Seseorang yang terbiasa mengantuk larut malam mungkin harus bangun pukul 06.00 untuk bekerja atau kuliah. Namun, saat hari libur tiba, ia bisa tidur dan bangun lebih siang karena tidak terikat jadwal yang sama.
Perbedaan waktu tidur antara hari kerja dan hari libur itu bisa menjadi salah satu gambaran social jetlag. Istilah ini merujuk pada ketidaksesuaian antara jam biologis tubuh dan jadwal sosial, seperti waktu masuk kerja atau kuliah.
Pengertian Social Jetlag
Istilah social jetlag diperkenalkan dalam penelitian Marc Wittmann, Jenny Dinich, Martha Merrow, dan Till Roenneberg yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International pada 2006.
Fenomena ini berbeda dari travel jet lag yang dialami seseorang setelah bepergian melintasi beberapa zona waktu. Pada perjalanan jauh, tubuh perlu menyesuaikan diri dengan waktu setempat yang berbeda dari tempat asal.
Sementara itu, social jetlag bisa terjadi tanpa perjalanan ke mana pun. Kondisi ini muncul ketika waktu tidur yang sesuai dengan jam biologis seseorang tidak sejalan dengan jadwal kerja, sekolah, atau kegiatan lainnya.
Perbedaan keduanya juga diteliti Tavares dalam penelitian pada 2020. Meski sama-sama berkaitan dengan ketidaksesuaian waktu, keduanya merupakan fenomena yang berbeda.
Lantas, mengapa seseorang bisa lebih mudah tidur larut dan sulit bangun pagi, sementara orang lain terbiasa bangun lebih awal?