Malam hari menjadi waktu tubuh untuk beristirahat. Namun, kebiasaan menggunakan ponsel, laptop, tablet, hingga menonton televisi membuat mata dan tubuh masih terpapar cahaya sebelum tidur.
Salah satu yang banyak dibahas dalam penelitian adalah blue light atau cahaya biru. Cahaya biru merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak yang dapat diterima oleh retina.
Paparan cahaya biru pada malam hari dapat mempengaruhi sistem sirkadian atau jam biologis tubuh karena berhubungan dengan produksi hormon melatonin yang membantu mengatur rasa kantuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian dalam OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika berjudul Resiko Radiasi Blue Light Terhadap Siklus Tidur dan Pengaruhnya pada Mata Manusia 2022, mengkaji 30 artikel mengenai dampak blue light terhadap tidur dan mata.
Hasil kajian menunjukkan penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur. Paparan blue light disebut dapat menurunkan produksi melatonin sehingga seseorang lebih sulit mengantuk dan kualitas tidur dapat terganggu.
Penelitian dalam PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat berjudul Efek Paparan Blue Light dari Perangkat Digital pada Kesehatan Mata dan Pola Tidur: Literature Review 2025, menunjukkan paparan blue light pada malam hari dapat menekan melatonin, memperpanjang waktu untuk mulai tidur, dan menurunkan kualitas tidur. Pada mata, keluhan yang banyak ditemukan antara lain mata kering, penglihatan kabur, dan kelelahan mata.
Paparan cahaya malam memang sulit dihindari sepenuhnya. Namun, beberapa kebiasaan dapat dilakukan, seperti mengurangi penggunaan layar 1-2 jam sebelum tidur, memberikan jeda pada mata, mengatur kecerahan layar, serta mendapatkan paparan cahaya alami pada siang hari.
Jadi, cahaya dari layar pada malam hari terutama perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi ritme tidur dan menimbulkan keluhan mata. Bukan berarti setiap paparan blue light akan merusak mata secara permanen, tetapi mengurangi penggunaan layar menjelang tidur tetap menjadi langkah yang lebih baik untuk menjaga kualitas istirahat.
Artikel ditulis Hafizna Irasa Hasibuan, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
