Perjuangan Andromeda Sufi Anggoro (18) untuk berkuliah di Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) sungguh tidak mudah. Ia pun berangkat ke Bandung diantar sang ayah menggunakan bajaj selama 24 jam perjalanan.
Dikutip dari situs resmi ITB, Kamis (23/7), Andromeda sekeluarga diterima Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., Senin (20/7).
Rektor ITB pun mengucapkan selamat kepada Andromeda dan keluarganya. ITB berupaya memfasilitasi mahasiswa berprestasi agar dapat menjalani pendidikan dengan lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, bisa sampai ke sini. Selamat untuk Bapak, Ibu, dan Andro. Kami berusaha agar sebanyak mungkin adik-adik yang memiliki kemampuan akademis baik dapat diterima di ITB. Kami tidak membeda-bedakan kemampuan ataupun latar belakang keluarga dan ekonomi," ujar Prof. Tata.
Basuni Yusuf (56) bersama bajaj yang mengantar anaknya kuliah ke ITB, Jumat (24/7). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Diam-diam Daftar ITB
Ayah Andro, Basuni Yusuf (56), mengungkapkan awal mula dirinya mengantarkan sang putra ke Bandung. Ia mengaku sempat kaget saat mendengar anaknya diterima di ITB.
Warga Tegalrejo, Kota Jogja itu menceritakan, dirinya sudah lama mengetahui sulung dari 7 bersaudara itu mendambakan kuliah di ITB. Namun, dirinya sebagai orang tua terkendala biaya.
"Saya ndak mengizinkan (kuliah di ITB), karena jauh dan saya ndak ada biayanya, kan biayanya mahal kalau di Bandung itu," tutur Basuni saat ditemui di kediamannya, Jumat (24/7/2026).
Sebagai anak, Andro menuruti keinginan orang tuanya. Walhasil, dia kuliah di UPN Jogja pada 2025 lalu dengan status penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).
"(Kuliah) UPN setahun, dapat KIP. Jurusannya Fakultas Teknik Informatika. Bukan (keinginan Andro), karena dia itu yang waktu di Jogja itu, dia hanya menuruti orang tuanya aja, dia menuruti kemauan orang tuanya, nglegani itu," ujarnya.
Selama setahun, ternyata Andromeda tidak mengubur impiannya. Diam-diam, dia belajar lagi dan berhasil diterima di Astronomi ITB, satu-satunya jurusan yang ia impikan.
"Tiba-tiba dia itu 'ayah aku diterima di ITB, aku mau ke Bandung Yah', saya waktu denger itu ya bingung, soalnya biaya itu mau pakai apa, saya nggak pegang uang. Akhirnya saya jawab, 'oke Ndro, kamu boleh ke Bandung asal ada beasiswa'," terang Basuni.
Bukan tanpa alasan Basuni meminta anaknya mencari beasiswa. Mantan pemarut kelapa di Pasar Karangwaru tersebut hanya sopir bajaj sewaan, dengan penghasilan per hari Rp 80 ribu.
Adalah istrinya, Suci Wahyuningsih (45), yang meminta sang suami menyerahkan semua kepada Tuhan. Basuni pun merestui Andro dengan catatan sang anak bisa mendapat beasiswa.
Antarkan Anak Naik Bajaj Jalan Menuju Beasiswa
Basuni kemudian memutuskan mengantar Andromeda ke Bandung menggunakan bajaj. Ia sempat membagikan rencana perjalanannya itu ke grup WhatsApp orang tua mahasiswa ITB.
Basuni, Suci, dan satu adik Andro berangkat dari Jogja pada Jumat (17/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia bertolak ke Bandung setelah pemilik bajaj mengizinkan bajaj-nya dipakai.
Siapa sangka, keputusan tersebut berbuah beasiswa bagi Andro.
"Sebelumnya saya memang berencana mau saya antar pakai bajaj, saya share ke grup Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB. Kemudian sembari cari-cari beasiswa, malah dari pihak ITB itu mengundang kami supaya datang ke ITB, kami diundang mau dikasih beasiswa," terangnya.
Perjalanan selama sehari penuh itu pun ditempuh keempatnya. Basuni mengaku dia habis bensin hingga Rp 400 ribu.
"Perjalanan itu 24 jam, nginep dulu tapi. Sampai Gombong jam 23.30 nginep di pondok, paginya berangkat lagi. Saya istirahat dua kali, sampai Bandung pukul 20.23," papar Basuni.
"(Bensin) Sekitar Rp 400.000 PP, soalnya jalannya santai. Ya alhamdulillah, karena ya saking senangnya ya toh, semangat toh, jadinya nggak terasa, tapi kita jalannya santai, waktu jam salat berhenti, salat dulu. Nanti tidur dulu. Jadi agak lama," imbuhnya.
Basuni Yusuf menyetir bajaj dari Jogja ke Bandung untuk mengantar anaknya kuliah di ITB. Foto: dok. ITB |
Disambut Seremonial
Ternyata, kedatangan mereka sudah ditunggu Prof Tata. Acara seremonial digelar ITB, dengan Andro mendapat berbagai bantuan untuk menunjang perkuliahannya.
"Ternyata diacarani, saya datang ke ITB ndak ngerti. Saking senengnya saya sujud syukur. Disambut pak Dekan, disambut pak Rektor di rumah dinasnya," terang Basuni.
"Dikasih uang tunai Rp 5 juta untuk biaya perjalanan. Anak saya dikasih laptop. Terus dikasih beasiswa untuk biaya hidup Rp 6 juta per semester. Biaya kuliah ndak, UKT-nya dapat Rp 1 juta, insyaallah mampu," lanjutnya.
Untuk meringankan biaya, selama kuliah di Bandung Andro akan tinggal ponpes mahasiswa. Sisanya, Andro hanya tinggal menjalani mimpinya yang jadi kenyataan.
"Di sana di pondok pesantren mahasiswa. Jadi dari sini sudah online daftar. Nggih, karena kalau kos mahal di sana. Di sana itu kosnya yang paling murah Rp 1 juta, pondok itu kan setahun Rp 3,5 juta," cerita Basuni.
Resep Andro Lolos ITB
Sementara Andro mengungkapkan alasan kenapa dia mengambil Jurusan Astronomi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Ia diketahui lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Saya pernah mengikuti pengajian yang menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya," kata Andro.
Alumnus SMAN 4 Jogja itu menuturkan, dirinya tidak pernah ikut bimbingan belajar (bimbel) karena persoalan biaya. Karena itu, dia mengandalkan tutorial daring maupun di YouTube.
"Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya," tutur Andro dikutip dari situs ITB, Kamis (23/7).
Dia pun senang ketika mendapat kabar diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Dia mengaku ingin kuliah di ITB sejak kelas X.
"Saya pasti sangat bersyukur dan senang karena sudah ingin berkuliah di ITB sejak lama. Saya juga ingin menjadi bagian dari ITB," ceritanya.
Arti Nama Andromeda
Basuni Yusuf berujar, dia memberi nama Andromeda karena terinspirasi dari Galaksi Andromeda. Dia berharap anaknya memiliki pengetahuan luas.
"Andromeda itu galaksi. Harapannya, dia mempunyai jangkauan pemikiran yang luas, seluas galaksi," ujar Basuni Yusuf.


