Renungan Harian Katolik 31 Desember 2025 dan Bacaan Injil: Kehadiran-Nya

Renungan Harian Katolik 31 Desember 2025 dan Bacaan Injil: Kehadiran-Nya

Santo - detikJogja
Rabu, 31 Des 2025 04:00 WIB
Renungan Harian Katolik 31 Desember 2025 dan Bacaan Injil: Kehadiran-Nya
Renungan harian Katolik. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 31 Desember 2025 merupakan Peringatan Fakultatif St Silvester I. Dengan Santo-Santa Santa Melania, Martir; dan Santo Silvester, Paus. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.

Mengangkat tema tentang kehadiran-Nya, mari simak renungan Katolik hari Rabu, 31 Desember 2025 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Habel Melki Makarius CM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 31 Desember 2025

Bacaan Liturgi Hari Ini 31 Desember 2025

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan liturgi Katolik hari ini. Adapun menurut kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, bacaan liturgi hari ini adalah 1Yoh 2:18-21; Mzm 96:1-2.11-12.13; Yoh 1:1-18; dan BcO Kid 2:8-3:5. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 1Yoh 2:18-21;

  • 1Yoh 2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
  • 1Yoh 2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
  • 1Yoh 2:20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
  • 1Yoh 2:21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.

Bacaan Mazmur Mzm 96:1-2.11-12.13;

  • Mzm 96:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
  • Mzm 96:2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
  • Mzm 96:11 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,
  • Mzm 96:12 biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai
  • Mzm 96:13 di hadapan Tuhan, sebab Ia datang. sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia datang menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetianNya.

Bacaan Injil Yoh 1:1-18

  • Yoh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
  • Yoh 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
  • Yoh 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
  • Yoh 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
  • Yoh 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
  • Yoh 1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
  • Yoh 1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
  • Yoh 1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
  • Yoh 1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
  • Yoh 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
  • Yoh 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
  • Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
  • Yoh 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
  • Yoh 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
  • Yoh 1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
  • Yoh 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
  • Yoh 1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
  • Yoh 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Bacaan Ofisi Kid 2:8-3:5

  • Kid 2:8 Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.
  • Kid 2:9 Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.
  • Kid 2:10 Kekasihku mulai berbicara kepadaku: "Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!
  • Kid 2:11 Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.
  • Kid 2:12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.
  • Kid 2:13 Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!
  • Kid 2:14 Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"
  • Kid 2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
  • Kid 2:16 Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.
  • Kid 2:17 Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, kembalilah, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!
  • Kid 3:1 Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
  • Kid 3:2 Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.
  • Kid 3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?"
  • Kid 3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.
  • Kid 3:5 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Renungan Harian Katolik Rabu 31 Desember 2025

Kita kerap kali memulai sesuatu hal dengan perencanaan dan membuat gambaran tentang apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Awal yang penuh sukacita akan membuat seluruh perjuangan kita penuh dengan sukacita pula. Sebaliknya, awal yang penuh keterpaksaan akan membuat perjuangan kita menjadi berat dan mungkin tidak akan terselesaikan dengan baik.

Penginjil Yohanes mengawali refleksinya tentang Yesus dengan refleksi yang mendalam tentang karya Allah atas penciptaan dunia. Ungkapan pembuka "pada mulanya" dalam Injil yang ditulisnya menggemakan Kitab Kejadian, memperlihatkan sifat kekal dan keberadaan Putra Allah yang melampaui batasan waktu.

Melalui rahmat istimewa berupa pengetahuan kontemplatif yang diberikan kepadanya, Penginjil Yohanes memahami bahwa Yesus adalah Sabda Kekal yang diucapkan oleh Bapa. Yesus selalu berada bersama Bapa sejak sebelum segala sesuatu ada.

Sabda itu kemudian menjadi manusia, hidup di antara umat manusia, dan membawa terang ke dunia. Menurut pandangan tradisi, penulis Injil Yohanes adalah Rasul Yohanes. Apa yang dituliskannya dalam Injil ini tidak lepas dari pengalamannya selama tiga tahun tinggal bersama Yesus.

Ia berjalan bersama Yesus, mendengarkan ajaran-ajaran-Nya, menyaksikan mukjizat-mukjizat-Nya, serta menjadi saksi penderitaan, wafat, hingga kebangkitan-Nya. Yohanes turut hadir di antara para murid saat Yesus naik ke surga, dan mengalami kuasa Roh Kudus yang dicurahkan pada hari Pentakosta.

Sesudah Pentakosta, pemahaman Yohanes akan Yesus semakin mendalam. Melalui doa-doa dan perayaan misteri Ekaristi, ia menemukan kehadiran Tuhan dalam cara yang lebih intim dan penuh transformasi. Meski tidak lagi hadir secara fisik, Sabda Kekal menjadi nyata di dalam dirinya melalui rahmat yang terus-menerus tinggal dalam jiwanya.

Kehadiran ini bagi Yohanes bahkan lebih hidup dan nyata daripada sebelumnya. Seperti Penginjil Yohanes, kita pun dipanggil untuk mengenal Sabda Kekal yang terus tinggal di antara kita dalam setiap sakramen, dalam doa-doa, dalam Kitab Suci, dan dalam jiwa kita.

Kalau kita mengawali hidup kita dengan setia pada sarana-sarana iman untuk berelasi intim dengan Allah, kita akan bertumbuh untuk semakin mengenal-Nya. Kita diajak untuk mengalami transformasi oleh kehadiran-Nya agar dapat hidup sepenuhnya sebagai bagian dari tubuh Kristus di dalam Gereja.

Persatuan mendalam dengan Kristus ini hanya mungkin terjadi bila kita membuka diri untuk ditarik masuk ke dalam misteri besar inkarnasi dan penebusan-Nya. Meski akal budi kita hanya mampu menjangkau sebagian kecil dari misteri tersebut, pemahaman sejati akan datang melalui pengetahuan kontemplatif yang dianugerahkan oleh Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita masing-masing.

Doa Katolik Hari Ini

Ya Allah, Engkau telah menerangi bangsa-bangsa. Anugerahilah umat-Mu damai abadi. Terangilah jalan hidup kami, seperti Engkau telah menerangi jalan hidup umat Israel.

Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari Rabu, 31 Desember 2025 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.




(sto/apl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads