Bola Api Terbang Bikin Heboh Warga Manisrenggo Klaten

Bola Api Terbang Bikin Heboh Warga Manisrenggo Klaten

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Rabu, 16 Sep 2026 12:09 WIB
Tangkapan layar bola api merah yang viral.
Tangkapan layar bola api merah yang viral. Foto: Dok. Tangkapan layar
Klaten -

Video benda menyerupai bola api yang terbang malam hari di wilayah Kecamatan Manisrenggo, Klaten viral. Benda berwarna merah terlihat warga dan pengguna jalan hingga sempat diteriaki maling.

"Di sini jam 22.00 WIB, di sana (barat) jam 20.00 WIB , di sana (utara) jam 18.30 WIB. Jadi tiga kali terlihat," tutur Sukirno (55) warga Dukuh Sambirejo, Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo kepada detikJateng di lokasi, Rabu (16/9/2026) siang.

Dijelaskan Sukirno, benda tersebut dilihat banyak warga yang masih belum tidur. Bentuk seperti bola tapi berwarna merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bentuknya seperti bola berwarna merah. Di sini terlihat sekitar empat menit baru hilang," kata Sukirno.

ADVERTISEMENT

Menurut Sukirno, warga yang melihat spontan berteriak maling. Akibat teriakan warga, warga lainnya juga keluar rumah.

"Pada keluar rumah karena pada diteriaki maling. Arahnya dari pleret Utara, ke sana (selatan) terus naik, kayak gitu," lanjut Sukirno.

Kejadian tersebut terekam beberapa kamera ponsel warga dan viral. Di akun Instagram kilasklatencom, bola api itu terbang di atas rumah warga.

Warga yang melihat berteriak maling cukup keras dan lama. Di akun Instagram Merapi _Uncover, bola api direkam pengguna jalan yang lewat di Jalan Manisrenggo dan ditulis " Apa ini ya lir terlihat jelas dari jalan Manisrenggo Prambanan sekitar pukul 22:28 wib 15/9/2026,".

Kapolsek Manisrenggo, AKP Sarwoko, menjelaskan pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Penyelidikan sedang dilakukan.

"Masyarakat kami imbau tetap tenang, tidak usah resah karena kami juga melakukan penyelidikan. Ada warga dan perangkat desa yang memang melihat itu," ungkap Sarwoko di kantor Desa.

Dugaan awal, sebut Sarwoko, bola api tersebut adalah flare kapal. Flare yang biasa digunakan untuk kondisi darurat di laut.

"Flare biasa digunakan untuk tanda darurat dan bahaya di laut. Masyarakat tidak perlu resah," katanya.

Terpisah Kades Barukan, Eko Priyosadono mengatakan dari keterangan warga kemungkinan besar flare untuk kapal. Kemungkinan ada orang iseng.

"Kemungkinan ada orang iseng," katanya kepada wartawan di kantor desa.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads