Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Lisman Puja Kesuma masuk desil 4 meski tercatat memiliki harta Rp 3,5 miliar. Lisman sendiri kaget namanya masuk desil penerima bansos.
Harta kekayaan Lisman bisa dilihat di laman resmi e-LHKPN KPK. Per tahun 2026, ia tercatat memiliki kekayaan bersih Rp 3.520.000.000 alias 3,5 miliar rupiah.
Jumlah itu terbagi atas kekayaan tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak, dan kas/setara kas. Porsi terbesar kekayaan Lisman adalah harta bergerak, senilai Rp 2.690.000.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, disusul kekayaan tanah dan bangunan senilai Rp 880.000.000 di Kota Tangerang Selatan seluas 84 m²/80 m².
Kaget Masuk Desil 4
Kepada detikJogja, Ketua Fraksi Gerindra itu mengaku terkejut saat mengetahui namanya masuk desil 4. Ia menduga datanya yang digunakan untuk menentukan desil belum update.
"Mungkin saja ini data saya yang didapat ini data sebelum saya menjadi anggota dewan. Jadi mungkin datanya itu belum ter-update," katanya saat dihubungi detikJogja, Selasa (8/9/2026).
Diketahui desil 4 merupakan salah satu desil yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Namun, Lisman mengaku tak pernah mendapat bantuan itu.
"Ya ceritanya saya diberi tahu sama staf saya. Saya masuk kategori desil 4. Sementara saya tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bansos ataupun menerima bansos, sama sekali tidak pernah menerima. Makanya ketika data saya masuk ke desil 4 itu saya agak terkejut, kaget," tutur Lisman.
Koordinasi ke BPS
Lisman mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan sekaligus memperbarui data tersebut. Dia menyebut koordinasi dilakukan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat provinsi maupun kabupaten.
"Desil kan dari provinsi dan kabupaten sudah untuk pemutakhiran datanya, agar sesuai dengan kondisi sekarang," ujarnya.
Lisman berharap proses pemutakhiran data DTSEN dilakukan secara kolaboratif sehingga kondisi masyarakat yang sebenarnya dapat tercermin dalam pembagian desil.
"Kalau harapan saya yang penting intinya kita berkolaborasi, yang mana belum sesuai kita sesuaikan dengan kondisi kita saat ini. Jadi ketika memang kondisi saya hari ini tidak berhak mendapatkan desil 4 itu, kita ubah," tuturnya.
