Pengunjung Alun-alun Tastura, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluhkan kondisi taman yang becek dan digenangi air. Padahal, tempat itu baru rampung ditata pada 25 Desember 2024 dengan menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar.
Pantauan detikBali, Minggu (30/11/2025), sejumlah area bermain dan tempat duduk hampir dipenuhi genangan air. Seperti di sekitar air mancur, hampir di semua sudut ikon tempat itu dipenuhi air. Begitu juga di sisi utara, terdapat kursi hadap-hadapan yang tak bisa diduduki karena aksesnya dipenuhi air.
Tak itu saja, sejumlah pengunjung bahkan lebih memilih melintas di atas rumput taman karena sejumlah akses ke beberapa spot di lokasi itu dibanjiri genangan.
"Sayang sekali ya padahal taman ini salah satu destinasi paling nyaman untuk bawa anak-anak bermain saat weekend," kata Baiq Yana, salah satu pengunjung yang ditemui detikBali, Minggu.
Yana menjelaskan, seharusnya pemerintah telah mengantisipasi jauh-jauh hari kejadian seperti itu. Setidaknya saat penataan dilakukan tahun lalu pihak pelaksana mempunyai gambaran seperti apa menghindari genangan air.
"Seharusnya kan ini tidak ada genangan. Paling tidak di wilayah sini dibuatkan apa kek gitu sebagai resapan agar tidak mengganggu aktivitas warga seperti ini," imbuhnya.
Pengunjung lainnya, Anisa, menyoroti hal yang sama. Ia melihat penataan yang dilakukan pada tahun lalu itu dilakukan asal-asalan.
"Karena di beberapa titik banyak fasilitas yang sudah retak kami lihat. Seperti nggak ada bedanya seperti dulu sebelum ditata," katanya.
Wanita asal Praya ini mengatakan, taman ini merupakan tempat satu-satunya yang ada di Lombok Tengah yang dapat dijadikan sebagai opsi tempat rekreasi paling aman selain destinasi wisata alam. Sebab, terdapat banyak permainan dan kuliner.
"Tapi sayangnya kan suasana rekreasi di sini dirusak dengan pemandangan air yang tergenang di mana-mana," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah, Baiq Citra Dewi Widyantari, saat dikonfirmasi enggan berkomentar tentang masalah tersebut. Ia menyarankan detikBali untuk menanyakan persoalan itu ke Kepala Dinas Perkim, Muhammad Supriyadin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Genangan air di sejumlah titik area taman Alun-alun Tastura, Praya, Lombok Tengah, Minggu (30/11/2025). (Edi Suryansyah/detikBali) |
"Ampura (maaf), tiang (saya) tidak ada kapasitas berkomentar. Silak ke Pak Kadis nggih," katanya singkat kepada detikBali via whatsapp.
Diketahui, proyek Alun-alun Tastura adalah proyek penataan kota senilai Rp 5 miliar yang telah rampung dan diresmikan pada 29 Desember 2024. Meskipun sudah diresmikan, proyek ini masih menghadapi sejumlah masalah, termasuk drainase yang belum memadai, sehingga menyebabkan genangan air, serta masalah kualitas pengerjaan seperti retak-retak dan dinilai asal-asalan oleh sebagian pihak.
Proyek itu bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Awalnya, penataan itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan berdampak positif pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL).
(nor/nor)












































