Insiden petugas Jogomaton menyiram arang penjual sate dengan air viral di media sosial. Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, menyebut aksi petugas menyiram air itu dilakukan usai beberapa kali memberi peringatan.
"Hal ini kan sebenarnya tidak hanya terjadi sekali dua kali ini, para penjual sate sudah diperingatkan sebelumnya. Mungkin tindakan yang dilakukan rekan-rekan Jogomaton tersebut diharapkan memberikan efek jera," papar Ditya saat dihubungi, Kamis (10/9/2026).
Sebagai informasi, petugas Jogomaton memang bertugas untuk menjaga ketertiban di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video yang beredar terlihat seorang petugas Jogomaton membawa botol plastik berisi air. Kemudian menyiramkan air tersebut ke panggangan pedagang sate yang tengah mangkal di sirip Malioboro.
Ditya menilai apa yang dilakukan petugas itu sudah tepat. Menurutnya, Jogomaton memang ditugaskan salah satunya untuk mengingatkan pedagang kaki lima.
"Menurut saya, Jogomaton sudah bekerja sesuai dengan ketugasannya ya. Mereka memang bertugas untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan ruang publik di sepanjang jalan Malioboro," ujar Ditya saat dihubungi, hari ini.
"Hal tersebut di antaranya mengingatkan agar PKL tidak berjualan di tempat-tempat yang dilarang, apalagi berjualan sampai mengganggu kenyamanan pengunjung yang lain," sambungnya.
Ditya meyakini sebelum mengambil tindakan tersebut petugas Jogomaton pasti sudah secara persuasif mengingatkan para pedagang sate secara lisan.
"Saya rasa rekan-rekan Jogomaton telah mengingatkan secara normatif sebelumnya. Informasi yang pernah saya dapat, mereka (pedang sate), ketika dilarang memang patuh, tapi kemudian pindah ke lokasi lain, yang sebenarnya masih di sepanjang Jalan Malioboro juga," pungkasnya.
(afn/alg)
