Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan kembali melonjak hingga menembus angka ribuan titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat dari data Sipongi, terdapat 1.079 titik panas pada Kamis (3/9/2026).
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan kembali naiknya hotspot itu karena saat ini Sumsel masih berada pada fase puncak musim kemarau. Kenaikan itu diprediksi masih bisa terjadi.
"Data dari Sipongi pada Kamis tercatat ada 1.079 titik hotspot di Sumsel. Ribuan hotspot yang terdeteksi itu terjadi di lahan mineral dan gambut, jumlahnya hampir merata" ujar Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 1.079 titik itu, hotspot yang terpantau di lahan mineral sebanyak 575 titik dan di gambut 504 titik. Pembagian temuan hotspot di lahan gambut itu itu juga menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini.
Empat daerah menjadi penyumbang hotspot harian tertinggi. Wilayah paling banyak terdeteksi hotspot beraa di Banyuasin yang mencapai 394 titik. Di wilayah ini, hotspot di lahan gambut cukup tinggi, mencapai 276 titik. Sisanya, 118 titik terpantau di lahan mineral.
Berikutnya di Musi Banyuasin sebanyak 228 titik (mineral 155 titik dan gambut 73 titik), Ogan Komering Ilir (OKI) 171 titik (mineral 74 titik dan gambut 97 titik), dan Muara Enim 112 titik (mineral 74 titik dan gambut 38 titik).
"Berdasarkan laporan, hotspot terpantau di 13 daerah dengan empat di antaranya menyumbangkan angka ratusan titik. Sisanya hanya berkisar 5-50 titik," katanya.
Sebelumnya, jumlah hotspot di Sumsel sempat mengalami penurunan. Sejak 28 Agustus, titik panas yang terpantau berada di kisaran ratusan titik, setelah sebelumnya sempat mencapai ribuan titik. Tertinggi terjadi pada 22 Agustus yang mencapai 1.742 titik.
"Kemarin sempat melandai di angka ratusan titik sejak 28 Agustus. Sekarang kembali naik hingga mencapai ribuan titik," ujarnya.
Pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas. Terutama sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel.
"Hotspot ini bukan firespot, tapi tetap kita lakukan pemantauan untuk mengetahui kondisnya," ujarnya.
