Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali berada di angka ribuan. Berdasarkan data Sipongi, pada 23 Agustus 2026, terpantau sebanyak 1.344 titik panas atau mengalami penurunan dari hari sebelumnya yang mencapai 1.742 titik.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan hotspot mengalami penurunan pada Minggu (23/8), tetapi jumlah hotspot termasuk mengalami peningkatan apabila dihitung sejak awal Agustus lalu. Kenaikan dimulai terlihat dari 20 Agustus yang tercatat 449 titik, kemudian meningkat menjadi 600 titik pada 21 Agustus, dan melonjak menjadi 1.742 titik pada 22 Agustus. Namun mengalami penurunan pada 23 Agustus yakni 1344 titik.
"Dalam tiga hari terakhir terjadi kenaikan hotspot yang cukup tinggi dan mencatat angka tertinggi sepanjang 2026. Pada 22 Agustus sempat meningkat menjadi 1.742 titik, tetapi pada 23 Agustus mengalami sedikit penurunan menjadi 1.344 titik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data, hotspot terbanyak pada 23 Agustus terdeteksi di Ogan Komering Ilir (OKI), yakni mencapai 448 titik, selanjutnya, di Musi Banyuasin (Muba) mencatat 271 titik hotspot yang berada di lahan gambut dan lahan mineral.
Kemudian disusul oleh Muara Enim tercatat 167 titik hotspot, Banyuasin 128 titik hotspot, kemudian Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sebanyak 56 titik. Sementara Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Musi Rawas Utara (Muratara) terdeteksi sebanyak 50 titik.
"Hotspot ini terus kita pantau dan menjadi perhatian. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah yang terpantau memiliki hotspot cukup tinggi," ujarnya.
Pemantauan terus dilakukan melalui jalur darat maupun udara. Kenaikan jumlah titik panas menjadi perhatian karena dapat meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Sudirman mengimbau seluruh pihak, khususnya masyarakat yang berada di wilayah rawan karhutla, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
"Terlebih saat ini air sudah sulit didapatkan oleh tim yang melakukan pemadama di wilayah yang terjadi karhutla," tukasnya.
