Viral Ngaben Diiringi Penari Joged Ternyata Waria, Ini Kisahnya

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Kamis, 21 Apr 2022 06:51 WIB
Iring-iringan joged saat prosesi pengabenan Putu Arya Santika alias Tika di Buleleng. (istimewa)
Iring-iringan joged saat prosesi pengabenan Putu Arya Santika alias Tika di Buleleng. (istimewa)
Buleleng -

Baru-baru ini viral tayangan video yang menampilkan beberapa waria sedang menari joged bumbung pada saat prosesi pengabenan. Ternyata itu merupakan prosesi pengabenan (kremasi) salah seorang anggota komunitas Waria dan Gay Singaraja (Wargas) bernama Putu Arya Santika alias Tika Inces Widuri, pada Senin (18/4/2022). Tika merupakan warga Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng, Bali.

Ketua Wargas, Siska D. Panggabean, atau yang karib disapa Mami Siska, mengatakan iringan tari joged bumbung yang mereka laksanakan pada saat prosesi pengabenan Tika itu merupakan permintaan terakhir dari mendiang Tika. Hal itu diketahui setelah keluarga Tika yang tinggal di Desa Banjarasem melakukan upacara metuunan (upacara untuk meminta petunjuk pada leluhur).

Saat metuunan tersebut, disebut bahwa Tika meminta agar teman-temannya di komunitas Wargas hadir pada upacara pitra yadnya sekaligus menghaturkan sesolahan (tarian) joged.


"Kami maklum dengan permintaan Tika, karena memang Tika itu ikut dalam Sekaa joged Celedu Nginyah bentukan komunitas Wargas. Dia juga sering pentas, bahkan sampai ke beberapa Kabupaten di Bali," ujar Siska saat ditemui Detikbali di kediamannya, Rabu (20/4/2022).

Kendati memaklumi permintaan Tika hal tersebut, dirinya bersama teman-teman Wargas lainnya juga sempat merasa khawatir akan reaksi dari masyarakat, mengingat acara itu merupakan acara duka.

"Kami khawatir dikecam oleh warga, takutnya kami ini para waria dikira berulah. Akhirnya kami melakukan komunikasi lebih dulu dengan pemuka adat dan tokoh desa yang akhirnya diizinkan oleh mereka" imbuhnya.

Siska menjelaskan, ada sekitar 10 orang penari yang ikut serta menghantarkan kepergian dari almarhum Tika. Sesolahan joged dilakukan dari rumah duka sampai ke setra (kuburan) Desa Banjarasem untuk dilakukan pengabenan terhadap jenazah Tika. Selain itu, saat jenazah dibakar, para waria juga melakukan sesolahan joged mengelilingi prosesi pembakaran jenazah itu.

"Saya gak nyangka video akan viral di media sosial, kami hanya menjalankan permintaan terakhir rekan kami agar almarhum tenang di alam sana," ujar dia.

"Kami juga mohon maaf apabila ada masyarakat yang tidak berkenan dengan apa yang kami lakukan" pungkasnya.

Video pengabenan diiringi penari joged sempat viral beberapa waktu lalu. Sebagian besar netizen memuji aksi tersebut, terlebih disebutkan bahwa hal itu dilakukan atas permintaan almarhum. Para netizen mengapreasiasi kekompakan mereka untuk memenuhi permintaan teman yang meninggal dunia.



Simak Video "Main ke Bali? Cobain Pemandian Terpanas di Buleleng Yuk!"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)