Warga di wilayah Manisrenggo, Klaten yang berbatasan dengan Sleman digegerkan dengan penampakan bola api yang terbang di atas rumah warga. Bola api itu juga direkam video dan viral usai diunggah di media sosial.
"Di sini jam 22.00 WIB, di sana (barat) jam 20.00 WIB , di sana (utara) jam 18.30 WIB. Jadi tiga kali terlihat," ujar Sukirno (55) warga Dukuh Sambirejo, Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo di lokasi, Rabu (16/9/2026) siang dilansir detikJateng.
Sukirno menambahkan, keberadaan benda misterius itu dilihat banyak warga yang saat itu masih terjaga. Benda tersebut berbentuk seperti bola dengan warna merah menyala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuknya seperti bola berwarna merah. Di sini terlihat sekitar empat menit baru hilang," ucap Sukirno.
Sukirno mengatakan, warga yang melihat bola api tersebut spontan berteriak maling. Ramainya warga yang berteriak membuat warga lainnya juga keluar rumah.
"Pada keluar rumah karena pada diteriaki maling. Arahnya dari Pleret Utara, ke sana (selatan) terus naik, kayak gitu," tutur Sukirno.
Kejadian tersebut terekam beberapa kamera ponsel warga dan viral. Di akun Instagram kilasklatencom, bola api itu terbang di atas rumah warga. Warga yang melihat berteriak maling cukup keras dan lama.
Di akun Instagram Merapi _Uncover, bola api direkam pengguna jalan yang lewat di Jalan Manisrenggo dan ditulis
"Apa ini ya lir terlihat jelas dari jalan Manisrenggo Prambanan sekitar pukul 22:28 wib 15/9/2026," tulis akun tersebut.
Kapolsek Manisrenggo, AKP Sarwoko, menjelaskan pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Penyelidikan sedang dilakukan.
"Masyarakat kami imbau tetap tenang, tidak usah resah karena kami juga melakukan penyelidikan. Ada warga dan perangkat desa yang memang melihat itu," ungkap Sarwoko di kantor Desa.
Dugaan awal, sebut Sarwoko, bola api tersebut adalah flare kapal. Flare yang biasa digunakan untuk kondisi darurat di laut.
"Flare biasa digunakan untuk tanda darurat dan bahaya di laut. Masyarakat tidak perlu resah," katanya.
Terpisah Kades Barukan, Eko Priyosadono, mengatakan dari keterangan warga kemungkinan besar flare untuk kapal. Kemungkinan ada orang iseng.
"Kemungkinan ada orang iseng," katanya kepada wartawan di kantor desa.
(apl/alg)
