Hakim Tinggi Perberat Hukuman Eka Wiryastuti dan Wiratmaja

Korupsi DID Tabanan

Hakim Tinggi Perberat Hukuman Eka Wiryastuti dan Wiratmaja

Chairul Amri Simabur - detikBali
Rabu, 19 Okt 2022 18:30 WIB
Eks Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti
Eks Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (Foto : dok.detik.com)
Denpasar -

Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar memperberat hukuman dua terdakwa suap Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan tahun anggaran 2018, Ni Putu Eka Wiryastuti (mantan Bupati Tabanan) dan Dewa Nyoman Wiratmaja (mantan staf khusus Eka Wiryastuti).

Majelis hakim pada persidangan di tingkat banding dengan ketua, H. Sumino, dan dua anggotanya, R. Unggul Warso Murti, dan Benyamin Naramessakh, sepakat menambah hukuman kepada dua terdakwa masing-masing enam bulan.


Sehingga putusan terhadap terdakwa Eka Wiryastuti menjadi dua tahun dan enam bulan atau 2,5 tahun. Selain itu, majelis hakim pengadilan tinggi juga menetapkan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Sedangkan putusan terhadap terdakwa Dewa Wiratmaja selaku mantan staf khusus Eka Wiryastuti menjadi dua tahun serta denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Dalam amar putusan yang ditetapkan dalam waktu berbeda, majelis hakim Pengadilan Tinggi Denpasar menyatakan terdakwa Eka Wiryastuti dan Dewa Wiratmaja secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

Juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Gde Putra Astawa, membenarkan putusan banding terhadap dua terdakwa perkara suap DID tersebut.

"Sudah diputuskan. Untuk terdakwa Eka Wiryastuti ditetapkan pada 13 Oktober 2022 lalu. Sedangkan terdakwa Dewa Wiratmaja ditetapkan pada 17 Oktober 2022 lalu," jelas Gde Putra Astawa, Rabu (19/10/2022).

Ia menjelaskan, majelis hakim Pengadilan Tinggi Denpasar dalam putusan banding pada prinsipnya menambah lamanya hukuman bagi kedua terdakwa.

"Sama-sama ditambah hukumannya selama enam bulan. Sementara putusan lainnya di persidangan tingkat pengadilan negeri dikuatkan," imbuhnya.

Demikian juga dengan pencabutan hak politik yang sempat diajukan Jaksa Penuntut Umum atau JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap terdakwa Eka Wiryastuti.

"Untuk hak politik tidak ada pencabutan. Sama dengan putusan di tingkat pengadilan negeri," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam persidangan di tingkat pengadilan negeri, terdakwa Eka Wiryastuti divonis selama dua tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Sementara terdakwa Dewa Wiratmaja divonis dengan hukuman selama satu setengah tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.




Simak Video "KPK Tetapkan Eks Bupati Tabanan Sebagai Tersangka "
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)