Terungkapnya Ulah 'Preman Istimewa Jogja' Usai Tarik Parkir Rp 1 Juta

Terpopuler Sepekan

Terungkapnya Ulah 'Preman Istimewa Jogja' Usai Tarik Parkir Rp 1 Juta

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 27 Sep 2026 10:56 WIB
Alun-alun Kidul Keraton Jogja, Selasa (22/9/2026).
Alun-alun Kidul Keraton Jogja, Selasa (22/9/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Aksi preman yang menarik pungutan liar (pungli) terhadap bos food truck di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja viral di media sosial. Tidak tanggung-tanggung, bos food truck mengaku ditarik Rp 1 juta sehari untuk parkir oleh para preman. Nominal itu pun sudah melalui negosiasi, karena sebelunya ditarik Rp 2,5 juta seharinya.

Video itu diunggah akun TikTok @dyahfardisa. Sedianya food truck itu bakal dia buka pada 16-20 September 2026, namun hanya bertahan sehari. Alasannya, dia mengaku terkena pungli oleh pihak berbagai pihak meski sudah mengantongi izin resmi ke Keraton Jogja.

"Tak pikir rampung wes di situ aja, ternyata ora e ges, punglinya banyak, opo disebut nek ora pungli. Kita bayar parkir Rp 1 juta per hari, total Rp 5 juta, itu aja sudah nego tadinya tukang parkir minta sehari Rp 2,5 juta, total Rp 12,5 juta, ini parkir trucknya ya," paparnya dalam unggahan itu dilihat detikJogja, Jumat (18/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pungli, kasus ini juga menyeret anggota polisi karena turut disebut meminta jatah makan siang kepada bos foodtruck.

Polisi Turun Tangan

Pemeriksaan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik food truck, polisi, termasuk sejumlah saksi.

ADVERTISEMENT

"Ada dua (pemeriksaan) yang jalan, yang satu yang terkait anggota Polri, kemudian yang satunya kan terkait tarikan yang parkir itu," kata Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan saat dihubungi wartawan, Senin (21/9/2026).

Dani menjelaskan, surat panggilan pemeriksaan sudah diserahkan ke owner restoran yang mengunggah curhatan kejadian ini melalui akun TikTok-nya @dyahfardisa, telah diserahkan pada Sabtu (19/9) lalu.

Pemeriksaan, kata Dani, tidak dilakukan di Mapolresta Jogja, sesuai permintaan owner restoran.

"Jadi hari ini dijadwalkan untuk pemeriksaan Saudari D gitu, dari unit dari fungsi Propam. Suratnya kemarin kita kirim itu hari Sabtu," ujar Dani.

"Jadi kami menawarkan kepada Saudari D, pemeriksaan atau pengambilan keterangannya itu di mana, apa mau di Polresta Jogja atau di kantor Saudari D atau di mana, seperti itu. Dan Saudari D itu menghendaki untuk dilakukan pemeriksaan atau pengambilan informasi itu di tempatnya Saudari D," imbuhnya.

Adapun terkait pemeriksaan peristiwa pungli, lanjut Dani, pihaknya telah memeriksa beberapa jukir di lokasi.

"Untuk perkembangan yang satunya itu, itu hari Sabtu, dari unit Reskrim sudah dilakukan pemeriksaan terhadap dua juru parkir," terang Dani.

"Nah untuk pemeriksaannya itu kami menunggu dari Saudari D, maunya kapan, atau hari ini langsung terkait dua itu atau berbeda waktu. Jadi kami komunikasi terus dengan Saudari D," pungkasnya.

Jukir Kembalikan Rp 3 Juta

Juru parkir (jukir) di Alun-alun Kidul Jogja menyebut sudah ada kesepakatan soal uang parkir dengan pihak restoran yang viral sambat kena pungutan liar saat membuka food truck. Jukir juga menyebut telah mengembalikan uang Rp 3 juta ke pihak resto.

"Perjanjiannya itu ketemunya mau di Polsek. Polsek telepon saya, 'ya pak saya ke Polsek', tapi (resto) Bolosego malah ndak hadir. Akhirnya ditransfer sama ini (menunjuk salah satu jukir). Terus 'ya sudah mas saya terima kasih'," kata salah satu jukir di Alkid Jogja, Supriyo, Jumat (18/9/2026) malam, menirukan percakapannya dengan pihak restoran itu.

Supriyo menjelaskan, sebelum food truck digelar, beberapa hari sebelumnya pihak resto telah mendatangi lokasi dan bertemu para jukir. Dia bilang, pihak resto saat itu mengatakan bahwa food truck akan digelar di sisi selatan Sasana Hinggil memanjang dari barat ke timur.

Menurut Supriyo, lokasi food truck itu akan memakan lahan parkir yang menjadi tempat beberapa jukir mencari nafkah sehari-hari. Dia menyebut food truck itu rencananya akan buka mulai sore hingga malam.

"Dari Bolosego ke sini, tanya, mau menggelar event jualan di sini, (lokasinya) dari sana (barat) sampai sini (timur). Saya sterilkan karena sini kan buat parkir," ujar Supriyo kepada Wawalkot Jogja di depan Sasana Hinggil.

Supriyo mengatakan, saat itu pihak jukir dan pihak restoran mencapai kesepakatan mengenai besaran kompensasi lantaran lahan parkir digunakan untuk food truck. Dia bilang, kompensasi itu telah dibagi kepada beberapa jukir yang sehari-hari mangkal di lokasi tersebut.

"Rp 1 juta, dikali 5 hari jadi Rp 5 juta. Sudah saya bagi-bagi to (kepada para jukir). Terjadilah jualan di sini," ujar Supriyo.

"Terus selang sehari (pihak resto) minta kembali uangnya. Bilang, 'saya yang 4 hari nggak jadi, sehari saja, saya minta kompensasi yang 4 hari, minta kembali Rp 3 juta'. Ya saya kembalikan," sambungnya.

Supriyo menambahkan, pengembalian uang itu sedianya akan dilakukan di Polsek Kraton. Namun, pihak resto akhirnya tidak hadir ke Polsek. Alhasil, uang yang diminta itu dikembalikan dengan cara ditransfer. Supriyo menyebut pihak resto juga mengucapkan terima kasih atas pengembalian uang tersebut.

"Nah selanjutnya kok malah viral kayak gini," kata Supriyo.

semuanya, dan ini tidak hanya berlaku di Alun-Alun Selatan saja. Jadi semuanya akan kita kondisikan supaya tidak terjadi terulang di tempat-tempat yang lain juga," ucap dia.

1 Anggota Polisi Dipatsus

Propam Polresta Jogja menindak oknum polisi yang diduga meminta jatah makan ke Bolosego yang membuka food truck di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja. Polisi bernama Aipda S yang bertugas di Polsek Kraton itu kini sudah ditempatkan di tempat khusus (patsus).

"Saat ini terhadap Terduga Pelanggar Aipda S telah dilakukan pengamanan dalam tempat khusus atau patsus dalam rangka menjalani hukuman serta proses pemeriksaan pendahuluan oleh Propam Polresta Jogja yang selanjutnya prosesnya akan diselesaikan melalui mekanisme Sidang Disiplin," ujar Kasi Propam Polresta Jogja AKP Wahyu Tri Handono dalam keterangannya, Senin (21/9/2026) malam.

Wahyu mengatakan ada tiga polisi yang diperiksa terkait kasus minta jatah makan ke Bolosego ini. Namun, dari hasil pemeriksaan, oknum polisi yang diduga melanggar standard operating procedure (SOP) hanya Aipda S.

"Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilaksanakan sore tadi, Propam telah menetapkan 1 personel Polsek Kraton berinisial Aipda S sebagai Terduga Pelanggar. Sementara untuk 2 personel lainnya, berdasarkan keterangan dari pihak Bolosego dan saksi-saksi lainnya, dinyatakan tidak terbukti melanggar SOP," paparnya.

Respons Sri Sultan HB X

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X buka suara terkait dugaan pungutan liar (pungli) juru parkir kepada pemilik restoran saat membuka food truck di Alun-alun Kidul (Alkid). Sultan menyerahkan hal tersebut kepada pihak kepolisian dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.

"Ya kan (GKR) Condrokirono kan sudah mengeluarkan pernyataan, ya udah itu saja selesaikan. Kan ada kepolisian, biar selesai sama Kota (Pemkot)," ujar Sultan saat ditemui di kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, Gedong Tengen, Kota Jogja, Senin (21/9/2025).

Selain itu, Sultan juga menyoroti rating Google restoran yang tiba-tiba anjlok. Di sisi lain, Sultan berharap pungli tersebut tak terulang lagi.

"Kalau saya ya terlalu saja (soal rating). Memangnya tukang parkir memang punya hak untuk menentukan. Saya khawatir itu ilegal. Itu aja," tegasnya.

Tanggapan Sekda DIY

Sekda Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyinggung soal pengaturan parkir. Dia mengatakan Pemkot Jogja yang memiliki kewenangan untuk mengatur hal itu.

"Ya kan semua sudah ada aturannya. Kawasan itu sudah diatur. Kan kemarin juga dari Keraton juga sudah menyampaikan, ya kan? Terus dari sisi pemanfaatan wilayah itu ada pengaturan, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh," kata Made.

"Nah untuk parkir sebenarnya seperti wilayah Kota, itu Kota sudah menentukan mana tempat-tempat yang bisa parkir, parkir on-street di badan jalan atau off-street yang seperti kantong-kantong parkir seperti itu. Kita sama-sama mengertilah, wilayah-wilayah yang harus menjadi bagian apa ya, yang harus ditertibkan seperti apa gitu," terangnya.

Made menegaskan setiap aktivitas di kawasan tersebut harus mengacu pada aturan yang berlaku, termasuk mengenai boleh atau tidaknya suatu kegiatan dilakukan.

"Aturan di situ yang berlaku seperti apa gitu, memungkinkan tidak, boleh tidak, gitu. Ikuti aturan saja, karena aturan itu dibuat kan untuk kenyamanan semua bukan untuk dilanggar. Jadi ketika sudah ada aturan berarti penegakan, kan seperti itu aja," pungkasnya.


GKR Hemas Angkat Bicara

Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, turut berkomentar soal dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami restoran Bolosego saat membuka food truck di Alun-alun Kidul (Alkid) Jogja. Dalam komentar bernada satir itu, GKR Hemas menyebut 'preman Jogja istimewa'.

"Wong ming (cuma) masalah alun-alun aku ditelpon seko (dari) Medan, seko Kalimantan, 'ini gimana Bu?'," tutur GKR Hemas dalam sambutannya di acara Sapa Aruh bersama warga usai Panen Perdana Pertanian Terpadu Kelompok Tani Swa Katon Asri Wirobrajan, Kota Jogja, Jumat (25/9/2026).

"Ya saya bilang, di seluruh Indonesia preman itu ada, tapi kalau preman yang ada di Jogja itu memang istimewa. Jadi memang harus diviralkan ke seluruh Indonesia," imbuhnya diiringi gelak tawa warga yang hadir.

GKR Hemas dalam sambutannya juga menyinggung soal kerukunan warga Jogja yang menjadi kekuatan Jogja itu sendiri.

"Kita ini sesama warga ini sudah paham bahwa kerukunan Jogja itu menjadi sesuatu yang membuat kita itu punya daya saing," kata GKR Hemas.

Bahkan dengan kerukunan warga Jogja, kata GKR Hemas, masyarakat Jogja tak mudah tercerai berai. Termasuk dengan adanya isu soal warga yang diadu dengan demonstran ketika ada aksi unjuk rasa.

"Jogja itu tidak pernah terusik kalau kerukunan itu kuat," tegas GKR Hemas.

"Jadi kalau pak Wali (Wali Kota Jogja) tadi (bilang) panen demo, mau demo seperti apapun itu sebetulnya kalau masyarakat itu rukun nggak akan kita itu terpecah," sambungnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video K-Talk: Ngepoin 'I SPY' Bareng NCT WISH yang Melokal Abis!"
[Gambas:Video 20detik] (apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads