Ada Komitmen Bersama, Derby DIY Bisa Dihadiri Penonton?

Ada Komitmen Bersama, Derby DIY Bisa Dihadiri Penonton?

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 16 Sep 2026 17:42 WIB
Komitmen bersama jaga kondusifitas laga derby DIY.
Komitmen bersama jaga kondusifitas laga derby DIY. Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja
Jogja -

Sejumlah elemen dari PSIM Jogja dan PSS Sleman telah menandatangani komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas saat kedua tim berhadapan. Namun dengan sudah adanya komitmen bersama ini, apakah laga derby DIY ini bisa dihadiri penonton?.

"Jadiya keputusan finalnya nanti berdasarkan analisa dan evaluasi perkembangan situasi terkini dan di lapangan," terang Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, saat ditemui di di Mapolda DIY, Rabu (16/9/2026).

Ihsan menuturkan pihaknya belum bisa memastikan laga antara Laskar Mataram dan Super Elang Jawa bisa dihadiri penonton atau tidak. Menurutnya, polisi masih harus terus mencermati dinamika di lapangan terutama menjelang laga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini akan terus kita anev (analisis dan evaluasi) sampai dengan menjelang hari H," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dalam penentuan laga derby DIY bisa dihadiri penonton atau tidak, Ihsan mengatakan, prioritas utama tetap keselamatan warga termasuk suporter, serta keamanan di wilayah DIY.

"Kami prioritas utama adalah bagaimana keselamatan warga dan tentunya keamanan Jogja agar tetap aman dan kondusif. Itu adalah prioritas utama kami dan itu merupakan hukum tertinggi," tegasnya.

Seperti diketahui, baik PSIM Jogja maupun PSS Sleman kini sama-sama mengarungi Super League musim 2026/2027. Adapun pertemuan putaran pertama keduanya dijadwalkan pada 10 Desember 2026 dengan PSIM selaku tuan rumah.

PSIM pada Super League musim 2026/2027 mendaftarkan Stadion Sultan Agung Bantul sebagai kandang. Sedangkan PSS Sleman berkandang di Stadion Maguwoharjo Sleman.

Ihsan bilang, Polda DIY telah menyiapkan rencana pengamanan pada setiap pertandingan. Termasuk melakukan pemetaan wilayah rawan pada kawasan-kawasan yang dilalui kelompok suporter.

"Dengan rencana pengamanan ini kita bisa menyiapkan pengamanan mulai dari titik keberangkatan suporter sampai dengan di stadion," ungkap Ihsan.

"Di stadion juga terbagi ada ring1, ring2, ada yang di dalam sama di luar stadion. Artinya kita siap, di setiap pertandingan kita menyiapkan rencana pengamanan dengan melibatkan Kapolres setempat," imbuhnya.

Sebelumnya, jelang pertemuan PSIM Jogja dan PSS Sleman dalam Super League 2026/2027, para suporter dari kedua tim menandatangani komitmen bersama. Selain suporter, komitmen juga diteken oleh manajer, match organizing committee (MOC) dari masing-masing klub.

Penandatanganan Komitmen bersama ini dilakukan di Mapolda DIY dan disaksikan Wali Kota Jogja, Bupati Sleman, Asprov PSSI DIY, dan jajaran Polda DIY. Polda DIY juga turut membubuhi tanda tangan dalam komitmen ini.

Komitmen ini dibacakan bergantian oleh Manajer dua Klub, MOC dua klub, dan perwakilan empat kelompok suporter dari Laskar Mataram dan Super Elang Jawa. Mereka adalah Slemania, BCS, Brajamusti, dan The Maident.

Adapun secara garis besar, komitmen ini berisi beberapa poin yang intinya kesiapan menjaga kondusiftas pada saat pertandingan kedua tim digelar.

"Ini tentunya menjadi hal baik, semoga pertandingan kedua tim ini ke depannya dapat berjalan aman, kondusif, tertib, dan keselamatan juga dari penonton dan masyarakat dapat terjamin," jelasnya.

"Mari kita kawal komitmen ini agar bisa sampai ke akar rumput yang paling utama ya," pungkas Ihsan.



(apl/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads