Hotspot Sumsel Kembali Tinggi Tembus 600 Titik dalam Sehari, OKI Terbanyak

Sumatera Selatan

Hotspot Sumsel Kembali Tinggi Tembus 600 Titik dalam Sehari, OKI Terbanyak

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Sabtu, 22 Agu 2026 20:40 WIB
Sebaran hotspot di Sumsel terpantau 600 titik.
Sebaran hotspot di Sumsel terpantau 600 titik. (Foto: Sipongi/BPBD Sumsel)
Palembang -

Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melonjak mencapai angka tertinggi yakni 600 hotspot yang terpantau pada 21 Agustus 2026. Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah yang terbanyak.

Tingginya hotspot di Sumsel ini, menjadikan yang tertinggi sepanjang tahun ini di Bumi Sriwjaya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah hotspot tersebut sekaligus mencatat rekor baru. Kenaikan terjadi selama dua hari berturut-turut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah hotspot kembali meningkat. Pada 20 Agustus tercatat 449 titik, kemudian pada 21 Agustus mencapai 600 titik. Ini menjadi jumlah hotspot tertinggi sepanjang 2026," kata Sudirman.

Sudirman mengatakan, pada 20 Agustus 2026, hotspot harian terpantau sebanyak 449 titik. Sehari kemudian, jumlahnya melonjak menjadi 600 titik atau meningkat 151 titik.

ADVERTISEMENT

Dari total 600 hotspot tersebut, wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak, yakni 251 titik. Sebanyak 76 titik terdeteksi berada di lahan gambut, sedangkan 175 titik lainnya berada di lahan mineral.

Berikutnya, Muara Enim mencatat 73 titik, terdiri dari 15 titik di lahan gambut dan 57 titik di lahan mineral. Musi Banyuasin 71 titik, terdiri dari 12 titik di lahan gambut dan 59 titik di lahan mineral.

Sementara Banyuasin mencatat 69 titik hotspot, dengan 15 titik di lahan gambut dan 54 titik di lahan mineral. Wilayah lainnya yang turut mencatat hotspot cukup tinggi yakni Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sebanyak 37 titik dan Lahat sebanyak 21 titik.

"Hanya Lubuklinggau dan Pagar Alam yang nihil hotspot," ungkapnya.

"Kenaikan jumlah hotspot ini menjadi perhatian karena sebagian titik terpantau berada di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi lebih besar untuk mengalami kebakaran dan sulit dipadamkan jika api sudah meluas," ungkapnya.

BPBD Sumsel terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel.

"Upaya groundcheck kita tingkatkan untuk mengantisipasinya adanya karhutla, baik melalui darat dan udara. Kondisi cuaca saat ini juga sudah puncak kemarau, dimana sumber air juga makin sulit. Kita mengimbau seluruh pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tukasnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads