Seorang kepala sekolah salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Jati, Kabupaten Blora dilaporkan ke polisi oleh orang tua murid atas dugaan penganiayaan. Kasus tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi saat adanya perlombaan bola voli dalam rangka HUT SMPN 1 Doplang pada Selasa (28/4) lalu. Saat itu murid kepala SD tersebut menjadi peserta lomba voli melawan dengan SD lain dalam perebutan semifinal.
Insiden terjadi ketika selesai pertandingan, muridnya sempat terlibat saling dorong dengan siswa SD lain, berinisial AR. Melihat kondisi tersebut, kepala sekolah kemudian berniat untuk melerai keduanya. Namun AR terluka di bagian pipi kiri. Alhasil, orang tua korban melaporkan ke pihak kepolisian atas insiden tersebut.
Informasi ini dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Jati, Ipda Adi Bowo.
"Kronologinya berawal dari ulang tahun SMP mengadakan lomba voli untuk anak-anak SD. Terjadi perselisihan," ungkap Adi saat dimintai konfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Dia mengatakan kepala sekolah yang berada di lokasi tersebut berniat melerai kedua siswa tersebut.
"Niatnya misah, karena ada perselisihan antarsiswa, mungkin yang satu menang, satu kalah. Dari kepala sekolah bahasanya ya tidak sengaja," jelasnya.
Saat ini kasus tersebut dilimpahkan ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora.
"Sudah ditangani sama unit PPA. Jadi ada unit khusus yang menangani. (Dilimpahkan ke Polres) sudah," ucap Bowo.
Klarifikasi Kepala Sekolah
Sementara kepala sekolah yang bersangkutan, Sriyanto, mengatakan insiden terjadi saat pertandingan selesai. Saat itu pihaknya sedang merayakan kemenangan karena menang tanding.
"Saya sendiri tidak menduga ada kejadian seperti itu. Intinya kejadian sangat cepat. Setelah permainan selesai dengan SD 4, itu kita saling euforia merayakan kemenangan. Tidak saya saja, banyak yang ada di situ bergembira," jelas Sriyanto saat ditemui di kantor SD.
Tiba-tiba ada siswa yang terlibat aksi saling dorong. Siswa tersebut adalah muridnya dengan siswa lain. Melihat kondisi itu, dia langsung ambil sikap untuk melerai keduanya.
"Ternyata yang didorong itu anak sini, dan yang mendorong anak SD 4. Melihat hal tersebut naluri saya sebagai seorang bapak atau ayah, melihat anak kecil berkelahi langsung sigap mengamankan atau melerai. (Siswa SD lain) saya peluk, saya rangkul, saya dekap," jelasnya.
Terkait dengan luka yang ada pada siswa tersebut, pihaknya tidak mengetahuinya. Dia mengaku hanya melerai dan tidak merasa melukai siswa kelas 6 tersebut.
(apu/ams)