Polisi Ungkap Pemicu Pria Rusak Palang Kereta-Cabut Bendera di Bantul

Polisi Ungkap Pemicu Pria Rusak Palang Kereta-Cabut Bendera di Bantul

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 11 Agu 2026 15:23 WIB
Barang bukti palang perlintasan KA yang dirusak S(24) dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman (11/8).
Barang bukti palang perlintasan KA yang dirusak S(24) dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman (11/8). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Sleman -

Tim gabungan Polda DIY, Polresta Sleman, dan Polres Bantul mengusut pelaku perusakan tiang dan bendera merah putih di Kasihan, Bantul dan perusak palang pintu kereta api (KA) di Gamping, Sleman. Dari hasil penyidikan, motif Pelaku melakukan aksinya lantaran ada masalah keluarga.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan menegaskan pelaku berinisial S (24) menjalankan dua aksinya itu di hari yang sama yaitu pada Minggu (9/8). Aksi pertama yakni pencabutan bendera sekitar pukul 17.10 WIB di rumah seorang warga di Bantul, kemudian perusakan palang perlintasan jam 17.30 WIB di Sleman.

"Fakta hukum yang ditemukan penyidik bahwa pelaku dalam melakukan tindakannya dalam pengaruh minuman keras atau mabuk ya," jelas Ihsan dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga menyebabkan kesadarannya terganggu. Hal inilah yang menyebabkan pelaku tidak sabaran, kemudian temperamen, dan melakukan tindakan anarkis," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Selain karena pengaruh miras, Ihsan bilang, pelaku ternyata juga sedang ada masalah keluarga sehingga nekat melakukan tindakan tersebut.

Diketahui, pelaku masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jogja. Masalah keluarga yang dimaksud yakni pelaku sempat cekcok dengan kakaknya lantaran kuliah si pelaku tak kunjung selesai. Pelaku dan kakaknya diketahui kuliah di satu kampus yang sama.

"Terkait nama kampus tentunya kita menghormati ya, kita fokus pada perbuatan pidananya. Dari hasil pemeriksaan awal ya bahwa memang yang bersangkutan ini jarang masuk (kuliah) ya, sehingga kakaknya yang kebetulan juga menempuh pendidikan di tempat yang sama menegur," ujarnya.

"Karena marah ditegur, kemudian dalam pengaruh minuman keras tadi sehingga melakukan perbuatan-perbuatan yang tadi, seperti merusak bendera, kemudian merusak palang pintu. Ya benar ada permasalahan internal keluarga," imbuh Ihsan.

Lebih lanjut Ihsan mengatakan, aksi ini baru pertama kali dilakukan oleh pelaku. Ia juga menegaskan jika aksi pelaku ini tidak ada kaitannya dengan kelompok tertentu.

"Sekali lagi, kami pastikan ini murni tindakan personal dari yang bersangkutan. Karena tadi, berada di bawah pengaruh minuman keras. Jadi sekali lagi, tidak ada kaitan dengan kelompok atau jaringan tertentu," lanjutnya.



(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads