Rasulullah SAW mengajarkan berbagai zikir yang dapat diamalkan ketika sedang melakukan perjalanan (safar). Salah satunya adalah zikir yang dibaca saat melewati jalan menanjak maupun jalan menurun.
Mengutip buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha, kondisi jalan pada masa kini jauh lebih baik dibandingkan dengan zaman dahulu.
Pada masa Rasulullah SAW, khususnya di Jazirah Arab, kondisi jalan masih banyak yang menanjak dan curam ketika menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situasi tersebut, Nabi Muhammad SAW mencontohkan bacaan tertentu ketika melewati tanjakan maupun turunan.
Lalu, apa anjuran Rasulullah saat melewati jalan tanjakan dan turunan? Simak penjelasannya berikut ini.
Anjuran Rasulullah Saat Melewati Jalan Tanjakan dan Turunan
Ulama Syafi'iyah meriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Sunan Abu Dawud bahwa Rasulullah SAW mengucapkan takbir ketika melewati jalan yang menanjak dan bertasbih ketika melalui jalan yang menurun.
Dalil tentang anjuran ini terdapat dalam sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata,
"Kami, pada saat naik mengucapkan takbir dan pada saat turun mengucapkan tasbih." (HR Bukhari, An-Nasa'i, dan Ad-Darimi. Ibnu Khuzaimah menyatakannya shahih)
Ada pula riwayat lain yang menyebutkan hal serupa. Ibnu Umar RA mengatakan,
"Adalah Nabi SAW dan pasukannya, apabila naik ke tempat yang tinggi, mereka bertakbir. Dan jika turun, mereka bertasbih." (HR Abu Dawud). Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud.
Mengutip buku 165 Kebiasaan Nabi SAW, tidak disebutkan jumlah tertentu berapa kali takbir atau tasbih dibaca. Selama perjalanan masih berada di jalan tanjakan, Rasulullah SAW akan terus mengucapkan takbir. Sebaliknya, ketika melewati jalan turunan, beliau akan terus membaca tasbih.
Amalan ini menjadi salah satu contoh zikir sederhana yang dapat diamalkan umat Muslim ketika sedang melakukan perjalanan.
Bacaan Takbir Saat Melewati Jalan Menanjak
اَللَّهُ اَكْبَرْ
Allahu akbar
Artinya: "Allah Mahabesar."
Bacaan Tasbih Saat Melewati Jalan Menurun
سُبْحَانَ ٱللَّٰه
Subhanallah
Artinya: "Maha Suci Allah."
Keutamaan Zikir Saat Perjalanan
Berzikir ketika berada dalam perjalanan termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.
Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa doa seorang musafir termasuk doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda,
"Tiga doa mustajabah yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. At Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan)
Selain itu, zikir juga memiliki keutamaan besar dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam kitab Bulughul Maram dijelaskan bahwa zikir merupakan amalan yang dapat menyelamatkan manusia dari azab Allah SWT.
Mu'adz ibn Jabal RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ عَمَلًا أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ
Artinya: "Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah selain zikir kepada Allah." (HR Ibn Abi Syaibah dan At-Thabrani dengan sanad yang hasan)
Dengan demikian, membaca zikir seperti takbir dan tasbih saat melewati jalan tanjakan dan turunan dapat menjadi salah satu amalan yang dianjurkan ketika sedang melakukan perjalanan.
Baca juga: Kumpulan Dzikir dan Doa Safar |
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha