Pesawat Haji Delay Berjam-jam, Wamenhaj Tegur Garuda

Kabar Haji by Le Minerale

Pesawat Haji Delay Berjam-jam, Wamenhaj Tegur Garuda

Rachmatunnisa - detikHikmah
Rabu, 03 Jun 2026 18:32 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, didampingi Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, di Kantor Daerah Kerja Makkah, Jumat (22/5/2026).
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak (depan). Foto: Media Center Haji 2026
Jeddah -

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegur maskapai Garuda Indonesia setelah pesawat yang membawa jemaah haji Indonesia mengalami keterlambatan berjam-jam di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Penerbangan Garuda Indonesia nomor GA 7603 rute Jeddah-Jakarta yang mengangkut jemaah asal Embarkasi Banten (JKB 02) dilaporkan mengalami penundaan sejak Selasa (2/6/2026) sore waktu Arab Saudi. Keterlambatan tersebut memicu keluhan karena di dalam rombongan terdapat sejumlah jemaah lanjut usia yang harus menunggu lebih lama dari jadwal keberangkatan.

Menanggapi kejadian itu, Dahnil mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk meminta penjelasan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, keterlambatan terjadi akibat padatnya lalu lintas penerbangan di terminal haji Bandara King Abdulaziz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski penyebabnya berasal dari kepadatan operasional bandara, Dahnil menegaskan maskapai tetap harus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah yang terdampak.

"Kami sampaikan kepada maskapai terkait dengan delay, harus ada kompensasi baik berbentuk penyediaan meal atau makanan maupun kompensasi-kompensasi yang lain yang itu membuat jemaah tetap nyaman," ujar Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Dahnil, pihak Garuda Indonesia telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan kompensasi kepada jemaah dalam bentuk pelayanan tambahan maupun bentuk bantuan lainnya.

"Kami berharap dari Garuda melakukan dan menunaikan hal tersebut," ucapnya.

Selain meminta kompensasi, Dahnil juga mengingatkan Garuda Indonesia agar lebih cermat dalam mengelola jadwal penerbangan, terutama pada masa pemulangan jemaah haji yang melibatkan ribuan penumpang setiap hari.

Ia berharap apabila terjadi potensi keterlambatan pada masa mendatang, maskapai dapat segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan lebih cepat dan jemaah tidak harus menunggu terlalu lama.

Menurut Dahnil, kenyamanan dan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama selama proses pemulangan ke Tanah Air.

"Yang jelas terhadap delay tadi malam karena ada traffic yang sangat padat dan Garuda dipastikan akan memberikan kompensasi kepada jemaah," pungkasnya.

Saat ini proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung secara bertahap melalui Bandara Jeddah dan Madinah. Pemerintah memastikan seluruh layanan kepulangan terus dipantau agar jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan nyaman.




(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads