8 Golongan Orang yang Ditolak Masuk Surga

8 Golongan Orang yang Ditolak Masuk Surga

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 08 Okt 2024 05:45 WIB
8 Golongan Orang yang Ditolak Masuk Surga
Ilustrasi pintu surga (Foto: Getty Images/iStockphoto/Trifonov_Evgeniy)
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, surga adalah tempat yang diidam-idamkan oleh setiap Muslim. Sebagai balasan atas amal kebaikan yang dilakukan selama hidup di dunia.

Namun, Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan tentang golongan orang yang tidak akan masuk surga, atau mereka yang dilarang memasukinya. Kecuali setelah melalui hukuman dan taubat.

Golongan Orang yang Tidak Masuk Surga

Berikut adalah golongan orang-orang tersebut berdasarkan berbagai sumber ajaran Islam:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Orang Musyrik

Menukil Buku Pintar Hari Akhir karya Abdu Muhsin al-Muthairi, musyrik adalah istilah untuk orang yang menyekutukan Allah SWT. Sedangkan untuk perbuatannya disebut syirik.

Syirik adalah golongan yang paling berat dosanya. Syirik merupakan dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah jika pelakunya tidak bertaubat sebelum meninggal. Dalam surah An-Nisa' ayat 48, Allah berfirman:

ADVERTISEMENT

ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ ØŖŲŽŲ† ŲŠŲØ´Ų’ØąŲŽŲƒŲŽ Ø¨ŲŲ‡ŲÛĻ ŲˆŲŽŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ų…ŲŽØ§ Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ Ų„ŲŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲŽØ´ŲŽØĸØĄŲ ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲ’ Ø¨ŲŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų ŲąŲŲ’ØĒŲŽØąŲŽŲ‰Ų°Ų“ ØĨؐØĢŲ’Ų…Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§

Arab-Latin: Innallāha laa yagfiru ayyusyraka bihÄĢ wayagfiru maa dáģĨna dzalika limayyasyā`, wamay yusyrik billāhi faqadiftarā iᚥman 'aáē“ÄĢmā

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

2. Orang Munafik

Orang yang munafik, yaitu yang berpura-pura beriman namun hatinya sebenarnya tidak beriman. Orang ini termasuk dalam golongan yang dijanjikan azab yang sangat berat.

Menukil buku Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV oleh Fida' Abdillah dan Yusak Burhanudin, golongan orang munafik disebut dengan munafikun.

Dalam Surah An-Nisa' ayat 145, Allah SWT berfirman:

ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽŲ°ŲŲŲ‚ŲŲŠŲ†ŲŽ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ø¯ŲŽŲ‘ØąŲ’ŲƒŲ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽØŗŲ’ŲŲŽŲ„Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØąŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ† ØĒŲŽØŦŲØ¯ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų†ŲŽØĩŲŲŠØąŲ‹Ø§

Arab-Latin: Innal-munāfiqÄĢna fiddarkil asfali minannār, walan tajida lahum naášŖÄĢrā

Artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

3. Pemakan Riba

Riba adalah praktik meminjamkan uang dengan bunga yang berlebihan atau mengambil keuntungan yang tidak adil.

Menurut buku Tafsir Ayat-Ayat Ahkam karya Dr. H. Abdurrahman Kasdi, riba berasal dari kata ziyadah yang berarti tambahan. Sedangkan dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa riba artinya penambahan yang diambil tanpa adanya transaksi pengganti atau penyeimbang yang dibenarkan oleh syariah.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 275, Allah SWT memperingatkan bahwa mereka yang memakan riba akan mendapatkan hukuman di akhirat:

Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’ŲƒŲŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ ŲąŲ„ØąŲŲ‘Ø¨ŲŽŲˆŲ°Ø§ÛŸ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ‚ŲŲˆŲ…Ų ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲ‰ ŲŠŲŽØĒŲŽØŽŲŽØ¨ŲŽŲ‘ØˇŲŲ‡Ų ŲąŲ„Ø´ŲŽŲ‘ŲŠŲ’ØˇŲŽŲ°Ų†Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽØŗŲŲ‘ ۚ Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø¨ŲØŖŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…Ų’ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØšŲ ؅ؐØĢŲ’Ų„Ų ŲąŲ„ØąŲŲ‘Ø¨ŲŽŲˆŲ°Ø§ÛŸ ۗ ŲˆŲŽØŖŲŽØ­ŲŽŲ„ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØšŲŽ ŲˆŲŽØ­ŲŽØąŲŽŲ‘Ų…ŲŽ ŲąŲ„ØąŲŲ‘Ø¨ŲŽŲˆŲ°Ø§ÛŸ ۚ ŲŲŽŲ…ŲŽŲ† ØŦŲŽØĸØĄŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų…ŲŽŲˆŲ’ØšŲØ¸ŲŽØŠŲŒ ؅ؐؑ؆ ØąŲŽŲ‘Ø¨ŲŲ‘Ų‡ŲÛĻ ŲŲŽŲąŲ†ØĒŲŽŲ‡ŲŽŲ‰Ų° ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ų…ŲŽØ§ ØŗŲŽŲ„ŲŽŲŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ‡ŲÛĨŲ“ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ۖ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØšŲŽØ§Ø¯ŲŽ ŲŲŽØŖŲŲˆÛŸŲ„ŲŽŲ°Ų“ØĻŲŲƒŲŽ ØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽŲ°Ø¨Ų ŲąŲ„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØąŲ ۖ Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ‡ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ°Ų„ŲØ¯ŲŲˆŲ†ŲŽ

Arab-Latin: AllaÅŧÄĢna ya`kuláģĨnar-ribālā yaqáģĨmáģĨna illā kamā yaqáģĨmullaÅŧÄĢ yatakhabbaáš­uhusy-syaiᚭānu minal-mass, dzalika bi`annahum qālÅĢ innamal-bai'u miᚥlurribā, wa aá¸Ĩallallāhul-bai'a waá¸Ĩarramar-ribā, faman jā`aháģĨ mau'iáē“atum mirrabbihÄĢ fantahā falaháģĨ māsalaf, wa amruhÅĢ ilallāh, waman 'āda faulā`ika aášŖ-á¸Ĩābunnār, hum fÄĢhā khālidáģĨn

Artinya: Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

4. Pemimpin yang Zalim

Pemimpin yang tidak adil, atau pemimpin yang menindas dan zalim terhadap rakyatnya, dijelaskan dalam beberapa hadits sebagai orang yang akan mendapatkan hukuman berat di akhirat. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seorang pemimpin yang menipu rakyatnya melainkan dia tidak akan mencium bau surga."

5. Orang yang Memutus Silaturahmi

Dalam Islam, menjaga hubungan dengan keluarga dan kerabat (silaturahmi) sangatlah penting. Memutuskan hubungan dengan keluarga tanpa alasan yang dibenarkan adalah dosa besar.

Dalam buku Mukjizat Duit karya Ustaz H. Koko Liem, S.Q., M.A., dijelaskan bahwa orang yang memutuskan tali silaturahmi tidak akan merasakan ketenangan dan hidupnya akan selalu diliputi kecemasan. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari mengatakan, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi".

6. Orang yang Sombong

Kesombongan adalah salah satu sifat yang sangat dibenci dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari kesombongan."

7. Peminum Khamr

Orang yang minum minuman keras (khamr) juga termasuk golongan yang diancam tidak akan masuk surga. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang meminum khamr tidak akan masuk surga."

8. Orang yang Membunuh Tanpa Hak

Membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat adalah dosa besar dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa' ayat 93:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŲ„Ų’ Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų‹Ø§ Ų…ŲŲ‘ØĒŲŽØšŲŽŲ…ŲŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ŲŲŽØŦŲŽØ˛ŲŽØĸØ¤ŲŲ‡ŲÛĨ ØŦŲŽŲ‡ŲŽŲ†ŲŽŲ‘Ų…Ų ØŽŲŽŲ°Ų„ŲØ¯Ų‹Ø§ ŲŲŲŠŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽØēŲŽØļŲØ¨ŲŽ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØšŲŽŲ†ŲŽŲ‡ŲÛĨ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŽØ¯ŲŽŲ‘ Ų„ŲŽŲ‡ŲÛĨ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§

Arab-Latin: Wamay yaqtul mu`minam muta'ammidan fajazā`uháģĨ jahannamu khālidan fÄĢhā wa gaḍiballāhu 'alaihi wala'anaháģĨ wa a'adda laháģĨ 'aÅŧāban 'aáē“ÄĢmā

Artinya: Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.




(hnh/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads