £umma yarmi bih³ bar³'an fa qadi¥tamala buht±naw wa i£mam mub³n±(n).
Siapa yang berbuat kesalahan atau dosa, kemudian menuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, sungguh telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
92. An-Nur Ayat 11
اِنَّ الَّذِيْنَ جَاۤءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّكُمْۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَهٗ مِنْهُمْ لَهٗ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Innal-la©³na j±'µ bil-ifki ‘u¡batum minkum, l± ta¥sabµhu syarral lakum, bal huwa khairul lakum, likullimri'im minhum maktasaba minal-i£m(i), wal-la©³ tawall± kibrahµ minhum lahµ ‘a©±bun ‘a§³m(un).
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah kelompok di antara kamu (juga). Janganlah kamu mengira bahwa peristiwa itu buruk bagimu, sebaliknya itu baik bagimu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Adapun orang yang mengambil peran besar di antara mereka, dia mendapat azab yang sangat berat.
93. Ar-Ra'd Ayat 11
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Lahµ mu‘aqqib±tum mim baini yadaihi wa min khalfih³ ya¥fa§µnahµ min amrill±h(i), innall±ha l± yugayyiru m± biqaumin ¥att± yugayyirµ m± bi'anfusihim, wa i©± ar±dall±hu biqaumin sµ'an fal± maradda lah(µ), wa m± lahum min dµnih³ miw w±l(in).
Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
94. Ar-Rum Ayat 41
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
¨aharal-fas±du fil-barri wal-ba¥ri bim± kasabat aidin-n±si liyu©³qahum ba‘«al-la©³ ‘amilµ la‘allahum yarji‘µn(a).
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
95. Ar-Rum Ayat 44
مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهٗۚ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِاَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُوْنَۙ
Man kafara fa ‘alaihi kufruh(µ), wa man ‘amila ¡±li¥an fali'anfusihim yamhadµn(a).
Siapa yang kufur, maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekufurannya. Siapa yang mengerjakan kebajikan, maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan)
96. Ar-Rum Ayat 45
لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ
Liyajziyal-la©³na ±manµ wa ‘amilu¡-¡±li¥±ti min fa«lih(³), innahµ l± yu¥ibbul-k±fir³n(a).
agar Allah menganugerahkan balasan (pahala) dari karunia-Nya kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang kafir.
97. Asy-Syams Ayat 1
وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ
Wasy-syamsi wa «u¥±h±.
Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
98. Asy-Syams Ayat 2
وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ
Wal-qamari i©± tal±h±.
demi bulan saat mengiringinya,
99. Asy-Syams Ayat 3
وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ
Wan-nah±ri i©± jall±h±.
demi siang saat menampakkannya,
100. Asy-Syams Ayat 4
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ
Wal-laili i©± yagsy±h±.
demi malam saat menutupinya (gelap gulita),
101. Asy-Syams Ayat 5
وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ
Was-sam±'i wa m± ban±h±.
demi langit serta pembuatannya,
102. Asy-Syams Ayat 6
وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ
Wal-ar«i wa m± ¯a¥±h±.
demi bumi serta penghamparannya,
103. Asy-Syams Ayat 7
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
Wa nafsiw wa m± saww±h±.
dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,
104. Asy-Syams Ayat 8
فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
Fa alhamah± fujµrah± wa taqw±h±.
lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
105. Asy-Syams Ayat 9
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
Qad afla¥a man zakk±h±.
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)
106. Asy-Syams Ayat 10
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
Wa qad kh±ba man dass±h±.
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
107. Asy-Syura Ayat 20
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰخِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖۚ وَمَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۙ وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ
Man k±na yur³du ¥ar£al-±khirati nazid lahµ f³ ¥ar£ih(³), wa man k±na yur³du ¥ar£ad-dun-y± nu'tih³ minh±, wa m± lahµ fil-±khirati min na¡³b(in).
Siapa yang menghendaki balasan di akhirat, akan Kami tambahkan balasan itu baginya. Siapa yang menghendaki balasan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya (balasan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian sedikit pun di akhirat.
108. At-Takwir Ayat 27
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ
In huwa ill± ©ikrul lil-‘±lam³n(a).
(Al-Qur’an) itu tidak lain, kecuali peringatan bagi semesta alam,
109. At-Takwir Ayat 28
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ
Liman sy±'a minkum ay yastaq³m(a).
(yaitu) bagi siapa di antaramu yang hendak menempuh jalan yang lurus.
110. At-Takwir Ayat 29
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
Wa m± tasy±'µna ill± ay yasy±'all±hu rabbul-‘±lam³n(a).
Kamu tidak dapat berkehendak, kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
111. At-Tur Ayat 21
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
Wal-la©³na ±manµ wattaba‘athum ©urriyyatuhum bi'³m±nin al¥aqn± bihim ©urriyyatahum wa m± alatn±hum min ‘amalihim min syai'(in), kullumri'im bim± kasaba rah³n(un).
Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
112. Az-Zalzalah Ayat 7
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Famay ya‘mal mi£q±la ©arratin khairay yarah(µ).
Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
113. Az-Zalzalah Ayat 8
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ
Wa may ya‘mal mi£q±la ©arratin syarray yarah(µ).
Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
114. Az-Zumar Ayat 7
اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗوَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَۚ وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَكُمْۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ
In takfurµ fa'innall±ha ganiyyun ‘ankum, wa l± yar«± li‘ib±dihil-kufr(a), wa in tasykurµ yar«ahu lakum, wa l± taziru w±ziratuw wizra ukhr±, £umma il± rabbikum marji‘ukum fa yunabbi'ukum bim± kuntum ta‘malµn(a), innahµ ‘al³mum bi©±ti¡-¡udµr(i).
Jika kamu kufur, sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu. Dia pun tidak meridai kekufuran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada.
115. Az-Zumar Ayat 41
اِنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ ࣖ
Inn± anzaln± ‘alaikal-kit±ba lin-n±si bil-¥aqq(i), fa manihtad± fa linafsih(³), wa man «alla fa innam± ya«illu ‘alaih±, wa m± anta ‘alaihim biwak³l(in).
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) untuk (seluruh) manusia dengan hak. Siapa yang mendapat petunjuk, (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri. Engkau bukanlah penanggung jawab mereka.
116. Fatir Ayat 18
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗوَاِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ اِلٰى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَّلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰىۗ اِنَّمَا تُنْذِرُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ ۗوَمَنْ تَزَكّٰى فَاِنَّمَا يَتَزَكّٰى لِنَفْسِهٖ ۗوَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
Wa l± taziru w±ziratuw wizra ukhr±, wa in tad‘u mu£qalatun il± ¥imlih± l± yu¥mal minhu syai'uw wa lau k±na ©± qurb±, innam± tun©irul-la©³na yakhsyauna rabbahum bil-gaibi wa aq±mu¡-¡al±h(ta), wa man tazakk± fa innam± yatazakk± linafsih(³), wa ilall±hil-ma¡³r(u).
Orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Jika seseorang yang (dibebani dengan) dosa yang berat (lalu) memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada Tuhannya (sekalipun) tidak melihat-Nya dan mereka yang menegakkan salat. Siapa yang menyucikan dirinya sesungguhnya menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Hanya kepada Allah tempat kembali.
117. Fatir Ayat 32
ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚوَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ ۚوَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُۗ
¤umma aura£nal-kit±bal-la©³na¡¯afain± min ‘ib±din±, fa minhum §±limul linafsih(³), wa minhum muqta¡id(un), wa minhum s±biqum bil-khair±ti bi'i©nill±h(i), ©±lika huwal-fa«lul-kab³r(u).
Kemudian, Kitab Suci itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Lalu, di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Itulah (dianugerahkannya kitab suci adalah) karunia yang besar.
118. Fatir Ayat 39
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ فِى الْاَرْضِۗ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهٗۗ وَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ اِلَّا مَقْتًا ۚوَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ اِلَّا خَسَارًا
Huwal-la©³ ja‘alakum khal±'ifa fil-ar«(i), faman kafara fa‘alaihi kufruh(µ), wa l± yaz³dul-k±fir³na kufruhum ‘inda rabbihim ill± maqt±(n), wa l± yaz³dul-k±fir³na kufruhum ill± khas±r±(n).
Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Siapa yang kufur, (akibat) kekufurannya akan menimpa dirinya sendiri. Kekufuran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Kekufuran orang-orang kafir itu juga hanya akan menambah kerugian mereka.
119. Fatir Ayat 45
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِعِبَادِهٖ بَصِيْرًا ࣖ
Wa lau yu'±khi©ull±hun-n±sa bim± kasabµ m± taraka ‘al± §ahrih± min d±bbatiw wa l±kiy yu'akhkhiruhum il± ajalim musamm±(n), fa i©± j±'a ajaluhum fa innall±ha k±na bi‘ib±dih³ ba¡³r±(n).
Sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak dan bernyawa di bumi ini. Akan tetapi, Dia menangguhkan (hukuman)-nya sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka, apabila datang ajal (waktu ditimpakannya hukuman atas) mereka, sesungguhnya Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
120. Fussilat Ayat 46
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖ ۙوَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۗوَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ ۔
Man ‘amila ¡±li¥an fa linafsih(³), wa man as±'a fa ‘alaih±, wa m± rabbuka bi§all±mil lil-‘ab³d(i).
Siapa yang mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat jahat, maka (akibatnya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya).
121. Gafir Ayat 17
اَلْيَوْمَ تُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ ۗ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Al-yauma tujz± kullu nafsim bim± kasabat, l± §ulmal-yaum(a), innall±ha sar³‘ul-¥is±b(i).
Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah diusahakannya. Tidak ada yang terzalimi pada hari ini. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
122. Hud Ayat 15
مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ
Man k±na yur³dul-¥ay±tad-dun-y± wa z³natah± nuwaffi ilaihim a‘m±lahum f³h± wa hum f³h± l± yubkhasµn(a).
Siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan kepada mereka (balasan) perbuatan mereka di dalamnya dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.
123. Hud Ayat 16
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ ۖوَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Ul±'ikal-la©³na laisa lahum fil-±khirati illan-n±r(u), wa ¥abi¯a m± ¡ana‘µ f³h± wa b±¯ilum m± k±nµ ya‘malµn(a).
Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, sia-sialah apa yang telah mereka usahakan (di dunia), dan batallah apa yang dahulu selalu mereka kerjakan.
124. Hud Ayat 101
وَمَا ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰكِنْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَمَآ اَغْنَتْ عَنْهُمْ اٰلِهَتُهُمُ الَّتِيْ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ لَّمَّا جَاۤءَ اَمْرُ رَبِّكَۗ وَمَا زَادُوْهُمْ غَيْرَ تَتْبِيْبٍ
Wa m± §alamn±hum wa l±kin §alamµ anfusahum fam± agnat ‘anhum ±lihatuhumul-lat³ yad‘µna min dµnill±hi min syai'il lamm± j±'a amru rabbik(a), wa m± z±dµhum gaira tatb³b(in).
Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri. Maka, tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka sembahan yang mereka sembah selain Allah saat siksaan Tuhanmu datang. (Sembahan) itu tak lain (justru) hanya menambah kebinasaan bagi mereka.
125. Ibrahim Ayat 51
لِيَجْزِيَ اللّٰهُ كُلَّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Liyajziyall±hu kulla nafsim m± kasabat, innall±ha sar³‘ul-¥is±b(i).
(Demikian itu) agar Allah memberi balasan kepada setiap orang atas apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Mahacepat perhitungan(-Nya).
126. Luqman Ayat 12
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Wa laqad ±tain± luqm±nal-¥ikmata anisykur lill±h(i), wa may yasykur fa'innam± yasykuru linafsih(³), wa man kafara fa'innall±ha ganiyyun ¥am³d(un).
Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur (tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”
127. Maryam Ayat 76
وَيَزِيْدُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اهْتَدَوْا هُدًىۗ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ مَّرَدًّا
Wa yaz³dull±hul-la©³nahtadau hud±(n), wal-b±qiy±tu¡-¡±li¥±tu khairun ‘inda rabbika £aw±baw wa khairum maradd±(n).
Allah akan menambah petunjuk kepada orang-orang yang telah mendapat petunjuk. Amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahala dan kesudahannya di sisi Tuhanmu.
128. Taha Ayat 15
اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى
Innas-s±‘ata ±tiyatun ak±du ukhf³h± litujz± kullu nafsim bim± tas‘±.
Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
129. Taha Ayat 123
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيْعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۚفَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
Q±lahbi¯± minh± jam³‘am ba‘«ukum liba‘«in ‘aduww(un), fa imm± ya'tiyannakum minn³ hud±(n), fa manittaba‘a hud±ya fal± ya«illu wa l± yasyq±.
Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama. Sebagian kamu (Adam dan keturunannya) menjadi musuh bagi yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, (ketahuilah bahwa) siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
130. Taha Ayat 124
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
Wa man a‘ra«a ‘an ©ikr³ fa inna lahµ ma‘³syatan «ankaw wa na¥syuruhµ yaumal-qiy±mati a‘m±.
Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
131. Taha Ayat 125
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا
Q±la rabbi lima ¥asyartan³ a‘m± wa qad kuntu ba¡³r±(n).
Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau mengumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal sungguh dahulu aku dapat melihat?”
132. Taha Ayat 126
قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى
Q±la ka©±lika atatka ±y±tun± fa nas³tah±, wa ka©±likal-yauma tuns±.
Dia (Allah) berfirman, “Memang seperti itulah (balasanmu). (Dahulu) telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu engkau mengabaikannya. Begitu (pula) pada hari ini engkau diabaikan.”
133. Taha Ayat 127
وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ اَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْۢ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖۗ وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَشَدُّ وَاَبْقٰى
Wa ka©±lika najz³ man asrafa wa lam yu'mim bi'±y±ti rabbih(³), wa la‘a©±bul-±khirati asyaddu wa abq±.
Demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya pada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
134. Yasin Ayat 54
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Fal-yauma l± tu§lamu nafsun syai'aw wa l± tujzauna ill± m± kuntum ta‘malµn(a).
Pada hari itu tidak ada sama sekali orang yang dirugikan sedikit pun. Kamu tidak akan diberi balasan, kecuali atas apa yang telah kamu kerjakan.
135. Yunus Ayat 26
۞ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗوَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ ۗاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Lil-la©³na a¥sanul-¥usn± wa ziy±dah(tun), wa l± yarhaqu wujµhahum qataruw wa l± ©illah(tun), ul±'ika a¡¥±bul-jannati hum f³h± kh±lidµn(a).
Bagi orang-orang yang berbuat baik (ada pahala) yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Wajah-wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula diliputi) kehinaan. Mereka itulah para penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.
136. Yunus Ayat 27
وَالَّذِيْنَ كَسَبُوا السَّيِّاٰتِ جَزَاۤءُ سَيِّئَةٍ ۢبِمِثْلِهَاۙ وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗمَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍۚ كَاَنَّمَآ اُغْشِيَتْ وُجُوْهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ الَّيْلِ مُظْلِمًاۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Wal-la©³na kasabus-sayyi'±ti jaz±'u sayyi'atim bimi£lih±, wa tarhaquhum ©illah(tun), m± lahum minall±hi min ‘±¡im(in), ka'annam± ugsyiyat wujµhuhum qi¯a‘am minal-laili mu§lim±(n), ul±'ika a¡¥±bun-n±r(i), hum f³h± kh±lidµn(a).
Orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapatkan) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diliputi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung (pun) dari (azab) Allah. Wajah-wajah mereka seakan-akan ditutupi kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
137. Yunus Ayat 42
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَۗ اَفَاَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَانُوْا لَا يَعْقِلُوْنَ
Wa minhum may yastami‘µna ilaik(a), afa anta tusmi‘u¡-¡umma wa lau k±nµ l± ya‘qilµn(a).
Di antara mereka ada orang yang mendengarkan engkau (Nabi Muhammad). Apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu bisa mendengar walaupun mereka tidak mengerti?
138. Yunus Ayat 43
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْظُرُ اِلَيْكَۗ اَفَاَنْتَ تَهْدِى الْعُمْيَ وَلَوْ كَانُوْا لَا يُبْصِرُوْنَ
Wa minhum may yan§uru ilaik(a), afa anta tahdil-‘umya wa lau k±nµ l± yub¡irµn(a).
Di antara mereka ada orang yang melihat kepada engkau. Apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak melihat?
139. Yunus Ayat 44
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـًٔا وَّلٰكِنَّ النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Innall±ha l± ya§limun-n±sa syai'aw wa l±kinnan-n±sa anfusahum ya§limµn(a).
Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.
140. Yunus Ayat 108
قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚفَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚوَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍۗ
Qul y± ayyuhan-n±su qad j±'akumul-¥aqqu mir rabbikum, fa manihtad± fa innam± yahtad³ linafsih(³), wa man «alla fa innam± ya«illu ‘alaih±, wa m± ana ‘alaikum biwak³l(in).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu. Maka, siapa yang mendapatkan petunjuk, sesungguhnya petunjuknya itu untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Aku bukanlah penanggung jawab kamu.”