6 Daerah Lampung Terkena Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Lampung

6 Daerah Lampung Terkena Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Senin, 07 Sep 2026 10:01 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
Foto: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Dok. Pemprov Lampung)
Bandar Lampung -

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkap abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah berdampak di enam wilayah di Lampung. Sebaran abu dipengaruhi perubahan arah angin.

Enam wilayah tersebut yakni Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

Hal itu disampaikan Mirza, sapaan Rahmat Mirzani Djausal, setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda dan sejumlah instansi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abu vulkanik mulai terdampak di beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, antara lain Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesisir Barat," kata Mirza.

Mirza menjelaskan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pada Jumat (4/9/20206) malam. Saat itu, arah angin bergerak ke barat laut sehingga abu vulkanik belum berdampak ke sejumlah wilayah di Lampung.

ADVERTISEMENT

Kondisi berubah pada Sabtu (5/9/2026). Arah angin bergeser ke barat daya hingga barat laut sehingga abu vulkanik mulai terbawa menuju wilayah Lampung.

Menurut Mirza, luas sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada kecepatan angin dan ketinggian erupsi.

"Abu vulkanik ini tergantung dari kencangnya angin dan juga ketinggian erupsi itu sendiri," ujarnya.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sempat berhenti pada Minggu dini hari. Namun, erupsi kembali terjadi pada Minggu pagi hingga siang.

Mirza mengatakan pemantauan terhadap aktivitas gunung api tersebut masih terus dilakukan. Secara visual, Gunung Anak Krakatau saat ini tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati.

"Abu vulkanik juga terus bergerak ke arah barat daya dan sedikit ke arah barat laut. Tentunya kondisi ini dipengaruhi arah angin pada hari sebelumnya yang bertiup dari barat laut maupun utara," jelasnya.

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama masih terjadi paparan abu vulkanik. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker atau pelindung pernapasan.

Masyarakat juga diminta menutup pintu, jendela, ventilasi, serta celah masuk udara lainnya untuk mengurangi abu vulkanik masuk ke dalam rumah.

Mirza meminta warga tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi pemerintah.

"Yang kami bisa sampaikan kepada masyarakat hari ini, masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BPBD Lampung, Pusdalops, serta instansi berwenang lainnya," katanya.

Pemprov Lampung juga menetapkan radius aman bagi masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Warga, termasuk masyarakat Pulau Sebesi, diminta tidak mendekati gunung dalam radius hingga 5 kilometer.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads