Pemuda inisial S (24) membuat geger warga sekitar palang perlintasan KA di Banyumeneng, Banyuraden, Gamping, Sleman. Sebab, S yang lagi mabuk ngamuk hingga merusak palang KA.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyebut peristiwa terjadi pada Minggu (9/8) sekitar pukul 17.18 WIB. S yang saat itu mabuk tiba-tiba mengamuk usai jalannya terhenti akibat palang yang turun karena kereta lewat.
Dalam video yang diperoleh detikJogja, pria itu mengendarai motornya tanpa helm. Dia tiba-tiba merusak palang pintu perlintasan yang sedang ditutup. Bahkan dia menarik paksa kabel hingga terputus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat berada di lokasi, S diduga mengamuk dan menarik palang pintu perlintasan sebelah selatan hingga patah. Setelah itu, S meninggalkan lokasi menuju arah utara," ujar Argo saat dihubungi, Senin (10/8).
Setelah lewat, S justru kembali lagi ke pos perlintasan dan menantang petugas.
"Sekitar 30 menit kemudian, S kembali ke Pos Perlintasan Kereta Api Banyumeneng dan menantang petugas. Mengetahui kejadian tersebut, warga bersama petugas PT KAI menghubungi Polsek Gamping. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan S untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.
Pelaku akhirnya diamankan polisi. Argo menyebut palang pintu itu rusak dengan kerugian materiil diperkirakan Rp 2 juta.
"(Pelaku) Masih diamankan di Polsek Gamping untuk proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut," ungkap Argo.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku diketahui dalam kondisi dipengaruhi minuman keras saat melakukan pengrusakan," sambungnya.
Sementara, Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih menerangkan palang pintu perlintasan yang dirusak berada di JPL 734 di daerah Sleman. Usai perusakan, petugas langsung bergerak memperbaiki palang pintu dan kini sudah berfungsi seperti sebelumnya.
Feni menegaskan, pihaknya pun menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke kepolisian terhadap tindak pengrusakan ini.
"KAI Daop 6 membuat laporan resmi kepada kepolisian agar dapat diproses lanjut sesuai ketentuan. Petugas lapangan kami terutama petugas pengamanan dan unit prasarana KAI juga bersama kepolisian akan berkolaborasi untuk upaya preventif ke depannya," ujar Feni dalam keterangannya.
