Norwegia tengah menyiapkan aturan yang dapat membatasi sementara penggunaan kacamata berbasis AI di sejumlah ruang publik. Kebijakan tersebut didorong oleh kekhawatiran mengenai potensi seseorang direkam tanpa mengetahui atau memberikan persetujuan.
Rencana pembatasan itu telah diumumkan pemerintah sejak 5 Oktober 2026. Namun, pemerintah tidak berencana melarang teknologi tersebut secara menyeluruh. Pembatasan lebih diarahkan pada lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang dan memiliki risiko terhadap privasi.
Dalam proposal tersebut, sejumlah tempat yang berpotensi terkena aturan antara lain taman, pantai, museum, pusat perbelanjaan, hingga berbagai acara publik. Sekolah, taman bermain, klub remaja, serta tempat-tempat lain yang dianggap memiliki tingkat sensitivitas privasi tinggi juga masuk dalam pertimbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya khawatir teknologi baru yang canggih diperkenalkan di mana orang berisiko difoto, direkam video, atau direkam audio tanpa menyadarinya," kata Menteri Digitalisasi dan Tata Kelola Publik, Torgeir Micaelsen, dilansir detikInet dari Dexerto, Sabtu (9/10/2026).
Pemerintah Norwegia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan dimaksudkan sebagai pelarangan total terhadap kacamata AI. Masyarakat tetap diperbolehkan menggunakannya untuk keperluan pribadi maupun dalam situasi yang tidak menimbulkan risiko bagi orang lain untuk direkam tanpa persetujuan.
Jenis perangkat yang nantinya masuk dalam cakupan aturan juga masih dalam pembahasan. Pemerintah mempertimbangkan sejumlah kemungkinan, mulai dari kacamata yang dilengkapi kamera dan perekam audio, kacamata dengan kamera serta kemampuan AI, hingga perangkat wearable lain yang mempunyai kemampuan serupa.
Rencana tersebut muncul ketika perhatian terhadap persoalan privasi semakin meningkat, terutama menyangkut kacamata AI milik Meta dan perangkat wearable lainnya yang menggunakan kamera untuk merekam lingkungan di sekitarnya.
Meski demikian, usulan tersebut belum menjadi bagian dari undang-undang yang berlaku. Pemerintah minoritas Norwegia berencana segera membawa rancangan aturan tersebut ke parlemen. Pada saat yang sama, sebuah kelompok ahli tengah mengkaji regulasi jangka panjang mengenai perangkat teknologi yang dikenakan pada tubuh.
Jika disahkan, aturan tersebut akan menjadi salah satu langkah paling ketat terhadap penggunaan teknologi wearable yang berpotensi merekam orang lain tanpa sepengetahuan mereka.
