Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 29 Mei 2026 11:00 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar
Foto: Adrial Akbar/detikcom
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pembagian daging kurban pada momen Idul Adha tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam. Menurutnya, masyarakat nonmuslim juga memiliki hak untuk menerima daging kurban.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat berada di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (28/5).

"Termasuk juga nonmuslim juga berhak untuk mendapatkan hewan kurban. Inilah Islam," ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (28/5) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan semangat kurban tidak semata-mata terkait ibadah ritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan. Ribuan hewan kurban yang disembelih setiap Idul Adha diharapkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

ADVERTISEMENT

Selain penerima manfaat, Menag juga menyebut partisipasi dalam berkurban atau membantu distribusi daging tidak terbatas hanya untuk umat Islam. Menurutnya, siapa pun dapat ikut berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau ada nonmuslim mau ikut berpartisipasi, menggunakan kesempatan ini memberikan kontribusinya untuk memberikan gizi dan protein kepada masyarakat, itu juga merupakan satu tindakan yang terpuji," kata Nasaruddin.

Nasaruddin mengungkapkan Masjid Istiqlal juga menerima bantuan hewan kurban dari sejumlah lembaga nonmuslim. Hewan kurban tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia kembali menekankan bahwa nilai utama dari kurban adalah kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama manusia.

"Kurban itu bukan hanya untuk umat Islam, tetapi siapa pun yang kelaparan, siapa pun yang membutuhkan," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga mengutip hadits Nabi Muhammad SAW terkait pentingnya memastikan tidak ada masyarakat yang kelaparan pada hari raya, tanpa memandang agama yang dianutnya.

"Ada hadis nabi, ada seorang perempuan Yahudi kelaparan pada hari itu. Kata Rasulullah, tidak boleh ada yang kelaparan apa pun agamanya," ujar Nasaruddin.




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads