Hotspot di Sumsel Capai 1.971 Titik, Tertinggi Sepanjang 2026

Sumatera Selatan

Hotspot di Sumsel Capai 1.971 Titik, Tertinggi Sepanjang 2026

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Sabtu, 05 Sep 2026 18:40 WIB
Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan karhutla di Sumsel
Foto: Ilustrasi upaya pemadaman karhutla (Dok. Manggala Agni)
Palembang -

Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan mencatat angka tertinggi sepanjang 2026. Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), terdapat 1.971 titik panas yang terdeteksi pada Jumat (4/9/2026).

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi hotspot di Sumsel sepanjang tahun ini. Angka tersebut bahkan melampaui rekor sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.742 titik pada 22 Agustus 2026.

"Data dari Sipongi Kemenhut, hotspot di Sumsel hari ini tercatat sebanyak 1.971 titik. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang 2026," ujar Sudirman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total 1.971 hotspot, sebanyak 1.213 titik terdeteksi di lahan mineral. Sementara 758 titik lainnya berada di kawasan gambut.

Hotspot terbanyak terdeteksi di wilayah Banyuasin dengan 507 titik. Rinciannya, 158 titik berada di lahan mineral dan 349 titik di lahan gambut.

ADVERTISEMENT

Kemudian Musi Banyuasin (Muba) menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak kedua, yakni 475 titik. Sebanyak 342 titik berada di lahan mineral dan 133 titik di gambut.

Selanjutnya, hotspot di Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat 266 titik, terdiri dari 131 titik di lahan mineral dan 135 titik di lahan gambut. Muara Enim menyusul dengan 232 titik ( mineral 118 titik dan gambut 114 titik), Ogan Ilir 148 titik, dan Musi Rawas (Mura) 108 titik.

Sudirman mengatakan peningkatan jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian BPBD Sumsel, terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.

"Sementara untuk jumlah karhutla tercatat sebanyak 56 kejadian, terbanyak di Muba 11 kejadian," katanya.

"Terkait luasan lahan yang terbakar, tercatat sebanyak 187,9 hektare dan luas lahan yang belum bisa dipadamkan 142,1 hektare," jelasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads