Eka Wiryastuti Ajukan Pindah ke LP Khusus Perempuan di Kerobokan

Eka Wiryastuti Ajukan Pindah ke LP Khusus Perempuan di Kerobokan

Chairul Amri Simabur - detikBali
Rabu, 05 Okt 2022 14:25 WIB
Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menjadi saksi suap pengurusan DID tahun anggaran 2018 untuk terdakwa I Dewa Nyoman Wiratmaja, Selasa (2/8/2022) malam.
Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menjadi saksi suap pengurusan DID tahun anggaran 2018 untuk terdakwa I Dewa Nyoman Wiratmaja, Selasa (2/8/2022) malam. (Foto: Chairul Amri Simabur/detikBali)
Tabanan -

Terdakwa suap Dana Insentif Daerah (DID) yang juga mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, tetap mengajukan permohonan pindah tempat penahanan. Tempat pindah yang dituju adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Khusus Perempuan di Kerobokan. Bukan LP Kelas IIB Tabanan seperti yang dikabarkan beberapa waktu sebelumnya.

"Ke LP Khusus Perempuan di Kerobokan. Kami ajukan permohonannya ke hakim Pengadilan Tinggi Denpasar yang sedang menangani perkaranya sekarang (banding)," jelas Koordinator Tim Penasihat Hukum Eka Wiryastuti, Gede Wija Kusuma, Rabu (5/10/2022).

Salah satu pertimbangan keinginan tersebut adalah kapasitas rumah tahanan atau rutan Polda Bali yang saat ini kondisinya overload.


"Di sana (rutan Polda Bali) kapasitasnya 54 orang, tetapi isinya 89 orang. Itu informasi yang kami dapatkan dari penjagaan," imbuhnya.

Dengan pertimbangan itulah, sambung Gede Wija Kusuma, kliennya meminta melalui tim penasihat hukum untuk mengajukan permohonan pindah tempat penahanan.

"Tetapi sampai saat ini belum dibalas. Belum dijawab. Sehingga masih ditahan di rutan Polda Bali," imbuhnya.

Disinggung soal rencana awal tempat pindah ke Lapas Tabanan, Gede Wija Kusuma mengaku tidak mengetahui informasi tersebut. Sepengetahuannya, Eka Wiryastuti tidak pernah mengajukan permintaan untuk pindah tempat penahanan ke LP Kelas IIB Tabanan. "Saya tidak mengetahui informasinya seperti itu," tegasnya.

Saat ini, sambungnya, proses banding di Pengadilan Tinggi Denpasar sedang berjalan. Pihaknya selaku tim penasihat hukum juga sudah menyerahkan memori banding ke Pengadilan Tinggi.

"Seminggu setelah kami menyatakan banding, memori banding sudah kami setorkan. Jaksa KPK juga sudah menyampaikan memori banding. Sekarang ini masih berproses. Karena pengadilan tinggi, sesuai KUHAP, punya kewenangan tiga bulan atau 90 hari untuk memutuskan perkara," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Eka Wiryastuti sempat dikabarkan ingin pindah tempat penahanan dari Rutan Polda Bali ke apas Kelas II B Tabanan. Rencana pindah tempat penahanan ini dibenarkan salah satu penasihat hukumnya, Warsa T Bhuwana.

Warsa menjelaskan, hal itu baru sebatas rencana untuk memudahkan pihak keluarga membesuk. Namun, rencana ini masih menunggu hasil putusan banding. "Iya memang ada. Tapi baru rencana," kata Warsa T Bhuwana, Rabu (21/9/2022).



Simak Video "KPK Tetapkan Eks Bupati Tabanan Sebagai Tersangka "
[Gambas:Video 20detik]
(iws/hsa)