Kenapa Susah Tidur di Tempat Baru? Ini Penjelasannya

Kenapa Susah Tidur di Tempat Baru? Ini Penjelasannya

Muhammad Fikri Haikal Saragih - detikSumut
Jumat, 02 Okt 2026 02:00 WIB
Ilustrasi Susah Tidur
Foto: Ilustrasi Susah Tidur. (Getty Images/iStockphoto/amenic181)
Medan -

Pernah susah tidur waktu menginap di rumah teman atau tempat baru yang lain? Kondisi ini dikenal dengan first-night effect, yaitu perubahan kualitas tidur yang sering terjadi saat malam pertama di tempat baru.

Pada kondisi ini, seseorang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terlelap dan lebih sering terbangun sepanjang malam.

Salah satu penjelasan yang sering digunakan untuk memahami kondisi ini adalah lingkungan yang belum terasa familiar. Cahaya, suhu, suara, tempat tidur, hingga suasana sekitar dalat membuat tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan situasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari penelitian Tamaki, dkk (2016), terdapat perbedaan pada aktivitas antara dua belahan otak ketika seseorang tidur di tempat baru. Pada proses penelitiannya, ditemukan bahwa malam pertama di laboratorium, otak sebelah kiri tetap lebih aktif dan daripada kanan saat peserta masuk ke fase tidur gelombang lambat.

Temuan tersebut digambarkan seolah otak sedang waspada terhadap kemungkinan gangguan di lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

Namun, penjelasan tersebut dianggap belum menjawab penyebab first-night effect. Wick dkk (2024) dalam penelitiannya menemukan efek ini juga dapat terjadi ketika seseoarang tidur di lingkungan yang sudah familiar.

Dalam penjelasannya, Wick juga meneliti apakah perbedaan aktivitas belahan otak pada terhadap kasus tersebut. Tidak ditemukan keterkaitan dugaan bahwa perbedaan pengalaman tidur antara kedua belah otak menjadi penyebab utama dari first-night effect.

Artinya, tidur yang kurang nyenyak pada malam pertama tidak selalu disebabkan oleh lingkungan yang asing. Lingkungan memang berperan, tapi temuan terbaru menunjukkan kondisi ini kemungkinan melibatkan mekanisme lain yang masih perlu diteliti.

Jadi, kalau tidur detikers kurang nyenyak, kondisi tersebut belum tentu menandakan adanya gangguan tidur. First-night effect dapat terjadi sementara dan pola tidur seseorang dapat berubah kembali setelah tubuh beradaptasi dengan kondisi sekitar.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Fikri Haikal Saragih, peserta Maganghub Kemnaker di detikcom



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads