3 Kebiasaan yang Bikin Kamu Cepat Tua, Yuk Dicek!

3 Kebiasaan yang Bikin Kamu Cepat Tua, Yuk Dicek!

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Minggu, 30 Agu 2026 07:01 WIB
attractive beautiful short hair asian woman worry looking into mirror for face skin care condition. Frustrated Young female Examining Her Face While Looking At The Mirror in bathroom. annoy facial age
Ilustrasi penuaan. (Foto: Getty Images/Vajirawich Wongpuvarak).
Jakarta -

Kebiasaan tertentu dan paparan lingkungan ternyata dapat memengaruhi proses yang terlibat dalam kesehatan sel dan penuaan biologis.

Dilansir detikHealth dari laman NYPost, pakar pengobatan fungsional Dr Will Cole meyakini bahwa faktor gaya hidup modern dapat berkontribusi pada disfungsi seluler, yang bisa memengaruhi tidur, peradangan, dan proses lainnya yang berkaitan dengan kesehatan secara keseluruhan.

"Genetika kita tidak berubah selama ribuan tahun, tetapi dunia kita telah berubah secara dramatis dalam periode waktu yang begitu singkat," kata Cole yang berbasis di Pennsylvania kepada Fox News Digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini semua tentang makanan yang kita makan atau tidak kita makan, racun lingkungan yang sebelumnya tidak pernah ada di lingkungan kita, serta stres dan trauma," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan, berbagai tekanan itu bisa berkontribusi terhadap apa yang ia sebut sebagai "masalah penuaan yang dipercepat", yaitu kondisi ketika usia biologis seseorang tidak sejalan dengan usia kronologisnya.

"Banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an memiliki sel-sel tubuh seperti orang lanjut usia. Hal ini memang umum terjadi, tetapi bukan berarti normal," ujarnya.

1. Pola Makan yang Tidak Sehat

Menurut Cole, mengonsumsi makanan yang tidak baik untuk tubuh adalah pemicu utama gangguan kesehatan sel, terutama makanan yang menyebabkan peradangan.

Menurutnya, tidak menerapkan jadwal makan yang konsisten dan justru mengonsumsi makanan dalam rentang waktu yang panjang sepanjang hari tanpa memberikan tubuh cukup waktu untuk mencerna makanan dan berpuasa juga bisa mengganggu keseimbangan sel dalam tubuh.

2. Terkena Paparan Lingkungan Tertentu

Cole mengatakan, paparan lingkungan tertentu, seperti herbisida, pestisida, dan perfluoroalkyl substances (PFAS), atau yang terkadang disebut sebagai bahan kimia abadi, berpotensi menjadi masalah bagi kesehatan secara keseluruhan.

Dikutip dari laman Universitas Airlangga, PFAS merupakan kelompok bahan kimia yang sidah digunakan secara luas dalam berbagai produk industri dan rumah tangga, seperti peralatan masak antilengket, pakaian outdoor, hingga pelapis kertas.

Para ahli mengatakan bahwa efek dari paparan itu bergantung pada zat, dosis, dan durasi kontak.

Cole juga mengungkapkan bahwa patogen menular, seperti bakteri dan virus, serta paparan jamur merupakan faktor yang dapat memengaruhi kesehatan.

Paparan blue screen pada malam hari juga dapat mengganggu ritme sirkadian pada sebagian orang. Sementara itu, jadwal tidur-bangun yang konsisten dan paparan cahaya di siang hari bisa mendukung tidur yang sehat dan kesehatan sel.

3. Stres Kronis dan Trauma

Cole mengatakan stres kronis, trauma yang belum terselesaikan, serta kurangnya koneksi sosial atau spiritual menjadi faktor yang mungkin berkaitan dengan meningkatnya cellular noise atau gangguan pada fungsi sel.

"Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki 'perjalanan iman' cenderung hidup lebih lama, lebih sehat, lebih awet muda, dan lebih bersemangat."

Menurut Cole, bermacam pemicu stres di kehidupan modern dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang tidak selalu langsung terlihat.

"Sel menjadi bingung, sehingga tidak tahu bagaimana menjalankan fungsinya dengan baik dan memperbaiki dirinya sendiri," ujarnya.

"Kita hanya perlu memberi tubuh kita kesempatan untuk mendengar di tengah kebisingan," tambahnya.



(dhm/dhm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads