Begini Kronologi Ojol Bawa Susu Isi Sabu untuk Napi LP Kerobokan

Sui Suadnyana - detikBali
Minggu, 10 Apr 2022 01:00 WIB
Oknum Ojol yang diamankan petugas lapas
Oknum Ojol yang diamankan petugas Lapas karena kedapatan membawa sabu (Foto: Dok.Lapas Kerobokan)
Denpasar -

Petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali.

Narkotika tersebut dibawa seorang pengendara atau driver ojek online (Ojol) pada Jumat (8/4) sekitar pukul 13.30 WITA.

Kalapas Kelas IIA Kerobokan Fikri Jaya Soembing mengungkapkan, kronologi terkuaknya driver Ojol bawa sabu-sabu ke lapas.

Hal tersebut awalnya karena petugas curiga dengan barang berupa kotak susu tersebut dan akhirnya diperiksa secara intensif oleh petugas Lapas Kerobokan.


"Setelah diperiksa secara teliti, di dalam kotak susu tersebut didapati sepaket barang yang diduga sabu," kata Fikri dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (9/4/2022).

Setelah mendapati barang yang diduga sabu-sabu tersebut, petugas mengarahkan oknum driver Ojol tersebut masuk ke dalam ruang penjaga pintu utama (P2U) untuk dilakukan pengeledahan.
Fikri kemudian berkoordinasi dengan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali yang kebetulan berkunjung di lapas.

Pihak Lapas Kerobokan kemudian menyerahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu tersebut.
Driver Ojol dan narapidana yang diduga memesan barang terlarang tersebut juga turut diserahterimakan.

"Tidak ada toleransi sedikitpun untuk pelaku narkoba di lapas, (kalau) ketemu kita tangkap dan kembangkan bekerjasama dengan pihak terkait," ujar Fikri

"Narkoba modusnya berubah-ubah, namun kami tidah pernah lelah untuk melakukan antisipasi dan penggeledahan terhadap barang tersebut, guna menciptakan Lapas Kerobokan Bersinar (atau) Bersih dari narkoba," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk juga mengapresiasi kepada petugas Lapas Kerobokan yang berhasil mengagalkan penyeludupan barang yang diduga sabu-sabu tersebut.

Tak sekadar mengapresiasi, ia juga mengimbau kepada seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk meningkatkan kewaspadaan selama bulan Ramadhan, khususnya pada UPT Lapas Rutan se-Bali

"Lakukan antisipasi terhadap gangguan keamanan baik dari dalam maupun dari luar, bersama seluruh Pimti kami tidak akan mentoleran. Bagi siapa saja yang terlibat akan kami tindak tegas dan akan terus bekerja sama dengan pihak Polri maupun BNNP," jelas Jamaruli.



Simak Video "Polisi di Parepare Gagalkan Penyelundupan 11 Kg Sabu-sabu"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)