BP2MI-Polda NTB Akan Investigasi Soal Mafia Penempatan PMI Ilegal

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 25 Mei 2022 12:00 WIB
Sembilan PMI korban kapal tenggelam di Malaysia pulang ke NTB setelah dideportasi dari Malaysia.
Foto: Sembilan PMI korban kapal tenggelam di Malaysia pulang ke NTB setelah dideportasi dari Malaysia. (ist)
Mataram -

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Polda NTB akan melakukan investigasi terkait keberangkatan para PMI yang diduga difasilitasi sindikat atau mafia penempatan PMI ilegal ke luar negeri.

Hal ini dilakukan menyusul adanya peristiwa kapal tenggelam yang korbannya merupakan PMI asal NTB, dan diduga berangkat secara ilegal.

"Kami akan investigasi untuk diproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," tegas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Abri Danar Prabawa.


Sebelumnya, sejumlah sembilan orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), korban kapal tenggelam di perairan Johor Bahru Malaysia dipulangkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, pada Selasa (24/5/2022).

Danar menjelaskan sembilan PMI yang dipulangkan tersebut merupakan korban selamat dalam tragedi kapal tenggelam di perairan Johor Bahru Malaysia yang terjadi pada 15 Desember 2021 lalu.

Dari sembilan PMI yang dipulangkan tersebut berasal dari Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kota Mataram.

Sebelumnya BP2MI NTB juga telah memfasilitasi korban meninggal sebanyak 14 orang yang dipulangkan secara bertahap.

Dari 14 PMI menjadi korban meninggal di perairan Johor Bahru Malaysia, tujuh orang dipulangkan pada Desember 2021 dan tujuh orang dipulangkan pada Januari 2022 lalu.

Disisi lain, sembilan orang korban selamat dalam tragedi kapal tenggelam tersebut telah menjalani proses hukum di Malaysia. Sehingga sembilan PMI selamat asal NTB ini selanjutnya dideportasi dari Detensi Imigrasi Pekan Nenas Johor melalui pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang.

Dari sembilan PMI yang tiba pada Selasa kemarin, semuanya langsung diserahterimakan ke Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Kota Mataram untuk mendapatkan pembinaan.

"Korban selamat dalam tragedi kapal tenggelam ini telah difasilitasi kepulangannya ke daerah asal. Kami, BP2MI NTB telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi asal PMI dan berkoordinasi dengan Polda NTB," kata Danar.

Danar menyampaikan bahwa fasilitasi pemulangan PMI Korban kapal tenggelam ini sepenuhnya dibiayai oleh Negara. Baik dari Pemerintah Indonesia sinergi antara Kemlu RI, BP2MI, Kementerian lembaga terkait, IOM dan Pemerintah daerah NTB.

"Jika ada warga ingin jadi PMI kami minta mari berangkat melalui jalur yang resmi agar mendapatkan perlindungan yang maksimal dari pemerintah sehingga tragedi kapal tenggelam seperti ini tidak terulang," imbaunya.



Simak Video "Kapal Pengangkut PMI Tenggelam di Laut Malaysia, 2 Orang Jadi Tersangka"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)