PSS Sleman memulai langkah berat di awal musim Super League 2026/2027 dengan tiga kekalahan beruntun. PSS bertekad untuk menang saat menjamu PSM Makassar usai jeda kompetisi mendatang.
"Kami butuh lebih banyak waktu, saya sudah mengatakan itu. Jadi bagi kami, tiga minggu ini sangat baik. Namun pertandingan melawan PSM adalah pertandingan penting. Di sanalah kami harus menunjukkan kepada diri kami sendiri dan para pendukung bahwa kami telah berkembang dalam tiga minggu ini," ujar pelatih PSS, Pieter Huistra kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).
Huistra menegaskan, hasil minor yang PSS raih di tiga laga sebelumnya bukan tanpa sebab. Menurutnya, lawan PSS di awal musim merupakan tim yang cukup tangguh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bermain seburuk itu. Saya pikir di banyak pertandingan, dua laga di antaranya adalah laga tandang, kami hanya kurang beruntung," jelasnya.
"Namun kami tidak bermain buruk, kami bukan tim yang mudah dikalahkan. Itu juga yang dikatakan oleh pelatih tim lawan kepada saya, bahwa kami adalah tim yang sulit untuk dilawan," lanjutnya.
Adapun Huistra juga mengaku tak ditarget khusus oleh manajemen meski mencatatkan tiga kekalahan beruntun.
"Tidak, saya selalu berbicara dengan manajemen. Jika kami menang 3 pertandingan saya berbicara dengan manajemen, jika kami kalah 3 pertandingan saya juga berbicara dengan manajemen," tuturnya.
Ia menyebut, manajemen turut memberikan dukungan positif kepada tim agar meraih hasil maksimal di laga berikutnya.
"Saya hanya menjelaskan apa yang sedang kami lakukan, apa tujuan kami, dan bagaimana kami ingin mencapainya. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Manajemen mendengarkan, mereka membantu saya bersama para pemain dan staf. Jadi itu semua baik-baik saja," pungkasnya.
