Merawat Kemabruran, Tugas Baru Kementerian Haji dan Umrah

Kabar Haji Bersama Wardah

Merawat Kemabruran, Tugas Baru Kementerian Haji dan Umrah

Rachmatunnisa - detikHikmah
Kamis, 04 Jun 2026 06:30 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan arahan kepada PPIH di Kantor Daerah Kerja Makkah, Minggu (31/5/2026).
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Media Center Haji 2026
Jeddah -

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kementerian baru ini juga akan menjalankan program pembinaan jemaah secara berkelanjutan setelah mereka kembali ke Tanah Air.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pembinaan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga dan merawat kemabruran haji. Menurutnya, keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur saat berada di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan perilaku dan kontribusi sosial setelah pulang ke Indonesia.

"Kementerian Haji dan Umroh itu dibentuk oleh Presiden tidak berhenti menjadi penyelenggara haji, tapi kemudian melakukan pembinaan jemaah haji dan umroh. Makanya kita ada Dirjen Bina Haji dan Umroh," kata Dahnil di Kantor Urusan Haji di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, di bawah Direktorat Jenderal Bina Haji dan Umrah terdapat Direktorat Bina Jemaah Haji yang secara khusus bertugas menjalankan program pembinaan bagi para jemaah setelah menyelesaikan ibadah haji.

"Nah, Direktur Bina Jamaah Haji ini adalah nanti yang kemudian melakukan fungsi-fungsi pembinaan terhadap jemaah haji atau dalam bahasa sederhananya itu adalah merawat kemabruran," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Dahnil, kemabruran haji harus terlihat dari perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jemaah yang telah berhaji, diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di sekitarnya.

"Jadi, kemabruran jemaah haji itu kan terlihat ketika mereka tiba di Tanah Suci, kemudian di tengah masyarakat, ada perubahan tidak terhadap kehidupan pribadinya dan kehidupan sosialnya. Semakin bermanfaat atau tidak mereka terhadap masyarakat. Nah, itulah yang kita sebut sebagai merawat kemabruran," tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, Kemenhaj akan melibatkan kantor wilayah serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kapasitas pembinaan keagamaan untuk mendampingi para jemaah setelah kembali ke daerah masing-masing.

Dahnil menegaskan, program tersebut akan dijalankan secara berkesinambungan dengan berlandaskan konsep 'Tiga Sukses Haji' yang saat ini menjadi fokus Kementerian Haji dan Umrah, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses peradaban dan keadaban.

"Pembinaannya akan terus-menerus, kita sesuai dengan tiga sukses haji, yaitu sukses peradaban dan keadaban. Jadi, keadabannya semakin tinggi, akhlaknya semakin tinggi, peradabannya, artinya perannya di lingkungan sosial, lingkungan masyarakat itu semakin kontribusi," urainya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap para jemaah haji tidak hanya pulang dengan membawa gelar haji, tetapi juga mampu menjadi teladan, memperkuat kehidupan sosial, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setelah kembali dari Tanah Suci.




(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads