Indonesia Cari Sumber Baru Pasokan Minyak, Rusia: Hubungi Kami!

Nasional

Indonesia Cari Sumber Baru Pasokan Minyak, Rusia: Hubungi Kami!

Heri Purnomo - detikJogja
Rabu, 01 Apr 2026 14:49 WIB
Ilustrasi selat hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Getty Images/iStockphoto/World Traveler
Jogja -

Pemerintah Indonesia sedang mencari sumber-sumber baru pasokan minyak dan gas imbas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran. Pemerintah Rusia pun terbuka jika Indonesia berniat membeli minyak dan gas dari negaranya.

Dilansir detikFinance, salah satu dampak dari perang tersebut adalah Iran menutup Selat Hormuz. Kapal tanker dari berbagai negara pun tertahan, termasuk dua kapal tanker milik Pertamina yang belum dapat izin melewati Selat Hormuz, dan kini masih tertahan di Teluk Arab.

Pemerintah Rusia pun membuka pintu buat Indonesia jika mau membeli minyak dan gas dari negara berjuluk Beruang Merah itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden kami telah berkali-kali menyampaikan, terutama bagi negara-negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas apabila mereka membutuhkan sesuatu," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sebagai duta besar, Tolchenov mengaku belum menerima permintaan langsung dari Pertamina maupun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. Ia mengatakan Kedutaan Besar Rusia terbuka untuk mendiskusikan soal pembelian minyak.

"Jadi, silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan bagaimana hal itu dapat diwujudkan," ujar dia.

Tolchenov menambahkan, pembelian minyak tidak hanya terbuka bagi negara sahabat, tetapi juga untuk negara-negara yang tidak bersahabat seperti negara di Eropa Barat.

"Jika mereka memiliki minat dan siap bekerja sama berdasarkan kontrak jangka panjang, kami juga bersedia memasok dan menjual minyak dan gas kepada mereka. Ini pada dasarnya adalah persoalan kebutuhan dan keinginan untuk bekerja sama dengan Rusia. Kami tidak pernah menolak siapa pun," jelasnya.



(dil/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads