Sebanyak tujuh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), belum beroperasi sesuai disuspensi Badan Gizi Nasional (BGN). Ketujuh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu belum memenuhi standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
"Tujuh yang masih ditutup. Itu terkait IPAL dan SLHS. Nanti dari pengurus akan tetap mengingatkan agar segera memperbaiki. Seluruh SPPG wajib hukumnya memperbaiki IPAL sehingga nantinya sesuai standar dan keamanan lingkungan," kata Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Mataram, Isnan, saat diwawancarai, Senin (27/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BGN sebelumnya mensuspensi 15 SPPG di Mataram. Isnan mengungkapkan, seusai belasan SPPG disuspensi beberapa waktu lalu, puluhan sekolah di Mataram tidak lagi mendapatkan menu MBG.
"Semoganya semuanya bisa segera memperbaiki. Yang disuspensi kemarin ada yang sudah memperbaiki sehingga sudah siap operasional. Yang belum dicabut itu yang belum selesai," ucap Isnan.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Mataram, Lalu Martawang, mengingatkan agar dapur-dapur MBG yang masih disuspensi untuk segera memperbaiki permasalahan IPAL.
"Kami minta supaya tim yang ada di bawah koordinator wilayah kota untuk melakukan pemantauan dengan lebih intensif di dapur-dapur MBG yang ada. Kami (ingin) pastikan bahwa tidak terjadi kesalahan, tidak terjadi penyimpangan, ataupun kondisi-kondisi yang tidak diinginkan," tegas Martawang.
Martawang mengungkapkan akan mempertemukan BGN dan Satgas SPPG Mataram. Upaya itu dilakukan untuk membedah masalah secara keseluruhan dan memitigasi berbagai kondisi.
(hsa/hsa)










































