Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan mencatat angka tertinggi sepanjang 2026. Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), terdapat 1.971 titik panas yang terdeteksi pada Jumat (4/9/2026).
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi hotspot di Sumsel sepanjang tahun ini. Angka tersebut bahkan melampaui rekor sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.742 titik pada 22 Agustus 2026.
"Data dari Sipongi Kemenhut, hotspot di Sumsel hari ini tercatat sebanyak 1.971 titik. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang 2026," ujar Sudirman.
Dari total 1.971 hotspot, sebanyak 1.213 titik terdeteksi di lahan mineral. Sementara 758 titik lainnya berada di kawasan gambut.
Hotspot terbanyak terdeteksi di wilayah Banyuasin dengan 507 titik. Rinciannya, 158 titik berada di lahan mineral dan 349 titik di lahan gambut.
Kemudian Musi Banyuasin (Muba) menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak kedua, yakni 475 titik. Sebanyak 342 titik berada di lahan mineral dan 133 titik di gambut.
Selanjutnya, hotspot di Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat 266 titik, terdiri dari 131 titik di lahan mineral dan 135 titik di lahan gambut. Muara Enim menyusul dengan 232 titik ( mineral 118 titik dan gambut 114 titik), Ogan Ilir 148 titik, dan Musi Rawas (Mura) 108 titik.
Sudirman mengatakan peningkatan jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian BPBD Sumsel, terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.
"Sementara untuk jumlah karhutla tercatat sebanyak 56 kejadian, terbanyak di Muba 11 kejadian," katanya.
"Terkait luasan lahan yang terbakar, tercatat sebanyak 187,9 hektare dan luas lahan yang belum bisa dipadamkan 142,1 hektare," jelasnya.
Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "
(dai/dai)