Sebuah foto yang memperlihatkan adanya portal yang roboh hingga menutup jalan viral di media sosial. Polisi pun memberikan penjelasan terkait robohnya portal yang disebut terjadi di ring road timur, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
"Sebuah portal batas ketinggian yang baru saja dipasang di kawasan Ringroad Timur, Maguwoharjo, Depok, Sleman, dilaporkan sudah dalam kondisi rusak hanya dalam waktu sekitar 4 jam. Saksi mata melihat pemasangan sekitar pukul 01.00 dini hari, namun pukul 05.00 pagi sudah terlihat rusak. Dugaan sementara, ada kendaraan truk yang menyenggol dan merusaknya," tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @jogja_admin seperti dilihat detikJogja, Selasa (13/10/2026).
Dalam foto yang diunggah tersebut memperlihatkan sebuah portal berwarna kuning hitam patah kedua tiangnya. Bagian atas portal yang cukup tinggi itu sampai jatuh melintang di jalan raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimintai konfirmasi mengenai kejadian itu, Kasubdit Kamsel Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menjelaskan insiden tersebut terjadi akibat miskomunikasi dari pihak pengembang proyek tol. Menurutnya, seharusnya portal tersebut belum akan dipasang.
"(Pemasang portal) Dari pihak tol tapi, jadi kan namanya itu banyak pelaksana, nah dia bagian ini itu mis. Harusnya belum waktunya dipasang," ujar Widya saat dihubungi wartawan, siang ini.
"Makanya ini juga ada mis, makanya kami juga belum tahu, orang belum ada forum juga nih kita belum turun ke lapangan nih bareng-bareng itu, kaget juga tadi," sambungnya.
Widya memaparkan, portal setinggi 4,2 meter tersebut roboh pagi tadi setelah tertabrak kendaraan operasional tol.
"(Saat ini) Sudah dilepas, sudah dilepas, aman sudah. Iya itu (roboh) karena (ditabrak) kontainer kan ketinggian itu dia. Nah, dia jadi nyungsruk, ya sudah, patah," paparnya.
Lebih lanjut Widya mengatakan, portal tersebut belum waktunya dipasang. Namun, rencana pemasangan portal di ring road Maguwoharjo tersebut memang sudah dibahas.
Nantinya, pemasangan portal tersebut dilakukan untuk membatasi kendaraan besar yang melintas saat proyek tol sudah memasuki badan ring road.
"Belum waktunya dipasang. Nanti ke depan, jika saatnya tiba itu akan dipasang karena memang begitu proyek tol sudah di tengah, di median itu memang kendaraan besar tidak bisa lewat. Nanti kan pemasangan girder dan lain-lain kan ada," urainya.
"(Portal dipasang) Selama masa konstruksi. Kalau sudah selesai nanti ya bisa normal. Iya untuk keselamatan dan memang nanti ketinggian nanti saat di proyek tol itu nanti tidak akan bisa lewat mereka, maka difilter," imbuh Widya.
Widya mengatakan, jika portal sudah terpasang tetap akan ada pengumuman lebih dulu. Selain itu juga akan ada pengalihan arus bagi kendaraan besar yang tidak boleh melintas ring road Maguwoharjo dengan pemasangan portal tersebut.
"Nanti kami dari forum LLAJ akan menentukan titik yang paling tepat di mana untuk memfilter kendaraan-kendaraan besar tersebut supaya tidak melewati area proyek, karena tempat itu jelas mereka tidak akan bisa lewat," jelasnya.
"Kalau mereka sudah nggak bisa lewat di portal, berarti jelas tidak akan bisa melewati area proyek. Iya, nanti akan kami kami publikasikan dulu nanti," sambung Widya.
Pembatasan akses kendaraan besar melewati proyek tol ring road Maguwoharjo ini, tidak hanya dari arah timur melainkan juga barat. Untuk posisi portalnya, masih akan dikaji lebih jauh sebelum ditentukan.
"Jadi seandainya mereka ternyata melebihi batas ketinggian, itu mereka akan putar balik kembali ke jalan Solo, mereka suruh lewat ring road barat atau ring road selatan. Jadi memang itu dibatasi ke depannya nanti selama masa konstruksi di tengah itu," papar Widya.
"Ya di simpang Maguwo nanti akan ada pemberitahuan supaya tidak melewati ring road utara. Nanti akan dialihkan kok, dari mulai nanti simpang Gamping, itu sudah kita pasang banner imbauan pemberitahuan bahwa kendaraan berat, kendaraan besar, kendaraan truk sumbu sekian itu harus sudah tidak boleh melewati ring road utara seperti itu," pungkasnya.
