Kebakaran kembali melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut, ini menjadi kebakaran ketiga di kawasan TPA Jatibarang sepanjang September 2026.
"Ketiga kalinya ini (selama September)," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, saat dihubungi detikJateng via pesan singkat, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan catatan, kebakaran TPA Jatibarang sebelumnya sempat terjadi pada 18 September, dan kembali terjadi pada 28-29 September.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPBD Kota Semarang pun akan mengevaluasi perkembangan kebakaran untuk menentukan kemungkinan pengusulan status tanggap darurat, seperti yang dilakukan BPBD Kota Solo terhadap kebakaran di TPA Putri Cempo.
"(Apakah akan ada pengusulan status tanggap darurat kebakaran) Nanti kita evaluasi perkembangannya," jelasnya.
Endro menjelaskan, evaluasi tersebut tak hanya melihat kondisi api, tetapi juga dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran. Salah satunya potensi kerugian material maupun dampak terhadap masyarakat.
"(Untuk status tanggap darurat itu) Melihat dampak juga, misal kerugian material, jiwa warga masyarakat dan lain-lain," ujarnya.
Endro menjelaskan, salah satu kendala penanganan kebakaran di TPA Jatibarang, yakni api yang terus bertahan di lapisan bawah tumpukan sampah. Hal itu juga menjadi kendala dalam kebakaran TPA pada kejadian sebelumnya pada 2023 atau 2024.
"Kalau kendala kebakaran TPA itu seperti terdahulu yang pertama 2023 atau 2024 awal, adalah lapisan paling bawah. Jadi kalau dari atas sudah padam, di kedalaman tumpukan itu kan sampai berpuluh-puluh meter, itu yang susah untuk mendeteksi," jelasnya.
Untuk mengatasi titik api di bagian dalam, pihaknya pun berencana akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terkait metode penyemprotan air melalui pipa atau paralon yang dimasukkan ke dalam tumpukan sampah.
"Makanya juga akan dicoba dengan sistem injek, dimasukkan paralon kemudian air dari semprotan Damkar itu disemprot dari atas. (Bisa kedalaman berapa meter?) 20 meter," ujarnya.
"Nanti akan kami koordinasikan dengan Damkar, jadi tunggu perkembangan. Mudah-mudahan api semakin bisa diatasi," imbuhnya.
Sementara untuk metode water bombing, kata Endro, pelaksanaannya tidak sederhana karena berkaitan dengan mekanisme dan status kedaruratan.
"Untuk water bombing nanti prosesnya juga tidak semudah itu karena harus dilengkapi dengan status darurat. Jadi seperti itu mekanismenya," ujarnya.
Adapun pada pagi ini, Endro mengatakan kondisi api mulai mereda. Namun, masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya padam.
"Pagi ini, api mulai mereda, walau masih 40-an persen. Ini saya di lokasi, jadi sangat terganggu asap-asap sisa pembakaran, itu masih," katanya.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, malam ini. Personel Damkar Kota Semarang masih berjibaku memadamkan api.
"(Kebakaran diketahui) Sekitar jam 6 sore. Yang terlihat di sini kanan tadi. Saya di rumah, tadi orang dari sini bilang ada sampah kebakaran," kata warga sekitar, Jamasri (56), saat ditemui detikJateng di lokasi, Rabu (30/9) malam.
Masih Ditemukan Titik Api
Pagi ini, titik api masih ditemukan di TPA Jatibarang.
"Sikon (situasi dan kondisi) terkini area kebakaran saat ini masih terpantau adanya titik api di area pembuangan," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, melalui pesan singkat kepada detikJateng, Kamis (1/10) pagi.
Tantri menyebut area yang terdampak masih zona 1 hingga tiga. Diketahui, zona tersebut merupakan zona aktif.
"Untuk sementara masih di zona 1, 2, dan 3," sebutnya.
Damkar Kota Semarang mengerahkan ekskavator untuk mengaduk sampah. Kemudian sampah tersebut disemprot.
"Upaya pagi ini kami lakukan dengan dibantu excavator sampah diaduk sambil disemprot," pungkasnya.
Dari video dan foto yang diterima detikJateng, tampak beberapa titik api masih menyala di TPA Jatibarang. Petugas Damkar terus berupaya memadamkan api di lokasi.
Terlihat pula asap tebal memenuhi area sampah. Truk tangki air juga disiagakan di lokasi.
