Cara Mandi Wajib Sesuai Syariat Lengkap dengan Detail Teknisnya

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 29 Jun 2022 21:32 WIB
shower with flowing water and steam, closeup view
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/nikkytok
Solo -

Mandi wajib adalah salah satu perkara kesucian (thaharah) yang harus diketahui umat muslim setelah akil baligh atau dewasa. Bersuci dengan benar, termasuk dalam hal mandi wajib, menjadi syarat utama diterimanya ibadah, terutama salat. Bagaimana cara mandi wajib yang benar sesuai syariat?

Menyadur buku "Sudah Mandi Wajib Haruskan Wudhu Lagi" karya M Saiyid Mahadhir Lc, MA (Rumah Fiqih Publishing, 2018), berikut teknis mandi wajib yang benar.

1. Niat Mandi Wajib

Menurut M Saiyid, semua ulama sepakat bahwa niat terletak di dalam hati. Namun, sebagian ulama lainnya membolehkan bahkan menyarankan jika memang niat itu diawali atau disertai dengan lafal niat. Jika ada yang ingin melafalkan niat, rata-rata lafal niatnya adalah:


ةبانجلا عفرل لسغلا تيون

"Nawaitul ghusla lirof'il janaabah." Artinya, "aku berniat untuk mandi dalam rangka mengangkat janabah."

Atau:

عفرل لسغلا تيون ربكلْا ثدحلا

"Nawaitul ghusla lirof'il qadatsil akbar." Artinya, "aku berniat untuk mandi untuk mengangkat hadas besar."

2. Hilangkan Najis yang Melekat

Mandi wajib bertujuan untuk menghilangkan najis, terutama najis yang mungkin masih menempel di tubuh setelah haid dan nifas, atau setelah berhubungan suami istri, atau najis-najis lainya yang mungkin ada. Cara menghilangkannya bisa dengan mengguyurkan air sampai bersih.

3. Ratakan Air ke Seluruh Tubuh

Maksudnya, memastikan bahwa air mandi itu sampai ke seluruh tubuh. Meski banyak yang menyebutnya sebagai mandi keramas, namun sebenarnya tidak ada kewajiban untuk menggunakan sabun atau sampo. Jika tiga hal ini sudah dilakukan, tulis M Saiyid, maka mandi wajib tersebut sudah sah, dan kondisi hadas besar sudah dinyatakan hilang.

Namun, M Saiyid menambahkan, karena aktivitas mandi ini adalah termasuk dalam ranah ibadah, maka untuk kesempurnaan mandi wajib ini dia juga menyadur teknis detailnya dari kitab Al-Majmu' (An-Nawawi, Al-Majmu', jilid 2, hal. 177-195). Berikut ini detailnya.

4. Detail Mandi Wajib Menurut Kitab Al-Majmu'

1. Membaca Bismillah dan niat

2. Mencuci kedua telapan tangan sebanyak tiga kali.

3. Mencuci kemaluan untuk menghilangkan najis, baik di depan maupun belakang, untuk memastikan tubuh benar-benar dalam kondisi bersih. Hal ini demi mengantisipasi jika masih ada bekas mani disekitar kemaluan atau mungkin usai buang air besar sebelum mandi. Bagi perempuan setelah haid atau nifas, dianjurkan membersihkan sisa-sisa najis tersebut dengan sesuatu yang harum seperti sabun mandi, dan sebagainya.