Menjelang hari raya Idul Fitri, jutaan umat Islam di Indonesia melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. Perjalanan ini sering kali menempuh jarak yang jauh dan membutuhkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari.
Dalam kondisi seperti ini, Islam tidak hanya memberikan kemudahan dalam ibadah selama perjalanan, tetapi juga mengajarkan adab spiritual sebelum memulai safar.
Salah satu amalan yang dianjurkan sebelum melakukan perjalanan jauh adalah sholat safar. Sholat ini merupakan sholat sunnah yang dilakukan sebelum seseorang meninggalkan rumah dengan tujuan memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan kepada Allah SWT selama perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makna Sholat Safar dalam Islam
Mengutip buku Keistimewaan Shalat Khusyuk karya Subhan Nurdin, sholat safar adalah sholat sunnah yang dilakukan oleh seorang muslim ketika hendak melakukan perjalanan jauh atau safar. Safar dalam pengertian syariat biasanya merujuk pada perjalanan yang menempuh jarak tertentu dan menyebabkan seseorang meninggalkan tempat tinggalnya untuk sementara waktu.
Perjalanan yang dimaksud bisa berupa berbagai aktivitas, seperti perjalanan dinas, perjalanan mencari ilmu, perjalanan haji dan umrah, hingga perjalanan pulang kampung atau mudik.
Sholat ini dilakukan sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT sebelum seseorang memulai perjalanan yang mungkin mengandung berbagai risiko dan tantangan.
Dalam buku Tuntunan Lengkap Shalat Untuk Wanita: Dilengkapi doa-doa Keseharian karya Raras Huraerah dijelaskan bahwa sholat safar bukanlah sholat wajib dan bukan pula rukun dalam perjalanan. Namun amalan ini merupakan bentuk adab seorang hamba kepada Allah ketika akan meninggalkan tempat tinggalnya.
Melalui sholat safar, seorang muslim memohon agar perjalanan yang akan ditempuh diberikan kemudahan serta dijauhkan dari berbagai bahaya.
Hukum Sholat Safar
Dalam ajaran Islam, hukum sholat safar adalah sunnah. Artinya, sangat dianjurkan untuk dikerjakan meskipun tidak berdosa jika seseorang tidak melakukannya.
Hal ini dijelaskan dalam berbagai riwayat hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sering melaksanakan sholat dua rakaat ketika hendak meninggalkan suatu tempat.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik disebutkan, "Nabi SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali beliau meninggalkan tempat tersebut dengan shalat dua rakaat." (HR Al-Hakim)
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga bersabda, "Tidak ada bekal yang lebih baik untuk ditinggalkan pada keluarganya saat hendak bepergian kecuali shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan di rumahnya." (HR Ath-Thabrani)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa sholat safar menjadi salah satu amalan yang dianjurkan ketika seseorang hendak melakukan perjalanan.
Bacaan Niat Sholat Safar
Seperti halnya sholat sunnah lainnya, sholat safar diawali dengan niat.
Berikut bacaan niat sholat safar:
أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushalliî sunnatas safari rak'ataini lillâhi ta'âla
Artinya: "Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah ta'âla."
Niat ini dibaca dalam hati ketika memulai sholat.
Tata Cara Sholat Safar
Tata cara sholat safar pada dasarnya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya. Tidak ada perbedaan dalam gerakan maupun bacaan dasar sholat.
Berikut tata cara pelaksanaannya:
Sholat safar dilakukan sebanyak dua rakaat.
Pada rakaat pertama setelah membaca Surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun.
Pada rakaat kedua setelah membaca Surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.
Sebagian ulama juga menganjurkan alternatif membaca Surat Al-Falaq pada rakaat pertama dan Surat An-Nas pada rakaat kedua.
Gerakan sholatnya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, yaitu terdiri dari rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan tasyahud.
Setelah selesai sholat, dianjurkan memperbanyak membaca Ayat Kursi serta Surat Quraisy.
Sholat safar biasanya dilakukan di rumah sebelum seseorang memulai perjalanan.
Doa Setelah Sholat Safar
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi disebutkan doa yang dapat dibaca setelah sholat safar, berikut bacaannya,
اَللهم بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ ، اَللهم ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الْخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ
Arab latin: Allāhumma bika asta'īnu, wa 'alaika atawakkalu. Allāhumma żallil lī ṣu'ūbata amrī, wa sahhil 'alayya masyaqqata safarī, warzuqnī minal khairi mim mā aṭlubu, waṣrif 'annī kulla ṣyarr, rabbiṣraḥlī ṣadrī wa yassir lī amrī.
Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku."
(dvs/lus)












































Komentar Terbanyak
Anggaran Sewa Laptop & Meja Disebut Terlalu Besar, Kemenag: Ini Jauh Lebih Efisien
Jemaah Haji RI Ditangkap di Madinah Usai Videokan Wanita Tanpa Izin
MUI Kecam Pimpinan Ponpes di Pati yang Perkosa Santriwati: Perbuatan Terkutuk!