Krisis Air Bersih di Bantul Diprediksi Berimbas hingga Awal Tahun

Krisis Air Bersih di Bantul Diprediksi Berimbas hingga Awal Tahun

Tim detikJogja - detikJogja
Senin, 12 Okt 2026 07:00 WIB
Ilustrasi kekeringan
Ilustrasi kekeringan. Foto: (Getty Images/sakhorn38)
Jogja -

Krisis air bersih imbas dari kekeringan di Bantul diprediksi terjadi hingga awal musim hujan. Oleh sebab itu dropping air bersih ke sejumlah daerah akan terus dilakukan meski sempat terjadi hujan.

"Fenomenanya memang seperti itu, sudah turun hujan tapi air sumur malah terserap (dalam tanah). Jadi memang masih perlu dropping air di awal-awal musim hujan itu," kata Sekretaris BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo saat dihubungi wartawan, Minggu (11/10/2026).

Dia menjelaskan hingga kini dropping air bersih terus dilakukan di beberapa wilayah Bantul yang mengalami kekeringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dropping air setiap hari dilakukan baik dari BPBD dan pihak swasta, seperti ke Dlingo, Imogiri dan Pajangan juga ada satu, dua titik," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Kabupaten Bantul juga mengambil langkah perpanjangan status siaga darurat. Jangka waktunya yang tadinya Juni hingga September 2026, diperpanjang hingga Desember 2026.

"Betul, jadi pak Bupati sudah menandatangani SK (surat keputusan) perpanjangan status siaga darurat kekeringan hingga 31 Desember 2026," jelasnya.

Dia menjelaskan langkah itu sesuai dengan Keputusan Bupati No.434 Tahun 2026. Menurutnya, dengan adanya perpanjangan status tersebut membuat BPBD bisa mengajukan anggaran belanja tak terduga (BTT).

"Kalau kekeringan meluas ya butuh tambahan anggaran dan bisa mengakses BTT. Tapi sejauh ini untuk anggaran dropping air masih aman," ujarnya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads