Ditabrak Motor Saat Seberangkan Orang di Bantul, Aipda AP Dapat 5 Jahitan

Ditabrak Motor Saat Seberangkan Orang di Bantul, Aipda AP Dapat 5 Jahitan

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 21 Jul 2026 09:34 WIB
Ilustrasi untuk Instalasi Gawat Darurat
Ilustrasi polisi di Bantul ditabrak saat seberangkan pejalan kaki. Foto: Ari Saputra
Jogja -

Seorang polisi anggota Polres Bantul berinisial Aipda AP (43) menjadi ditabrak pemotor ketika menyeberangkan pejalan kaki Jalan Samas, tepatnya di Simpang 4 Pasar Celep, Sanden, Bantul. Korban bahkan sempat tidak sadarkan diri.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan Aipda AP jatuh ke belakang saat ditabrak. Akibatnya, korban menderita luka di bagian kepala.

"Posisi Aipda AP saat jatuh usai tertabrak itu ke belakang posisinya," ujar Rita saat dihubungi Senin (20/7/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah terjatuh ke belakang tadi, Aipda AP mengalami pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Kronologi Kejadian

Iptu Rita kemudian menjabarkan kecelakaan yang dialami Aipda AP. Awalnya pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban tengah melakukan pengaturan lalu lintas di simpang empat Pasar Celep.

Ketika itu, korban hendak menyeberangkan pejalan kaki.

"Nah, dari arah utara ke selatan melaju motor dengan kecepatan tinggi dan menabrak Aipda AP hingga terjatuh ke jalan," papar Rita.

Untuk identitas pemotor diketahui berinisial SBF (16), remaja asal Tamanan, Banguntapan, Bantul. Sementara motor yang dikendarai berjenis Honda Beat bernomor polisi AB 5978 GP.

Melihat Aipda AP jatuh, polisi yang lain segera membawa korban ke RSUD Panembahan Senopati. Sedangkan pemotor tidak mengalami luka berarti.

"Saat ini Aipda AP dalam keadaan sudah sadar, tidak mual, tidak muntah dan tidak pusing, serta mendapatkan perawatan di UGD RSUD Panembahan Senopati. Lalu untuk luka robek di bagian belakang kanan kepala dijahit sebanyak lima jahitan," katanya.

Akan tetapi, Rita menyebut jika AP tetap menjalani rawat inap di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Semua itu untuk keperluan observasi lebih lanjut.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads