Suhu Makkah 43 Derajat, Dokter Ingatkan Jemaah Cegah Dehidrasi dan Kulit Kering

Kabar Haji Bersama Promag Herbal

Suhu Makkah 43 Derajat, Dokter Ingatkan Jemaah Cegah Dehidrasi dan Kulit Kering

Rachmatunnisa - detikHikmah
Selasa, 05 Mei 2026 10:15 WIB
Dokter spesialis paru Dessy Mizarti Zailirin ditemui saat bertugas di klinik satelit Hotel Alhidayah Tower Company, Senin (4/5/2026)
Foto: Dok. Media Center Haji
Makkah -

Cuaca ekstrem di Tanah Suci mulai dirasakan jemaah haji Indonesia. Suhu di Makkah bahkan telah menyentuh 43 derajat Celsius, memicu berbagai keluhan kesehatan seperti kulit kering hingga dehidrasi.

Ditemui saat bertugas di klinik satelit Hotel Alhidayah Tower Company, Senin (4/5/2026), dokter spesialis paru Dessy Mizarti Zailirin, mengatakan kondisi cuaca panas berdampak langsung pada kesehatan jemaah.

"Untuk edukasi terkait cuaca memang lumayan kasus suhunya 43 derajat Celcius, jadi pasien lebih sering mengalami kulit kering, gatal-gatal sampai melepuh," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dessy, meski belum ada lonjakan kasus berat, keluhan ringan hingga sedang akibat suhu panas mulai banyak ditemui. Perawatan pun dilakukan untuk jemaah yang mengalami gangguan kesehatan terkait cuaca ekstrem.

"Juga untuk yang misalnya kulit kering, pecah-pecah sampai melepuh itu, kita juga sudah melakukan perawatan," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Untuk menghadapi cuaca ekstrem, Dessy membagikan sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan jemaah. Antara lain, ia menyarankan jemaah menggunakan masker yang dibasahi agar membantu mengurangi dampak udara panas.

"Kenakan masker, dan untuk maskernya sedapat mungkin dilembabkan, dilakukan spray (disemprot) kepada masker dan dipasang," jelasnya.

Selain itu, menjaga cairan tubuh pun tak kalah penting. Jemaah dianjurkan rutin minum, termasuk dengan tambahan oralit.

"Jemaah juga dianjurkan untuk banyak minum, terutama menggunakan oralitnya, dimasukkan ke dalam air dan diminum sedikit-sedikit tapi sering. Dan jangan sampai menunggu haus baru minum," katanya.

"Banyak jemaah yang menganggap oralit itu hanya sebagai obat diare saja, padahal itu penting untuk stamina mereka," tambahnya.

Bagi jemaah yang merokok, Dessy mengimbau agar mengurangi kebiasaan tersebut untuk mencegah gangguan pernapasan. "Terutama yang merokok, sedapat mungkin kalaupun saat ini tidak bisa untuk berhenti langsung, paling tidak dikurangi sedikit-sedikit. Jangan sampai timbul keluhan batuk yang akan menyebabkan sesak nafas," ujarnya.

Untuk mengatasi kulit kering akibat cuaca panas, jemaah disarankan rutin menggunakan pelembap. "Pelembabnya (gunakan) sesering mungkin, tipis-tipis saja tapi sering," tambahnya.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads