Jam Berapa Sholat Rebo Wekasan? Cek Jadwal 2026 dan Bacaan Niatnya!

Jam Berapa Sholat Rebo Wekasan? Cek Jadwal 2026 dan Bacaan Niatnya!

Nur Umar Akashi - detikJogja
Selasa, 11 Agu 2026 11:37 WIB
Ilustrasi Sholat Rebo Wekasan
Ilustrasi Sholat Rebo Wekasan (Foto: RDNE Stock Project/Pexels)
Jogja -

Rebo Wekasan yang merupakan hari terakhir bulan Safar tinggal beberapa jam lagi dimulai. Pada momen yang konon penuh bala dan musibah tersebut, sebagian umat Islam memilih mengerjakan sholat Rebo Wekasan. Jam berapa tepatnya?

Sebelum menyelami lebih dalam, detikers harus tahu hukum sholat ini terlebih dahulu. Dilansir laman resmi Pesantren Tebuireng, sholat Rebo Wekasan tidak pernah ada dalam syariat Islam.

Oleh karena itu, sholat Rebo Wekasan tidak boleh ditunaikan. Namun, jika mengerjakan sholat sunnah Mutlak pada Rabu terakhir Safar, tentu tanpa keyakinan akan adanya bala, maka hukumnya boleh. Mengingat, sholat sunnah Mutlak boleh dikerjakan kapan saja dan bilangan rakaatnya tidak terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berencana mengerjakan sholat Rebo Wekasan? Cek jadwal dan bacaan niatnya dahulu di bawah ini, yuk!

ADVERTISEMENT

Jam Berapa Sholat Rebo Wekasan 2026?

Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama, Safar 1448 H berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026. Itu berarti, Rabu terakhir Safar alias Rebo Wekasan bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus 2026.

Perlu dicatat, waktu pergantian hari kalender Hijriah berbeda dengan Masehi. Kalender Hijriah berganti hari saat Matahari terbenam atau ditandai dengan adzan maghrib. Sementara itu, kalender Masehi berganti pada tengah malam.

Dengan demikian, terhitung per Selasa, 11 Agustus 2026, waktu maghrib, Rebo Wekasan sudah dimulai. Kapankah sholatnya bisa dikerjakan?

Berhubung sholat Rebo Wekasan hanya boleh dikerjakan dengan niat sholat sunnah Mutlak, maka waktu pendiriannya dimulai setelah maghrib nanti. Waktunya terbentang hingga esok Rabu, 12 Agustus 2026 sebelum maghrib. Pun, sholat sunnah Mutlak ini bisa dikerjakan kapan saja, tidak terbatas pada Rebo Wekasan saja.

Niat Sholat Rebo Wekasan

Sebagaimana sudah disinggung di atas, sholat Rebo Wekasan hanya sah dikerjakan bila diniati sebagai sholat sunnah Mutlak. Diambil dari Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) oleh Saiful Hadi el-Sutha, lafal niatnya:

أُصَلِّي سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallii sunnatan rak'ataini lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat melaksanakan sholat sunnah dua rakaat semata-mata karena Allah Ta'ala."

Dalam syariat Islam, niat amal ibadah diwajibkan ada di hati. Mengucapkannya bukanlah hal wajib, meski ada ulama yang berpandangan hal tersebut sunnah dilakukan. Wallahu a'lam bish-shawab.

Benarkah Rebo Wekasan Penuh Sial?

Ketika membaca artikel ini, detikers mungkin bertanya-tanya dalam hati, 'apakah benar Rebo Wekasan dipenuhi kesialan dan musibah?'. Untuk tahu jawabannya, kamu mesti mengetahui sumber anggapan sial tersebut dahulu.

Menurut keterangan Rikha Zulia dkk dalam artikel jurnal Panangkaran bertajuk 'Tradisi Rabu Wekasan dalam Persepsi Milenial: Studi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNNES', semua bermula dari pendapat Syaikh Abdul Hamid Quds dalam Kanzun Najah was-Surur fi Fadhail al-Azminahwa-Shuhur.

Melalui kitab tersebut, Syaikh Abdul Hamid menyebut pada Rabu terakhir Safar, Allah SWT menurunkan 32.000 bala ke Bumi. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan melakukan amalan sebagai bentuk ikhtiar berlindung.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan di laman NU Jatim, asal-usul tradisi Rebo Wekasan bersumber dari anjuran Syaikh Ahmad bin Umar ad-Dairabi. Dalam kitabnya, Mujarrabat ad-Dairabi, sang syaikh menyebut 300 ribu bala akan diturunkan pada Rabu terakhir Safar.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri pernah menyebut tidak ada malapetaka pada bulan Safar. Sabdanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim sehingga status keshahihannya tak perlu diragukan.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم.

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Safar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang.'"

Pun, menurut penjelasan di laman Pesantren Tebuireng, para ulama yang menganjurkan sholat maupun menginformasikan bala mendasarkannya atas ilham. Dan mayoritas ulama ushul fiqh menganggap ilham tidak bisa dijadikan dasar hukum.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai waktu sholat Rebo Wekasan lengkap bacaan niatnya. Semoga bermanfaat!



(num/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads